Kinderbedtijd, Jam tidur anak

Tulisan ini terinspirasi dari beberapa celotehan beberapa kenalan kami yang terperanjat mendengar bahwa Cinta dan Cahaya harus siap siap masuk kamar pada pukul setengah delapan. Apakah tidak terlalu awal? Apalagi di musim panas ini dimana jam segitu matahari masih bersinar dengan teriknya.

Bila yang bertanya seperti itu kenalan kami yang orang Indonesia, kami cukup menjelaskan bahwa inilah jam tidur yang normal untuk anak anak seusia si kembar di Belanda. Berbeda dengan sebagaian anak anak di Indonesia yang tidak mempunyai jam tidur, mereka bisa tidur saat mereka sudah lelah. Tentu saja tak semua anak di Indonesia seperti itu, karena aku punya jam tidur yang harus dipatuhi saat aku masih kecil.

Beberapa waktu yang lalu, suami terlibat percakapan dengan kolega kerjanya yang orang Spanyol tentang jam tidur si kembar. Dia keheranan saat si kembar harus masuk kamar pukul 8 malam (setengah jam telat dari waktu biasanya) itupun masih ada tamu pula di rumah. Menurut si kolega keponakan nya yang berumur 6 tahun baru tidur jam 11 malam. Akhirnya Luc mencari tahu jam berapa sih normalnya anak seusia si kembar tidur?

Dari beberapa artikel yang kami baca, ternyata jam tidur mereka telah memenuhi lamanya tidur yang dianjurkan para dokter disini. Dari artikel yang aku baca ini disebutkan pula bahwa kebiasaan dan anjuran para dokter di Belanda tentang jam tidur anak memang berbeda di beberapa negara, ini disebabkan diantaranya perbedaan kebudayaan pula.

Berikut jam tidur anak anak di Belanda berdasarkan usia mereka:

  • Usia 4-6 :  Pukul: 18.30-19.15
  •  Usia 7-8 : Pukul:  19.30-20.00
  • Usia  9-10 : Pukul: 20.00-20.30
  • Usia 11-12  : Pukul: 21.00
  • Usia 12-13 : Pukul: 21.00-21.30
  • Usia 14-15 : Pukul : 21.30-22.00

Walaupun Cinta dan Cahaya sudah harus menghentikan kegiatan mereka pukul 19:30 tidak otomatis mereka langsung plek tidur, pukul segitu mereka ke kamar mandi cuci kaki gosok gigi, walau sebenarnya hanya gosok gigi saja dan pipis. Kemudian setelah ganti baju tidur, Luc segera baca buku dulu buat mereka, mengambilakn minum dan barulah aku datang buat cium dan berdoa. Kira kira jam delapan malam aku dan Luc sudah asyik leha leha di ruang tengah, nonton TV, ngopi, ngobrol atau setrika baju dan beres beres.

Tapi semenjak pulang liburan, si kembar agak susah tidur, ada saja ulah mereka yang bikin aku dan Luc jengkel . Mereka kadang memanggil kami  sehingga aku atau Luc harus datang memeriksa mereka, ternyata mereka hanya minta perhatian saja, berputar putar bertanya ini itu.  Semisal: Bunda, besok bekalnya apa buat di sekolah? Bunda ,tau kan aku dapat stiker dari bu guru hari ini? Bunda, jangan lupa ya besok ke kebun binatang….. Atau tiba tiba mereka mengaduh sakit perut, sakit kaki atau minta dicium sekali lagi.

Sekali dua kali kami  masih mendatangi kamar mereka, mencium sekali lagi atau menenangkan apa yang mereka khawatirkan tapi kemarin malam Luc benar benar murka, saat Cahaya berteriak dari kamarnya memanggil papanya, Luc langsung datang dengan galaknya dan berkata tegas bahwa mereka harus tidur dan tidak boleh memanggil kami lagi, pintu langsung ditutup walau Cahaya mengeluhkan kakinya. Aku mendengar isak tangis Cahaya yang ditahan. Dua puluh menit kemudian aku mengendap ngendap di depan kamar mereka berusaha mendengarkan percakapan mereka, yang kudengar suara Cinta yang menenangkan Cahaya yang sedang terisak,  Cinta berkata… kamu betul betuk kesakitan Cahaya?….. Apakah kamu masih bisa menahannya? ….. Aku sudah berusaha, tapi aku tak bisa, terlalu kuat……….

Ahhhh, ada yang aneh dari suara mereka. Aku mendatangi Luc dan berkata bahwa aku akan memeriksa mereka, Luc tetap melarangku. Akhirnya aku mengurungkan niat untuk masuk ke kamar mereka, dan langsung lanjut ke dapur mengambil air, namun tiba tiba kudengar Cinta berteriak saat aku melewati kamar mereka. Kubuka pintu, kunyalakan lampu dan kulihat Cinta menunjuk ke arah Cahaya.

