Lebaran tahun 2018: Hari ibu dan anak perempuannya

Judulnya panjang banget, judul yg sekaligus rangkuman cerita hari raya Idul Fitri yang baru lewat.

Selama ini setiap hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, aku datang untuk mengikuti sholat ied seorang diri, kecuali jika hari raya tersebut jatuh di hari weekend, Luc dan anak anak akan turut serta.

Untuk tahun ini aku berharap sekali lebaran bakal jatuh di hari sabtu, harapan pupus saat KBRI beserta mesjid Al Hikmah Denhaag mengumumkan bahwa lebaran akan jatuh di hari jumat. Akhirnya aku meminta izin pada Luc untuk meminta libur sekolah untuk anak anak. Formulir yang bisa di download via website sekolah dan dikirim melalui email tidak aku lakukan, aku langsung menemui guru si kembar dan mengabarkan pada nya bahwa si kembar tidak bisa masuk sekolah karena akan merayakan suiker feest (lebaran). Agak terbelalak pak guru berkata bahwa aku tak perlu datang ke administrasi sekolah, dia lah yang akan mengurusnya. Keesokan harinya si kembar membawa formulir yang harus aku isi dan di kembali kan pada pak guru hari berikutnya.

Oh ya untuk puasa tahun ini, sama dengan tahun sebelumnya si kembar belajar menjalankan ibadah puasa semampunya di hari sabtu dan minggu. Mereka ikut sahur denganku dan mereka berbuka pukul 12 siang.

Hari jumat tanggal 15 juni tepat dua minggu yang lalu kami sudah ada di mushola pukul 9 pagi diantar oleh Luc, sementara dia meneruskan perjalanan ke kantor.

Karena si kembar memakai kain batik untuk mengimbangi si kembar aku pun memutuskan memakai celana kulot batik.

Di mushola biasanya si kembar akan sibuk bermain dengan anak lain seusianya. Tapi tidak kali ini, dia membantu diriku di dapur mushola menyiapkan kue kue, menyusunnya di piring plastik untuk memudahkan para jemaah menyicipi kue kue seusai sholat ied nanti.

Orang orang tinggal ambil perpiring

Setelah tugas ku selesai di dapur, aku segera masuk ke ruangan tempat sholat ied akan dilangsungkan, lagi lagi si kembar menurut saat aku giring ke tempat sholat, mengikuti sholat ied dengan tertib dan duduk diam saat khotib berceramah, mereka berdua sibuk menjaga bayi usia dua bulan yang berada ibunya duduk disampingku.

Selesai sholat ied, aku yang biasanya membantu ibu ibu mushola di dapur tak aku lakukan kali ini, aku ikut segera ikut mengantri seperti tamu jemaah lainnya, makan! Si kembar yang biasanya sulit makan pun hari itu lahap makan nya.

Usai makan dan beramah tamah, biasanya aku membantu membereskan makanan dan ikut bergabung untuk acara halal bihalal di kbri denhaag, tapi karena aku telah berjanji pada si kembar bahwa kami akan segera shopping ke stad, maka aku tak bisa membantu membereskan makanan yang masih melimpah di mushola dan segera pamit untuk lari mengejar tram.

Dan lihat lah gaya ku mohon pamit pada ka Endjat yang aku dan Luc anggap seperti kakak di Belanda.

Kami memakai tram untuk bisa mencapai centrum.

Senangnya si kembar karena aku membolehkan mereka memilih pakaian yang mereka suka, berkali kali mereka mengucapkan terima kasih dan berkata bahwa aku ibu paling baik sedunia. Ehemmmm!

Dan aku membolehkan mereka mengganti baju yang mereka pakai dengan baju yang baru saja mereka beli. Sambil duduk di bangku depan beurs kami menikmati lumpia Vietnam kesukaan mereka, kramjes mama Hong!

Dari situ kami segera ke perpustakaan, meminjam buku dan bermain sebentar disana, kemudian minum coffee di Hema (karena murah meriah) untuk ku, sedangkan anak anak boleh memilih makanan yang mereka sukai. Mereka memilih pannenkoeken.

Kami menghabiskan waktu di situ sambil menunggu Luc menjemput kami.

Hari lebaran kami kali ini benar benar hari menyenangkan untuk ku dan si kembar.

Aku tak masak opor hari itu, juga tak mau dibekali makanan apa pun dari mushola, hari sabtu kami akan keluar juga seharian, pagi ambil sepeda yang sudah aku beli di marktplats (second hand), kemudian pergi ke Utrecht janjian dengan tukang taman untuk melihat contoh taman yang kami ingin kan. Dari sana kami langsung meluncur ke Almere memenuhi undangan seorang teman untuk merayakan lebaran. Ceritanya open House tapi yang diundang hanya dua keluarga saja Hahaha, tapi itu ternyata sangat menyenangkan karena kami semua yang sudah mengenal sangat akrab bisa bercerita tentang segala hal, bahkan hal hal yang sebelumnya tidak aku ketahui tentang masa muda Luc terpapar di hari itu.

