Libur telah tiba

Day 1

Finally find the bookstore.
Holiday? Don’t forget bring the books! Killing time and also enjoy your the journey!

Happy Holiday everyone šŸ˜


Keluarga Bahagia

Hampir tiap pagi keluarga angsa berjemur menikmati mentari pagi, papa duduk mengawasi dan menikmati istri tercinta dan enam anaknya, sedangkan mama berdiri siaga menjaga buah hatinya.

Kami dapat melihat keluarga bahagia tersebut dari jendela depan rumah, santai, tenang dan terlihat bahagia. Bagiku melihat hal sederhana seperti itu adalah hal yang mengasyikan, proses pembelajaran bisa melalui apa pun dan siapa pun ā¤ā¤ā¤. Bercermin pada visual keluarga angsa itu yang terlihat rukun damai dan saling menjaga.

Dan jika matahari mulai terbenam, mereka akan berpindah ke kanal sebelah rumah, mereka akan berjalan berbaris melewati rumah (sayang aku tak berhasil menjepret pasangannya yang sedang memimpin acara pulang).

Si kembar paling heboh klo melihat keluarga bahagia ini berbaris pulang, antara senang sekaligus takut. Karena klo kita deket dekat mereka si induk suka mendesis, eh kok mendesis sih kayak ular? Pokoknya ngeluarin suara menggeram seperti ngusir kita.

Oh ya, kita baru menikmati keluarga bahagia ini sekitar tiga minggu yg lalu lho, sebelumnya kami hanya selihat sejoli yang selalu berduan terus di kanal, jarang naik ke darat. Eh begitu dah ada buntut 6 ekor mereka jadi sering ke darat. Duduk duduk manja, dan meninggalkan kotoran yang lumayan. Ihhhh! Untungnya mereka duduk duduk di persimpangan jalan yang jarang dilewati sepeda.

Nah, klo kita jalan sedikit lebih jauh menyusuri kanal, ke arah sekolah si kembar kita kadang suka selfie bareng ama burung yang suka bertengger sendirian ini. Entah lah apakah dia jomblo atau sedang menunggu sang kekasih di persimpangan.


Kota kelahiran Luc dan menghabiskan masa remajanya disana. Berpenduduk total 101.400 (thn 2017) dimana 21. 651 orang adalah pelajar! Lebih dari seperlima penduduknya adalah pelajar! Wow! Ya, disana universitas TU Delft yang terkenal itu berada.

Seperti halnya Yogya yang disebut kota pelajar, bagiku Delft memiliki ikatan bathin yang serupa dikatakan Katon. Selalu ingin kembali….

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu….

One euro hunter!


Aku salah satunya!

Coba bayangkan empat kali berturut turut dalam satu bulan setiap sabtu pagi, kami sekeluarga (dibawah ancamanku tentunya) pergi ke IKEA untuk sarapan pagi seharga satu euro!

Dulu pernah liat iklannya di poster jika mengunjungi IKEA, tapi sungguh aku tak tertarik sama sekali. Namun suatu hari kami datang kepagian, kami kira IKEA buka pukul 9 pagi pada hari sabtu, tapi ternyata buka pukul 10 pagi, karena saat itu kami sudah berada di IKEA, kami melihat tempat makannya sudah buka (ternyata restaurannya buka setengah jam setiap harinya) jadi kami memutuskan sarapan dulu disana.

Kebiasaan si kembar jika ke IKEA adalah memesan kinder bolletjes dan satu potongĀ  cheese cake. Tapi karena aku melihat paket hemat tersebut aku menyarankan mereka ambil sarapan satu euro tersebut, sambil bersungut sungut si kembar menolaknya, akhirnya aku memperbolehkan mereka tetap mengambil cheese cake nya dengan paksaan mereka harus mengambil sarapan hemat nya juga.

Karena kami membiasakan mengambil makanan secukupnya (diusahakan habis yang telah diambil di piring), si kembar tidak mengambil croisantnya. Walaupun harganya tidak dikurangi. Ya iyalah mau dikurangi gimana? Hihihi, udah paketnya.

Inilah penampakan sarapan satu euro ala IKEA. Satu butir telor rebus, satu croisant, satu lembar keju, satu roti, satu selai, satu mentega dan satu cangkir teh atau kopi yang bisa direfil sekenyangnya.


My First Ears Piercing at Claire

Judulnya udah mirip kayak iklan tindik di Belanda, setidaknya tulisan seperti itulah setiap aku melewati toko assesories Claire. Ya, akhirnya si kembar di tindik juga setelah dari dua atau tiga tahun yang lalu mereka minta di tindik telinganya.