Cahaya sedang terduduk di tempat tidur, kudengar suaranya yang melemah…. kakiku terjepit tempat tidur. Ah bagaimana bisa? Luc datang saat aku berteriak memanggilnya. Drama sesaat segera berakhir. Kupeluk Cahaya sambil menyusur air mata, keringat yang membanjiri muka dan tubuhnya. Kutenangkan tangisnya. Luc meminta maaf sambil berkata bahwa kejadian hari ini adalah pembelajaran yang harus diingat. Begitupun si kembar mereka meminta maaf pada kami dan berjanji tak akan memanggil manggil kami dari kamar jika bukan sesuatu yang penting. Saat kutinggalkan kamar mereka masih kudengar isak Cinta, kudatangi tempat tidurnya dan bertanya mengapa masih menangis, dia menjelaskan bahwa dia sangat menyesal tidak dapat menolong Cahaya, kupastikan padanya bahwa dialah yang telah menolong Cahaya, jika Cinta tak punya keberanian untuk berteriak, tak mungkin aku akan lari kekamarnya.

So, bagaimana dengan kalian? Berbagi cerita tentang jam tidur si buah hati? Apakah ada drama pula gara gara mereka masih enggan tidur tapi harus segera naik tempat tidur?
12-0AFA70F2-826301-960

Just the three of us

Liburan telah usai…… Anak anak telah kembali ke sokolah. Trus ngapain aja sih kami menghabiskan liburan panas yang hampir tujuh minggu itu?

Setelah usai liburan kami selama lima minggu di Indonesia, maka dimulailah liburan selama seminggu sebelum mereka mulai masuk lagi sekolah. Lalu apa saja yang kami lakukan selama di Belanda untuk berlibur hemat? Inilah kegitan kami bertiga selama menghabiskan sisa liburan sekolah anak anak. Hanya kami bertiga saja, tanpa Luc yang harus kembali bekerja.

  1. Piknik

Ini wajib jika cuaca cerah ceria, aku tinggal mempersiapkan makanan dan minuman praktis, biasanya roti yang aku isi dengan salad dan daging. Kalo mau repot sedikit aku bikin bala bala juga kesukaan si kembar, kadang bekal nasi dan rujak untukku sendiri. Kemudian berjalanlah kami bertiga sambil menggusur perbekalan menggunakan tas troly. Tempatnya tak perlu ke Kralingse bos, taman favorit Rotterdamer untuk piknik. Cukup di taman belakang rumah kami, semua fasilitas bermain sudah tersebia. Taman dengan padang rumput yang luas, lapangan basket, meja pingpong, lapangan skate board, kolam kecil dilengkapi bebek bebek penerima remah roti sehabis kita selesai piknik. Dan tempat kami menggelar kain untuk kami berpiknik adalah diantara dua pohon besar. Tempat teduh yang tak pernah dijamah para Nederlander!

IMG_20160512_170121300

Diantara dua pohon besar ini, biasanya aku menggelar ‘permadaniku’

Biasanya di taman itu si kembar akan asyik bermain di pasir, kadang mereka bermain bersama dengan anak lain yang belum dikenalnya atau anak yang telah mereka kenal, setelah puas bermain disitu biasanya mereka menjauhi tempatku berleha leha dan mereka akan menjelajahi taman sampai aku harus mencarinya, biasanya mereka bermain indian indianan. Tapi ada kalanya mereka hanya membaca dan ikut rebahan saja dengan diriku, seperti hari rabu lalu, Cinta sampai asli tertidur disana.

IMG_20160421_172110250

Bermain pasir di taman, oepss dengan jaket lengkap segala, ini foto bulan April dimana cuaca enak  untuk piknik tapi masih terasa dingin

IMG_20160824_160315827[1]

IMG_20160825_162941346[1]

Hari kamis kemarin tgl 25, hari terpanas di tahun ini. Si kembar sampai menanggalkan baju mereka karena basah kuyup bermain air dan hanya menggunakan bikini saja sambil bermain pasir.

2. Jalan- jalan ke Centruum.

  • Onbijt (sarapan pagi) di Hema

Biasanya kami keluar rumah mulai pukul 8.30. Di drop oleh Luc di centraal station Rotterdam. Sementara dia melanjutkan perjalanan ke tempat kerja, kami berjalan menyusuri sisi station dan akan mendengarkan pengamen jalanan dengan terompetnya. Lagunya selalu menggetarkan hatiku setiap kami melewati terowongan station. Si kembar selalu meminta uang receh padaku dan mereka selama satu atau dua menit akan mendengarkan alunan terompet yang dimainkan si meneer tersebut.
IMG_20160817_085655487

Tujuan kami adalah Hema. Toko segala ada itu menawarkan sarapan murah meriah yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Cukup dengan dua euro saja, maka kita akan mendapatkan secangkir minuman panas (bisa teh biasa bisa juga munt tea, kopi, cappucino atau coklat panas), segelas air jeruk, satu roti isi telur dan satu buah crossant. Tentu saja ada batas waktunya, waktu pemesanan makanan hanya berlaku mulai pukul 9 hingga pukul 10 pagi. Itulah sebabnya kami harus bisa datang di tempat di jam tersebut, jika lebih dari satu menit saja dari jam 10 pagi maka kami tak bisa memesan menu murah meriah tersebut.
IMG_20151223_090950661
IMG_20160224_092125678

