Link

Tulisan kali ini hanya sebagai pelengkap saja dari tulisan dua tahun yang lalu tentang Perpustakaan di Belanda, untuk lebih jelasnya aku pernah menuliskannya disini. Jika sebelumnya aku lebih sering datang ke perpustakaan daerah dimana kami tinggal, kini setidaknya aku lebih sering datang ke perpustakaan pusat dibandingkan ke perpustakaan daerah. Sebabnya adalah karena dua kali dalam seminggu aku mempunyai kegiatan conversatie groep yang keduanya diadakan di perpustakaan.

Setiap hari selasa aku mengikuti conversatie groep dibawah naungan cvd yaitu sebuah organisasi sosial yang salah satunya membantu melancarkan bahasa Belanda. Pada prinsipnya conversatie groep ini adalah gratis, kita hanya dikenakan biaya 10 euro pada saat kita mendaftar. Kemudian kita hanya memngganti ongkos transportasi guru yang mengajar kita setiap kali kita datang. Jika kalian tertarik , kalian bisa melihat site nya disini.

Sedangkan setiap hari rabu pagi mulai pukul 10.00 – 11.30 ada taal cafe. Juga wadah bagi mereka yang ingin bisa berbahasa Belanda. Bedanya taal cafe tidak terikat, kita bisa datang tanpa mendaftar lebih dulu dan kalaupun minggu depan kita tidak bisa datang, kita tak perlu melapor. Sesuai namanya cafe, tentu saja kita disuguhi kue kue dan minuman selama kita berbincang bincang. Sebagai informasi mulai bulan Januari 2016, taal cafe akan ditambah jam tayangnya menjadi dua kali seminggu yaitu hari senin pada pukul 13.30 – 15.00. Berminat? Tinggal datang saja ke perpustaakan pusat Rotterdam.

Hari rabu tanggal 23 kemaren, aku tetap datang ke taal cafe dengan membawa serta si kembar, minggu lalu petugas informasi perpustakaan yang telah aku kenal dengan baik berjanji akan menjaga anak anakku selama aku duduk di taal cafe, tapi ternyata petugas perpustaan itu harus duduk di meja informasi karena rekannya sakit dan dia harus menggantikannya, saat aku mengurungkan niatku untuk bergabung ke taal cafe, Oddete instrukturku memperbolehkan si kembar duduk bersama, tapi keduanya menolak dan tetap memilih ke lantai dua dimana buku anak anak untuk usia mereka berada. Dan menyuruhku kembali ke lantai satu untuk bergabung bersama Oddete.

Si kembar dengan bersemangat memilih buku buku yang akan dia baca, aku mewanti wanti agar mereka duduk dengan tenang, dan aku berjanji setiap setengah jam aku akan mengecek mereka keatas.

Saat aku mengecek mereka, aku terbelalak tak percaya, sekaligus bahagia dan terharu. Aku mendapati anak anakku antusias membaca. Melihat tumpukan buku yang telah dibacanya. Mereka bercerita dengan antusias menunjuk buku yang telah dibacanya, memperlihatkan tulisan yang telah dia tulis di kertas yang aku persiapkan dari rumah.

Si kembar sudah suka buku sejak mereka bayi, dan aku bukan ibu yang mengajarkan mereka membaca. Si kembar baru bisa baca baru baru ini, belajar dari bu guru di sekolah. Menurut metoda belajar di Belanda yaitu pada saat mereka duduk di groep tiga. Pada bulan september mereka belajar mengeja dan kini di bulan desember mereka telah berhasil berada di posisi kern 5 (metoda belajar membaca disini) sama dengan teman teman sekelas lainnya. Beruntung aku tidak direpotkan seperti halnya ibu ibu di Indonesia yang harus mempersiapkan anak anaknya belajar membaca sebelum masuk SD. Ataupun seperti seorang kenalanku yang sama sama orang Indonesia yang membangga banggakan anaknya karena sudah bisa membaca sejak groep satu atas bimbingan dia, dan selalu memproklamirkan bahwa anaknya paling pintar diantara anak anak seusianya. Jika mendengar itu aku cuma diam, ga berkutik karena semuanya benar! Si kembar saat itu belum bisa baca. Jika dia sedang berkicau aku cuma bisa berdoa dalam hati, nak….bunda selalu mendoakan semoga kalian menjadi anak yang baik budi pekertinya, sayang pada sesama, tak apa apa bukan nomor satu dalam akademis. Huhuhu jadi curhat.

Kini setelah bisa membaca buku sendiri mereka makin bersemangat dengan buku, hari itu mereka membawa pulang masing masing 4 buku pilihannya ke rumah, dan sepanjang jalan seperti biasanya mereka tak mau melepaskan buku yang tengah dibacanya. Saat keluar dari perpustakaan, di supermarket asia (karena aku harus belanja dulu di Markthal), di halte, di bus dan juga saat berjalan pulang menuju rumah.

Terima kasih Cinta dan Cahaya, hari rabu itu hari yang menyenangkan buatku, melihat kalian begitu bergembira dengan buku dan bersikap sangat dewasa saat aku meninggalkan kalian di lantai dua sedangkan aku berada di lantai satu untuk mengikuti taal cafe. Kerst vakantie kali ini begitu lain dan menyenangkan walau sederhana saja.

Berikut foto foto si kembar saat di perpustakaan pusat.

Asyik membaca

Asyik membaca

memilih buku buat dibawa pulang

memilih buku buat dibawa pulang

men-scan buku yang dipinjam dengan kartu perpustakaan mereka sendiri. Semua dialakukan sendiri

men-scan buku yang dipinjam dengan kartu perpustakaan mereka sendiri. Semua dialakukan sendiri

IMG_20151223_130326078

di lantai dasar, kalian bisa main piano

di lantai dasar, kalian bisa main piano

atau sekedar bermain catur raksasa sambil menunggu jemu atau berlindung dari udara dingin di luar

atau sekedar bermain catur raksasa sambil menunggu jemu atau berlindung dari udara dingin di luar

Taal cafe

Taal cafe

mejejng di papan informasi lantai satu

mejeng di papan informasi lantai satu

Mejengg di depan Markthall yang berada tepat di depan perpustakaan

Mejengg di depan Markthall yang berada tepat di depan perpustakaan

Tetap membaca di dalam toko, sementara aku berbelanja

Tetap membaca di dalam toko, sementara aku berbelanja

Membaca di halte bus, saat menunggu bus

Membaca di halte bus, saat menunggu bus

dan tentu saja di dalam bus!

dan tentu saja di dalam bus!

 

Natural History Museum Rotterdam

IMG-20150428-WA0002[1]

Mulai hari ini hingga dua minggu kedepan, anak SD di Rotterdam libur. Mei Vakantie. Sementara aku hanya libur selama satu minggu saja mulai minggu depan. Jadi sejak minggu kemarin aku dan beberapa teman sekelas yang mempunyai anak sudah minta izin untuk tak masuk sekolah selama seminggu karena tak mungkin meninggalkan anak anak di rumah selama kita sekolah.

Awalnya Mirelle dosen utama kami memberikan ide untuk membawa anak anak kami kesekolah, sementara kami belajar anak anak kami akan diasuh oleh salah satu anak Mirelle yang berusia lima belas tahun di ruangan kelas yang lain, kita seneng dong, tetapi ternyata pihak sekolah ga setuju. Jadi rencana lain kami diskusikan. Dan disepakatilah hari ini kami pergi ke Natuurhistorich, yang jaraknya tak jauh dari sekolah kita tinggal jalan kaki saja kesana.

Di musium Natuur ini  ditekankan bahwa kota juga adalah alam. Hewan dan tumbuhan akan menyesuaikan habitatnya dengan keadaan kota. Jika kota yang ramah lingkungan maka hewan hewan pun banyak yang mampir di kota tersebut.  http://www.hetnatuurhistorisch.nl/

Selama tour di musium Natuur ini, anak anak kami dilibatkan untuk ikut serta dalam tour tersebut, setelah kami menerima buku yang berisi pertanyaan, kami berjalan mengikuti petunjuk yang ada di buku, pertanyaan dibacakan oleh anak seorang teman kami, seorang anak yang berusia 7 tahun. Sementara Cinta dan Cahaya yang belum bisa membaca sibik mengintil sambil sok tau dan mereka ikut ikutan menulis.

Secara umum acaranya lumayan seru, karena anak anakpun terlibat, mereka mampu menyusun puzzel sehingga kami bisa menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.  Walaupun yang turut serta hanya setengah dari peserta cursus saja tapi kita tetap bisa heboh seperti biasanya. Saat foto foto kami beredar di group whats app, beberapa teman yang tak hadir hanya bisa memberikan jempolnya saja, mengomentari foto foto kami hahaha.

Acara jalan jalan ke musium kali ini diakhiri dengan makan dan minum ringan di café Wester Paviljoen yang berada di jalan yang sama dengan sekolah kami. Konon  café Wester Paviljoen termasuk café yang harus didatangi para turis yang meloncong ke Rotterdam. Coba deh liat di brosur brosur yang ada di Rotterdam airport, aku pernah baca bahwa café ini termasuk yang harus didatangi di Rotterdam. Ga tau apa daya tariknya, padahal dari bangunannya  biasa baisa aja,  sedikit aja ada matahari ramenya minta ampun. Tapi berdasarkan pengalamanku setiap kemari, atmostfir di café Paviljoen selalu hangat dan nyaman disamping para pelayannya yang cekatan dan ramah. Nih intip sitenya http://www.westerpaviljoen.nl/

burung yang  bermuka/mempunya lidah seperti manusia

burung yang bermuka/mempunya lidah seperti manusia

Anak anak mejeng dulu

Anak anak mejeng dulu

Berfoto sambil jalan pulang ke sekolah

IMG-20150428-WA0001[1]

Belajar (Tidak Cukup Hanya Dengan Marah)

IMG_20150402_200401776[1]
Catur, salah satu teman sekelasku sewaktu SMA.
Tak banyak yang aku ketahui tentang dirinya, padahal dua tahun aku sekelas dengannya. Walau dulu rumahku dijadikan markas tempat anak anak berkumpul karena tempatnya yang strategis, di jalan besar buah batu. Tapi Catur bukan termasuk yang sering nongkrong di rumahku, ya lebih banyak teman laki laki yang dulu suka nongkrong di jalan buah batu.