Oh ya aku sengaja tidak masak opor di hari lebaran karena hari selasa beberapa hari setelah lebaran aku mengadakan makan siang singkat dengan beberapa teman dekat.

Tak banyak yang aku buat. Ceritanya mau membuat lontong cap gomeh tapi akhirnya menu opor ayam namun di campur labu siam, masakan lainnya adalah sambal goreng kentang ala ibuku yaitu sambal goreng kentang ditambahi santan kental masakan lainnya adalah ase cabe. Semua masakan tersebut aku buat pagi hari sebelum teman teman datang kecuali ketupat yg aku buat malam sebelumnya, beruntung aku diberi sarung ketupat yang dibuatkan teman baik ku beberapa minggu sebelumnya, dia mempunyai janur bekas upacara galungan, janur janur yg tidak terpakai dari pada dibuang dia bawa pulang khusus karena ingat diriku, dia membuatkan sarung ketupat dan aku menyimpannya di frezer barulah aku keluar kan saat aku membutuhkannya untuk dibuat ketupat.

Dan inilah masakan ku hari itu, persis pas untuk lima orang termasuk diriku siang itu dan sisanya di makan Luc dan anak anak saat makan malam.

Walau singkat tapi kami masih sempat nonton film Jokowi yang aku temukan secara tak sengaja di YouTube. Tentunya sambil ngemil berbagai macam cemilan dari Indonesia, yang sebagian besar berbagai macam kerupuk.

Advertisements

Kinderromelmarkt

Hari ulang tahun raja setiap tahunnya dirayakan oleh seluruh masyarakat Belanda. Pesta rakyat tepatnya. Libur nasional. Di hari itu, rakyat boleh berjualan tanpa dikenakan pajak. Bebas merdeka. Karena yang berjualan adalah para amatir tak heran barang yang dijual adalah barang barang bekas.

Seperti halnya dua tahun lalu, kali ini pun Cinta dan Cahaya mencoba peruntungan seperti sebelumnya.

Aku memutuskan berjualan di dekat rumah saja, setelah melihat koran lokal yang menyebutkan bahwa kinderromelmarkt di mulai pukul 7 pagi hingga 12 siang. Kami datang ke lokasi pukul 9 pagi dalam keadaan sudah ramai. Karena tempat strategis sudah terisi, kami memberanikan diri menggelar dagangan di tengah jalan persimpangan yang kemudian diikuti 3 penjual kesiangan lainnya disisi kanan kiri.

Nasib baik tidak berpihak pada si kembar kali ini, dagangannya tidak diminati pembeli. Jelas kalah telak. Mainan mereka sudah butut dan tidak terawat.

Aku membiarkan si kembar berdagang tanpa pengawasanku, sementara aku berkeliling melihat lihat dagangan yang lain, bahkan aku masih sempat berbelanja ke supermarket dan toko sepatu.

Saat aku kembali, mereka bercerita bahwa sepeda mereka banyak yg berminat, tapi para pembeli mengurungkan niatnya begitu tahu harga yang disebutkan (harga tersebut muncul atas saranku). Helm seharga 1,5 euro di bayar 5 euro krn mereka tidak punya kembalian, pembeli dengan entengnya berkata just keep it! Amazing banget. Juga mobil mobilan barbie yg di bayar lebih dari harga yg ditawarkan si kembar.

Pukul 12 siang, petugas menyuruh kami membereskan barang dagangan, kinderromelmarkt harus segera berakhir yang kemudian digantikan oleh aktivitas untuk anak anak, seperti melukis wajah, musik bahkan ada trampoline dan luchtkussen klimband.

Kekecewaan si kembar karena dagangannya tidak laku sedikit terobati saat mereka melihat penjual kembang gula dan memutuskan membeli kembang gula tersebut (pakai uang hasil jualan).

Kembali ke rumah aku harus membereskan kembali mainan yang tidak laku, sebagian masuk tempat sampah sebagian kembali masuk schuur(gudang). Menunggu tahun depan untuk dijual kembali atau diberikan pada kenalan kami.

5 Desember

Delapan tahun lalu di bulan Desember aku menerima kiriman buku buku pelajaran bahasa Belanda bagi pemula dari Luc, yang dikirim langsung dari Belanda ke Indonesia. Buku yang berjumlah tiga buah itu disertai beberapa batang coklat, yang dikemudian hari aku mengenalnya dengan sebutan chocolade letter. Seluruh keluarga intiku mendapatkan coklat yang berbentuk alfabeth sesuai huruf depan nama mereka, tak ketinggalan seluruh ponakanku mendapat coklat tersebut. Luc menyebutkan di dalam surat singkatnya, kado dari Sinterklaas.