Saat mereka bayi ada beberapa orang yang pertama melihat si kembar dan bertanya apakah mereka anak perempuan atau anak laki laki? Menurutku semenjak aku melihat mereka pertama kali hingga saat ini, mereka plek plek wujud dari anak perempuan, walaupun saat lahir mereka botak dan berbaju warna biru mereka gak ada mirip miripnya dengan bayi laki laki. Pertanyaan seperti itu saat melihat telinga si kembar yang tidak beranting, untuk memastikan (bagi mereka yang ragu) apakah bayi yang mereka lihat itu perempuan atau laki laki biasanya mereka memeriksa telinganya.

Tapi rasanya aku jarang sekali melihat bayi di Belanda yang ditindik, dan menurut suamiku saat itu bahwa menurut peraturan di Belanda, anak anak tidak boleh ditindik jika umurnya kurang dari empat tahun. Saat itu sih aku percaya saja. Dikuatkan oleh pernyataan teman kami yang orang Spanyol bahwa anaknya ditindik pada usia dua tahun di Spanyol saat liburan karena tidak diperbolehkan di Belanda karena umurnya belum mencukupi.

Tapi ternyata soal umur itu bukanlah berdasarkan peraturan, namun hanya sebuah saran saja. Biasanya anak perempuan 4 atau 5 tahun sudah mulai genit ingin mengikuti orang dewasa dalam berdandan, sehingga mereka ingin mempunyai anting anting di telinganya juga, dan mulai sekitar umur empat tahun lah para orang tua memenuhi permintaan sang anak untuk ditindik. Dan menurut Luc, rasanya kurang bijak jika anak anak ditindik saat mereka bayi dan hanya berdasarkan keinginan orang tuanya saja, karena siapa tahu mereka tidak ingin ditindik, apa apa yang menyangkut tubuh mereka adalah hak sepenuhnya si empunya badan yang bersangkutan.

Si kembar pun pernah bertanya padaku yang tidak pernah memakai anting, apaka aku ditindik atau tidak dan mereka kagum saat melihat bahwa aku punya lubang di telingaku. Dengan rasa heran mereka bertanya mengapa aku tidak pernah memakai anting? Ya mengapa Yayang?

Karena telingaku hanya tak bermasalah jika memakai anting bulat (ring) yang dipakaikan ibuku sejak aku bayi. Dan begitu dewasa saat aku mulai memilih anting anting sendiri, selalu saja anting anting tersebut meninggalkan jejak merah di telingaku, dan juga gatal gatal, padaha sama sama terbuat dari emas. Jadi balik lagi harus memakai anting bulat bayi lagi. Setelah dewasa daripada aneh memakai anting bayi lebih baik aku tidak memakai anting sama sekali.

Pada liburan Mei Vakantie dua bulan yang lalu, akhirnya si kembar ditindik juga. Berdasarkan informasi yang didapat Luc dari internet bahwa anting yang ditembakan pada telinga tidak boleh dibuka (diganti) selama dua minggu. Dalam kurun waktu dua minggu, anting tersebut harus diputar selama beberapa detik dua kali dalam sehari sambil diberi alkohol (larutan pembersih).

Dan penjelasan itulah yang aku dapat saat aku mendatangi toko Claire dimana si kembar ditindik. Aku juga harus menandatangi bahwa si kembar ditindik atas persetujuan orang tuanya dan beberapa informasi yang harus di isi untuk melengkapi persyaratan.

Dan pada tanggal 1 Mei 2018 di kota Venlo si kembar ditindik. Mereka gembira sekali, bercerita dengan semangat pada papanya saat Luc menjemput kami di station Rotterdam saat kami kembali dari Venlo. Aku mengambil gambar si kembar sesaat setelah mereka keluar dari toko Claire.

Luchtalarm – Alarm udara

Beberapa waktu setelah aku tinggal di Belanda, aku dikejutkan oleh suara sirene panjang yang aku dengar dari kejauhan. Ada rasa aneh yang aku rasakan saat pertama kali mendengarnya, rasa sepi, ingin pulang, rasa tak tenang alias gundah gulana. Tanda tanya ada apakah gerangan dari sirene tersebut baru terjawab saat Luc sudah pulang ke rumah.

Sirene tersebut adalah luchtalarm atau alarm peringatan tanda bahaya atau darurat. Jika sirene dibunyikan kita harus waspada, mungkin sesuatu sedang terjadi. Tapi tunggu dulu, sirene yang aku dengar hari itu bukan tanda bahaya, tapi merupakan test alat dari alarm itu sendiri. Setiap hari senin pertama tiap bulannya tepat pukul 12.00 alarm dibunyikan untuk mengetes apakah alarm tersebut berfungsi dengan baik atau tidak.