Tapi kini, setelah ribuan mil jauhnya antara aku dengan dirinya, aku jadi semakin mengenalnya. Ya, mengenal dirinya dari tulisan tulisannya. Jadi terkaget kaget sendiri saat mengetahui kesukaannya dan tingkah lakunya ternyata tak jauh beda dengan diriku. Juga kegemarannya akan menulis.

Hari ini kembali aku membaca tulisannya, terdiam sejenak dan kemudian mengagumi kegigihannya. Ternyata ada ketidaksamaan antara aku dan dirinya. Dia, seorang Catur begitu tabah, sabar dan gigih mengajarkan anak anak membaca, sementara aku jangankan mengajarkan anak orang lain, mengajarkan Cinta Cahaya pun aku kadang menyerah.

Saat awal anak anak masuk sekolah aku sudah berkata pada Luc, bahwa aku akan menyerahkan cara pengajaran seluruhnya pada sekolah, aku tak akan mengajarkan Cinta Cahaya membaca atau berhitung kecuali mereka yang minta, aku akan melihat seperti apa metoda yang diberikan pada anak anak di sekolah, kemudian mengcopy cara pengajaran tersebut dengan tujuan aku tak ingin membuat Cinta Cahaya menjadi bingung jika cara yang aku ajarkan tidak sama dengan yang diberikan disekolah. Karena aku pernah membaca cara mengenalkan alfabeth pada anak anak umur 4-6 tahun (kleuteur) bukan A B C D seperti untuk anak umur 7 tahun keatas tapi dengan cara mengikuti suara seberti yang dikeluarkan huruf tersebut misalnya b dibaca beu, c seu d deu begitu seterusnya.

Tapi kemarin sore aku bertemu dengan anak Indonesia, berusia empat tahun sama dengan Cinta Cahaya, dia sudah bisa membaca dengan lancar, berhitung dengan baik, dan menurut ibunya, anak tersebut belajar dibawah bimbingannya setiap hari.
Tentu aku tak akan seperti dia yang begitu telaten mengajarkan anaknya, hari itu aku mencoba mengenalkan huruf huruf pada Cinta Cahaya dengan sebelumnya membaca panduan terlebih dahulu bagaimana cara mengenalkan hurf dengan benar pada anak umur 4 tahun.
http://www.veiliglerenlezen.nl/
Hanya berhasil 10 menit, tak apa apa pikirku dalam hati lumayan.

Sambil menghibur diri, aku berkata dalam hari, tentu setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anak anaknya. Jika aku seperti membiarkan Cinta Cahaya selalu bermain, karena itulah yang ingin aku lihat pada anak anakku, bergembira. Mereka sudah bersekolah dari pagi hingga pukul 3 sore, datang ke rumah, waktunya bermain dan rileks pikirku. Untuk saat ini. Tentunya nanti jika semakin bertambah usia aku harus memberikan jam belajar pada mereka. Untuk saat ini, aku hanya memberikan jam belajar setiap hari rabu saja sepulang sekolah untuk belajar iqro. Di bawah bimbinganku. Dan ternyata mereka belajar cepat.

Kembali pada Catur temanku, kami pernah berdiskusi masalah bagaimana menerapkan cara menyampaikan pelajaran matematika dasar pada anak anak. Dia yang aku tahu bukan seorang guru, tapi dia mencari metoda terbaik untuk anak anak didiknya, anak anak tetangga di lingkungan rumahnya yang datang tiap malam ke rumahnya untuk belajar padanya. Dia, mengajarkan dengan sungguh sungguh dan gigih. Dia, tak dibayar barang serupiahpun……

Katanya padaku, aku prihatin pada anak anak masa depan….dan aku ingin mereka menjadi generasi yang baik.

Yayang, banyak yang dapat kau pelajari dari dirinya. Iklas, adalah kunci utama untuk meraih segalnya. Sesulit apapun, jika kita iklas akan selalu ada jalan.

Terimakasih Catur, hari ini setelah aku membaca blogmu, aku akan lebih sabar lagi jika sedang mengajarkan Cinta Cahaya mengaji… Tak cukup hanya dengan marah, seperti katamu…. Terima kasih kawan….

23 Januari 2014

Berikut tulisan Catur; Tidak Cukup Hanya Dengan Marah

Be a ba ha u hu … hahu

Ge a ga je i ji… baji

Es euseu p e pe de a da …segala

Em e me m pe u pu en ye a i hanya di eja saja dan tidak berhasil dirangkai. Aku menghela nafas. M anak kelas empat Sekolah Dasar yang sudah empat malam ini datang ke rumahku untuk belajar matematika, ternyata belum bisa membaca. Mungkin lain tanggapanku kalau dia masih duduk di kelas satu atau kelas dua, tapi ini kelas empat ??

Tidak.. aku tidak marah ataupun kesal pada M. bukan kesalahan dia sehingga dia belum bisa membaca. Aku menebak orang dewasa di rumahnya mungkin tidak paham dengan kondisi ini. Atau kalaupun paham mereka memiliki keterbatasan dalam mengajarkan M membaca. Seperti ketika beberapa waktu yang lalu aku mengundang para ibu dari anak-anak yang belajar di rumah untuk melaporkan perkembangan anak-anak dan memberi tahu metode yang aku gunakan, mereka langsung menyerahkan pengasuhan anak-anaknya padaku. “Terserah Bundalah mau dikumahakeun, yang penting anak-anak bisa belajar. Di rumah mah tara belajar da saya na oge teu ngarti. Tepok jidat deh..

Tapi aku juga tidak menyalahkan ibu-ibu ini. Ketidakmampuan mereka memahami materi yang dipelajari anak-anaknya dikarenakan mereka hanya sedikit saja belajar di sekolah. Seperti ribuan perempuan lain di Negara ini, drop out dari Sekolah dasar dan menikah muda menjadi bagian dalam perjalanan hidup mereka.

Tapi tidak untuk M !

Bukan masa depan itu yang ingin aku lihat dari anak cantik tetanggaku ini. M generasi lebih lanjut dari kami. Dan kalau dia tetap dalam kondisi seperti sekarang, bagaimana dia menghadapi tantangan nanti?

Bicara mengenai rasa kesal, tentu saja aku masih kesal. Aku kesal pada pihak-pihak yang memiliki kompetensi lebih dibandingkan masyarakat banyak tapi tidak memanfaatkannya, aku kesal pada institusi yang diberikan wewenang untuk mendidik tetapi bisa dengan mudahnya meloloskan M setiap tahunnya untuk naik kelas padahal sudah jelas-jelas kemampuan membacanya parah sekali. Jadi nilai di raport yang dijadikan acuan seorang anak menguasai bidang pelajaran yang dia pelajari selama satu tahun di tingkatnya sehingga boleh naik ke tingkat diatasnya itu datangnya dari mana ??? pulpen yang kepeleset ???

Ketika prestise lebih penting dari prestasi. Kebohongan lebih berarti dari kebenaran, menyelundupkan anak untuk naik tingkat lebih keren dibandingkan membiarkannya tinggal kelas untuk menyatakan bahwa dia belum cukup mampu, pada saat itulah anak-anak diajarkan bahwa curang itu tidak salah!

Menyedihkan… ketika arti “belajar” tergelincir menjadi rutinitas palsu lainnya. Menyedihkan ketika anak-anak ini hanya menjadi obyek dari target pencapaian angka di atas kertas.

Tapi sudahlah…

Cukup bersedihnya, sudah cukup kesalnya. Hanya bersedih dan merasa kesal tidak akan merubah keadaan.

Jadi, maaf M, kalau aku agak galak mulai malam ini. Mari berbalik sebentar, mengenal huruf demi huruf. Tak akan kubiarkan engkau meloncat pindah ke kata berikutnya jika kata yang kau eja belum tepat. Tak akan kubiarkan pula engkau pindah ke halaman berikutnya, jika kau hanya menghapal. Kau boleh tidak suka padaku, sekarang ataupun nanti. Tapi percayalah, usaha kita sama sekali bukan buang-buang waktu.

Belajar dari monyet

Aku kira hanya aku saja yang takjub melihat cara Luc membuka (mengupas) pisang, ternyata dua temanku juga yang ikut tercengang saat melihat suami mereka mengupas pisang.

Kita (atau mungkin hanya aku dan dua temanku?) jika akan mengupas kulit pisang maka kita akan membuka ujung pangkal pisang yang masih bersatu dengan bonggolnya. Dipetik atau dipiteus istilah Sunda nya. Ujung yang sudah terbuka itu kita kupas hingga setengah, kemudian pisang yang telah setengah terbuka itu kita makan segigit demi segigit, jika sudah mendekati kulit pisang nya kita buka kembali hingga habis. Dan tangan kita dijamin bersih karena tidak bersentuhan dengan pisang yang yang kita makan. Dan pisang yang masuk perut kita pun bersih, Karena tak berkontaminasi dengan tangan kita.

Nah lalu gimana sih cara mengupas pisang ala Luc dan suami dari dua temanku? Ternyata sama, mereka mengupas pisang hingga ke ujungnya dan langsung membuang kulit pisang tersebut dan barulah mereka makan pisangnya. Jadi pisangnya ditelanjangi hingga ke ujung.

Aku mengajarkan cara makan pisang yang menurutku lebih praktis dan higienis pada Luc. Dia hanya balik bertanya, emang salah cara makan begitu? Kemudian aku menjawab, monyet aja lebih pinter, coba liat cara monyet makan pisang, dia akan membukanya setengah. Eh Luc menjawab sambil tertawa, aku bukan monyet! Wihh, dasar keras kepala.

