Tante

Awal bulan oktober ini aku dapat email dari seorang student asal Indonesia yg akan melanjutkan kuliah di Rotterdam, janjian buat ketemuan setelah beberapa bulan sebelumnya dia banyak bertanya tentang seluk beluk kehidupan di Rotterdam, dia banyak bertanya pada ku mulai dari cari rumah dan cara tepat mencari alat transportasi yang ringan di kantong.

Hari janjian pun tiba, student tersebut datang bersama istrinya ke Belanda, pasangan muda.

Aku mengajak berkeliling di seputaran pusat kota Rotterdam, mereka menyukai tour kecil kami. Entah dari mana awalnya mereka bertanya padaku angkatan tahun berapa aku saat kuliah dulu. Saat aku menjawab pertanyaan tersebut tak hanya mereka yang terkejut mendengar jawabanku, diriku pun ikut terkejut. Haaahhh sudah berpuluh tahun yang lalu!

Sekonyong konyong si student itu menatapku sambil berkata… Aduh mbak maaf kan saya, seharusnya saya memanggil mbak…. Tante!

Mendengar kata katanya, diriku merasa TUA sekali!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Advertisements

Ex Rotterdam Schiedam Reunion

5 Agustus 2018

Hari keduapuluh dua

Mungkin tulisan basi dan tidak layak tayang😩, tapi sudah lah lupakan ketidaklayakan dan kebasian!

Meneruskan cerita hari hari saat liburan yang lalu, akhirnya sampai juga ke hari keduapuluh dua. Hari sabtu itu tgl 5 Agustus sehari setelah kami kembali ke Bandung dari Kuala Lumpur, jadwal ketemuan dengan para ‘ ex students PHD di Belanda’ dan diriku akhirnya terlaksana.

Kami janjian makan siang di mall trans beserta keluarga, heboh seperti dua tahun lalu. Dan walau pun aku datang tepat waktu ternyata teman teman yang lain sudah pada datang duluan, keren lho ga pake alesan macet.

Jadi begini, awal pertemananku dengan para student ini adalah dengan cara yang ajaib menurutku. Saat itu aku sedang berada di sebuah tram dengan si kembar yang baru berumur satu tahun. Aku berdiri sambil memegang kereta dorong si kembar, sementara di depan ku berdiri seorang perempuan muda. Wajahnya semakin sumringah saat mendengar aku berbicara bahasa Indonesia pada si kembar.

Wanita muda itu menyapa, kemudian bertanya akan sesuatu yang mustahil dia tau menurut ku, dia bertanya pada ku apakah aku pernah dirawat di rumah sakit Erasmus? Bertanya tentang si kembar disusul pertanyaan pertanyaan yang membuatku terbelalak namun aku Iya kan. Setelah dia yakin, bahwa aku orangnya kemudian dia memelukku.

Kemudian meluncur lah ceritanya, aku dikenal dia hampir satu tahun yang lalu, saat kasus sakitku jadi bagian penelitian di rumah sakit. Dia yg bekerja (penelitian) di salah satu labotarium di Erasmus termasuk orang yang meneliti kasus ku.

Aneh rasanya saat aku berkenalan namun menitikan air mata, saling bertukar nomor telephone dan berjanji akan saling berkomunikasi.

Beberapa bulan kemudian aku diundang ke rumah nya, merayakan ultah anaknya yang ternyata beda setengah tahun saja dengan si kembar, darisitulah aku mengenal sesama orang Indonesia yang tinggal di Belanda, para student! Ada empat keluarga yang kemudian menjadi dekat dengan kami. Tak hanya Luc saja yang nyaman tapi si kembar pun sangat antusias jika bertemu dengan mereka. Luc bilang ngobrol dengan mereka membuat dirinya menjadi lebih muda dan fresh, mereka orang orang muda yang menyenangkan.

Kini walau pun mereka semua telah kembali ke Bandung tapi pertemanan kami tak putus, ada memori indah yang selalu aku ingat tentang mereka. Tentang obrolan menjadi seorang ibu untuk yg pertama kali, memori saat nonton Harry Potter edisi terakhir dan saat itulah untuk pertama kalinya aku pergi ke bioskop di Belanda, pergi piknik, masak rame rame, naik kereta api, ke museum. Empat pasangan suami istri tersebut sama sama sekolah, super sibuk dengan penelitian mereka, masih harus mengurus anak pula.

