Berenang bersama lumba-lumba

Sepertinya sudah jadi kebiasaan si kembar, setiap liburan seringkali mengunjungi tempat wisata yang ada hubungan nya dengan air, baik itu kolam renang, aquarium atau pun atraksi binatang air. Nah yang paling sering di kunjungi selain Taman Safari di Bogor (juga pernah di Prigen) adalah zoomarine di Algrave Portugal.

Liburan bulan Mei (mei vakantie) yang baru lalu, untuk kali ketiga si kembar berlibur berdua saja (tanpa orang tua) mengunjungi neneknya di Algarve Portugal. Dan kali ini tentu saja ritual mengunjungi zoomarine tak mereka lewatkan. Ada yg berbeda dengan kunjungan kali ini, mereka berencana berenang bersama lumba lumba.

Keinginan untuk berenang bersama lumba lumba memang sudah ada sejak dulu, namun selalu terhalang oleh batas usia yang telah ditetapkan, umur mereka belum mencukupi untuk berenang bersama lumba lumba.

Tentu saja si kembar bercerita dengan antusias mengenai pengalaman mereka hari itu pada ku via telephone, katanya pengalaman yang begitu menakjubkan, aku ikut membayangkan apa saja yang mereka alami disana. Dan cerita mereka kian jelas saat aku melihat videonya setelah mereka kembali ke Belanda. Durasi berenang dan memberi pengarahan tentang lumba lumba sekitar 30 menit. Mereka terbagi menjadi dua grup, dimana setiap grupnya terdiri dari lima pesarta dengan seorang pelatih lumba lumba. Dan si kembar menjadi peserta termuda, umumnya peserta lain adalah orang dewasa. Mereka diajari bagaimana mengenal lumba lumba hingga memberi perintah dasar.

Harga tiket untuk berenang sekitar 20 menit bersama lumba lumba adalah 135 euro per orang, harga tersebut sudah termasuk flash disc berisi foto dan video kegiatan tersebut, sandal jepit dan handuk bertuliskan zoomarine Algrave.

Advertisements

Ruang kerjaku!

Klo boleh berkata lebay, Inilah mungkin yang akan menjadi saksiku kelak. Kau gunakan dimana waktu ‘luang’ mu?

Ah mungkin ini salah satu jawabannya๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜. Dan aku bahagia kok mengerjakannya. Di tempat itu akan muncul ide brilliant (ehemm) untuk me nulis, di situ pula sambil setrika baju aku bisa me reviews apa apa yg telah aku lakukan, berjanji pada diri sendiri untuk tidak melakukan kesalahan yg sama, memaafkan mereka yg membuat diriku sakit hati, bahkan bisa juga sambil video call pada orang tua ku di Bandung, mendoakan si kembar di tempat ini juga bisa, trus disini juga aku bisa meredamkan diri untuk tidak mencekik Luc klo sedang kesal luar biasa padanya. Hahaha. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Fijne Pinksteren!

Selamat menikmati suasana liburan lebaran teman teman semuaโค๏ธ๐Ÿ˜˜.

Siapa yang suka beres beres rumah?

Ibuku paling tau kalau aku paling malas beres beres rumah. Tapi itu dulu saat aku masih tinggal di Indonesia. Seiring waktu aku jadi tau bahwa hidup di suatu ruangan itu dan jika ingin ruangan itu tetap rapih maka harus ada seseorang yang membereskan barang barang yang telah kita gunakan.

Pertanyaan nya siapa kah orang tersebut? Saat aku memutuskan hidup bersama suami maka yang ada dipikiranku saat itu adalah bahwa kami berdua yang bertanggung jawab akan kebersihan dan kerapihan rumah. Apalagi ibuku menasihati agar aku bisa menyeimbangi Luc yang saat itu selalu keliatan rapih dan bersih dimata ibuku.