Ternyata jawaban itu pula yang dilontarkan suami temanku saat diberitahu cara makan pisang oleh istrinya.

Nah setengah jam yang lalu, Luc memperlihatkan video padaku. Video bagaimana mengeluarkan kacang Dari tabung yang tidak bisa dijangkau oleh tangan. Mungkin dari kalian akan bisa langsung menjawabnya, tapi belum tentu saat kita disodori soal seperti itu beserta alat peraganya.

Nah dari beberapa orang yang dijadikan kelinci percobaan di video tersebut tak satupun yang lulus uji coba. Alias mereka gagal mengeluarkan kacang dari tabung tersebut. Dan baru nyengir saat disodori video monyet yang berhasil mengeluarkan kacang tersebut.

Mau tau caranya? Lihat video ini http://www.youtube.com/watch?v=hlfquzqRXC4

Sekolah Dasar di Belanda

Hari Kamis tanggal 25 September, dua hari yang lalu, aku dan Luc datang ke sekolah anak anak untuk kennisavond groep 1/2 alias malam perkenalan antara sekolah dan orang tua anak anak yang duduk di groep1/2.

Cinta dan Cahaya sekolah di Albert Schwietzer Basisschool, yang berjarak kira kira 600 meter saja dari rumah. Sekolah dasar ini menggabungkan groep 1 dan groep 2 kedalam satu kelas. Dengan jumlah anak 30 orang perkelas dikali 6 kelas, maka ada 180 anak yang duduk di groep satu dan dua dalam sekolah mereka. Begitu kenaikan kelas atau tahun ajaran baru yang biasanya dimulai setelah liburan musim panas maka 15 orang anak akan diambil dari salah satu kelas dan digabungkan dengan 15 anak dari kelas yang lainnya, tentu saja anak yang diambil adalah anak yang dikatagorikan ke dalam groep 2. Kemudian mereka akan berada di dalam kelas yang disebut groep 3. Oleh sebabb itulah jika groep 1/2 ada 6 kelas, maka groep 3 akan berjumlah 3 kelas, begitu juga groep diatasnya (hingga groep 8) akan berjumlah masing masing groep tiga kelas.

Dari enam kelas groep 1/2 terdapat 4 kelas yang diisisi oleh 5 hingga 6 pasang anak kembar yang dipisahkan kelas tersebut disebut couple claass karena kelas mereka berdampingan dengan kelas pasangan kembarnya. Contohnya saat ini Cahaya duduk di groep 1/2d sedangkan cinta duduk di groep 1/2e. Tahun depan jika mereka layak masuk groep 3, mereka tetap akan berada di kelas yang terpisah karena penggabungan groep tiga tidak akan dipasangkan dengan groep pasangan kembarnya.
groep 1/2a dan groep 1/2d menjadi groep 3a
groep 1/2b dan groep 1/2e menjadi groep 3b
groep 1/2c dan groep 1/2f menjadi groep 3c
Seru ya sekolah mereka banyak anak kembarnya.

Oh ya bercerita mengenai anak kembar, Meester Nick wakil kepala sekolah dia mempunyai anak kembar yang baru berusia 6 bulan, waktu kennisavond kemarin malam dia bercerita bahwa Cinta dan Cahaya termasuk anak kembar yang menurut dia sulit dibedakan, beberapa hari yang lalu saat Nick sedang memberikan pelajaran di salah satu groep 8 dimana terdapat anak kembar, dia  menemukan anak kembar yang harusnya duduk di kelas lain malah berada di kelas  pasangan kembarnya. Mereka saling bertukar kelas untuk satu hari, dan baru meester Nick lah yang menemukan kejanggalan tersebut tepat di akhir jam sekolah. Nick bercerita pada kami bahwa anak kembar suatu saat akan mencoba petualangan menyamar menjadi pasangan kembarnya, biasanya mereka melakukan itu untuk kegembiraan sekaligus ketegangan dan dilakukan saat mereka mulai besar nanti. Maka waspadalah, cerita Nick saat itu.

Oke kembali ke malam perkenalan orang tua murid, ini adalah pengalaman kedua aku dan Luc. Tahun lalu kami datang juga, tahun ini aku ingin mengulanginya karena wali kelas Cahaya berganti, tahun lalu dia berada dibwah bimbingan juf Evelien wanita muda yang energiek, sekarang kelas Cahaya dipegang juf Lisbeth dan juf Corien yang berbagi hari. Juf Liebeth adalah seorang guru yang sudah tua dan berpengalaman dengan anak anak usia kleuteur (4-5 tahun) sedangkan juf Corien datang dari groep 3, menurut sekolah mereka akan menjadi pasangan yang ideal. Maka untuk lebih mengenal kedua guru tersebut kami datang ke malam perkenalan orang tua dan sekolah tersebut.

Seperti yang diperkirakan tak akan banyak orang tua yang anaknya sudah duduk di groep 2 untuk datang pada pertemuan itu, mereka yang datang adalah para orang tua yang betul betul anaknya baru sekolah disini yaitu dari groep 1.

Acara dimulai pukul 7 malam teng, kami masuk ke dalam satu kelas yang lebih besar dari kelas anak anakku tapi tempat yang kami datangi adalah sebuah kelas, bukan tempat pertemuan atau apa, kursi lipat sudah tersaji berderet dan berbaris rapi, aku dan Luc duduk di barisan kedua setelah sebelumnya mengambil kopi dan satu kue kering di pintu masuk. Berlangsung kira kira 10 menit saja kemudian jajaran direksi segera berbaris berdiri di depan kami ada 4 orang. Meester Nick mengucapakan selamat datang pada kami kemudian menceritakan tentang acara yang akan berlangsung dua jam kedepan, yang intinya memperkenalkan aktifitas apa saja yang dilakukan groep 1/2, beberapa organisasi terkait dengan pihak sekolah seperti badan pengawasan anak, physiolog, logopedie (orang yang membantu dalam berbahasa seperti artikulasi dll) dan seorang guru musik yang datang dari sekolah musik untuk memberikan pelajaran musik seminggu sekali. Dan guru guru groep 1/2 hanya berdiri dibelakang kami, sehingga saat Nick menyebutkan nama mereka satu persatu beserta kelas yang dipegangnya kami harus menoleh ke belakang.

Singkat dan padat. Kemudian para orang tua ini dipersilahkan membubarkan barisan setelah sebelumnya dibagi menjadi dua kelompok, kelompokku dibawa ke ruangan kelas yang lain untuk mendapat penjelasan tentang apa saja yang diajarkan di dalam kelas, sedangkan kelompok yang lain akan diberi penjelasan melalui video apa yang terjadi di kelas saat  anak anak sedang belajar. Pembagian ini hanya dikarenakan tempatnya yang tidak mencukupi. Lucunya sebelum kami bubar Nick menyuruh kami melipat kursi yang kami duduki dan menyimpannya di tempat yang telah ditunjuknya. Semuanya kembali rapih kurang dari 3 menit saja. Kepraktisan dan sistem yang tidak bertele tele itulah yang seharusnya kita contoh. Cepat dan efisien.

Kini aku dan Luc sudah berada di dalam ruangan kelas yang lain, mendengarkan penjelasan apa saja yang dipelajari anak anak di sekolah.

Pada dasarnya setiap kelas terdiri dari empat pojok yang mempunyai peranan penting saat anak anak bermain, pojok pojok itu dianamakan:
1. Poppenhoek/Pojok boneka
2. Schrifthoek/ Pojok menulis
3. Zandtafel/Meja pasir
4. Bouwhoek/Pojok bangunan

Setiap awal minggu anak anak akan mendapatkan sebuah kertas kerja yang harus dipenuhi selama satu minggu, disitu terdapat beberapa jenis kegiatan/permainan yang bisa mereka pilih sendiri. Setiap mereka selesai mengerjakan sesuatu mereka harus mewarnai lingkaran yang ada disebelah gambar aktifitas yang baru mereka kerjakan.
Foto dibawah ini adalah kertas kerja yang harus dikerjakan anak anak setiap minggunya. Disitu ada gambar sebuah meja yang kemudian disebelah kanannya ada lima buah lingkaran kosong. Setiap anak yang telah mengerjakan suatu pekerjaan mereka harus mewarnai si lingkaran kosong tersebut. Contoh lain adalah disebelah gambar puzzel ada 10 lingkaran kosong, artinya dalam satu minggu setiap anak hanya boleh main puzel selama sepuluh kali. Setiap selesai mengerjakan satu puzzel, anak tersebut harus mewarnai satu lingkaran yang berada disebelah gambarr puzzel, begitu seterusnya. Anak dibebaskan untuk mengerjakan apa saja terlebih dahulu, bisa jadi seorang anak yang hanya sibuk mengerjakan puzzel saja seharian sehingga kesepuluh lingkaran disebelahnya telah terisi dalam satu hari, hari berikutnya anak tersebut sudah tidak bisa mengerjakan puzzel lagi karena jatah bermain puzzelnya telah habis. Jika begitu maka dia harus mengerjakan pekerjaan lainnya yang masih kosong atau belum ditandai dan diwarnai lingkarannya.

opdrach/kertas kerja

opdrach/kertas kerja

Gambar di kertas warna merah gambar dari atas – bawah

1. Stempeltafel/Meja Stempel
Di Meja ini tersedia stempel huruf dan angka. Aku ingat saat awal Cahaya sekolah hampir tiap hari dia membawa kertas hasil stempel yang dia buat di sekolah. Disitu hanya terdapat beberapa angka yang saling tumpang tindih tak karuan, kemudian hasil stempel Cahaya mulai membaik, dia dapat mengurutkan mulai angka satu hingga sembilan, walau tidak sempurna.