Satu tahun kemudian, setengah bulan semenjak kedatanganku ke Belanda aku merayakan Sinterklaas di rumah Sandra dan keluarganya. Luc membeli kado untuk seluruh anggota keluarga sahabatnya itu, kemudian drama pun dimulai, aku yang saat itu tak bisa berbahasa Belanda hanya mengikuti saja, ikut terbelakak saat Ferdinand membuka pintu dan disitu ada karung yang berisi kado kado di depan pintu. Anak anak berteriak heboh. Hanya Tibo saja yang nyengir seperti mengerti bahwa itu drama belaka, sedangkan kedua adiknya menjerit jerit kegirangan. Hari itu aku mendapat beberapa kado kecil dari Sinterklaas. Hmmmm tentu saja dari Sandra dan Ferdinand! Acara di rumah Sandra itu namanya Pakjesavond.

Pakjesavond adalah tradisi Belanda yang diadakan pada tanggal 5 Desember di malam hari. Sinterklaas datang ke rumah rumah dan menyerahkan kado kado di malam itu, dan di pagi harinya pada tanggal 6 desember Sinterklaas akan kembali ke Spanje untuk berlibur demikian  menurut adat yang dipercayai oleh anak anak. Tentu saja semua itu hanya bohong karena orang tualah yang menyiapkan segalnya.

Tahun pertama, kedua dan ketiga sejak anak anak lahir, kami tak merayakan Sinterklaas. Anak anak pun kemudian mengerti dari sekolah dan teman teman, bahwa jika mereka menempatkan sepatu yang diisi wortel, apel atau gambar untuk Sinterklaas di depan perapian, maka keesokan harinya mereka akan mendapatkan hadiah. Hampir aku mengatakan bahwa itu hanya dongeng belaka, tapi kemudian aku menyetujui  usulan Luc untuk membiarkan mereka menebak sendiri apakah itu hanya sekedar dongeng atau bukan.

Desember 2013, anak anak mengisi sepatu mereka. Dan setiap pagi mereka kecewa mendapatkan sepatu mereka kosong, kemudian Luc berkata bahwa Sinterklaas hanya datang pada tanggal 5 Desember saja ke rumah ini pada saat pakjesavond, atau malam tanggal lima Desember saat Sinterklaas membagi bagikan hadiah buat anak anak yang baik dan tidak nakal.

Dan janji Luc pada anak anak dipenuhi, hari itu pada tanggal 5 Desember 2013 satu jam setelah anak anak masuk kamar, Luc membuat kegaduhan, berteriak teriak bahwa ada Sinterklaas, terus terang aku saat itu hanya tertawa saja tak ikut heboh seperti Luc, karena aku tahu anak anak benar benar sudah tertidur. Tak ada reaksi sama sekali dari kamar mereka akhirnya kami membangunkan mereka. Hahaha drama konyol Luc menyambut kedatangan ‘Sinterklaas’ sama sekali tak diketahui anak anak. Tapi untunglah usaha Luc dibayar maksimal oleh Cinta dan Cahaya mereka benar benar kegirangan menerima limpahan kado yang banyak melebihi saat mereka berulang tahun.

Pakjesavond 2013

Pakjesavond 2013

Satu tahun kemudian, ritual menempatkan sepatu di depan perapian terulang kembali. Tak hanya Cinta dan Cahaya yang tambah bersemangat tapi papanya pun tak kalah bersemangat, dia mulai menempatkan hadiah kecil disepatu mereka saat mereka telah tidur. Dan pesta besar pada pakjesavond kali ini tak hanya untuk Cinta dan Cahaya saja karena Luc pun membelikan kado kado kejutan untuk diriku dan juga untuk dirinya. Mendapat kado seperti itu malah mengurungkan niatku untuk tutup mulut pada anak anak bahwa kamilah yang menyiapkan kado kado itu bukan Sinterklaas. Aha!

Pakjesavond 2014

Pakjesavond 2014

Dan tahun ini, temanku merencakan memanggil Sinterklaas ke rumahnya, tiga minggu sebelum tanggal lima dia sudah mengontak Sinterklaas dan membuat deal bahwa Sinterklaas akan datang ke rumahnya pada tanggal 4 desember, tak bisa tanggal lima karena fullbook! Akan ada lima orang anak yang hadir, si kembar, anaknya dan dua ponakannya.