IMG_20160817_092934891

  • Bibliotheek (perpustakaan)

Setiap jalan bertiga denganku, si kembar selalu meminta datang ke perpustakaan pusat, bukunya jauh lebih lengkap daripada di perpustakaan dimana tempat kami tinggal. Kadang aku tak mengerti sama sekali, mereka jauh lebih sabar untuk tinggal lebih lama di perpustakaan daripada aku. Bagaimana bisa? Merka yang tak mau duduk diam,  lincah luar biasa akan begitu tenang ketika bertemu buku di perpustakaan?
IMG_20160817_115034031.jpg

  • Markthall, pasar Blaak dan taman di samping Markthall

Hingga saat ini Markthall masih menjadi daya tarik dan penuh dikunjungi orang orang, aku kesana hanya untuk belanja yang ‘tercecer’ di toko Wah Nam. Tak banyak yang bisa aku beli disana karena untuk ukuranku belanja di Markthall cukup menguras uang belanjaku. Jadi jelas saja jika aku tetap berbelanja di pasar Blaak, pasar yang ada di depan Markthall.

Kemudian si kembar akan melihat taman yang ada klimrek nya  yang ada di taman sebelah Markthall. Disana akan terlihat para bapak bapak dengan wajah sayu yang sedang mengasuh anaknya sementa sang istri sibuk hunting sana sini di pasar blaak. (lupakan bapak bapak yang lain! Maksudku adalah suamiku sendiri, dia cukup duduk di sisi taman, sementara aku bolak balik mengumpulkan semua yang aku beli di tempatnya duduk). Setelah cape bergulantungan di klimrek biasanya si kembar meminta es cream yang ada di sebelah Restouran popertjes Seth, jika aku sedang berbaik hati pada si kembar aku akan mengijinkan mereka makan siang disitu. Biasanya mereka masing masing memesan seporsi kecil popertjes dan coklat panas.

IMG_20160817_130151952

Bermain dengan anak lain di taman sebelaha Markthall

  • Patat Bram Ladage

Tapi jika aku sedang berhemat aku hanya membelikan mereka kentang goreng saja. Orang sini menyebutnya patat. Patat popular yang ada dimana mana ber label Bram Ladage. Biasanya nongkrong menggunakan truk besar. Patat dengan porsi terkecil dihargai 2, 40 euro jika ingin ditambah mayones atau sambal kacang tinggal menambah 50 cent saja. Atau bisa juga memesan papat oorlog, yaitu patat yang ditambahi mayones, sambal kacang (pinda) dan irisan kecil bawang bombay. Oorlog artinya perang, mungkin artinya perang rasa di mulut.

IMG_20160817_132405131

Patat Bram ladage di Markthall

  • Kibbeling

Kibbeling adalah jenis ikan, disajikan dalam potongan kecil yang digoreng dengan dilumuri adonan tepung. Kemudian ditambahi saos yang bisa kita pilih sendiri, biasanya saos coctail, knoflok (bawang putih) atau hanya ditaburi kruiden saja. Beberapa tempat untuk saosnya dikenakan biaya lagi, tapi di dekat sekolah si kembar tak ada biaya lagi untuk saos yang kita pilih dan rasanya juga lebih enak, biasanya kami membeli setiap hari rabu atau jumat kemudian kami makan di taman dalam perjalanan pulang ke rumah. Nah kram atau jongko kibeling di pasar Blaak ada beberapa dan harganya lebih murah, banyak orang membeli dalam jumlah banyak kemudian di rumah diolah lagi untuk makan malam, katanya sih suka dioseng lagi ditambahi irisan bawang merah, putih, tomat dan cabe. Kayaknya itu sih resep ibu ibu Indonesia, kalo para ibu bule? Entahlah, mungkin cukup dengan saos saja.

kibbeling

foto van Tore’s Travel Blog

Itulah sekelumit liburan aku dan si kembar, murah meriah tapi menyenangkan luar biasa. Kalau kalian ngapain aja jika jalan dengan buah hati tercinta?

 

Ga weg! Pergi kamu!

Rasanya jika ingat kejadian ini aku tak bisa berhenti tertawa.

Suatu siang di bulan Februari tahun 2008, tanggal sudah lupa.
Kami (aku dan Luc) duduk di pantai Kuta, sepi, udara panas, dan entah kenapa kami sama sama tak banyak bicara. Malas saja rasanya. Begitu juga seorang ibu yang datang pada kami untuk menjajakan barang dagangannya, dia datang dengan langkah gontai, kaki telanjangnya diseret begitu saja, kemudian duduk disebelahku, memperlihatkan beraneka kalung.

Ayo mba, dibeli kalungnya, bagus mba, murah mba. Rayunya padaku sambil menyodorkan kalung kalung dari kerang yang ada di tangannya. Aku tersenyum dan menggeleng sambil meraba dadaku dan menyodorkan kalung kerang yang sama yang dia tawarkan padaku.

Oh, sudah punya ya mba, gantungan kuncinya mba. Si ibu tetap duduk disampingku sambil membuka kantung plastik kresek yang sedari tadi ada di pergelangan tangannya.

Sudah beli juga bu. Ucapku singkat.