Tafel stempel

stempeltafel

2. Spellen/Mengeja
Arti dari spellen adalah mengeja, di bagian mengeja ini terdapat berbagai alat bantu yang dapat digunakan untuk mengeja, seperti puzzel huruf atau metoda lainnya yang membantu anak anak dalam pengenalan jenis huruf. Misalnya gambar gajah yang dibawahnya ada tulisan gajah, anak yang sedang belajar kemudian mencari huruf yang sama dengan tulisan gajah, mereka belum diajarkan bagaimana menyebutkan huruf huruf tersebut, jika guru datang membantu sang guru hanya menyebutkan ini adalah ‘ge’ saat memegang huruh g, dan menyebutkan ’em’ saat memegang huruf m dan saat menyebut hurus s sang bu guru akan mendesis menyerupai suara ular. Jadi bukan penyebutan abjad A B C D dst seperti dulu kita belajar saat kecil.
Mengapa begitu? Karena groep 1/2 merupakan kelas awal yang tidak diwajibkan mengenal semua huruf apalagi bisa membaca, karena usia mereka masih berada dalam usia bermain, dan kalaupun mereka bermain huruf dan angka itu hanya dalam tahap pengenalan saja. Metoda awal yang hanya dari visual saja, menyebabkan Cinta dan Cahaya bisa membaca semua nama yang ada di kursi teman teman mereka (semua kursi dinamai sehingga memudahkan dimana mereka duduk saat mereka datang ke sekolah, biasanya kelas dimulai dengan teman yang disebut ‘kring’ dimana semua kursi disusun menyerupai lingkaran) Walau sepertinya mereka bisa membaca nama teman teman mereka itu karena ingatan dari visual yang setiap hari mereka lihat, saat aku menanyakan huruf, Cinta dan Cahaya tidak bisa menjawabnya dan hingga kini mereka hanya bisa menulis nama mereka sendiri tapi tidak bisa mengeja, yang mereka tahu hanya penyebutan huruf C yang mereka sebut dengan ‘tje’ kemudian huruf A, I, N. Beberapa kalia aku menunjukan huruf T Cinta tak bisa menjawabnya hanya menjawab huruf itu ada di dalam namaku, hihihi. Begitu juga Cahaya selalu berpikir keras saat aku bertanya huruf H dan Y, Cahaya menggeleng tak tahu bagaimana menyebut kedua huruf tersebut saat aku memberitahukannya di bisa mengulangnya, nah herannya saat aku bertanya beberapa hari kemudian Cahaya kembali menggeleng, walah! Walaupun mereka belum bisa menyebutkan huruf huruf dari A hingga Z aku sama sekali tak khawatir. Karena mereka akan belajar membaca nanti saat mereka duduk di groep 3 dengan usia antara 6 hingga 7 tahun. Dan mereka akan belajar di sekolah bukan di rumah, guru mereka yang akan mengajarkannya, bukan orang tua sebelum mereka masuk sekolah dasar seperti banyak terjadi di Indonesia yang meminta bahkan mengharuskan anak yang akan masuk SD harus sudah bisa membaca. Disini tidak seperti itu.
IMAG0267

3. Puzzel
Di lemari puzzel ini tersedia berbagai macam puzzel yang sesuai untuk usia di groep 1/2 yaitu usia 4 dan 5 tahun. Tentu saja setiap slesai bermain atau ‘belajar’ mereka harus menyimpan semua peralatan bermain ke tempatnya masing masing.

4. Poppenhoek
Nah sudut inilah pojok yang paling disukai anak anak, tak hanya anak perempuan tapi juga laki laki. Di sudut ini mereka bermain ‘moeder en vader’ atau main boneka seperti aku kecil dulu, ada yang berperan sebagai mama, papa dan baby ditambah jadi anjing, biasanya yang berperan sebagai anjing adalah anak laki laki tapi aku mendengar dari guru Cinta bahwa Cinta paling sering berperan sebagai anjing, setiap bermain di poppenhoek Cinta selalu meminta peran sebagai anjing.
Di sini tema poppenhoek akan berganti setiap minggunya, tak hanya menceritakan tentang keluarga saja, tapi kadang popenhoek ini berubah jadi ruang prakter dokter umum, dokter hewan dan lain lain, maka tak heran jika mereka main dokter dokteran.

Popenhoek

Poppenhoek

IMAG0289IMAG0290
Poppenhoek di kelas Cahaya, rumahnya bertingkat hehe

5. Kleuren/Mewarnai
Kegiatan di sekolah yang paling disukai cahaya adalah menggambar atau mewarnai, dia paling sering bekerja di bagian ini, jika dalam seminggu dia sudah menggambar sebanyak lima kali, dia tidak bisa menggambar lagi maka dia harus bekerja di bagian buku kerja yang masih kosong lingkarannya. Setiap selesai bekerja anak anak diharuskan mewarnai atau menandai kertas kerjanya sendiri, dengan cara mewarnai dalam lingkaran yang tersedia di sebelah gambar yang sedang di kerjakan.

Cahaya sedang mengambil perlengpanan menggambar, kertas dan pinsil warna.

Cahaya sedang mengambil perlengpanan menggambar, kertas dan pinsil warna.

Cahaya muali menggambar

Cahaya muali menggambar

6. Vormen/Mengenal bentuk
Bermain atau belajar pengenalan bentuk, lingkaran, segitiga, segiempat, jajaran genjang dan lain lain.
IMAG0288

7.Cleien/Tanah liat(malam)
Aku tak atu apa istilahnya baha Indonesianya untuk clei, tapi sewaktu aku kecil dulu aku menyebutnya malam. Dikampungku biasa membuat mainan dari tanah liat, dan orang tauaku membiarkan kami bermain tanah liat tapi kebanyakan teman teman sekolahku tak diperkenankan bermain tanah liat orang tua mereka membelikan pengganti tanah liat yang kami sebut malam. Seperti aku dulu, Cinta dan Cahaya pun penggemar clei, di sekolah mereka membuat bermacam macam kue kue an dengan bahan clei menggunakan cetakan atau pisau, persis seperti membuat adonan kue kering yang telah siap di cetak.

8.Knutselen/Kerajinan tangan
Atau yang disebut dengan kerajianan tangan, anak anak akan bekerja dilengkapi gunting dan lem. Dan biasanya mereka menggunakan bahan bahan bekas yang ada di rumah tangga, seperti dus bekas cereal yang dijadikan mobil moobilan atau yang paling sering adalah bekas gulungan kertas toilet.

Gambar di kertas warna kuning

1. Zandtafel/Meja pasir
Bermain pasir adalah permainan yang banyak disuka anak anak, jika udara cerah saat mereka istirahat hampir setiap anak bermain di gundukan pasir yang ada di halaman sekolah, dan saat mereka belajar di kelas, disediakan pula meja pasir, yang dilengkapi dengan air, sehingga pasri tersebut bisa dibentuk berbagai macam bentuk, seperti membuat kastil, atau yang lainnya.

Zand tafel

Zand tafel

2. Verven/Melukis
Setiap anak yang sedang melukis selalu dilengkapi dengan jas pastik, sehingga baju yang dipakai tak kotor terena tumpahan cat.

Cahaya sedang melukis

Cahaya sedang melukis

3. Schrijven/Menulis
Anak anak belajar metorik juga mulai yang kasar hingga yang halus seperti menulis. Metoda yang pertama diajarkan adalah menulis di atas pasir, anak anak boleh menggambar atau menulis di situ.

schrif boek Belajar menulis,  Dlm foto ada kotak, itu adalah papan pasir, untuk pengenalan pertama anak2 menulis di papan pasir yang bisa dihapus dengan sapuan tangan saja, dan menulis dengan jari tangannya

schrif boek
Belajar menulis,
Dlm foto ada kotak, itu adalah papan pasir, untuk pengenalan pertama anak2 menulis di papan pasir yang bisa dihapus dengan sapuan tangan saja, dan menulis dengan jari tangannya

4. Bouwhoek/Sudut bangunan
Di sudut bangunan ini, anak anak belajar bekerja sama untuk menciptaka sebuah bangunan, mulai dari perencanaan akan membuat apa hingga bahan apa yang akan digunakan. Misalnya bangunan dari kardus atau dari kayu.

Bouwhoek

Bouwhoek

IMAG0287

Bouwhoek/sudut bangunan di kelas Cahaya

5. Computer
Setiap kelas dilengkapi dengan layar computer yang lebar dan tentu saja layar sentuh alias touchscrean. Jika anak sedang bekerja dibalik komputer maka akan ada dua anak yang saling bekerja sama, mereka memutuskan berdua permainan apa yang akan dikerjakan apakah itu games, mewarnai dan bisa yang lainnya.
IMAG0285

6. Lego
Foto yang aku ambil dibawah ini menarik perhatia Luc, karena model gambar yang ditengah adalah jenis lego pada zaman Luc kecil dulu, saat Luc seusia Cinta dan Cahaya. Ada orang tua lainpun yang ikut tertawa saat melihat jenis lego tersebut dan saling berkomentar, wow tua sekali mainan disini…..begitu komentarnya. Sedangkan jenis lego yang paling kecil termasuk jenis lego masa kini atau yang dinamakan Knex. Dengan Knex anak anak bisa membuat bemacam macam jenis robot atau bentuk lainnya, dan anak laki laki adalah penggemar permainan Knex. Menurut guru yang saat itu menerangkan pada kami, kadang diapun sedikit kesulitan untuk membuat robot dan kebanyakan muridnya lebih berhasil membuat berbagai bentuk dengan cepat.

Lego atau knex

Lego atau knex

7. ?
Nah saat aku bertanya pada Cinta dan Cahaya, apa yang harus dikerjakan dengan gambar seperti ini? (ada gambar rumah, mobil, pohon) Mereka berdua mengguakan istilah dalam bahasa Belanda yang tak aku mengerti, jadi untuk sementara penjelasan ini dilain waktu saja, saat aku tau dengan persis apa yang mereka kerjakan untuk gambar tersebut.

