Wajik

Ketan, part 2

Masih edisi ketan dan suasana Lebaran, kini percobaan selanjutnya adalah membuat wajik atau wajit sebutan yang aku kenal.

Hampir sama dengan membuat rangginang pertama tama ketan harus direndam semalaman, setelah itu ketan ditanak di panci, wajan atau di ricecooker dengan mengunakan santan, kemudian disatukan dengan gula merah yg telah dimasak juga menggunakan santan. Diaduk aduk hingga santannya kasat, maka jadilah wajit, makanan tradisional yang masih bertahan hingga kini.


Walaupun aku bukan penggemar berat wajit, tapi sekedar menyajikan dan mengenalkan pada anak anak tidak ada salah nya kan? 😁

Adakah dari kalian penggemar wajit?

Rangginang

Cerita tentang ketan, part 1

1. Rangginang

Keluargaku termasuk salah satu penggemar rangginang, biasanya kami sengaja mendatangkan rangginang dari Bandung.


Berhubung jaringan pengiriman ‘terganggu’ dengan adanya pandemic, agar supply tetap terpenuhi dari demands si kembar, sebagai bunda siap siaga😜 akhirnya saya memantapkan diri untuk membuat sang rangginang. Dengan bantuan internet akhirnya jadi juga rangginang versi ceu Lilis Lodaya 😆, walau beda wujud, bentuk dan warna tapi kedekatan rasa sudah hampir mendekati.


Dengan hasil ini saya boleh berbanggga diri🤭🙈, semuanya tidak mungkin terkaksana dengan bantuan berbagai pihak, terutama sinar matahari dan juga sang meneer yg bertugas sebagai bebegig burung dan laleur yg rela menjadi tutung selama dua hari dalam proses penjemuran.

Sekian, sampai jumpa di edisi ketan lainnya.

Oh ya, mohon maaf lahir bathin

Hamstereeen

Hamsteren? Enggak juga sih…. Rencana nya cuma belanja mingguan di toko.


Toilet papier gak beli, klo keabisan kan kita biasa pake botol cebok😁!


Pasta? Paling sebulan cuma makan dua atau empat kali! Jadi gak perlu beli.


Beras? Ga beli juga sih karena masih ada 10 liter an cukup buat sebulan.


Eh tapi gimana dong klo beneran ga boleh keluar rumah dan beneran ga ada makanan?


Hampir sama dengan orang Belanda yang nyetok terigu buat bikin roti, akhirnya aku ambil tapioka, lontong, singkong parut, kulit lumpia, tahu, tempe.


Nah aku bisa bikin cilok, cireng, combro, lumpia, juga kupat tahu 😜. Oh ya jangan lupa beli teh botol juga! Karena apapun makanannya minumnya teh botol sosro😁😁😁.

Ingat anjuran Rutte hari ini: Stop met hamsteren!

Lelaki Mungil

Minggu lalu sepulang dari supermarket, Luc tergopoh gopoh memberi kabar “spektakuler” padaku. Aku melihat seorang laki laki mungil, kurang lebih tingginya sama denganmu! Seru Luc antusias. Apa?!! Bukan, aku bukan terkaget kaget mendengar kabar ada pria setinggiku, tapi aku terkaget kaget mendengan cara Luc menceritakan penemuannya, begitu antusiasnya.

Nah hari ini, saat Luc akan berangkat kerja, dia memanggilku dan lagi lagi dengan antusiasnya dia berkata bahwa dia laki laki mungil itu lewat depan rumah kami. Ahhhhhhh aku berkata pada Luc bahwa akupun sejak beberapa hari yang lalu selalu melihat lelaki tersebut lewat depan rumah kami, selalu di jam yang sama sekitar pukul 8 pagi saat anak anak akan berangkat sekolah, dan selalu membawa kantung plastik transparan berisi croisant atau roti, sepertinya dia selalu belanja tiap pagi ke supermarket dekat rumah kami (yang sebetulnya masih jauh buat ukuran jalan kaki orang Indonesia kebanyakan,  sekitar 800 m dari rumah kami). Dan menurutku lelaki itu bukan penduduk warga sini, mungkin turis seperti orangtuaku yang selalu bolak balik ke supermarket buat berjalan jalan. Dan melihat lelaki tersebut aku seperti melihat ayahku, lelaki itu seorang lelaki bermata sipit, mungkin berdarah Thionghoa. Dan dia sama sekali tidak sekecil aku! Mungkin sekitar 1,60 meter setinggi ayahku. saat aku berdebat dengan Luc bahwa dia tidak sekecil aku, Luc membantah bahwa lelaki itu sepantaran ayahku, ayah jauh lebih tinggi, serunya. Tapi aku tetap melihat lelaki itu tidak sekecil aku.

