Sebuah kartu untuk Peper di surga

Pada 13 February 2016 datang dua pucuk surat untuk Cinta dan Cahaya tanpa perangko, sebagai ganti perangko ada stempel bibir dari lipstik di sudut kedua surat tersebut. Yap, seperti tahun lalu pos Belanda menggratiskan konsumen yang akan mengirimkan kartu ucapan valentin di seluruh Belanda dengan catatan harus mencantumkan tanda bibir dari lipstik sebagai ganti perangko. Cerita tentang stempel bibir tersebut pernah aku tulis disini(jangan pakai perangko, pakai sun saja!).

Aku menyerahkan  kedua surat tersebut pada si kembar dengan suka cita, sambil menebak nebak dari siapa kedua surat tersebut. Hampir bersamaan mereka berteriak kecewa saat melihat isi surat tersebut. Ya ya ya, ternyata surat tersebut berisi kartu buatan mereka sendiri di sekolah. Cinta membuat kartu untuk sahabatnya yang kini tak satu kelas dengannya. Sedangkan Cahaya membuat kartu untuk Peper.

Sambil terbata Cahaya menangis dipelukanku;
Mengapa kartu ini bisa datang ke rumah? Padalah aku sudah bilang pada bu guru bahwa aku membuatnya untuk Peper, tentunya Peper akan bahagia di surga menerima kartu dariku…… Tapi sekarang Peper tidak akan pernah menerimanya, karena kartu ini sampai kembali di tanganku…..

Sambil tetap mengelus rambutnya, aku berpikir bagaimana menyampaikan hal yang sesungguhnya, bahwa tak mungkin tukang pos mengirimkan kartu tersebut ke surga. Kemudian aku berjanji bahwa aku akan mengirimkan kartunya pada Anne, empunya Peper.

Hingga minggu lalu, aku asyik berchat ria dengan Anne, dan teringat bahwa aku belum juga mengeposkan kartu Cahaya untuk Peper. Hari itu juga aku segera mengeposkannya, yang secara kilat keesokan harinya Anne telah menerima kartu dari Cahaya.

Anne adalah seorang istri dari salah satu kolega suamiku, kami saling mengenal karena kelahiran si kembar yang penuh drama. Hingga saat ini kami saling memberi kabar. Dan Peper adalah seekor anjing milik keluarga tersebut. Dua tahun yang lalu saat kami berkunjung ke rumahnya untuk pertama kalinya si kembar mengenal Peper dan mereka berdua langsung jatuh cinta pada Peper. Sering mereka membicarakan Peper. Berkali kali mereka selalu bertanya padaku, kapan mereka bisa kembali melihat Peper.

Ternyata pertemuan pertama sekaligus menjadi pertemuan yang terakhir dengan Peper. Tak lama setelah itu aku mendapat kabar bahwa Peper telah mati secara mendadak. Aku tak kuasa mengabarkan berita duka itu pada si kembar, hingga berbulan bulan lamanya, hingga pertemuan berikutnya aku harus menjelaskan semuanya pada si kembar. Menjelaskan secara sederhana bahwa ada kematian, bahwa semua mahluk bernyawa akan kembali pada Nya.

img-20160513-wa0010.jpg

Cahaya memeluk Peper

photogrid_1463522651226.jpg

Advertisements

Koningspelen en Koningsdag

Dua bocah kembar itu tetap menghitung hari. Masih tigapuluh kali tidur lagi, jawabku menjawab pertanyaan si sulung untuk kesekian kalinya. Mereka menghitung hari hingga koningsdag tiba, mereka akan berjualan. Menjual mainan bekas kepunyaan mereka.

Diawali dengan koningspelen di sekolah mereka tiga tahun lalu, si kembar begitu antusias dengan hari raja, mendadak mereka tahu dengan detail siapa saja anggota kerajaan Belanda, jika dulu mereka hanya tahu princess Maxima saja, kini ibu mertua Maxima yang dulu nya ratu Belanda sebelum digantikan sang suami Pangeran Alexander pun diketahuinya dengan yakin, bahkan nama  putri terkecil  sang raja dan ratu pun diketahuinya.

Sejak tahun 2013, tahun yang sama Pangeran Alexander naik tahta menjadi raja menggantikan ibunya Beatrix, tradisi koningspelen di seluruh sekolah dasar Belanda dimulai. Di satu hari full day school, anak anak tidak belajar seperti biasanya, tapi mereka bermain. Ya bermain dan bergerak! Diawali dengan sarapan pagi di sekolah yg desebut ontbijt. Anak anak membawa piring, gelas dan bestek ke sekolah. Para relawan yang terdiri dari orang tua (aku diantaranya) menyaiapkan bangku mereka menjadi meja makan yang panjang dan menyenangkan, penuh hiasan oranye disana sini. Melayani para siswa menyantap sarapannya, sarapan pagi istimewa tentunya yang disiapkan pihak sekolah.

FB_IMG_1462346822839[1]

Onbijt di kelas groep 1/2, foto doc. Albertschweitzerschool.

Selesai sarapan, permainan di luar kelas pun segera menanti, diawali dengan berkumpul seluruh siswa dari groep satu hingga groep delapan semua bernyanyi dan menari di lapangan sekolah, untuk tahun 2016 lagu koningspelen adalah Hupsakee. Setelah itu barisan bubar untuk mengadakan acara perkelas.

FB_IMG_1462346734393[1]

Berkumpul di lapangan sekolah menari dan bernyanyi, ayo dimana si kembar?, foto doc Alberschweitzerschool

Apa sih permainan di koningspelen? Ada balap karung, lomba makan eiren koek yang digantung di seutas tali mirip dengan balap kerupuk saat tujuhbelasan di Indonesia. Bahkan lomba bakiak pun ada!