8. Kralenkast/Lemari Merangkai
Permainan ini untuk merangsang metorik halus anak anak. Mereka belajar memasukan benda pada sebuah lubang, seperti membuat kalung. Biasanya benda mungil tersebut bertuliskan huruf huruf dan anak anak harus memasukan huruf huruf tersebut seperti contoh yang ada di hadapannya.
IMAG2529

Nah sekarang bagaimana guru bisa tahu pekerjaan apa saja yang dipilih si anak? Selain si guru bisa melihat kertas kerja si anak, guru juga akan melihat pada papan kerja yang tergantung di kelas. Pada  sebelah kiri papan kerja tersebut terdapat berbagai gambar aktifitas sedangkan sebelah kananya terdapat nama anak anak yang ada di kelas tersebut. Setiap anak yang akan bekerja, mereka diwajibkan memindahkan papan nama mereka dibawah gambar aktifitas yang akan dilakukannya, jika mereka sudah menyelesaikan suatu aktifitas dan akan memulai aktifitas lain yan berbeda maka dia harus memindahkan namanya kembali ke gambar yang lain yang sesuai dengan aktifitas yang akan dikerjakannya.

Papan kerja

Papan kerja

Cinta sedang mengambil papan namanya dan akan meletakannya dibawah aktifitas yang akan dia kerjakan

Cahaya sedang mengambil papan namanya dan akan meletakannya dibawah aktifitas yang akan dia kerjakan

Cahaya meletakan namanya di bawah gambar menggambar dan mewarnai, artinya dia akan mengerjakan aktifitas tersebut

Cahaya meletakan namanya di bawah gambar menggambar dan mewarnai, artinya dia akan mengerjakan aktifitas tersebut

Selain itu setiap aktifitas ada ketentuan masing masing yang bisa jadi ketentuan tersebut berbeda dengan anak lainnya. Contohnya ketentuan lampu kerja oranye dan hijau

Penjelasan warna lampu

Penjelasan warna lampu

Peraturan lampu hijau adalah:
1. Kamu bekerja setenang mungkin (artinya tidak ribut atau grasak grusuk)
2. Kamu menyelesaikan sebisa mungkin sendiri
3. Kamu boleh bertanya pada teman (murid lainnya)
4. Kamu boleh bertanya pada guru

Sedangkan Peraturan warna oranye hampir sama dengan warna hijau hanya nomor empat berbunyi ‘kamu tidak boleh bertanya pada guru’, artinya jika aktifitas tersebut sulit, anak tersebut hanya bisa bertanya pada temannya saja, tidak pada guru.

Menurutku ide menyatukan groep 1 dan 2 menjadi satu kelas adalah ide yang baik, karena anak yang lebih muda bisa bertanya pada temannya yang lebih tua atau yang lebih lama satu tahun di dalam kelas sehingga lebih berpengalaman dalam mengerjakan aktifitas.

Untuk groep 1/2, peraturan lampu hanya terdapat dua warna yaitu warna hijau dan oranye saja, untuk kelas yang lebih tinggi akan ada warna merah dan peraturannya akan berbeda pula.

Untuk urusan warna lampu ini, minggu yang lalu Cahaya pernah mengeluh, bahwa guru yang sekarang tak mau lagi menjawab pertanyaannya jika Cahaya bertanya, dia menyuruh menyelesaikannya sendiri atau minta pertolongan teman yang lain, ternyata baru sekarang aku tahu bahwa aktifitas yang sedang dikerjakan Cahaya adalah aktifitas yang terkena rambu rambu stoplicht warna oranye. Cahaya harus berusaha menyelesaikannya sendiri atau dibantu temannya.

Setiap masuk kelas, biasanya kelas dimulai dengan bagian ‘kring’ dimana anak anak akan duduk melingkar, tapi tak selalu kelas dimulai dengan kring, bisa jadi dimulai dengan senam  atau werkles  alias belajar dengan panduan kertas kerja, tapi yang jelas tak mungkin kelas dimulai dengan makan dulu.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan dalam satu hari, sebelum kelas dimulai guru telah menyiapkan gambar yang dipasang di dinding kelas, gambar ini terbagi lima bagian;

IMAG0272
Pada foto diatas aktifitas hari ini dimulai dengan;
1. Inloop, yaitu spelen/werken(bermain/bekerja) berdasarkan aktifitas yang dipilih sendiri dan orang tua atau yang mengantar anak boleh ikut serta menemani dan membantu si anak mengerjakan aktifitas tersebut, orang tua boleh meninggalkan kelas pada pukul 9 pagi atau 30 menit lamanya. Untuk tahun ini inloop di kelas Cahaya setiapa hari rabu di setiap minggunya, sedangkan di kelas Cinta adalah hari Kamis. Tahun lalu tak satupun dari inloop cinta dan cahaya yang dapat aku ikuti karena hari mereka inloop, akupun harus sekolah. Untuk tahun ini Cahaya sedikit beruntung karena aku bisa mengikuti inloop Cahaya yang akan dimulai minggu depan, karen asetiap hari rabu aku tidak ada pelajaran di sekolah alias setiap hari rabu aku libur, dan tentu saja aku bisa memanfaatkan waktuku untuk bersama sama Cahaya selama setengah jam di sekolah.
2. In de kring, anak anak akan duduk melingkar. Guru pun akan ikut duduk dalam lingkaran tersebut, disamping bu guru akan ada dua kursi tanpa nama yang berbeda dari kursi anak lainnya, dua kursi disamping guru tersebut disebut kursi asisten guru, anak yang terpilih menjadi asisten guru akan membantu bu guru bekerja, tugasnya bisa apa saja mulai dari meyiapkan alat alat bantu bermain, membantu anak lain dalam mengerjakan tugasnya, memimpin menyanyi sampai berlagak menjadi guru. dalam kring itu biasanya bu guru bertanya siapa yang akan bercerita hari ini tentang kejadian yang menarik di rumahnya atau cerita apa saja. Maka tak heran jika seorang anak bisa menceritakan apa saja yang terjadi di dalam rumahnya dan itu bisa menyenangkan atau memprihatinkan karena seorang anak bisa menceritakan apa saja misalnya pertengkaran yang terjadi antara ayah ibunya atau kejadian yang lainnya.

in de kring

in de kring

3. Buiten spelen, atau main diluar, anak anak bisa bermain di luar sesaat, bermain di luar bisa apa saja dan tentu saja yang paling disukai di musim panas apalagi kalau bukan  bermain bersama pasir. Permainan pasir pun ada aturannya, jika bak pasir berbendera merah maka anak anak sama sekali tidak boleh bermain di bak pasir, apabila berbendera kuning, anak anak boleh bermain di pasir tapi tidak boleh memompa air. Sedangkan jika bak pasir berbendera hijau maka selain diperbolehkan main di pasir anak anak pun boleh memolmpa air, maka airpun akan mengalir melalui batang pohon ynag meyerupai pipa dan akan mengaliri pasir menjadi basah, dan anak anakpun bisa bermain sepusnya disana.

Bak pasir berbendera kuning, artinya anak anak boleh bermain di pasi tapi tidak boleh memompa air

Bak pasir berbendera kuning, artinya anak anak boleh bermain di pasir tapi tidak boleh memompa air

Tempat anak anak bergelantungan

Tempat anak anak bergelantungan

4. Eten/drinken, makan dan minum dibagi dalam dua bagian pertama saat pukul 10 pagi anak anak diperbolehkan makan buah buahan atau satu buah kue kering beserta minum, kemudian pada siang hari atau disebut lunch mereka akan memakan roti atau dikenal dengan sebutan botterham (kalau di Sunda botram yang artinya makan bersama sama di siang hari) pada siang hari aku selalu membekali anak anak dua lembar roti yang berisi pindakaas dan satunya lagi bisa bervariasi antara keju, selai coklat, filet ayam atau hanya kruiden boter saja. Dan dua lembar roti itu harus habis.

5. Spelen/Werken. Bermain/bekerja. Aktifitas ini kembali dipilih anaka anak sesuka hati berdasarkan lingkaran yang masih kosong

IMAG2528
Sedangkan gambar yang lain urutannya adalah, 1. Kring, 2.Gym (senam), 3. Eten en Drinken, 4. Werkles (aktifitas),  5. Middageten (makan siang)

Dengan melihat gambar yang terpampang di dinding kelas, setiap harinya anak anak akan tahu aktifitas apa saja yang akan mereka lakukan hari ini, biasanya bu guru bertanya dalam kring pada seorang anak bagaimana urutan kegiatan yang akan dilakukan hari ini, dan anak yang ditanya akan melihat gambar yang di dinding dan menjelaskan urutannya. Ingat tidak setiap hari urutan itu akan sama, bisa berganti setiap harinya.

Selesai menjelaskan aktifitas apa saja yang dikerjakan atau dipelajari anak anak di sekolah kemudian kami dibawa ke kelas lain untuk melihat tayangan rekaman video dari aktifitas anak anak disekolah, rekaman video yang kami lihat merupakan rekaman dua tahun sebelumnya, jadi aku tidak melihat ada Cinta dan Cahaya disana. Kami melihat bagaimana saat pertama anak anak masuk ke kelas, bersalaman dengan guru, menyimpan bekal mereka hingga duduk di kursinya masing masing. Aktifitas saat mereka senam, empat hari dalam seminggu mereka masuk ke aula senam untuk berolah raga, olah raga itu diikuti oleh dua kelas secara bersamaan, jadwal hari kamis kebetulan Cinta dan Cahaya senam di jam yang sama yaitu saat pelajaran pertama, hingga aku harus membawa ke aula saat mereka masuk sekolah. Untuk groep 1/2, anak anak belum diwajibkan memakai baju olah raga, mereka hanya memakai baju dalam saja yaitu kaos dalam dan celana dalam, sepatu senam kewajiban orang tua yang menyediakan, sehingga saat ajaran baru dimulai, para orang tua harus mengumpulkan sepatu senam anak anaknya yang diberi nama dan disimpan di sekolah.