Beli lagi toh mba, buat oleh oleh.

Aku menggeleng.

Kalo gitu dikepang rambutnya mba?

Aku tetap menggeleng.

Dan si ibu inipun mulai melirik Luc. Pijat mister, massage mister. Katanya, dan mulai beralih menghampiri Luc.

No, no, noooooo. Seru Luc.

Ayo mister. Si ibu tak kalah gesit dan telah duduk disamping Luc kini. Tapi tiba tiba Luc bangkit dan berkata dengan tegas.

Neeeeeeeee, ga weg!

Dan tiba tiba saja si ibu nyerocos menjawab dalam bahasa Belanda campur jawa bali yang tak aku mengerti. Kemudian diteruskan dengan bahasa Indonesia. Yang kira kira begini amarahnya…..

Kamu yang ga weg, ini negaraku, ini tanahku, ini pantaiku, kamu yang pergi, bukan aku!

Hahaha, aku tak dapat menahan tawaku saat itu. Rasakan kau bule Belanda! Jangan sembarangan dan seenaknya ngomong.

Dan setiap kami mengingat kejadian tersebut, kami selalu tertawa terbahak bahak bersama.

Sebuah kartu untuk Peper di surga

Pada 13 February 2016 datang dua pucuk surat untuk Cinta dan Cahaya tanpa perangko, sebagai ganti perangko ada stempel bibir dari lipstik di sudut kedua surat tersebut. Yap, seperti tahun lalu pos Belanda menggratiskan konsumen yang akan mengirimkan kartu ucapan valentin di seluruh Belanda dengan catatan harus mencantumkan tanda bibir dari lipstik sebagai ganti perangko. Cerita tentang stempel bibir tersebut pernah aku tulis disini(jangan pakai perangko, pakai sun saja!).

Aku menyerahkan  kedua surat tersebut pada si kembar dengan suka cita, sambil menebak nebak dari siapa kedua surat tersebut. Hampir bersamaan mereka berteriak kecewa saat melihat isi surat tersebut. Ya ya ya, ternyata surat tersebut berisi kartu buatan mereka sendiri di sekolah. Cinta membuat kartu untuk sahabatnya yang kini tak satu kelas dengannya. Sedangkan Cahaya membuat kartu untuk Peper.

Sambil terbata Cahaya menangis dipelukanku;
Mengapa kartu ini bisa datang ke rumah? Padalah aku sudah bilang pada bu guru bahwa aku membuatnya untuk Peper, tentunya Peper akan bahagia di surga menerima kartu dariku…… Tapi sekarang Peper tidak akan pernah menerimanya, karena kartu ini sampai kembali di tanganku…..

Sambil tetap mengelus rambutnya, aku berpikir bagaimana menyampaikan hal yang sesungguhnya, bahwa tak mungkin tukang pos mengirimkan kartu tersebut ke surga. Kemudian aku berjanji bahwa aku akan mengirimkan kartunya pada Anne, empunya Peper.

Hingga minggu lalu, aku asyik berchat ria dengan Anne, dan teringat bahwa aku belum juga mengeposkan kartu Cahaya untuk Peper. Hari itu juga aku segera mengeposkannya, yang secara kilat keesokan harinya Anne telah menerima kartu dari Cahaya.

Anne adalah seorang istri dari salah satu kolega suamiku, kami saling mengenal karena kelahiran si kembar yang penuh drama. Hingga saat ini kami saling memberi kabar. Dan Peper adalah seekor anjing milik keluarga tersebut. Dua tahun yang lalu saat kami berkunjung ke rumahnya untuk pertama kalinya si kembar mengenal Peper dan mereka berdua langsung jatuh cinta pada Peper. Sering mereka membicarakan Peper. Berkali kali mereka selalu bertanya padaku, kapan mereka bisa kembali melihat Peper.

Ternyata pertemuan pertama sekaligus menjadi pertemuan yang terakhir dengan Peper. Tak lama setelah itu aku mendapat kabar bahwa Peper telah mati secara mendadak. Aku tak kuasa mengabarkan berita duka itu pada si kembar, hingga berbulan bulan lamanya, hingga pertemuan berikutnya aku harus menjelaskan semuanya pada si kembar. Menjelaskan secara sederhana bahwa ada kematian, bahwa semua mahluk bernyawa akan kembali pada Nya.

img-20160513-wa0010.jpg

Cahaya memeluk Peper

photogrid_1463522651226.jpg

Koningspelen en Koningsdag

Dua bocah kembar itu tetap menghitung hari. Masih tigapuluh kali tidur lagi, jawabku menjawab pertanyaan si sulung untuk kesekian kalinya. Mereka menghitung hari hingga koningsdag tiba, mereka akan berjualan. Menjual mainan bekas kepunyaan mereka.

Diawali dengan koningspelen di sekolah mereka tiga tahun lalu, si kembar begitu antusias dengan hari raja, mendadak mereka tahu dengan detail siapa saja anggota kerajaan Belanda, jika dulu mereka hanya tahu princess Maxima saja, kini ibu mertua Maxima yang dulu nya ratu Belanda sebelum digantikan sang suami Pangeran Alexander pun diketahuinya dengan yakin, bahkan nama  putri terkecil  sang raja dan ratu pun diketahuinya.

