Boekenfestijn, Festival Buku

DSCF2935 Sekitar dua setengah tahun yang lalu, temanku datang dari Groningen bersama suami dan anaknya. Akan ke festival buku katanya di Ahoy sambil mampir menginap di rumah kami.

Dari dia, maka aku tahu ada festival buku setiap tahunnya di Ahoy. Festival tersebut hampir setiap bulan ada di kota yang berbeda di negara Belanda dan Belgia.

Dan di bulan januari untuk pertama kalinya aku datang ke Ahoy.

Membuktikan apa yang dikatakan temanku. Dan mataku takjub diiringi suka cita dalam kegembiraan yang luar biasa.

Di depan mataku, terhampar jutaan buku dalam sekali pandang dalam hall yang super luas.

Jajaran novel berderet deret diatas meja yang berbeda disesuaikan dengan temanya, thiller, roman, horor.
Buku buku science.
Buku buku masakan.
Komik.
Reisboeken alias buku perjalanan, peta, kota kota turis di dunia.
Kesehatan.
Hobby.
Kinderboeken.
Dan lain lain, dan lain lain, dan lain!

Cinta Cahaya gembira luar biasa sambil mendorong dorong keranjang trolli dengan suka cita, memasukan buku dengan antusias yang kadang berdebat dulu denganku sehingga dia harus menyimpan kembali buku yang telah dipilihnya.

Hari itu, hari sabtu. Masih ada satu hari lagi festival buku digelar di Ahoy hingga akan datang bulan berikutnya di kota berbeda.

Dan keesokan harinya, dengan wajah gembira Luc berkata bahwa dia ingin kembali ke Ahoy ingin seorang diri, sehingga santai hunting buku tanpa direcoki Cinta Cahaya, menawarkan pada diriku juga jika aku tertarik aku boleh juga pergi kesana seorang diri, sementara Luc menjaga anak anak di rumah, kemudian sebaliknya.

Hari terakhir itu hanya Luc yang pergi, dengan membawa catatan buku buku yang harus dibelinya atas permintaanku, sehingga aku tak perlu kesana.

Dan hari minggu kemarin untuk kedua kalinya, kami mengunjungi festival buku lagi.

Kami harus menempuh jarak 146 km, ke kota Apeldoorn.

Kali ini Cinta Cahaya lebih antusias, berteriak teriak kegirangan. Mengatakan berkali kali, aku pernah kesini. Ik vind leuk. Teriaknya.

Hari itu kami membeli 32 buah buku. Tak sebanyak waktu pertama kali kami mengunjungi Ahoy dulu. Tapi hasil yang didapat sama menyenangkannya dengan yang pertama kali itu.

Ingat akan nasibku dulu di Indonesia bersama buku, aku pelanggan setia Palasari.

Setelah hunting di Gramedia barulah aku membeli buku di Palasari. Buku yang kudapat tak sebaik kualitas di Gramedia, tapi aku puas saja. karena harga yang jauh lebih murah.

Rajin mengunjungi pameran buku di Braga, tapi tak pernah membawa buku ke rumah, hanya keringat saja yang bercucuran akibat pengunjung yang membudak di Braga.

Tapi aku tetap bahagia, tetap cekikitan bersama temanku walau bukan buku yang kudapat tapi semangkuk baso dan es campur atau batagor.

Kepada temanku sesama pemburu buku, mari nikmati hamparan jutaan buku dalam benakmu.

Dengan lembaran kertas kualitas nomor satu, dengan hard cover, dengan gambar yang menarik dan dengan harga yang super murah. Konon hingga korting 90%!!!

So amazing, so fantastis.

http://www.boekenfestijn.nl/

PS.
Kepada mbak Ratna dan Endah, ayolah tersenyum.
Jangan menangis darah begitu!
Hahaha
I miss you, guys!

Rotterdam, 24 juni 2013

DSCF2929