Setiap senam, anak anak diharuskan membuka baju sendiri, sepatu sendiri hingga melipatnya baju yang tidak digunakan untuk kemudian dipakai kembali saat mereka selesai berolah raga. Untuk pertama kali jika pelajaran pertama olah raga para orang tua boleh membantu anak anaknya membuka pakaiannya, tapi kini tak diperbolehkan lagi, anak anak diharuskan sudah bisa berpakaian sendiri, kadang aku suka trenyuh melihat Cinta dan Cahaya saat baru pertama sekolah, mereka sudah dibiasakan berpakaian sendiri.

Untuk groep 1/2 belum ada pelajaran berenang, pelajaran berenang akan diberikan pada saat anak anak berada di groep 3 hingga groep 6 satu kali dalam satu minggu. Akan tetapi sejak umur 4 tahun Cinta dan Cahaya sudah mengikuti les renang  dua kali dalam seminggu, etiap hari senin dan rabu. Les renang ini gratis karena dibiayai gementee daerah dimana kami tinggal. Setiap anak usia 4 hingga 18 tahun boleh mengikuti satu aktifitas yang akan dibiayai oleh pemerintah. Rencana kami jika mereka telah selesai mengikuti les renang, kami akan memasukan ke dalam kegiatan lainnya sesuai dengan keinginan anak anak. Sewaktu usia mereka 3 tahun, kami memasukan Cinta dan Cahaya ke dalam groep dance, tapi setelah mereka mendapat diploma yang pertama untuk menari tingkat awal kami tak meneruskannya ke tingkat lanjutan. Alasannya sederhana saja mereka sudah masuk SD, mereka bersekolah dari pagi hingga sore jika harus mengikuti dua aktifitas (menari dan berenang) di luar sekolah, mereka akan lelah karena kegiatan mereka terlalu banyak, lagipula les menari itu harus bayar sendiri dengan biaya yang tidak murah. Jadi lebih baik tunggulah hingga les renang selesai dan mereka bisa melanjutkan les menari nanti dengan biaya dari gementee. Lebih praktis dan efisien.

Setelah selesai dari ruangan yang menayangkan rekaman kegiatan anak anak di sekolah, para orang tua dibagi lagi untuk mengikuti penjelasan dengan wali kelas masing masing. Maka aku dan Luc berjalan ke kelas Cahaya, tahun lalu aku berpisah saat pembagia kelas, satu menuju kelas Cinta dan satunya lgi menuju kelas Cahaya, tapi tahun ini kami hanya menuju satu kelas saja yaitu kelas Cahaya, dengan harapan kami akan lebih mengenal guru baru Cahaya. Dan tahun ini adalah tahun penentuan bagi Cinta dan Cahaya apakah mereka layak naik ke groep 3 atau tidak. Karena usia minimal untuk duduk di groep 3 adalah 6 tahun, dan tahun depan mereka akan tepat berusia 6 tahun, tapi apabila emosi dan kemampuan mereka belum mencukupi untuk duduk di groep 3 maka mereka harus menunggu tahun berikutnya untuk bisa duduk di groep 3.

Jadi kesimpulannya adalah sekolah dasar di Belanda dimulai dari groep 1 hingga 8. Dengan usia mulai 4 tahun. Pada saat mereka berusia 4 tahun maka mereka akan dikirim ke sekolah dasar oleh pemerintah, jika seorang anak yang berusia 4 tahun belum terdaftar di satu sekolah dasar, maka gementee(pemerintahan) akan mengecek si anak dan mendatangi rumah yang bersangkutan. Kapanpun mereka tepat menginjak usia 4 tahun maka mereka boleh sekolah di sekolah dasar, jika mereka berulang tahun di bulan Januari maka mereka akan bersekolah pertama kali di bulan Januari begitu juga jika mereka tepat berusia 4 tahun di bulan Oktober maka mereka akan bersekolah di SD mulai bulan Oktober. Karena Cinta dan Cahaya berulang tahun di akhir bulan Juli, yang kebetulan selalu berada di musim libur besar yaitu liburan musim panas, maka awal sekolah bagi mereka selalu pada saat tahun ajaran baru yaitu setelah berakhirnya liburan musim panas. Tahun ajaran baru biasanya dimuali di akhir Agustus atau awal September tergantung provinsi dimana kita tinggal.

Groep 1 dan 2 di Indonesia dikenal dengan sebutan Taman kanak kanak. Sedangkan groep 3 di indonesia adalah kelas satu SD. Menurutku usia sekolah di Indonesia dengan di Belanda hampir sama saja yaitu antara usia 6 dan 7 tahun untuk SD, hanya saja di Belanda Taman kanak kanak digabungkan dengan SD dan disebut basisschool, sehingga sering kali orang mengira usia sekolah  di Belanda lebih awal dibanding di Indonesia, padahal sebetulnya hanya karena beda istilah saja. Untuk sekolah yang lebih serius mereka akan belajar mulai di groep 3 yaitu kelas 1 SD di Indonesia.

Namun di Belanda ada peraturan leerplicht(wajib sekolah) yang sangat ketat yaitu mulai usia 5 tahun hingga 18 tahun. Di jaman Luc dulu leerplicht mulai usia 5 hingga 16 tahun, jaman berbeda dan peraturan pun berbeda. Untuk urusan leerplicht atau wajib belajar, kita harus benar benar mentaatinya, bukan hal yang sembarangan. Jika anak kita tidak masuk sekolah karena sakit maka kita diharuskan memberitahukan pihak sekolah sebelum pukul 9 pagi, dan jika ada urusan lain yang menyebabkan mereka tak bisa masuk sekolah maka tetap kita wajib meminta izin terlebih dahulu. Tapi jangan coba coba kita minta izin untuk berlibur diluar musim liburan karena sanksinya berat. Seperti pengalaman teman dari teman sekelasku di kelas bahasa, dia mengabiskan liburan musim panas di China (mudik) dan liburannya melewati batas, maka denda yang harus dia bayarkan adalah 70 euro dikali berapa hari anak itu tidak masuk sekolah karena kelebihan liburan. Bukan denda yang sedikit!

Seperti kata Luc saat pulang dari kennisavond hari itu, Luc sedikit suprise dengan cara sekolah anak jaman sekarang, menurut Luc terlalu banyak aturan. Dulu jaman Luc sekolah tak ada aturan anak harus mengerjakan pekerjaan berdasarkan target setiap minggunya, kalau anak ingin bermain boneka selama setahun pun guru tak akan melarang. Terserah, tak ada ketentuan harus mengerjakan ini atau itu. Toh usia mereka baru 4 dan 5 tahun saja. Dan ternyata tak hanya Luc seorang yang berkomentar sama, bahkan ada orang tua murid yang menyangsikan apakah sistem seperti ini baik untuk phisiology anak? Yang kemudian dijelaskan oleh guru tersebut, memang seperti banyak aturan dan memberatkan tapi anak anak akan mengerti dengan cepat aturan yang diterapkan dan anak anak akan otomatis mengerjakan berdasarkan metoda yang disodorkan. Seperti berat padahal sebetulnya mudah saja, Justru dengan adanya aturan dan target, anak anak akan belajar memanage dirinya sendiri sejak kecil. Apa yang ingin dikerjakan lebih dulu? Bagaimana penyelesaian selanjutnya? Dan lain sebagainya. Selain itu anak anak tidak akan saling berebut mainan, karena mereka tau aturannya siapa yang lebih cepat menyimpan namanya di papan kerja, maka dialah yang lebih awal dapat memilih permainan yang dia inginkan. Seorang anak yang tak suka menulis akan dipacu untuk tetap mengerjakan tugasnya dengan baik. Walaupun dalam satu tahun mereka hanya mengenal satu huruf saja itu bukan masalah. Mereka masih kecil tak ada paksaan untuk tahu segalanya tapi mereka berusaha berinisiatif sendiri untuk mengerjakan apa dulu yang mereka mau. Seperti tahun lalu saat aku mengikuti inloop di kelas Cinta, bukan aku yang membantu Cinta tapi Cinta yang menjelaskan apa yang harus aku kerjakan hahaha.

Walau begitu tak selalu mereka belajar seperti dalam gambar, adakalanya mereka bermain diluar saja, seperti hari selasa yang lalu mereka belajar bersama pemadam kebakaran, ada petugas pemadam kebakaran yang memberikan pelajaran, anak anak dibawa ke taman, mereka bermain air, naik ke mobil pemadam kebakaran.
atau cerita Cinta di lain hari mereka hanya menonton film Ratatouille, kemudian keesokan harinya setelah menonton film tersebut mereka bersama sama bu guru membuat sayur sup. Betul betul sayur sup yang dapat dimakan. Atau dilain hari mereka membawa hasil percobaan mereka menanam tanaman, yang ditanam dari biji bijian dan kemudian hasilnya dibawa ke rumah.

Pelajaran bercocok taman

Pelajaran bercocok taman

Sebagai tambahan anak anak di Belanda sudah mulai sekolah semenjak usia 2 tahun. Sekolah ini disebut Peuteurspeelzaal, sekolah tersebut hanya 3 jam saja setiap harinya. Anak anak bisa bersekolah dua kali, 4 kali bahkan 5 kali dalam seminggu tergantung peuteurspeelzaal nya itu sendiri. Pada saat Cinta dan Cahaya berusia 2 tahun mereka sekolah 2 kali dalam seminggu, pada saat usia 3 tahun mereka bersekolah 4 kali dalam seminggu.

Kini saat mereka di Basisschool, mereka bersekolah mulai pukul 08.30 – 15.00 setiap harinya kecuali hari rabu mulai pukul 08.30 hingga 12.30.

Berikut beberapa foto pada saat mereka pertama kali bersekolah.