Aku mulai sibuk membeli kado kado kecil buat anak anak. Begitupun temanku. Rencana tinggal rencana, seminggu sebelum hari H, temanku masuk rumah sakit! Aku menawarkan padanya untuk membatalkan Sinterklaas. Tapi dia berkata bahwa mengundang Sinterklaas adalah impian suaminya untuk membuat suprise untuk anaknya. Maka acarapun tetap berjalan, aku mengambil alih. Berusaha semuanya tetap berjalan seperti rencana semula. Dan acarapun sukses luar biasa. Anak anak benar benar mendapat banyak kado. Akupun ikut duduk di pangkuan Sinterklaas dan tentu saja mendapat kado, good girl! Hahaha. Sementara temanku terbaring di rumah sakit dan hanya menerima foto foto dan video singkat yang aku kirim langsung dari rumahnya. Ooohh dear Hanny get wel soon!

Yang membuatku terpana adalah saat Sinterklaas masuk rumah, dia seperti Sinterklaas yang ada di TV, begitulah sosoknya, tinggi, kurus dan silent! Tapi yang lebih mencengangkan adalah saat mendengar komentar Cahaya, Sinterklaas adalah orang yang pake kostum menyerupai Sinterklaas, ini Sinterklaas palsu katanya.

Dipangkuan Sinterklaas

Dipangkuan Sinterklaas

IMG_20151204_182338318

Barulah beberapa hari sesudahnya temanku yang lain berkata padaku bahwa dia pernah mengobrol dengannya bahwa Sinterklaas tidak ada, mereka hanya orang biasa yang memakai kostum Sinterklaas. Bagaimana mungkin Cahaya bisa berkata seperti itu karena pada pakjesavond dia begitu percaya bahwa kado yang dia terima adalah dari Sinterklaas? Hahaha, entahlah.

Pakjesavond 2015

Pakjesavond 2015

Jika tahun depan mereka sudah tak percaya pada cerita Sinterklaas, bisa jadi bahwa pakjesavond tahun ini adalah pakjesavond terakhir di rumah kami. Who knows!

Kalo kalian dapet kado apa tanggal 5 desember kemarin? 🙂 😉 😉

Koningsdag – Hari Raja

Hari ini seluruh penduduk Belanda merayakan hari jadi sang raja. Koning Willem Alexander. Ini tahun kedua sang raja berkuasa, setelah sang ratu lengser dari tahtanya dan menyerahkan kekuasannya pada generasi berikutnya. Kontra sekali dengan Ratu Elizabeth yang masih enggan melepas kekuasannya.

Sebelun tahun 2014, pesta rakyat ini disebut hari Ratu atau Koninginedag yang diperingati setiap tanggal 30 April, yaitu hari kelahiran ratu Juliana.Juliana adalah nenek dari raja Willem yang berkuasa sekarang, ketika kekuasaan turun ke  Beatrix, Beatrix memutuskan menggunakan tanggal kelahiran ibunya untuk memperingati kelahirannya, Hal tersebut dilakukan karena alasan cuaca. Ulang tahun sesuanggunya adalah tanggal 31 Januari, ga seru rasanya kalau pesta rakyat dirayakan di tengah cuaca dingin. Nah beruntunglah Willem yang berulang tahun di musim semi, sehingga dia bisa benar benar merayakan ulang tahunnya bersama rakyat di hari yang sebenarnya.

Di Belanda setiap hari ulang tahun raja atau ratu maka akan dirayakan oleh seluruh rakyatnya. Para rakyat di hari itu semua libur, tak ada toko atau kantor yang buka (tapi hari ini aku melihat beberapa supermarket buka setengah hari). Di hari ini semua orang dibebaskan untuk berjualan semau mereka. Nah apa yang dijual? Tentu saja barang barang yang sudah tak terpakai lagi alias barang bekas.

Jika kalian beruntung dan teliti mencari, maka kalian bisa mendapatkan barang barang yang masih berkualitas atau yang bermerk bisa didapaktkan dengan harga miring, nyaris gratis malah.

Di pesta rakyat ini adalah kesempatan rakyat melihat keluarga kerajaan turun ke jalan, setiap tahunnya keluarga kerajaan datang ke kota yang berbeda. Tahun ini mereka datang ke Dordrecht kota kecil tak jauh dari Rotterdam. Aku datang ke Dordrecht? Tidak! Seperti tahun lalu aku merayakannya di Ridderkerk, juga kota kecil yang tak jauh dari Rotterdam. Di rumah teman yang sudah kuanggap keluarga sendiri. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, datang ke Ridderkerk lebih menyenangkan dari pada merayakan di kota besar. Mengapa begitu? Alasan utama tentu saja tak terlalu ramai dan yang paling penting untukku adalah yang jualannya nyaris semuanya penduduk asli Belanda, menurut pengamatanku mereka sangat apik pada barang barang miliknya, jadi aku bisa melihat banyak pilihan mencari barang yang masih bagus dengan harga yang murah.