Sejak tahun 2013, tahun yang sama Pangeran Alexander naik tahta menjadi raja menggantikan ibunya Beatrix, tradisi koningspelen di seluruh sekolah dasar Belanda dimulai. Di satu hari full day school, anak anak tidak belajar seperti biasanya, tapi mereka bermain. Ya bermain dan bergerak! Diawali dengan sarapan pagi di sekolah yg desebut ontbijt. Anak anak membawa piring, gelas dan bestek ke sekolah. Para relawan yang terdiri dari orang tua (aku diantaranya) menyaiapkan bangku mereka menjadi meja makan yang panjang dan menyenangkan, penuh hiasan oranye disana sini. Melayani para siswa menyantap sarapannya, sarapan pagi istimewa tentunya yang disiapkan pihak sekolah.

FB_IMG_1462346822839[1]

Onbijt di kelas groep 1/2, foto doc. Albertschweitzerschool.

Selesai sarapan, permainan di luar kelas pun segera menanti, diawali dengan berkumpul seluruh siswa dari groep satu hingga groep delapan semua bernyanyi dan menari di lapangan sekolah, untuk tahun 2016 lagu koningspelen adalah Hupsakee. Setelah itu barisan bubar untuk mengadakan acara perkelas.

FB_IMG_1462346734393[1]

Berkumpul di lapangan sekolah menari dan bernyanyi, ayo dimana si kembar?, foto doc Alberschweitzerschool

Apa sih permainan di koningspelen? Ada balap karung, lomba makan eiren koek yang digantung di seutas tali mirip dengan balap kerupuk saat tujuhbelasan di Indonesia. Bahkan lomba bakiak pun ada!

Karena acara koningspelen tahun ini diadakan pada tanggal 22 April di hari jumat yang kebetulan jadwal berenang anak anak, dan kolam renang pun berubah menjadi tempat pesta yang menyenangkan, anak anak diperbolehkan berenang bebas, disco zwemen! Dan untuk pertama kalinya si kembar pulang ke rumah dengan pakaian yang tidak lengkap! Cinta kehilangan baju dalamnya dan Cahaya pulang tanpa t’shirt. Astaga!

Dari acara koningspelen 2016 yang sukses di mata si kembar, mereka bahagaia karena hari itu hari terakhir ke sekolah, karena dua minggu ke depan mereka menghadapi liburan, Mei vakantie! Dan tentu saja hari special yang mereka tunggu tunggu, koningsdag! Hari raja, hari diaman rakyat bersuka cita, untuk hari special itu masyarakat boleh berjualan tanpa pajak, berjualan secara bebas. Dan tentu saja vrij markt didominasi dengan penjualan barang barang bekas. Bekas sebekas bekasnya, bahkan sisir rambut dan sandal jepit butut pun bisa dijual di rommel markt.

Cuaca Koningsdag tak berpihak pada si kembar, dan tentu saja pada jutaan umat Belanda. Tanggal 27 April hari rabu, dinas percuacaan mengabarkan akan terjadi cuaca buruk sepanjang sejarah di acara kongingsdag. Suhu dingin yang menusuk disertai angin kencang, bahkan akan turun hujan es.

Luc, sang kepala rumah tangga di rumah kami, memutuskan dan tak mengijinkan keluar rumah di hari itu, cancel katanya hingga tahun depan. Anak anak sedih luar biasa, ternyata aku yang lebih parah, kecewa luar biasa. Aku meradang mendapati keputusan sepihak dari sang raja rumah tangga, lalu apa fungsi aku sebagai ratu?

Tentu saja merajuk dengan sengit, kami siap berdingin ria, kami berjanji hanya berjualan selama satu jam saja, begitu hujan turun kami akan lari ke rumah teh Neni, kawanku yang rumahnya berada di lokasi tempat kami akan berjalan, di pusat kota Ridderkerk.

Berdasarkan cerita yang aku dengar, baca ataupun aku lihat di TV, strategi berjualan di hari koningsdag adalah tempat yang strategis, dan untuk mendapatkan tempat yang strategi mereka harus berlomba, mereka harus datang sepagi mungkin ke arena penjualan. Jam berapa? Konon ada yang datang tengah malam, ada yang datang jam empat pagi, jam enam bahkan siang hari pun ada. Dan kami berangkat dari rumah pukul sepuluh pagi, setelah hujan deras baru saja reda beberapa saat. Tercengang karena sudah banyak orang orang berjualan dan berlalu lalang membeli. Menyenangkan di tengah udara dingin karena sinar matahari yang hangat datang menyapa.

Kami bertiga menurunkan dagangan kami, mainan bekas si kembar saat mereka balita, tak banyak. Belum lagi kami selesai menggelar dagangan, sudah ada yang menawar. What a lucky day!