Agustus 2011 Hari pertama di peuterspeelzaal, saat usia mereka menginjak 2 tahun

Agustus 2011
Hari pertama di peuteurspeelzaal, saat usia mereka menginjak 2 tahun

Berjalan bahagia(terutama ibunya) menuju sekolah di hari pertama masuk sekolah peuteurspeelzaal

Berjalan bahagia(terutama ibunya) menuju sekolah di hari pertama masuk sekolah peuteurspeelzaal

Akhir Agustus 2012 saat mereka memasuki tahun kedua di peuterspeelzaal. Awal masuk tahun ajaran baru setelah liburan musim panas

Akhir Agustus 2012
saat mereka memasuki tahun kedua di peuterspeelzaal.
Awal masuk tahun ajaran baru setelah liburan musim panas

September 2013 Hari pertama masuk basisschool, mereka duduk di groep 1

September 2013
Hari pertama masuk basisschool, mereka duduk di groep 1

2 sept 2014 Pulang sekolah di hari pertama tahun ajaran baru dan mereka duduk di groep 2, walau masih di kelas yang sama tapi mereka telah naik tingkat menjadi groep 2

2 sept 2014
Pulang sekolah di hari pertama tahun ajaran baru dan mereka duduk di groep 2, walau masih di kelas yang sama tapi mereka telah naik tingkat menjadi groep 2

Jadi bagaimana menurut kalian tentang Sekolah Dasar di Belanda? Lebih fun tentunya. Dan yang jelas bebas biaya. Cinta dan Cahaya hanya diwajibkan membayar 60 euro selama satu tahun, untuk tunjangan aktifitas sekolah seperti wisata sekolah dan untuk biaya opvang atau jaga selama mereka istirahat di sekolah, (karena ada sebagian sekolah yang mengharuskan murid muridnya pulang ke rumah untuk makan siang di rumah dan nantinya akan kembali lagi pukul satu siang untuk melanjutkan sekolah) itupun bisa diangsur dalam tiga kali pembayaran dalam setahun.

Walau ulasannya cukup panjang lebar, semoga yang membaca tidak cepat bosan dan dapat mengerti mengenai penjelasan Sekolah Dasar di Belanda, walaupun hanya menjelaskan tentang kegiatan bermain dan belajar untuk groep 1 dan 2. Untuk groep selanjutnya tunggu penjelsan berikutnya jika Cinta dan Cahaya sudah duduk di kelas yang lebih tinggi.

Pemilu, Verkiezingenen gemeenteraad en gebiedscommissies

Tanggal 19 Maret 2014 dua hari yang lalu, akhirnya untuk pertama kalinya aku pergi ke pemungutan suara untuk pemilihan dewan kota (gemeenteraad) dan komite daerah (gebiedscommissie) wilayah Overschie dimana kami tinggal.
Image

Semuanya terjadi secara otomatis saja, aku menerima kartu stemmen kurang lebih sebulan sebelumnya lewat pos. Hak memilih akan didapat pada siapapun mereka yang tinggal di Belanda dengan syarat syarat sudah berusia 18 tahun ke atas, dan sudah tinggal minimal 5 tahun disini.
http://www.rotterdam.nl/verkiezingen

Awalnya aku ogah ogahan saat menerima kartu pemilihan, tak tertarik atau tak begitu mengerti menjadi hal yang saling berhubungan. Tapi empat hari sebelum pemilihan terjadi, aku bertemu dengan istri dari dokter pribadiku (yang kebetulan berprofesi sebagai asisten dokter) yang sedang berdiri di depan supermarket bersama seorang pemuda tampan yang sedang membagi bagikan selebaran sebuah partai. Aha mereka berdua sedang berkampanye! Dengan menebar senyum aku melempar senyum pada mereka, tak disangka si asisten memanggil namaku. Hai mevrauw Neville, serunya Waw tentu saja aku kaget, maka kami saling menyapa. Dia bertanya apakah aku akan menggunakan hak suaraku? Yang tiba tiba saja aku jawab dengan mantap, tentu saja! Walau sebetulnya tak pasti, hahaha. Kemudian dia bertanyata kesehatanku dan juga kesehatan si kembar. Di akhir perbincangan yang singkat aku menerima selebaran partai yang sedang dia kampanyekan.

Malamnya, aku bercerita pada Luc dan dengan yakin aku akan ikut memilih. Luc bertanya partai apa yang akan aku pilih, dia juga bertanya apakah aku tau apa bedanya partai kiri dan kanan. Dan aku dapat menjawab dengan benar partai partai apa saja yang termasuk kiri atau kanan, itu karena selalu dibahas di sekolah dan semakin mengertinya aku saat aku melihat berita disini. Tapi saat aku dihadapkan partai apakah yang akan aku pilih, aku masih tidak bisa menjawanb pasti. Kemudian Luc membukan sebuah site di internet. Ternyata site tersebut berupa pertanyaan pertanyaan yang harus aku jawab, dari jawaban yang aku berikan maka akan diberikan hasil yang cenderung sama untuk masukan partai apa yang sebaiknya aku pilih.
http://rotterdam.stemwijzer.nl/

Wow atau sejuta wow patut diberi pujian untuk advis yang diberikan oleh stemwijzer alias panduan cara memilih partai yang sesuai dengan hati nurani atau keinginan kita. Maka tak perlu rasanya aku membaca apa saja yang dijanjikan para partai yang jumlahnya tak kalah seru dengan partai di Indonesia (saking banyaknya).

Luc tertawa saat melihat hasil yang di anjurkan oleh stemwijzer. Wah ternyata pikiranmu tak jauh beda dengan pilihanku, seru Luc. Aku lebih cenderung ke sayap kiri ternyata. Sungguh aku tak tau sebelumnya jika saja tidak mencoba ikut quize stemwijzer tersebut. Yang aku ingat dari hasil yang diberikan dari quize tersebut adalah Partai SP, D66, PvdA, groenliks yang cocok dengan jawaban jawaban yang aku berikan yang sesuai dengan keinginanku untuk menjadi seperti apa Rotterdam nantinya.

Yang menarik disini adalah politik bukan salah satu hal yang menarik untuk membuka sebuah pembicaraan. Tak seperti halnya di Indonesia sepertinya seluruh masyarakat Indonesia seperti paham atau lebih tepatnya menjadi semacam hobi untuk membicarakan apa yang terjadi dengan pemerintahan, contohnya untuk tingkat bawahpun, saat aku berbicara dengan sopir angkot mereka dengan berapi rapi bisa begitu lancar membicarakan tentang keprihatinan mereka pada pemerintah, berkeluh kesah tentang kekecewaan yang selalu mereka alami karena janji janji saat kampanye tak pernah terjadi saat orang terpilih telah duduk di pemerintahan. Hingga akhirnya akan diakhiri dengan kesimpulan bahwa semua partai adalah sama, korup dan tak amanah. Jadi tak heran jika sekarang muncul sebuah nama yang diharapkan menjadi orang yang akan tetap jujur (degan harapan jikalau nanti terpilih) masyarakat kebanyakan begitu antusias untuk memilih dia dengan tanpa melihat partai pendukungnya (apakan paling korup atau tidak). Lihatlah betapa mereka begitu rindu akan kejujuran.

Disini kami sama sekali tak begitu tertarik untuk berbicara politik terutama pada orang yang belum begitu kami kenal. Tapi begitu ditanya partai apa yang akan anda pilih untuk pemilu nanti, mereka tak sungkan sungkan untuk menjawab dengan jujur, tanpa malu malu, tanpa sungkan dan tanpa takut dicemoohkan. Kebebasan mengungkapkan pendapat sepertinya sudah menjadibagian darah daging mereka, bagian dari gaya hidup mereka. Juga saat aku sepulang menjemput Cinta dan Cahaya dari sekolah, ada sebuah partai yang kembali menawarkan selebaran ke arahku, aku menerimanya juga memperbolehkan saat Cinta dan Cahaya ditawari permen loli oleh mereka, tapi tidak dengan seorang ibu yang kebetulan berjalan beriringan denganku. Dia dengan tegas menolak kertas yang disodorkan sambil berkata, partai anda bukan pilihanku!
Image

Dan pada hari rabu dua hari yang lalu, kami berempat datang ke tempat pemungutan suara. Luc menjemput kami dari kolam renang, karena hari rabu adalah jadwal les renang Cinta Cahaya, langsung dari tempat les kami datang ke tempat stemen. Tepat pukul 6 sore, saat kebiasaan orang Belanda makan malam. Lucunya kami disambut dengan aroma stampot saat kami memasuki ruangan pemilihan, ternyata orang yang sedang menjaga kotak suara sedang makan malam, hahaha. Rileks saja. Petugas yang memeriksa kartu stem kami, bertanya ramah padaku, apakah pemilihan ini hal pertama untukku? Yang langsung aku benarkan. Bahkan Cinta dan Cahayapun bisa asyik berbincang dan membantu mencapkan kartu stemku.
Image
Image
Image

Mendapatkan atmosfir yang rileks di ruangan tersebut, aku masih bisa dengan santainya membaca daftar nama nama para kandidat yang tertera di ketas pemilihan. Sedikit terbelalak mendapati nama partai yang belum pernah aku baca dan dengar sebelumnya. Tersenyum simpul melihat ada partai dengan nama Turki nya, yang menurutku pasti didirikan oleh orang orang Turki, dan begitu kembali ke nama partai yang belum pernah aku baca sebelumnya, aku memeriksa nama nama kandidat di bawah partai tersebut, dari delapan belas nama yang berurutan ke bawah hanya ada satu nama yang bernama orang Belanda, sedangkan yang lainnya adalah nama yang berbau Arab. Aha! Pikirku, tahulah aku berbasis apa kira kira partai tersebut. Kemudian aku melirik partai yang telah aku siapkan dari rumah, teringat akan pesan Luc dalam meberi trik mewarnai nama kandidat, usahakn warnailah kandidat yang paling atas, karena biasanya nama yang paling atas adalah nama yang paling berpengaruh di dalam partai tersebut. Pinsil warna merah yang tengah aku pegang hampir aku coretkan ke sebuah nama paling atas di partai yang telah aku siapkan, tapi tiba tiba aku begitu ‘menghormati’ naluri, mataku kembali ke sebuah partai yang baru aku baca hari itu dan tiba tiba saja aku telah sibuk mewarnai di sebuah nama Belanda diantara nama yang hampir serupa. Nama Belanda itu nama yang berbeda dari yang lainnya. Seperti biasanya aku kadang merubah arus, hari itu aku mencoblos nama partai yang baru aku kenal, yang tanpa aku ketahui sebelumnya apa program programnya, aku begitu mempercayakan sebuah nama yang berbeda dari kandidat yang lainnya yang ada di partai itu. Harus ada yang mendukung perbedaan dalam sebuah keseragaman, gumamku menguatkan. Teori yang aneh terdengar. Tapi biarlah, ini hanya tentang politik, yang menurut bawah (atau atas) sadarku adalah sebuah kesia siaan jika diperdebatkan, politik selalu sama. Pikirku tak begitu berpengaruh mungkin apapun partai yang menang, jika berada di sebuah negara yang telah terorganisir secara baik keseluruhan. Maka apapun pilihanku semoga membawa yang paling baik menurut nuraniku.