Kemudian berbagai keterkejutanku mengenai image Luc yang menurut ibuku selalu rapih di mulai. Di minggu pertama aku tinggal dengannya, setiap dia pergi ke kantor di pagi hari kemudian aku masuk ke kamar mandi aku selalu terkaget kaget melihat pemandangan disana, ada dua handuk basah di lantai, baju dalam dan lain lainnya. Predikatku di rumah saat aku masih di Indonesia adalah aku satu satunya yg tidak bisa beres beres, tapi rasanya belum pernah sekali pun aku meninggalkan pakaian dalam di lantai kamar mandi dan membiarkannya begitu saja.

Tiga kali berturut turut aku harus memunguti pakaian kotor tersebut dari kamar mandi dan memindahkannya ke keranjang cucian yang berada diruang cuci tepat di depan kamar mandi. Saat itu kamar mandi di rumah lama kami termasuk kamar mandi yang baik dan cukup mewah buat bujangan seperti Luc. Bathtub berwarna coklat sewarna dengan wastafelnya yang dihiasi cermin bulat bergerigi klasik. Dan kamar mandi tersebut cukup luas karena dulunya adalah sebuah kamar tidur yang disulap menjadi kamar mandi. Terdapat pula lemari terbuka yang berisi handuk handuk putih yang pada ujungnya terdapat bordiran binatang, ada kuda, jerapah, gajah dan anjing. Dan handuk handuk mewah menurutku tersebut diinjak injak begitu saja oleh Luc setiap dia selesai mengeringkan badan.

Setelah tiga hari pertama bersama Luc sang suami, akhirnya aku membuka pembicaraan mengenai kegiatan ku memunguti kolor tiap pagi, kuungkapkan dengan jelas bahwa aku datang ke Belanda bukan untuk jadi pemulung kolor๐Ÿ˜. Kujelaskan pula bahwa menggunakan handuk bersih tiap hari dan dua helai pula adalah suatu pemborosan apalagi kemudian dilempar begitu saja di lantai kamar mandi dan diinjak pula begitu dia keluar dari bathtub.

Kemudian aku yg dikenal tidak bisa beres beres ternyata jadi orang yang paling cerewet tentang kebersihan dan kerapihan rumah. Hingga kini, hingga lahir si kembar dan mereka berdualah yang paling sering aku suruh suruh untuk mengembalikan barang barang untuk diletakan kembali ke tempatnya setelah di gunakan.

Walau begitu jika dibandingkan dengan rumah orang lain, rumah kami tetap lah bukan rumah yang rapih, tapi tetap rumah yang berantakan! Padahal rasanya aku setiap hari cerewet luar biasa.

Oh ya sang suami juga suka buka kaos kaki seenaknya dan membiarkan bergelimpangan begitu saja dekat sofa, kini aku punya beberapa trik yang membuat dia agak tertib untuk beberapa hari, aku tidak menyuruhnya menyimpan kaos kaki kotor ke keranjang cucian, aku membiarkan nya begitu saja, setelah tiga hari aku tak kuat lagi melihat tiga pasang kaos kaki kotor di lantai. Maka sebelum aku berangkat kerja di pagi buta (05.30). Aku menggantungkan ketiga pasang kaos kaki itu di layar komputer Luc. Luc, akan bangun pukul 6 pagi, mandi kemudian duduk di depan komputer selama setengah jam untuk mengikuti kursus secara online, yg kemudian akan membangunkannya anak anak dan mengantar kan mereka sekolah sembari dia pergi kerja.

Kubayangkan tawanya akan pecah begitu melihat kaos kaki bergelantungan di layar komputer. Dua jam kemudian aku menerima pesan singkat darinya melalui telpon…

Hai istri ku sayang, aku dengan gagah berani telah membawa kaos kaki kaos kaki itu ke atas, ke keranjang cucian! Tapi bisa kah kau beritahu dimana sepatu ku? Aku dan anak anak sudah mencari nya kemana mana….

I love you,

Groetjes, suamimu!

Dan tawaku meledak saat itu, saat aku akan berangkat kerja aku nyaris terjatuh di Hall (gang) pintu depan dimana tempat sepatu berada, aku tersandung sepatu Luc. Saking kesalnya keisenganku timbul, aku melempar sepatu Luc ketempat sampah!