Berdasarkan hasil tanya pada oom Google secara singkat barusan, ternyata nama luchtalarm diambil dari arti sebenarnya pada masa perang dingin untuk memperingati adanya serangan udara. Pada tahun 1993, setelah robohnya tembok Berlin tahun 1989 pemerintahan memutuskan mengganti konteks peringatan perang dingin menjadi konteks pertahanan sipil. Prinsipnya hampir sama untuk memperingatkan penduduk jika ada bencana alam atau keadaan darurat lainnya.

Nah sejak aku pindah ke rumah yang sekarang, aku tidak pernah mendengar lagi suara sirene tersebut di hari senin pertama tiap bulannya. Asli, aku kangen sekali pada si suara panjang tersebut. Aku sampai membicarakan hal tersebut dengan anak anak dan suami. Mereka malah tercengang saat aku bertanya apakah mereka mendengar sirene selama ini? Tentu saja jawab si kembar, mereka bisa mendengarnya dengan jelas saat mereka berada di sekolah, begitupun Luc, dia mendengarnya saat berada di kantor. Jadi aku sendiri kah yang tidak mendengarnya. Saat itu aku berjanji pada diriku sendiri akan mencari tower luchtalarm di dekat rumahku, untuk memastikan apakah ada atau tidak.

Namun belum sampai aku memenuhi janjiku, tadi pukul 12 tepat aku mendengar suara sirene panjang itu. Wah senangnya hatiku, aku segera keluar untuk memastikan bahwa itu adalah benar suara luchtalarm.

Oalah akhirnya aku tahu sebabnya mengapa selama ini aku tidak mendengar suara sirene tersebut. Ternyata selama ini, aku selalu menutup pintu dan jendela rumah. Sistem kedap suara di rumah yang baru sangat baik, sehingga aku tidak mendengar suara apapun dari luar jika semua lubang ventilasi dalam rumah tertutup. Tapi kini udara mulai panas, apalagi beberapa hari terakhir ini, jadi semua jendela rumah aku buka lebar lebar untuk mendapatkan angin sepoi sepoi masuk rumah, dan suara sirene pun bisa terdengar.

Pada tanggal 4 februari 2013 secara serentakĀ  di seluruh Belanda diluncurkan sistem NL-Alert tehnologiĀ  yang awalnya untuk membantu para tuna rungu agar dapat mendengar luchtalarm melalui mobile telefoon mereka masing masing. Dan aku baru menerima peringatan luchtalarm atau peringatan NL-alert lainnya saat telefonku diganti dengan telefoon yang lebih canggih, dulu ga nerima, hahaha. maklumlah aku bukan orang yang ganti ganti hp, baru ganti hp beberapa waktu lalu karena hpnya nge hang minta diganti. šŸ™‚

Buat kalian yang tinggal di Belanda apakah selalu menantikan luchtalarm seperti diriku?



Lebaran tahun 2018: Hari ibu dan anak perempuannya

Judulnya panjang banget, judul yg sekaligus rangkuman cerita hari raya Idul Fitri yang baru lewat.

Selama ini setiap hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, aku datang untuk mengikuti sholat ied seorang diri, kecuali jika hari raya tersebut jatuh di hari weekend, Luc dan anak anak akan turut serta.

Untuk tahun ini aku berharap sekali lebaran bakal jatuh di hari sabtu, harapan pupus saat KBRI beserta mesjid Al Hikmah Denhaag mengumumkan bahwa lebaran akan jatuh di hari jumat. Akhirnya aku meminta izin pada Luc untuk meminta libur sekolah untuk anak anak. Formulir yang bisa di download via website sekolah dan dikirim melalui email tidak aku lakukan, aku langsung menemui guru si kembar dan mengabarkan pada nya bahwa si kembar tidak bisa masuk sekolah karena akan merayakan suiker feest (lebaran). Agak terbelalak pak guru berkata bahwa aku tak perlu datang ke administrasi sekolah, dia lah yang akan mengurusnya. Keesokan harinya si kembar membawa formulir yang harus aku isi dan di kembali kan pada pak guru hari berikutnya.

Oh ya untuk puasa tahun ini, sama dengan tahun sebelumnya si kembar belajar menjalankan ibadah puasa semampunya di hari sabtu dan minggu. Mereka ikut sahur denganku dan mereka berbuka pukul 12 siang.

Hari jumat tanggal 15 juni tepat dua minggu yang lalu kami sudah ada di mushola pukul 9 pagi diantar oleh Luc, sementara dia meneruskan perjalanan ke kantor.

Karena si kembar memakai kain batik untuk mengimbangi si kembar aku pun memutuskan memakai celana kulot batik.