Tapi sayang sekali tahun ini aku tak seberuntung tahun kemari. Berikut cerita pilunya.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul setengah satu. Tiba disana sekitar pukul satu setelah Luc memarkir mobil, kami memijit bel rumah teman kami (teh Neni), dua kali tak ada orang yang membukan pintu. Curiga aku segera mengecek HP, betul saja ada dua miscall disitu beserta whatsapp yang mengabarkan temanku sudah pergi ke centrum sekitar 15 menit yang lalu. Setelah aku telpon balik, kami janjian untuk bertemu di toko sepatu Van Haren, aku, Luc dan anak anak hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit untuk mendapatkan temanku disana. Cinta dan Cahaya yang melihat permainan anak anak berupa luchtkussen yaitu plastik udara yang berupa bantal sehingga anak anak bisa meloncat loncat disana. Tentu saja Cinta dan Cahaya tak mau beranjak dari sana sehingga aku memutuskan untuk berpisah dengan Cinta dan Cahaya yang dijaga Luc dan jika anak anak sudah bosan bermain Luc akan langsung ke rumah temanku dengan harapan suami teh Neni sudah pulang ke rumah saat Luc selesai menemani Cinta dan Cahaya (sang suami sudah pergi meninggalkan sang istri karena sang istri sibuk liat liat di suatu tempat sementara dia sudah tak sabar lagi menunggu, maka berpisahlah mereka hahaha biasalah suami mana tahan harus menemani istri yang sedang berbelanja, ini barang baekas lagi yang diburu hihih) sehingga aku bisa bebas melihat lihat barang barang bekas dengan teh Neni.

Rasanya tak lama dari aku meninggalkan Luc, rencana konigsdag tahun ini adalah berburu Lego untuk Cinta dan Cahaya, mereka ingin Lego princess, lego belum didapat sementara tanganku sudah penuh karena aku membeli tiga pot yang cukup besar dan aku harus menentengnya dibantu teh Neni, tak lama dari membeli pot HP teh neni berdering nomorku yang muncul disana, ya aku memberikannya pada Luc saat berpisah karena Luc tidak membawa HP (selalu!!!) untuk berjaga jaga jika rumah teh neni masih terkunci karena sang suami belum kembali jika Luc memutuskan untuk pulang ke rumah teh Neni. Karena yang muncul nomorku, teh Neni langsung memberikannya padaku. Suara Luc terdengar tegang, katanya… kembali kalian sekarang ke rumah teh Neni, rumahnya kemalingan. What? Disiang bolong begini?

Kembali ke rumah temanku itu, kami mendapatkan pemandangan mengenaskan, lemari buffet besar yang ada di ruang duduk semuanya sudah terbuka. Ada tiga kamar tidur disana, satu kamar tidur anaknya pintu lemari pakaian hanya terbuka tapi tidak dibongkar, sementara kamar yang lain tidak dijamah. Kamar temanku yang paling parah, nyaris tak bisa dilalui karena semua isi lemari berhamburan keluar, laci laci seudah bertebaran kemana mana, aku kaget sejadii jadinya banyak tas yang berhamburan baru aku tau temanku itu mengoleksi banyak tas, tentu saja bukan tas sekelas Syahrini. Semuanya berhamburan tak karuan, kasurpun ditarik, mencari sesuatu dibawah kasur. Sementara laptop anaknya yang tergeletak di kursi tidak disentuh. Sang maling mencari uang dan perhiasan!

Polisi datang lima belas menit setelah Luc menelepon. Dua orang polisi datang, bertanya kronologis kejadian seperti kapan meninggalkan rumah dan datang ke rumah. Suami teh neni menjelaskan mereka meninggalkan rumah pukul setengah satu siang, dan sang suami pulang ke rumah pukul dua diikuti Luc beberpa menit kemudian. Kami mengira ngira bisa jadi sang maling tengah berada di rumah saat aku memijit bel pukul satu siang. Si maling membobol pintu depan dan lari lewat pintu belakang karena pintu belakang terbuka lebar.

Ada pertanyaan polisi yang membuatku nyengir, sang polisi bertanya pada suami temanku, apakah kamu ingin pelakunya tertangkap? Sang empunya rumah tentu saja menjawab iya yang kemudian dilanjutkan pertanyaan berikutnya, jika tertangkap apa yang kamu inginkan dari si pelaku kejahatan? Mengembalikan barang yang hilang? Atau diberi hukuman? Dengan tegas suami temanku menjawab kalau bisa barang kembali tapi yang jelas sipelaku harus diberi hukuman.