Lotek di Hari Jumat Siang

Sejak aku kecil dulu, saat ayah pulang sholat jum’at beliau selalu membawa pulang lotek. Jadi menu di jumat siang adalah menu lotek. Eh siapa sangka, saat aku kerja di Bandung, bos ku punya kebiasaan yang sama dengan ayah ku, makan lotek sepulang sholat jum’at. (Oom Djoedjoen apa kabarnya? ๐Ÿ˜˜)

Kini Sepertinya kebiasaan makan lotek di jumat siang akan menjadi kebiasaan baru kami di Belanda. Seperti hari ini, Cahaya datang pada ku sepulang sekolah, menanyakan makan siang apa yg aku siap kan hari ini, aku menawarkan tosti kesukaan nya, tapi dia melihat diriku yang tengah merebus ubi dan sayur sayuran. Bunda bikin gado gado? Tanyanya. Lotek, jawab ku. Dia bersorak girang, mendengar jawabanku. Walau dia harus menunggu sejam kemudian hingga lotek siap disantap, dia tetap antusias menemaniku di dapur selama proses pembuatan lotek.

Setelah lotek tersaji, kami bertiga menikmatinya dengan antusias di luar, dibawah sinar matahari yang bersinar mewah dan berlimpah.

Fijne weekend allemaal bersama orang terkasih โค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธ

Oh ya, bagi kalian yang belum kenal dengan lotek, makanan ini berasal dari jawa Barat, di Bandung hampir di tiap sudut ada๐Ÿ˜. Ada dua jenis lotek, lotek mentah (sayurannya tanpa di masak lebih dahulu) dan ada lotek masak. Dibuat langsung di cobek besar, dibuat langsung bumbunya di cobek tersebut hingga sayurannya yang langsung di campur di cobek, karena fresh jadi terasa lebih nikmat. Oh ya ternyata buatnya gampang aja dan rasanya tak kalah dengan yang ada di Bandung. Pokoknya lotek jalan macan kalah deh!

Obrolan di minggu pagi

Sejak pertengahan bulan Januari 2019, kami sekeluarga punya ritual di minggu pagi dengan nonton serial TV Ninja Nanny di televisi. Serial ini menarik buat kami sekeluarga karena yang menjadi nanny disini diceritakan berasal dari Indonesia, dia menjadi nanny dari keluarga pesepak bola terkenal yang kaya raya. Sang nanny mengajarkan Pencak Silat pada anak tiri dari pesepak bola tersebut dan mereka berpakaian ninja jika sedang menjalankan aksinya.

Menarik buat kami, karena anak anak jadi tertarik untuk berbicara bahasa Indonesia denganku setelah me dengar beberapa adegan di seri tersebut yang kadang kadang menyelipkan kalimat berbahasa Indonesia.

Dari seri tersebut juga membuat obrolan panjang tentang suatu hal yang kami bahas setelah me nonton seri tersebut, misalnya saat Hunter memergoki teman sekolah nya yang seorang pendatang di Belanda saat mencuri sepatu. Dilemma dihadapi Hunter harus kah dia mengembalikan sepatu tersebut ke toko atau memberikan /menaruh di lokker teman sekelas nya itu yang memang membutuhkan sepatu tersebut.

Saat Hunter harus memilih apa yang harus di lakukan Hunter, Luc bertanya pada si kembar apa yang akan di lakukan si kembar menghadapi dilemma tersebut? Keduanya kompak menjawab bahwa mereka akan mengembalikan sepatu tersebut ke toko. Mereka sedikit kecewa saat melihat keputusan Hunter yang menaruh sepatu tersebut di lokker temannya tersebut. Si kembar nyaris berbarengan berkata bahwa Hunter malah membantu pencuri. Kemudian obrolan semakin berkembang, menurut si kembar seharusnya Hunter menaruh kembali sepatu tersebut ke toko dan suatu hari nanti dia seharusnya membeli sepatu tersebut dan memberikan atau menaruh nya di lokker temannya tersebut.

Dan tadi pagi saat kami sedang me nonton berita dan disana sedang membahas mengenai penembakan di mesjid di New Zealand saat shalat jumat tanggal 15 Maret kemarin. Sama dengan penduduk dunia lainnya kami pun berduka mendengar hal tersebut. Cahaya bertanya alasan apa yang membuat si penembak bisa melakukan itu semua?

