Culture Barbar

Masih cerita di awal awal aku tinggal di Belanda.
******

Minggu siang, saat nonton film Funeral

Luc: Woowww, Bil Murray looks like John Cleese!

Me: Who is Bill Murray?

Luc: Ah Yayang……he is actor in movie what you waching now!

Me: Ohhhhhhh the old man, ya ya ya, btw who is John Cleese?

Luc: Wow you didn’t know John Cleese?

Aku menggeleng,

Luc: You know *titik titik*

Dia menyebutkan judul film, lalu lanjutnya

…..that is very famous comedy classic!

Me: Ya, but i didn’t know

Luc: Oh Yayang..you are culture barbar!!!

Hahaha, selalu kalimat itu untuk mengakhiri bila aku tak tau apa yang dia maksud, dan juga seperti hari sabtu kemarinnya, saat aku berteriak ke arah Luc………. Adji Massaid meninggal, really?

Dan Luc bertanya, siapa Adji dan aku menjawab, kamu tidak akan tau siapa dia, kamu culture barbar, jawabku telak. Tapi sayangnya tak lama, karena dia segera menimpali……..

Waw Brittany Murphy meninggal! Siapa? Tanyaku.

Ahhhhhhhh itu lhoh yang main di Clueless, coba liat……….. Dan Luc segera beranjak ke arah komputer, sambil melanjutkan, nih film film nya yg pernah kamu lihat disini ……

http://www.imdb.com/title/tt0806165/

http://www.imdb.com/title/tt0263757/

http://www.imdb.com/title/tt0260866/

Ah……jawabku girang (karena tdk jadi dibilang culture barbar lagi) kalo dia sih aku tau…….Duh jika Tuhan berkehendak, masih usia muda sama seperti Adji Massaid, dan sama  karena serangan jantung……

Dan tadi pagi…….

Luc: Gary Moore died….., you know him, right?

Aku tak menjawab, ah ah ah sayangku……aku tak se*barbar* yang kau kira, aku tau dengan pasti riwayat 25 rasul, aku tau cerita mengenai para sahabat rasul, itu buku buku yg aku baca sebelum tidur sewaktu kecil dulu, disamping Mahabrata, Rama dan Sinta, Pandawa lima, Wayang Purwa dan sebagainya.

So bukan hal penting kalau aku ga tau orang orang ga penting, apalagi cuma aktris dan aktor, Sayangku kau boleh menyebutku culture barbar jika aku tak mampu mengajarkan ngaji pada Cinta Cahaya, tidak mampu menerapkan sauri tauladan  kepada anak anak kita

Rotterdam, 7-2-11

Advertisements

Gratis hoor!

Tahun 2015 diawali dengan postingan yang dulu pernah aku tulis di FB saja (jaman dulu belom punya blog hehe). Setelah baca baca sepertinya bulan Januari ini bakalan dipenuhi oleh cerita saat aku berada di tahun tahun pertama dan kedua tinggal di Belanda.

Selamat menikmati.

******
Rabu sore nan cerah, aku sedang bayar belanjaan di kassa.

Cashier: bla bla bla (gshtsdfkhkhkkke eerrghtttt)= kedengarannya seperti itu

Me: Nee…….

Cashier:ershtghtt erghteghtht  erghttttkh erghttskkkhhhhh

Me: Nee!!!

Cashier:ershtghtt erghteghtht  erghttttkh erghttskkkhhhhh

Me: Nee hoor!!!

Ih dimoal moal teh maksa wae, pikirku kesal mendengar sang kasir tetap menawarkan sesuatu padaku.

Cashier: ergshjkkhkhherg gratis hoor

Me: Ok!

^Akibat minimalis dalam berkemampuan berbahasa belanda, dan menanggung malu tujuh turunan karena begitu dibilang penawaran gratis, baru di-iyakan 🙂

Rotterdam, 16-03-2011

Tikus Autis

Obrolan pagi ini, diambil dari bacaan wajib Luc (Science Daily) ….

Luc: Percobaan terhadap tikus autis menjadi normal kembali telah berhasil

Aku: So?

Luc: Ya, sebentar lagi para dokter bisa menyembuhkan orang autis jadi normal alias ga autis lagi

Aku: Maksudku dari mana mereka tahu bahwa tikus itu autis?

Luc: Please Yayang… adakah pertanyaan lain yang lebih normal?