Ingat pertanyaan tersebut, mengingatkan kejadian yang menimpa kami tiga tahun yang lalu, juga di musim semi. Kami pun pernah kemalingan. Sang polisi berkata bahwa kemungkinan kecil sekali menemukan si pelaku, kecuali si pelaku menyalakan HP yang dicuri dari situ polisi bisa mencari jejak. Bedanya polisi yang datang ke rumah kami selain bertanya kronologis kejadian diapun bertanya tentang perasaanku, apakah aku mengalami trauma karena rumahku dimasuki maling saat kami berada dirumah(kami sedang tidur)? Saat itu juga polisi banyak menganalisa, kata polisi si maling bisa masuk rumah kami karena rumah kami tak terkunci. Hah???? Ya ternyata saudara saudara sebelum kejadian maling masuk rumah, rumah kami ternyata tak pernah dikunci dari dalam. Saat aku melotot pada Luc karena selama itu aku tak tahu, Luc malah balik menangkis kecerobohannya… jawabnya selama aku tinggal di rumah ini hampir 10 tahun lamanya belum pernah aku mengunci rumah, lagian kenapa aku yang disalahkan karena tak mengunci rumah? Harusnya si maling yang disalhkan, kenapa masuk ke rumah orang tanpa izin? Pake ambil barang segala? Ya ampun Luc…. namanya juga maling!

Tapi untunglah kejadian yang menimpa kami bisa diselesaikan semuanya bisa diganti oleh pihak asuransi. Ceritanya ada disini 

Jadi di Ulang tahun raja tahun ini akau hanya mendapatkan pot bunga saja.

Tiga pot bunga kenang kenangan konisngsdag 2015

Tiga pot bunga kenang kenangan konisngsdag 2015

Kontainer sampah, biasanya barang yang tak laku dijual, barang tersebut dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan, termasuk tempat sampah ini yang sduah berisi sepeda, orang yang mau ambil boleh bawa sepeda ini gratis

Kontainer sampah, biasanya barang yang tak laku dijual, barang tersebut dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan, termasuk tempat sampah ini yang sduah berisi sepeda, orang yang mau ambil boleh bawa sepeda ini gratis

Barang barang bekas yang dijual, diantaranya seperti ini

Barang barang bekas yang dijual, diantaranya seperti ini

IMG_20150427_153205108[1]

IMG-20150427-WA0026[1]

IMG-20150427-WA0028[1]

Konvoi puluhan truk container ikut meramaikan perayaan ultah sang raja

IMG-20150427-WA0029[1]

seorang anak yang sedang berjualan bergagaya pipi lang kaos

Kopdar

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba, hari minggu tanggal 22 Maret 2015, kami bertemu pukul 12 siang di station Utrech.

Ini pertemuan pertamuku, bertemu dengan beberapa orang bloger. Dan rasanya……. seneng banget. Terjawab sudah beberapa pertanyaan, seperti kok bisa sih para bloger di Indonesia saling kumpul…. Gimana Caranya?

Berawal  dari inisiatif mba Yoyen untuk kopi darat dan akhirnya terwujud setelah Deny, Crysta, Indah dan aku tentunya sepakat untuk bertemu di tanggal tersebut. Sumo all you can eat menjadi saksi bisu saat kami tertawa tawa sekaligus tercengang mendengar beberapa pengalaman masing masing.

Deny yang terkena culture shock justru bukan dari para bule tapi dari sesama orang Indonesia (oh ya Deny kapan kita ke pasar bareng?), Crysta si mahasiswi muda belia ternyata pembawaanya tenang sekali bercerita tentang pengalaman pertemanan dengan teman kuliahnya baik sesama orang Indonesia maupun asing. Saat Crysta bercerita sebetulnya pikiranku malah sibuk menebak isi pikirannya, muda dan fresh sekali dia pikirku apa pendapatnya berjumpa ibu ibu kayak aku?

Kalau ada orang yang menobatkan mba Yoyen sebagai motivator, aku adalah saksi hidup yang melihat dia seperti itu pada hari minggu dua hari yang lalu. Rasanya ga bisa dipercaya akhirnya aku bisa ketemu dengan mba Yoyen yang terkenal itu, hehe. Dan selain motivator dia juga banyak memberikan saran dan tips menulis. Bahkan dia dengan telaten menanyakan kesulitan atau kendala apa yang aku temukan saat menulis, tuh kan acara kemaren itu selain membuat hati senang bahkan ilmu pula yang didapat. Makasih mba.

Oh ya aku malahan tercengang sambil cengengesan saat Indah bercerita tentang bayaran untuk dog walking selama satu jam, 10 euro lho! Ayo siapa mau yang bawa Dante jalan jalan? Dari pada jadi Myrte yang dibayar 5 euro saja untuk jagain Cinta dan Cahaya selama satu jam? Hihihi, jangan sampe Myrthe tau berapa bayaran  oppas untuk Dante, bisa kabur dia tergiur bayaran yang diberikan Indah! Atau malah Myrthe akan lebih memilih Indah karena selain itu dia bisa difoto keren oleh Indah. Iya Indah yang punya foto foto keren itu yang hobby diving sambil foto foto gitu, tengok deh blog nya pasti terbelalak disuguhi foto foto cantik hasil jepretannya.