IMG_20160427_102359074[1]

IMG_20160427_103518125[1]

Menanti pembeli dengan sabar

Fantastis mainan habis dalam waktu hanya satu jam saja. Si kembar tak konsisten menetapkan harga. Cahaya tak mengerti sama sekali dia selalu bertanya pada Cinta, Cinta mengingat dengan baik semua harga yang harus disebutkan, dia berlatih dengan keras. Mobil 10 euro, sepatu 3 euro, jas 2 euro, puzzel dari kayu 50 cent, rumah boerderij yang bisa mengeluarkan bunyi, ayam, kambing, babi, sapi dihargai satu euro saja setelah aku mengganti batere yang harganya lebih dari satu euro!

Kehebohan muncul karena banyak orang menawar mobil mobilan si kembar, kebanyakan menawar 5 euro yang selalu diperbolehkan oleh Cinta, bahkan dia menyebutkan harga 5 cent yang langsung disambut gembira oleh calon pembeli.

Penjualan sukses, bahkan troli yang aku bawa untuk menyimpan barang barang yang akan aku jual pun ikut ditawar oleh pembeli, juga tas kecil untuk menyimpan uang hasil penjualan pun ikut dilirik oleh pembeli. Hari yang aneh, atau hari yang menyenangkan lebih tepatnya.

IMG_20160427_124610498[1]

Dua calon penjual tangguh telah lahir! Dagangan laris manis dalam waktu super singkat

Koningsdag oficial 2016 yang diadakan di kota Zwolle lebih membuat diriku terkejut, cuaca tak se extreem seperti yang diprediksikan, cuaca terang benderang. Sang raja bahkan tak memakai mantel yang tebal, cukup jas biasa saja. Fantastis! Dan kami pun bergurau dengan riangnya, Raja Alexander punya pawang hujan yang canggih! Sampai jumpa lagi di koningsdag tahun depan!

Dan bagaimana koningsdag 2016 di kota kalian? Apakah sesepi di Rotterdam? Atau seheboh di Zwolle? Atau mungkin seperti di Ridderkerk seperti pengalaman si kembar yang berhasil sukses berjualan.

koningsdag 2016

Tot volgende jaar!!!!  Koning Alexander, princess Alexia, princess Ariane, koningin Maxima, princess Amelia. Foto doc. nu.nl

 

 

 

Nonton Film, bercucuran air matakah?

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Noni yang bercerita bahwa dia gampang terbawa perasaan kalau sedang nonton film. Baca pengalaman Noni yang enak dibaca ini jadi membuat diriku ingin bercerita juga mengenai beberapa film yang dalam satu bulan terakhir ini aku tonton yang membuat aku tersedu sedan.

Karena hampir tiap hari Luc nonton film (bukan di bioskop, tapi di rumah  biar gratis) tidak semua film yang dia tonton, aku ikutan nonton juga. Kebanyakan hanya  film yang ringan dan menyenangkan saja yang aku juga ikut menontonnya,  film bertema drama komedi, keluarga atau action ringan  saja.

Berikut film film yang belum lama aku tonton yang bikin aku nangis saat menontonnya.

1. Bridge of Spy

Film yang diambil dari kisah nyata ini menceritakan tentang seorang pengacara yang diminta menjadi negosiator untuk menukar kliennya (seorang agen KGB)  dengan seorang pilot dan seorang mahasiswa Amerika yang tertangkap di Jerman Timur. Film yg dibintangi Tom Hank dan berhasil menyabet oscar untuk katagori pemain pembantu laki laki terbaik sudah membuat diriku tidak bisa tidur sesudah menonton film ini. Takjub dengan apa yang dilakukan pengacara James B (Tom Hank) untuk membela seorang yang dituduh mata mata Rusia dan seharusnya dihukum mati, menerima hujatan dari masyarakat Amerika yang jelas menginginkan kematian klien yang dibelanya. Banyak adegan dari film ini yang membuat diriku trenyuh , rasanya dari awal hingga akhir semua percakapan dalam film ini banyak maknanya.

2. Room

Brie Larson, berhasil menyabet oscar 2016 untuk pemain wanita terbaik. Film yang membuat diriku langsung memeluk Cinta dan Cahaya begitu bangun pagi setelah melihat film ini, benar benar menguras emosiku saat aku menontonnya. Bayangkan aku sampai harus berkali kali ke wc dan nyaris mogok gak mau meneruskan nonton film ini. Saking stress nya! Hahaha.
Bercerita tentang seorang ibu dan anak laki laki yang diculik. Hidup dalam sebuah ruangan yang berjendela persegi diatapnya. Saat si anak berusia 5 tahun si ibu bercerita bahwa dia (si ibu) diculik saat dia berusia 17 tahun dan dua tahun kemudian dia melahirkan. Tentu saja anak yang dilahirkannya adalah anak dari sang penculik, Film ini tidak memperlihatkan kekerasan dari si penculik, tapi tentu saja kita yang nontonnya jadi membayangkan bagaimana si penculik memperlakukan si ibunya untuk menjadi budak sex saja. Film ini dilihat dari kacamata si anak yang merasa hidup bahagia selama lima tahun bersama ibunya yang disekap. Saat mereka berdua merencanakan kabur dari ruangan inilah saat drama horor ini dimulai.
Rasanya aku hampir tidak bisa bernafas saat Jack berhasil kabur dan melompat dari truk.
Aku menangis saaat dia ditanya oleh polisi.
Dan yang paling membuat diriku emosional adalah saat Jack berkata bahwa dia merasa lebih aman berada di ‘room’ daripada di dunia luar. Tragis.