Hihihi, setidaknya harus ada yg bertanya pertanyaan itu kan? Darimana para ilmuan itu tau bahwa tikus yang jadi percobaannya adalah tikus autis?

Emangnya si tikus bisa masak seperti di film Ratatouille?

Rotterdam, 25-11-2012

Candu

Begitu bangun pagi, ada dia yang menunggu untuk dibuka, atau tepatnya aku yang antusias ingin segera menemuinya.
Diantara jam jam bermain Cinta dan Cahaya, dia juga ikut menemani.
Bahkan setelah suamiku pulang, aku terkadang masih menoleh noleh si dia, berusaha melihat perkembangan terkini tentangna.

Sialnya begitu aku tidur, aku bisa terbangun gara gara mimpi ada sebuah jempol yang muncul!

Dam! Hampir empat tahun sudah aku kena candunya……

Mark Zuckerberg……. mengapa dikau membuat candu itu……

Rotterdam, 19 Oktober 2010

Ppffffffff itu dulu lho!!!! Sekarang? 😉

Hey kamu ketahuan………

Setelah woman go out beberapa minggu yang lalu akhirnya topik yang kami perbincangkan kala itu menimpa diriku!

Menyembunyikan hasil shoping dari salah satu anggota rumah (baca: suami!)
Jika para prilaku ‘kriminal’ tersebut biasanya bisa melenggang bebas dan sukses menyembunyikan hasil belanjaan mereka, ternyata tidak dengan diriku, aku ketahuan………….

Seminggu yang lalu, di suatu pagi yang cerah sebelum Luc berangkat kerja dia memperlihatkan satu buah sepatu baru ke arahku sambil tertawa tawa.

Dengan sumringah aku berseri seri, wow suprise kado untukku? Tapi kok setelah ditilik dengan seksama aku sedikit mengenal sepatu tersebut.

Ya Tuhan, itu sepatu yang aku beli beberapa bulan yang lalu tanpa setahu Luc, tapi kala itu aku langsung membuang dusnya dan menyimpannya di koper yang aku persiapkan untuk dibawa ke Indonesia, tapi saat aku packing koper sebelum berangkat aku mengeluarkan sepatu itu karena tidak muat dan barang lain yang lebih penting harus masuk ke koper, maka terlupakanlah sepatu tersebut.

Masih tersipu sipu aku tak menghiraukan Luc yang terus menggodaku.
Sedikit heran kenapa aku tak pernah sukses jika menyembunyikan sesuatu?

Tersenyum geli sangat ingat ‘women talk’ tempo hari, umumnya mereka atau kami suka shoping tanpa sepengetahuan pasangan masing masing, kemudian langsung menyembunyikan barang belanjaan kami dan baru memakainya di kemudian hari sehingga saat pasangan kita bertanya, itu baju/tas/sepatu baru kita bisa menjawabnya dengan jujur…ah kan udah lama belinya, kamu lupa ya? Hahaha dalih yang sempurna.

Menurut temanku walau uang yang digunakan adalah uangnya (mereka pada umumnya bekerja) tapi tetap saja merasa bersalah dan tidak percaya diri jika sampai tahu pasangannya bahwa mereka (termasuk aku) berbelanja.

Mungkin perasaan itu muncul karena pasangan kami selalu mengingatkan jika kami berbelanja yang tidak perlu. Sepatu lagi, baju lagi, tas lagi! Sedangkan mereka tidak pernah belanja barang barang tersebut sesering kami.

Phhhhhhhhhuuuuuuuuuuh mereka lupa bahwa kita (wanita) berbeda  dengan para lelaki tersebut!

Di hari itu juga, saat Luc sudah berangkat kerja, aku mengirim email padanya, menumpahkan kekesalanku jika sebenarnya aku ingin membeli sesuatu tapi terkadang sungkan padanya dan memilih berbelanja sendiri sehingga bebas hunting sana sini sambil tidak lupa mengingatkan padanya bahwa aku istri yang tahu diri (hahaha) dan bukan type istri yang menghamburkan uang suaminya, jadi kau jangan khawatir sayang hahaha… dan email tersebut aku akhiri dengan kalimat… love you my police shoes.

Belum dua menit email tersebut aku kirim aku sudah mendapat balasannya,  hanya emoticons bergambar kepala ngakak sampe guling guling kemudian dua gambar sepatu perempuan dengan hak tinggi bertulisan police call 911 dan stiker bertulisan shoe police yang bikin aku ngakak, untungnya tidak sampe terguling guling seperti emoticons yang dikirim Luc.