Dan yang lebih mencengkan, aku terkejut pada diriku sendiri saat aku bercerita tentang proses kelahiran Cinta dan Cahaya yang untuk pertama kalinya tak diiringi mata yang berkaca kaca, aku bisa menceritakan tragedy of giving birth dengan lancar. Menyadari bahwa aku bisa bercerita walau hanya garis besarnya tanpa emosi bagiku merupakan kemajuan yang amat besar, sehingga saran dokter untuk menuliskan kejadian yang aku alami (berdasarkan email Luc yang ditulis setiap hari saat aku di rumah sakit sebanyak 49 email yang dikirimkan pada keluarga, temanku dan temannya termasuk pada diriku) secara lengkap semakin besar ingin aku wujudkan termasuk kejadian yang aku alami selama aku koma 2 minggu lamanya yang menurut ibuku hanya mimpi belaka.

Dan acara ketawa ketiwi kami akhiri setelah bersin bersin Indah tak dapat terbendung, kami kembali berjalan ke arah station Utrecht dan hanya Indah yang tetap berjalan menuju station sementara kami berempat terdampar di Starbuck dan melanjutkan hahahihi dan tips tips menarik tentang perblog-an. Walaupun Indah terkena hooikoorts, dia masih sempat mengabadikan foto kami berempat. Terima kasih semua, semoga kita bisa cepat kembali bertemu dengan jumlah yang lebih banyak.

Ayo ayo yang lain segera ceritakan versi kalian yang seru, biar kita bisa ketemu lagi.

Halloween

Neville Fam

Neville Fam

Ini untuk yang ketiga kalinya kami ikut berpartisipasi dalam acara halloween di daerah rumah kami. Dua tahun yang lalu berhubung anak anak masih kecil, kami hanya berpartisipasi dengan menyediakan permen bagi anak anak yang datang ke rumah. Dengan begitupun anak anak sudah senang luar biasa, mereka kegirangan setiap kali bel rumah berbunyi, langsung berbondong bondong ke pintu dan menikmati pemandangan di depan pintu yang dipenuhu anak anak berpakaian menyeramkan.

Satu tahun yang lalu kami memutuskan untuk mengikuti trick or treat. Cukup suprise saat kami berjalan ke rumah rumah yang lain, ternyata rumah rumah yang lain tak hanya menyediakan permen saja tapi sekitar rumah juga dihias, bahkan pemilik rumahpun ikut menakut nakuti anak anak yang datang ke rumah mereka.

Tahun ini, kami berperan ganda dalam partisipasi pesta Halloween. Luc tetap diam di rumah menunggu kedatangan anak anak yang datang meminta permen, sedangkan aku dan anak anak akan berjalan mengikuti acara trick or treat yang dilanjutkan dengan  bergabung dengan anak anak yang lebih dewasa untuk mengikuti pesta Halloween di West sidelinge park, taman di belakan rumah kami.

Seperti tahun tahun sebelumnya, kegiatan ini berlangsung seru. Setelah selebaran informasi yang datang ke rumah seminggu sebelum acara berlangsung, Luc langsung mendaftar via interenet untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Untuk rumah yang akan didatangi kami harus menempelkan gambar labu kuning di pintu rumah kami atau di tempat yang akan terlihat oleh anak anak, rumah yang bertanda labu kuning itulah yang boleh didatangi oleh anak anak.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kini Cinta dan cahaya telah lebih berani, mereka mendatangi rumah para tetangga dengan antusiasnya, menyanyi tanpa malu malu saat tuan rumah menyuruh mereka menyanyi sebelum menerima permen, bercerita dengan semangat bahwa hantu, drakula, nenek sihir, monster semuanya tidak nyata. Bahkan saat kami memasuki taman Sidelinge dalam aturan main hanya anak diatas umur 9 tahun yang boleh bergabung di acara hantu hantuan di taman, acara ini seperti jurit malam. Akhirnya pihak panitia tidak membatasi usia bagi mereka yang ingin memasuki taman, setelah anak anak bercerita bahwa tidak begitu menakutkan dan akan aman aman saja.

Saat kami kembali ke rumah, Cinta dan Cahaya memintaku untuk mengizinkan memakan permen yang mereka peroleh. Aku memperbolehkannya untuk memakan satu saja permen yang mereka peroleh. Sesampainya di rumah  kami memeriksa permen yang mereka peroleh, mereka mendapatkan banyak permen di keranjang mereka, isinya lucu lucu ada loli yang berbentuk tengkorak, permen yang berbentuk gigi drakula. Begitupun Luc yang jaga kandang di rumah, rumah kami dikunjungi banyak anak (termasuk didatangi Cinta dan Cahaya yang berteriak kegirangan memperkenalkan papa mereka ke anak lain yang berjalan bersama mereka) dan tentu saja permen yang disediakan Luc pun nyaris tak bersisa.