Kini mereka satu persatu kembali pulang ke Bandung, ada di antara mereka yang bekerja di negara lain, dan saat kami liburan ke Indonesia pun mereka sedang mudik pula di Indonesia. Bagiku mereka tetap keluarga keluarga yang bersahaja yang aku kenal di Belanda, aku pernah melihat salah seorang di antara mereka di TV yang membuat ku bangga dan terharu. Aku juga melihat yang lainnya menerima penghargaan dari suatu badan dunia luar negeri untuk penelitian mengenai obat HIV. Aku juga melihat dua dari mereka saat sidang defense nya. Ikut mengharu biru dan berdoa. Bahkan Luc pun ikut menghadiri salah satu sidang mereka, saat tema yang di angkat berhubungan dengan pekerjaan Luc saat ini.

Pertemuan kami saat ini tak hanya di Indonesia saja, kadang mereka pun masih datang ke Belanda untuk keperluan pekerjaan mereka. Dan kami masih bisa tertawa bersama seperti dulu.

Sehari setelah Pertemuan tersebut, salah satu dari mereka memajang foto kami di medsos, mataku berair membawa tulisan yang menyertai foto tersebut.

Inilah yang dia tulis;

A strong friendship doesn’t need daily conversation,
Doesn’t always need togetherness,
as long as the relationship lives in the heart, true friend are never part.

A star is born

Bergerakmu, Sehatmu
Lelahmu, Ibadahmu
Kemampuanmu, Bekalmu
Pengalamanmu, Kekayaanmu
Perjuanganmu, menjemput Kebahagianmu
Ridhoku, Ridho Allah Swt
Berbahagialah Yang!!!
Senyumlah Yang!!!
Allah mendampingimu dengan sukacita Nya, dengan senyum Nya
Aamiin Ya Robbal Alamin.

Dear ibuku,

I reed your massage when I was in the train to work! At 6 o’clock while a lot of people are still fast asleep. My eyes glazed reading your massage, in the day my birthday. I really wanted to reply back then but I hold on. Thank you ibuku, for all the prayers that all have never stop for me. This is me now. Same as you, a mother and a wife. All your prayers are provision of my journey.

Not being able to count how many hurting I’ve ever made to you, forgive me. My age is increasing and the share of my life in the world will decrease. Now I can begin to understand how life works. It turns out that it is not just a cause or a luck, but a journey and struggle to get divine blessings. If we do good, we will get good results. It turns out that not only that, there are times when even though we are doing our best to do good, being honest turns out that sweet results are not always held by us. We can suddenly fall down because we do our actions to always walk on the right path. You educate me to believe that. Now I learn that belief is not enough. It turns out that I always have to be grateful, thank you for what I have gained every day. Yes, what do you say happy people focus on what they have, unhappy people? Focus on what is missing. I choose to be a happy person, I will learn to be grateful for what I have gained.

I always thought that I was a simple person. It’s enough to just pray that my family and I will be fine. It turned out that my prayer was something I had to fight for in volumes. I had to make sure that every time I woke up I had to be grateful that I was still given the chance to kiss the twins, give them a prayer for the day, make sure my anger didn’t appear when the twins didn’t heed my words. Had to make sure I didn’t kick my husband because he forgot to turn off the bathroom lights or put dirty clothes in the right place!

It turned out that I was alleviating a lot of things, I wanted to make sure I was in the right control, not giggling when I read stupid comments in a group of whats App, it still had a cool head when thousands of hoaks articles filled my phone share many times. Trying not to yelling curses when I saw talk shows on Indonesian television.

My age is increasing now, and I want to be able to be a forgiving and patient human being like my father. Can it? I’m trying, for everything. Not too hopeful to always get sweet friends, easy and fun work, people around who are fun and supportive of me. I tried to get it. It turns out I have to make peace with everything, ensuring that everyone has different qualities, accepting difference is a way to achieve happiness. I became able to smile when a friend let me down, I could laugh intently when my husband forgot to turn off the bathroom lights and didn’t suffocate his neck with anger, just stopping my fingers telling him to go back to the bathroom and he would carry out my orders well and without bloodshed. To achieve happiness requires sanity and wisdom.

Dear ibuku, everything is because of your prayers. I am strong and keep running is because of you. Thank you ibu to making me a star!

#Happy birthday to me!