Dan kemarin aku cheat chat dengan ibuku hampir dua jam lamanya hingga kuping kami panas dan salah satu topik yang membuat kami terbahak bahak adalah mengenai akal bulus wanita menyembunyikan hasil shoping mereka dan trik trik jitu lainnya agar kita sukses mendapatkan barang yang kita ingini dan pasangan kita tetap nyaman. Dia pun bercerita bahwa dulupun dia suka menyembunyikan baju atau sepatu yang telah dibelinya dan baru memakainya beberapa waktu kemudian.

Ibuku juga memberikan sebuah trik, jika sedang jalan jalan dengan pasangan kita jangan lupa pasang mata meneliti barang barang yang akan kita incar untuk dibeli suatu saat, jika pasangan kita menawarkan apakah kita menginginkan sesuatu untuk dibeli tolak saja (belajar jual mahal dikit katanya) nanti pas waktu shoping sendirian waktunya beraksi hahaha, dan jangan lupa bijaksana dalam mengeluarkan uang kalau bisa pake uang sendiri…………. huuuuuuuuuuuuu sama aja boong hehe :). Dan ternyata trik dari ibuku itu sama persis yang dilontarkan temanku, hahaha

PS. Ternyata ‘mengelabui’ sang pasangan dalam urusan sepatu baru adalah sesuatu yang bisa terjadi turun temurun, hahaha

Rotterdam, 16 – 4 -2012

Yang sedang sedang saja

Ayahku bilang,
Jangan suka berlebihan, dalam hal apapun
Saat kau bersedih ataupun saat kau bergembira
Jangan pamer kemesraan akan pasangan kita, karena pasangan paling harmonispun bisa tiba tiba berpisah (dan beliau mencontohkan secara akurat)

Evi Tamala bilang,
Yang sedang sedang saja

PS. Ternyata ada kesamaan antara ayahku dan Evi Tamala….. sama sama dari Tasikmalaya!

Rotterdam, 27-9-2012

Note: dan ternyata sodarah sodarah, yang nyanyi sedang sedang saja itu vety vera😀, tapi walau begitu ayahku dan Evi tamala tetap dari tasikmalaya kok tidal berubah, hihihi

Sepedaku dicuri!

Tergopoh gopoh aku mengejar Cinta dan Cahaya yang telah berlari keluar dari pintu gedung kolam renang. Mereka menuju sepeda yang terparkir di sebelah gedung kolam renang. Seorang ibu yang juga setengah tergesa mengikutiku dari belakang, sambil berteriak ke arahku….
Mevrouw…. plastiknya dibuka dulu, masa keluar pake sepatu palstik. Ujarnya sambil menunjuk ke arah sepatuku.

Oh my God! Mukaku segera merah membara, saking malunya, aku masih menggunakan plastik di sepatuku. Plastik biru yang menyerupai sepatu yang biasa kami gunakan jika berada di kolam renang untuk melindungi lantai di area kolam renang agar tidak kotor dari sepatu kami.

Aku tertawa untuk menyamarkan rasa maluku sambil membuka plastik biru yang menutupi sepatuku. Dan si ibu yang memberi tahu ku ikut tertawa terpingkal pingkal sambil melanjutkan perkataannya yang menurutku tak perlu…. Nanti orang mengira kamu orang gila. Ujarnya.

Namun detik kemudian tawanya terhenti dan dia menjerit histeris…. Sepedaku dicuri!
Aku melongo, menyadari hanya sepeda Cinta dan Cahaya saja yang tersisa, biasanya sepeda Cinta dan Cahaya selalu terparkir berdampingan dengan sepeda si ibu itu. Dia adalah ibu dari teman berenang Cinta dan Cahaya.

Aku ikut panik, berbalik arah bersiap siap akan menuju kembali ke kolam renang untuk melaporkan pada pihak kolam renang. Sementara si ibu itu segera berlari ke sisi lain gedung. Dan disaat bersamaan si anak ibu tersebut berteriak ke arah ibunya yang tinggi semampai dan berambut blonde itu sambil berseru….. Mama, kamu gila ya? Kita kan naik mobil! Serunya sambil menunjuk sebuah mobil yang terparkir di depan kolam renang.

Hahaha, di tengah kepanikanku aku terbahak bahak sejadi jadinya!