Di mushola biasanya si kembar akan sibuk bermain dengan anak lain seusianya. Tapi tidak kali ini, dia membantu diriku di dapur mushola menyiapkan kue kue, menyusunnya di piring plastik untuk memudahkan para jemaah menyicipi kue kue seusai sholat ied nanti.

Orang orang tinggal ambil perpiring

Setelah tugas ku selesai di dapur, aku segera masuk ke ruangan tempat sholat ied akan dilangsungkan, lagi lagi si kembar menurut saat aku giring ke tempat sholat, mengikuti sholat ied dengan tertib dan duduk diam saat khotib berceramah, mereka berdua sibuk menjaga bayi usia dua bulan yang berada ibunya duduk disampingku.

Selesai sholat ied, aku yang biasanya membantu ibu ibu mushola di dapur tak aku lakukan kali ini, aku ikut segera ikut mengantri seperti tamu jemaah lainnya, makan! Si kembar yang biasanya sulit makan pun hari itu lahap makan nya.

Usai makan dan beramah tamah, biasanya aku membantu membereskan makanan dan ikut bergabung untuk acara halal bihalal di kbri denhaag, tapi karena aku telah berjanji pada si kembar bahwa kami akan segera shopping ke stad, maka aku tak bisa membantu membereskan makanan yang masih melimpah di mushola dan segera pamit untuk lari mengejar tram.

Dan lihat lah gaya ku mohon pamit pada ka Endjat yang aku dan Luc anggap seperti kakak di Belanda.

Kami memakai tram untuk bisa mencapai centrum.

Senangnya si kembar karena aku membolehkan mereka memilih pakaian yang mereka suka, berkali kali mereka mengucapkan terima kasih dan berkata bahwa aku ibu paling baik sedunia. Ehemmmm!

Dan aku membolehkan mereka mengganti baju yang mereka pakai dengan baju yang baru saja mereka beli. Sambil duduk di bangku depan beurs kami menikmati lumpia Vietnam kesukaan mereka, kramjes mama Hong!

Dari situ kami segera ke perpustakaan, meminjam buku dan bermain sebentar disana, kemudian minum coffee di Hema (karena murah meriah) untuk ku, sedangkan anak anak boleh memilih makanan yang mereka sukai. Mereka memilih pannenkoeken.

Kami menghabiskan waktu di situ sambil menunggu Luc menjemput kami.

Hari lebaran kami kali ini benar benar hari menyenangkan untuk ku dan si kembar.

Aku tak masak opor hari itu, juga tak mau dibekali makanan apa pun dari mushola, hari sabtu kami akan keluar juga seharian, pagi ambil sepeda yang sudah aku beli di marktplats (second hand), kemudian pergi ke Utrecht janjian dengan tukang taman untuk melihat contoh taman yang kami ingin kan. Dari sana kami langsung meluncur ke Almere memenuhi undangan seorang teman untuk merayakan lebaran. Ceritanya open House tapi yang diundang hanya dua keluarga saja Hahaha, tapi itu ternyata sangat menyenangkan karena kami semua yang sudah mengenal sangat akrab bisa bercerita tentang segala hal, bahkan hal hal yang sebelumnya tidak aku ketahui tentang masa muda Luc terpapar di hari itu.

Oh ya aku sengaja tidak masak opor di hari lebaran karena hari selasa beberapa hari setelah lebaran aku mengadakan makan siang singkat dengan beberapa teman dekat.

Tak banyak yang aku buat. Ceritanya mau membuat lontong cap gomeh tapi akhirnya menu opor ayam namun di campur labu siam, masakan lainnya adalah sambal goreng kentang ala ibuku yaitu sambal goreng kentang ditambahi santan kental masakan lainnya adalah ase cabe. Semua masakan tersebut aku buat pagi hari sebelum teman teman datang kecuali ketupat yg aku buat malam sebelumnya, beruntung aku diberi sarung ketupat yang dibuatkan teman baik ku beberapa minggu sebelumnya, dia mempunyai janur bekas upacara galungan, janur janur yg tidak terpakai dari pada dibuang dia bawa pulang khusus karena ingat diriku, dia membuatkan sarung ketupat dan aku menyimpannya di frezer barulah aku keluar kan saat aku membutuhkannya untuk dibuat ketupat.

Dan inilah masakan ku hari itu, persis pas untuk lima orang termasuk diriku siang itu dan sisanya di makan Luc dan anak anak saat makan malam.

Walau singkat tapi kami masih sempat nonton film Jokowi yang aku temukan secara tak sengaja di YouTube. Tentunya sambil ngemil berbagai macam cemilan dari Indonesia, yang sebagian besar berbagai macam kerupuk.