Dan kini dua hari setelah pemilihan, dunia politik kembali dikejutkan oleh pernyataan Wilders yang mengskreditkan orang orang Maroko di depan umum. Minder Marokkanen, serunya. Dan tentu saja perkataan itu, menimbulkan cemoohan hampir dari segala pihak. Rasis. Bahkan Luc pun yang aku kenal begitu menghargai hampir semua pendapat orang, ikut berkomentar ketika melihat tayangan tersebut, perkataan yang menjijikan, katanya.  Dan kini aku secara berulang ulang kembali melihat cuplikan tayangan tersebut di TV saking banyaknya berita yang menyayangkan atau merasa sebal dengan perkataan Wilders. Kemudian aku berkata pada Luc, apa perasaan orang orang yang ada di ruangan tersebut kini? Apakah mereka sekarang merasa malu dan menyesal telah bertepuk tangan gembira mengamini perkataan Wilders?

Tapi kemudian Luc menjawab pertanyaan yang tak sempat aku lontarkan.
Yayang, semua orang berhak dengan pendapatnya masing masing, tak jadi soal apakah mereka menyesal dengan perkataannya tersebut. Tapi dengan itu kita semakin bisa melihat mana yang baik atau yang kurang pantas. Akan sangat menyedihkan jika kita dihakimi karena darimana asal kita atau apa ras kita, apa warna kulit kita atau karena agama kita. Kita tak bisa dibedakan karena unsur unsur seperti itu. Yang berdeba adalah apakah kita orang baik atau orang tak baik.

Dan diantara perkataan Luc yang panjang lebar, diantara pemberitaan tentang Wilders yang semakin menuai kritik, aku berkata dengan lirih pada Luc, tahukah kau akan partai Nida? Luc menggeleng. Kemudian kami sama sama melihat internet. Betapa terkejutnya kami begitu melihat hasil kursi yang berhasil disabet partai tersebut, dari 45 kursi yang diperebutkan partai tersebut berhasil menyabet dua kursi atau lima persen dari total jumlah pemilih. Prestasi yang sangat besar dari pemilihan sebelumnya yang hanya nol persen tak jelas juga bagiku apakah pemilihan sebelumnya partai Nida termasuk dalam pemilihan partai?
Image

Kemudian sambil tersenyum aku berkata, Luc di hari pemilihan itu aku memilih Nida untuk Rotterdam dan memilih PvdA untuk Overschie. Kemudian  aku menambahkan mengapa aku memilih kedua partai tersebut, Nida karena aku mendapati satu nama kandidat yang berbeda dalam partai tersebut. PvdA karena aku bercengkrama dengan asisten dokter yang sekaligus istri dari dokter pribadiku yang tengah berkampanye dan juga karena aku sedikit mengenal nama PvdA sebuah partai tengah cenderung kiri. Sambil tertawa tawa mendengar alasanku memilih Luc masih sempat berseloroh, jadi kau tak memilih partai berdasarkan advis yang telah aku dapatkan dari stemwijzer? Aku menggeleng sambil berseloroh ke arah Luc, sorry hoor aku tak memilih partaimu. Dan partai yang sesuai dengan keinginanku akan Rotterdam berdasarkan stemwijzer adalah SP alias sosialis partij. Partai ekstrim kiri!

Hahaha, sebetulnya berbicara tentang politik adalah pembicaraan yang sering aku hindari, selain masih berpikiran bahwa semua partai adalah sama saja juga karena menurutku bukan sesuatu yang penting. Tapi seperti anjuran Luc untuk tidak malu dan sungkan mengungkapkan semua pilihan tanpa ragu ragu adalah salah satu terapi untuk belajar tegas dan berani. Selama  pilihan dan pendapat itu tidak mengganggu orang lain, mengapa tidak? Bukankah dari situ kita juga jadi semakin menghargai pendapat dan pilihan orang lain?

Hhmmmmmmm dengan menarik nafas panjang, aku segera menyudahi tulisan panjang ini, semoga aku tak menulis tulisan yang menyinggung pihak lain. Peace.

Blue Monday


Hidup di negara yang mempunyai empat musim, membuat kita jadi rajin untuk selalu mengikuti prakiraan cuaca alias ramalan cuaca, kalo lupa satu hari saja tidak nemgecek cuaca hari ini, maka tau sendiri akibatnya……bisa salah kostum, bahkan kalo kita hanya menarik garis kesimpulan untuk hari ini tanpa melihat apa yang terjadi nanti siang bisa fatal juga, contohnya pagi hari cuaca cerah tau tau jam 12 bisa terjadi hujan. Jadi sebelum melakukan aktifitas cek baik baik apa kata ramalan cuaca jam 6 pagi, 12 siang dan 6 sore, karena pa yg diramalkan 90% selama ini selalu terbukti benar.

Seperti hari ini tgl 17 Jan 2011, hari ini disebut juga hari senin kelabu alias Blue Monday, kenapa begitu?

Begini ceritanya…….
Hari ini tepat  akan jatuh malam terpanjang dan siang terpendek dalam satu tahun. So saya segera mengecek islamic finder panduan kita semua ( jadwal sholat dll) dan benar setelah saya liat hari ini Fajr jam 06.41 (kalo di Indonesia mah adzan awal) dan sunrise 08.43, walau dikatakan jam 9 pagi akan mulai terang, tapi sekaran jam 11 siang  masih terasa jam 6 pagi di Indonesia. Dan hari akan mulai gelap gulita pada jam 17.00 alias adzan magrib mulai berkumandang.

Di waktu musim dingin juga biasanya kami berlomba lomba puasa senin kamis (pasti tau alasannya kan……hehehe yap! waktunya singkat)

Tentunya ada malam terpanjang dan ada juga malam terpendek, ya….malam terpendek jatuh pada pertengahan musim panas nanti  atau disebut juga the happiest day of the year.

Tadi pagi saya melihat berita di TV yang cukup membuat saya tertawa, hari ini di suatu tempat (di Belanda) akan dibuka workshop untuk menghalau blue monday menjadi ceria, caranya kita diajak tertawa bersama.

Nah bagi mereka yang suka itung itungan dan suka berlagak jadi ilmuan (kadang seperti suamiku yg harus jelas segala sesuatunya hehehe) berikut saya lampirkan bagaimana perhitungan blue monday bisa jatuh hari ini

http://nl.wikipedia.org/wiki/Blue_Monday_(dag)

Blue Monday is a name given to a date stated, as part of a publicity campaign by Sky Travel, to be the most depressing day of the year.

This date was published in a press release under the name of Cliff Arnall, at the time a tutor at the Centre for Lifelong Learning, a Further Education centre attached to Cardiff University. Guardian columnist Dr Ben Goldacre reported that the press release was delivered substantially pre-written to a number of academics by Public Relations agency Porter Novelli, who offered them money to put their names to it.[1] The Guardian later printed a statement from Cardiff University distancing themselves from Arnall: “Cardiff University has asked us to point out that Cliff Arnall… was a former part-time tutor at the university but left in February.”[2]

According to a press release by a mental health charity[3], the formula is:

http://upload.wikimedia.org/math/1/d/a/1da90efee88e1a738833621cba3b84ff.png

where weather=W, debt=d, time since Christmas=T, time since failing our new year’s resolutions=Q, low motivational levels=M and the feeling of a need to take action=Na. ‘D’ is not defined in the release, nor are units.

Arnall says the date was calculated by using many factors, including: weather conditions, debt level (the difference between debt accumulated and our ability to pay), time since Christmas, time since failing our new year’s resolutions, low motivational levels and feeling of a need to take action. Writing about the calculation, Goldacre stated: … the fact is that Cliff Arnall’s equations … fail even to make mathematical sense on their own terms.[1]

This date allegedly falls on the third Monday of January. The date was declared by Arnall to be 24 January in 2005,[4] 23 January in 2006,[5] 22 January in 2007,[6] 21 January in 2008,[7] 19 January in 2009[8], 18 January in 2010 and 17 January in 2011 [9]

Mr Arnall also says, in a press release commissioned by Wall’s ice cream,[10] that he has calculated the happiest day of the year – in 2005, 24 June,[11] in 2006, 23 June,[12] in 2008, 20 June,[13] in 2009, 19 June[14] and in 2010, 18th June.[15] So far, this date has fallen close to Midsummer

PS.
Itu catatan tiga tahun yang lalu. Hari ini tanggal 20 Januari 2014, adalah hari blue monday juga.
Kalian merasa ‘blue’?
Aku tidak! Walaupun hari ini mendung luar biasa, tidak begitu dengan hatiku. Seperti pepatah bilang cuaca boleh mendung, asal jangan jiwa kita. Mari kita usahakan untuk selalu riang gembira.
*anjurankhususnyauntukdirikusendiri*