Selagi aku berpikir untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang pantas di dengar anak usia 9 tahun, Luc dengan spontan menjawab pertanyaanan Cahaya dengan tanpa beban…. Yang aku tau alasan mereka adalah karena mereka tidak suka pada kaum pendatang (immigrants) dan Muslims…..

Kemudian Cahaya menimpali dengan cepat, tapi papa kau bilang bahwa penduduk New Zealand dan juga Australia adalah keseluruhannya adalah Immigrant? Menurutmu penduduk asli New Zealand adalah bangsa Maori? Jika mereka membenci immigrants hingga harus membunuhnya, bukan kah mereka pun harus membunuh dirinya sendiri karena mereka sendiri pun seorang pendatang?

Kemudian Cinta menimpali ucapan Cahaya. Seharusnya pembantai itu banyak membaca dulu sebelum bertindak, jika dia membenci suatu golongan karena suatu hal, dia harus tahu dulu apakah dia pun sebetulnya immigrants atau bukan. Lagi pula untuk alasan apapun membunuh adalah perbuatan yang keji. Apakah mereka tidak mempunyai otak?

Ah nak, mereka tidak punya hati nurani….

Dan obrolan di minggu pagi ini tak dapat aku ikuti lagi, airmataku mengalir dengan cukup deras, aku meninggalkan mereka bertiga di bawah yang masih berdiskusi mengenai alasan mengapa peneror tersebut melakukan semua itu.

Cireng

Kebiasaan kami bertiga setiap si kembar pulang sekolah adalah kami duduk bersama mengelilingi meja makan, barang 10 hingga 15 menit begitu mereka pulang sekolah. Biasanya kami makan cemilan, bisa apa saja. Buah buah2an, kue kue atau hanya minum teh saja. Setiap hari rabu dan jumat karena mereka sekolah setengah hari (sampe jam 12 siang) ritual makan bertiga tersebut terasa lebih special karena sajiannya lebih istimewa, bisa pizza, patat (kentang goreng) atau Indomie selera ku ๐Ÿ˜.

Hari ini cemilan yg aku sajikan adalah cireng dan combro. Bikin dengan tergesa gesa saat menyadari tak ada kue yg dapat aku suguhkan saat mereka pulang nanti. Dengan sumringah mereka menciumku saat melihat dua makanan favoritnya tersaji.

Sambil menikmati cireng hingga merem melek, Cinta bertanya pada ku…
Bunda, bolehkan aku mentraktir cireng buat temen temen sekelas saat ulang tahun nanti?

๐Ÿ˜

Schat, ik zoek een ander…

Di antara tiga pos yg kami terima hari kemarin, salah satunya adalah kartu super menghebohkan ini.

Di amplop kartu tersebut ditujukan pada penghuni rumah ini, aku tak menggubrisnya langsung meletakan di tempat biasa kami meletakan surat yg belum dibuka.

Saat Luc pulang kerja, dia langsung membuka surat surat untuknya. Kemudian aku yang sedang sibuk di dapur mendengar makian kekagetan dari suaranya. Aku melirik nya, dia tersipu saat tersadar aku tengah mengawasinya. Dia langsung tersenyum sambil berjalan ke arah tempat sampah kertas dan membuang kartu tersebut seraya bergumam…. Reklame sialan, ujarnya. Aku penasaran dan segera memungut apa yang baru dilempar Luc. Terbahak nya ring sesaat setelah membuka kartu tersebut.

Di bagian depan kartu tersebut bertuliskan…

Schat, ik zoek een ander…. (terjemahan bebasnya adalah, Sayang, aku mencari yang lain)

Sedangkan begitu aku buka lembar berikutnya adalah… HUIS!

Hahaha bukan mencari kekasih hati yang lain.๐Ÿ˜‚

Ini adalah iklan spektakular yg nyaris bikin Luc jantung an ๐Ÿ˜œ.

Luc you are always be my valentine every day every time, forever! ๐Ÿ˜