Karena acara koningspelen tahun ini diadakan pada tanggal 22 April di hari jumat yang kebetulan jadwal berenang anak anak, dan kolam renang pun berubah menjadi tempat pesta yang menyenangkan, anak anak diperbolehkan berenang bebas, disco zwemen! Dan untuk pertama kalinya si kembar pulang ke rumah dengan pakaian yang tidak lengkap! Cinta kehilangan baju dalamnya dan Cahaya pulang tanpa t’shirt. Astaga!

Dari acara koningspelen 2016 yang sukses di mata si kembar, mereka bahagaia karena hari itu hari terakhir ke sekolah, karena dua minggu ke depan mereka menghadapi liburan, Mei vakantie! Dan tentu saja hari special yang mereka tunggu tunggu, koningsdag! Hari raja, hari diaman rakyat bersuka cita, untuk hari special itu masyarakat boleh berjualan tanpa pajak, berjualan secara bebas. Dan tentu saja vrij markt didominasi dengan penjualan barang barang bekas. Bekas sebekas bekasnya, bahkan sisir rambut dan sandal jepit butut pun bisa dijual di rommel markt.

Cuaca Koningsdag tak berpihak pada si kembar, dan tentu saja pada jutaan umat Belanda. Tanggal 27 April hari rabu, dinas percuacaan mengabarkan akan terjadi cuaca buruk sepanjang sejarah di acara kongingsdag. Suhu dingin yang menusuk disertai angin kencang, bahkan akan turun hujan es.

Luc, sang kepala rumah tangga di rumah kami, memutuskan dan tak mengijinkan keluar rumah di hari itu, cancel katanya hingga tahun depan. Anak anak sedih luar biasa, ternyata aku yang lebih parah, kecewa luar biasa. Aku meradang mendapati keputusan sepihak dari sang raja rumah tangga, lalu apa fungsi aku sebagai ratu?

Tentu saja merajuk dengan sengit, kami siap berdingin ria, kami berjanji hanya berjualan selama satu jam saja, begitu hujan turun kami akan lari ke rumah teh Neni, kawanku yang rumahnya berada di lokasi tempat kami akan berjalan, di pusat kota Ridderkerk.

Berdasarkan cerita yang aku dengar, baca ataupun aku lihat di TV, strategi berjualan di hari koningsdag adalah tempat yang strategis, dan untuk mendapatkan tempat yang strategi mereka harus berlomba, mereka harus datang sepagi mungkin ke arena penjualan. Jam berapa? Konon ada yang datang tengah malam, ada yang datang jam empat pagi, jam enam bahkan siang hari pun ada. Dan kami berangkat dari rumah pukul sepuluh pagi, setelah hujan deras baru saja reda beberapa saat. Tercengang karena sudah banyak orang orang berjualan dan berlalu lalang membeli. Menyenangkan di tengah udara dingin karena sinar matahari yang hangat datang menyapa.

Kami bertiga menurunkan dagangan kami, mainan bekas si kembar saat mereka balita, tak banyak. Belum lagi kami selesai menggelar dagangan, sudah ada yang menawar. What a lucky day!

IMG_20160427_102359074[1]

IMG_20160427_103518125[1]

Menanti pembeli dengan sabar

Fantastis mainan habis dalam waktu hanya satu jam saja. Si kembar tak konsisten menetapkan harga. Cahaya tak mengerti sama sekali dia selalu bertanya pada Cinta, Cinta mengingat dengan baik semua harga yang harus disebutkan, dia berlatih dengan keras. Mobil 10 euro, sepatu 3 euro, jas 2 euro, puzzel dari kayu 50 cent, rumah boerderij yang bisa mengeluarkan bunyi, ayam, kambing, babi, sapi dihargai satu euro saja setelah aku mengganti batere yang harganya lebih dari satu euro!

Kehebohan muncul karena banyak orang menawar mobil mobilan si kembar, kebanyakan menawar 5 euro yang selalu diperbolehkan oleh Cinta, bahkan dia menyebutkan harga 5 cent yang langsung disambut gembira oleh calon pembeli.

Penjualan sukses, bahkan troli yang aku bawa untuk menyimpan barang barang yang akan aku jual pun ikut ditawar oleh pembeli, juga tas kecil untuk menyimpan uang hasil penjualan pun ikut dilirik oleh pembeli. Hari yang aneh, atau hari yang menyenangkan lebih tepatnya.

IMG_20160427_124610498[1]

Dua calon penjual tangguh telah lahir! Dagangan laris manis dalam waktu super singkat

Koningsdag oficial 2016 yang diadakan di kota Zwolle lebih membuat diriku terkejut, cuaca tak se extreem seperti yang diprediksikan, cuaca terang benderang. Sang raja bahkan tak memakai mantel yang tebal, cukup jas biasa saja. Fantastis! Dan kami pun bergurau dengan riangnya, Raja Alexander punya pawang hujan yang canggih! Sampai jumpa lagi di koningsdag tahun depan!

Dan bagaimana koningsdag 2016 di kota kalian? Apakah sesepi di Rotterdam? Atau seheboh di Zwolle? Atau mungkin seperti di Ridderkerk seperti pengalaman si kembar yang berhasil sukses berjualan.

koningsdag 2016

Tot volgende jaar!!!!  Koning Alexander, princess Alexia, princess Ariane, koningin Maxima, princess Amelia. Foto doc. nu.nl