3. Spotlight

Film Spotlight berhasil menyabet film terbaik Oscar, yang aku rasa film Room yang lebih pantas menyandang Best Picture, tapi sudahlah abaikan saja pendapatku. Hehehe.
Film Spotlight diangkat dari kisah nyata tentang bagaimana surat kabar Boston Globe berhasil menyingkap skandal tentang pencabulan anak laki laki di gereja Katolik setempat. Kisah yang menghebohkan ini berhasil diungkap Boston Globe hingga ke akarnya. Walaupun film ini banyak adegan ngobrolnya, tapi percayalah menonton Spotlight tidak membosankan sama sekali. Aku malah jadi berfantasi andai saja aku seorang jurnalis, sungguh smart. Bahkan adegan saat Michael Keaton menyaksikan pengiriman surat kabar yang menghebohkan itu saat keluar dari pabrik dan dibawa oleh iringan truk membuat diriku mengucurkan air mata. Membayangkan apa reaksi orang orang saat membaca berita yang akan dibacanya di pagi hari.

4. Brooklyn

Nah kalau yang ini tentunya tak akan membuat diriku tersedu sedu, karena ini film drama romantis. Tapi tidak begitu kenyataannya. Aku sempat menitikan air mata di beberapa adegan.
Bercerita tentang seorang imigran Irlandia yang datang ke Brooklyn, jatuh cinta pada seorang pemuda Itali yang sederhana, dan kemudian memutuskan menikah karena si wanita harus kembali ke Irlandia untuk mengunjungi ibunya. Janji untuk cepat kembali pada sang suami yang menanti di Brooklyn ternyata tak segampang rencana awal. Kehidupan masa lalunya di Irlandia kembali menggodanya dan membuat dia tertahan dimasa lalunya, pemuda kaya yang melamarnya, pekerjaan yang dulu didamkannya, sang ibu yang tua dan bahagia karena dia kembali, teman temannya…….
Hingga, suatu kejadian yang membuat dia tersadar…. apakah dia akan tetap berada di masa lalunya yang menyenangkan atau kembali pada suami yang tengah menantinya?
Dan menurut kalian apa yang mesti dia lakukan?
Dan bayangkan pula dengan diriku yang rasanya hampir berada di posisi yang sama dengan si gadis imigran itu…… Bandung….kulinernya, ayah ibu, pekerjaan, bahasa Sunda dan sekarang ada Ridwan kamil pula!
Tak heran kan kalau aku sampai tersedu sedan?

5. Jagten (The Hunt) 

Film produksi Denmark ini berhasil menyabet oscar pada tahun 2014 untuk film asing terbaik. Tentang seorang guru di sebuah sekolah dasar, seorang ayah yang tengah memperjuangkan hak asuh anak lelakinya, seorang yang tengah menjalin hubungan dengan seorang wanita. Kehidupan yang dirasakan membaik ternyata harus hancur lebur karena ulah seorang anak yang berfantasi jatuh cinta padanya.
Aku benar benar gemas oleh kesalah pahaman yang disajikan dalam film ini, pertanyaan yang diajukan oleh kepala sekolah pada si anak kian menyudutkan posisi si guru, seolah olah dia berbuat sesuatu yang salah pada si gadis kecil itu.
Saking gemesnya aku memutuskan tak meneruskan nonton film ini, besok lagi nontonnya, kataku pada Luc.
Dan hari ini, saat aku menulis blog ini, Luc tengah melanjutkan nonton film. Kudengar suara tembakan di akhir film. Bunuh diri tanyaku pada Luc, yang langsung disambut decak kagum Luc…. Echt goede film! (bener bener film bagus).

Selain dari lima judul film tersebut, tentunya masih banyak film yang baru baru ini aku tonton yang bikin emosional saat menontonnya, ada The Martian, It’s a Wonderful life, Ikiru,dan My neighboar Totoro . Tiga terakhir yang aku sebutkan karena hari minggu yang lalu Luc menemukan daftar 250 film terbaik versi imdb. Dan diantara 250 film itu tiga diantaranya belum ada di daftar film yang pernah Luc lihat. Oh ya Luc mempunyai daftar film yang pernah dia tonton selama hidupnya, yang kini jumlahnya sudah lebih dari sembilan ribu judul film. Konon Luc mendatanya sejak dia berumur 15 tahun. Aha!

Saat aku melihat daftar 250 film terbaik tersebut aku tetap menjagokan film A Separation sebagai film yang melekat erat dalam ingatanku, sedangkan Luc lebih menyukai film Amelie.

Kalau kalian film apa yang tak mudah dilupakan?

Telepon kencan

Pukul 8:15 Aku masih menyisir rambutku sementara anak anak sudah bersiap di tangga untuk turun keluar rumah. Aku berteriak pada Luc untuk membawa anak anak ke sekolah tanpa aku, dan meminta Luc kembali ke rumah untuk menjemputku.