Berikut beberapa foto seputar kegiatan Halloween di daerah kami

IMAG2781 IMAG2782 IMAG2784 IMAG2796 IMG-20141101-WA0011 IMG-20141101-WA0016 IMG-20141101-WA0018 IMG-20141101-WA0019 IMG-20141101-WA0020 IMG-20141101-WA0021 IMG-20141101-WA0022 IMG-20141101-WA0036 IMG-20141101-WA0038 IMG-20141101-WA0039 IMG-20141101-WA0040 IMG-20141101-WA0041IMG-20141101-WA0033IMAG2777 IMAG2778 IMAG2795 IMAG2799  IMAG2801

Nijmeegse Vierdaagse

20110719_0489

Kurang lebih lima tahun yang lalu, di bulan juli 2009 beberapa hari sebelum Cinta dan Cahaya berojol, aku menonton berita di TV. Tentu saja saat itu aku belum bisa menyimak berita bahasa Belanda, dan tentu saja Luc yang duduk disampingku berfungsi sebagai penerjemah.

Di TV tersaji beribu ribu manusia berjalan dalam keadaan riang gembira, tua muda, laki perempuan semua bersuka cita, tak sedikit pula para tentara baik yang masih bertugas ataupun yang veteran semuanya berjalan dalam suasana yang menyenangkan.

Kok seperti Bandung Lautan Api? Tanyaku. Acara apaan sih itu?

Ternyata apa yang aku lihat adalah De Nijmeegse Vierdaagse atau terjemahan bebasnya adalah pawai jalan kaki selama empat hari di kota Nijmeegen.

Terus terang aku langsung jatuh cinta melihat acara tersebut di TV. Ada seorang kakek tua yang berjalan dengan pakaian penuh tempelan penghargaan di pakaiannya yang bercerita bahwa dia selalu mengikuti acara jalan kaki tersebut setiap tahunnya sejak dia masih muda dan dia selalu mengikuti acara jalan kaki tersebut hingga tuntas yaitu empat hari. Hebatnya lelaki tua tersebut sudah berusia sekitar 80 tahun.

Vierdaagse Nijmeegen boleh diikuti siapapun, sipil maupun militer. Ketentuan dari acara ini adalah berjalan kaki selama empat hari yang setiap harinya harus dilakukan sejauh 30 km atau 40 km bagi peserta sipil, sedangkan untuk militer sejauh 40 km dengan membawa beban seberat 10 kg di punggungnya atau sejauh 50 km tanpa beban di punggungnya. Tentu saja rute akan berbeda setiap harinya, jadi peserta tak bosan melewati jalan yang sama setiap harinya. Dan masyarakatpun bisa sepenuhnya bergembira dilewati para peserta pawai jalan kaki ini.

Peserta dari acara ini tidak saja diikuti dari negara Belanda saja, tapi dari seluruh dunia. Maka tak heran peserta jalan kaki ini begitu beraneka ragam, bahkan banyak dari peserta luar negeri selalu datang dan datang lagi setiap tahunnya.

Hari ini (15 juli) adalah hari pertama pawai vierdaagse di tahun 2014 yang akan berakhir hari jumat tanggal 18 juli, dan tentu saja di akhir acara akan ada hiburan meriah untuk para peserta khususnya dan masyarakat umumnya.

Walau aku hanya melihat acara tersebut di depan TV tapi tak jarang aku ikut terharu saat melihat peserta yang diwawancari sambil berjalan oleh reporter, ada yang hamil besar, ada yang memperlihatkan kakinya yang sudah bengkak pokoknya seru saja melihat polah tingkah para peserta yang bergembira walaupun sambil meringis mendapati kakinya yang bengkak.

Sejarah Vierdaagse Nijmeegen diawali pada 3 April 1908 saat terjadinya pembentukan Asosiasi Belanda untuk Pendidikan Jasmani (NBvLO) yang kemudian dikenal dengan KNBLO. Dan pada tanggal 1 september 1909 pawai jalan kaki selama empat hari ini diselenggarakan untuk yang pertama kalinya, pada saat itu pawai tersebut lebih dikhususkan bagi militer. Tahun 1928 untuk pertama kalinya terdapat peserta asing pertama yang mengikuti acara ini yaitu peserta asal Jepang. Baca disini

Setiap kali melihat acara ini, ada rasa cemburu dihatiku kenapa Indonesia tidak bisa mempertahankan acara Bandung Lautan Api? Dulu sewaktu aku kecil aku selalu senang melihat Bandung Lautan Api, aku selalu menonton di depan rumah menanti pamanku yang selalu ikut acara Bandung Lautan api setiap tahunnya, tapi semakin aku dewasa peserta Bandung Lautan api semakin berkurang dan bahkan kini aku tak tahu lagi apakah acara jalan kaki Bandung Lautan Api masih ada setiap tahunnya? Entahlah.

Ada yang tahu?