Selalu begitu. Drama dipagi hari. Padahal aku sudah bangun pukul tujuh pagi, mandi kilat, menyiapkan roti untuk bekal  anak anak di sekolah,  diselingi komando pada si kembar untuk menghabiskan sarapan serealnya, tapi toch aku masih ketinggalan kereta padahal tinggal menyisir rambut, memakai sepatu, jas, sjaal dan berlari lari mengejar Luc yang sudah berada di mobil.

Setiap hari selasa dan rabu sebelum aku ke perpustakaan pukul 10 pagi, aku selalu ngopi atau sekedar sarapan croussant di sebuah cafe dekat perpustakaan, biasanya aku sudah berada disana pukul 9 pagi jika aku menumpang pada Luc setelah kami mengantarkan anak anak ke sekolah.

Pukul 8:37, Luc belum juga kembali ke rumah untuk menjemputku, jarak rumah ke sekolah si kembar hanya 3 menit saja jika naik mobil, seharusnya Luc sudah kembali pukul 8:35. Sedikit tak sabar aku segera keluar rumah, memutuskan menunggu Luc di depan pintu rumah. Pukul 8:42, hanya lima menit dari waktu aku keluar rumah aku mulai berpikir, jangan jangan Luc lupa untuk kembali menjemputku dan malah meneruskan perjalanan ke kantor. Dan saat itu juga aku memutuskan berjalan ke arah halte bis, dengan beberapa kali menegok ke belakang, berharap Luc datang dari arah belakang. Menaiki bis yang datang tepat pukul 8:50.

Berpikir dengan gundah, menyalahi kebiasaan Luc yang selalu membiarkan handphone nya mati, selalu lupa untuk mengisi baterainya, saat itu aku tak mau meneleponnya, tak mau menelan ludah menyadari telepon genggamnya tak dapat dihubungi. Mengasihani diriku sendiri yang dilupakan suami. Bagaimana mungkin dia bisa lupa datang kembali ke rumah untuk menjemputku? Haruskah aku menyalahkan rambutku yang belum disisir saat mereka telah siap berangkat? Ah, bukan ide yang menguntungkanku jika aku menyalahkan diriku untuk bangun lebih pagi, jadi semuanya tidak harus terburu buru. Jadi lebih baik salahkan saja Luc yang tega sekali melupakanku.

Tapi bagaimana jika dia tidak lupa? Bagaimana jika aku yang terburu buru keluar rumah, tak sabar menunggu Luc yang pasti datang kembali untuk menjemputku? Bagaimana jika aku yang begitu khawatir terlambat ke cafe karena sudah janji bertemu dengan seorang teman tepat pada pukul 9 pagi. Dan hampir semua orang tau, aku paling benci jika harus terlambat. Aku masih sabar jika harus menunggu orang lain yang terlambat, tapi jika aku sendiri yang terlambat rasanya menyebalkan sekali!

Pukul 8:52, dua menit setelah aku berada di bis dengan hati yang sedih luar biasa. Teleponku berdering, dari handphone Luc! Aahhhhhhhhhhhhh………

Ada suara lembut di ujung sana. Bertanya dengan penuh khawatir padaku, dimana aku sekarang? Dengan suara terbata aku menjawab bahwa aku sudah berada di dalam bis. Nada heran terdengar dari pertanyaan Luc, bagaimana mungkin bisa secepat itu.

Lalu tuturnya, pukul 8:45 dia sudah berada di rumah (aku meninggalkan rumah pukul 8:42). Mencari charger telepon handphone-nya (aha saat itu handphone memang kosong tak berenergi), menunggu beberapa menit untuk bisa menyalakan teleponnya dan baru berhasil menghubungiku pukul 8:52.

Aku begitu terburu buru mengantar anak anak bahkan sampai lupa mencium mereka karena ingat aku harus segera kembali ke rumah untuk menjemputmu. Aku menjalankan mobilku lebih cepat dari biasanya, tiba tiba aku tersadar, kenapa laju mobil ini menuju arah kantor? Luar biasa pikiranku adalah kembali ke rumah untuk menjemputku, tapi kenapa mobil ini malah bergerak ke kantor?  Begitu tuturmu, sambil berkali kali meminta maaf.

Aku mendengarnya dengan trenyuh, kemudian kami mentertwakan kekonyolan kami berdua, aku yang tak sabar menunggu dan Luc yang menjalankan mobilnya ke arah kantor sehingga dia harus kembali memutar mobilnya ke arah rumah Dan pembicaraan itu masih berlanjut hingga aku keluar dari bis, kemudian berjalan ke arah cafe. Dan aku harus menghentikan pembicaraan kami dan mengingatkannya untuk segera berangkat kerja.

Sampai nanti sore sayang, dan sekali lagi maafkan aku. Begitu ucapnya sesaat ketika aku menutup teleponnya.

Sungguh sudah lama sekali aku tak merasa getar marah, gembira, sedih dan bermacam macam rasa yang tak dapat aku ungkapkan seperti rasa saat aku jatuh cinta. Dan menerima telepon darinya mengingatkan aku pada rasa jatuh cinta itu……….. Seperti dulu.