Berbicara tentang kebiasaan memperhatikan siapa saja orang orang  yang lewat rumah selalu menarik perhatianku. Rumah kami bukan berada di jalan umum yang dilalui mobil mobil di jalan raya, jika ada mobil yang melewati rumah kami, adalah mereka yang tinggal di komplek rumah kami, dan satu jalan hanya berisi 7 rumah saja, jadi yang lewat hanya itu itu saja tetangga satu jalan saja atau tamu yang akan mendatangi tetangga. Saking sepinya, aku selalu membuka jendela (vitrase) dapur yang besarnya dua kali pintu rumah dari atas sampe bawah. Jadi saat aku berada di dapur orang dapat melihat tubuhku dari kaki hingga kepala, seperti aquarium. Iyu klo ada orang lewat, kenyataannya tidak ada. Jadi setiap melihat  bapak  ini dalam  beberapa hari terakhir, aku merasa terhibur. Seperti ada mahluk lain di dunia ini yang hidup, tidak sepi. Apalagi bapak ini sama sama orang Indonesia, serasa di negara sendiri deh bisa lihat orang.

Masih cerita tentang memperhatikan orang lewat jendela, sewaktu aku masih tinggal di rumah lama, rumah kami yang dulu berada di tingkat satu, sedangkan tingkat dasar (tanah) diisi oleh tetangga, Rumah jaman tua yang dibangun tahun 1924. Karena posisi rumah kami yang berada di atas, dan ruang makan tepat menghadap jalan (yang juga super sepi) maka setiap aku menyuapi si kembar, posisi kursi makan mereka selalu aku hadapkan ke jendela yang langsung menghadap jalan. Setiap ada orang yang lewat aku selalu mengajarkan pada si kembar untuk melambai, walau orang yang dibawah tidak melihat kami, dan hiburan rutin kami adalah saat tukang sampah datang mengangkat container tempat sampah yang berada tepat di depan rumah kami dan tukang sampah tersebut selalu melihat ke atas untuk melambai pada si kembar. Kebiasaan tersebut berlangsung hingga empat athun lamanya, sejak si kembar berumur  5 atau 6 bulan saat mereka mendapat makan selain minum susu hingga usia 4 tahun, sejak 4 tahun mereka sekolah seharian dan tidak bisa nongkrong di depan jendela saat jadwal rutin tukang sampah datang.

Suatu hari ada dua orang yang sedang mengendari sepeda seorang opa dan oma, aku yang sedang menjahit sambil memperhatikan jalan,  berteriak kaget dan segera menyambar camera (waktu itu belum maen hp, selalu maen camera kecil) takjub melihta bule naik sepeda di depan rumahku. Tiba tiba aku tersadar, Ya Tuhan tentu saja yang lewat bule, kan aku tinggal di negara bule!

Kalian pernah gitu, tiba tiba linglung?

 

WiFi

Cerita singkat hari ini saat duduk di ruang tunggu dokter nunggu giliran dipanggil.

Seorang kakek datang dengan gagahnya memasuki ruang tunggu, dengan senyum dan suara menggelegar dia memberi salam selamat pagi sambil menambah kan kata kata…. Jaringan WiFi yang bagus ya….

Aahhh, aku melihat sekeliling orang orang yang sedang menunggu giliran memang sedang sibuk dengan telephone nya. Ya, itulah yang terjadi dengan dunia jaman kini, tak dapat dipungkiri bahwa akupun telah menjadi bagian dari kebiasaan ini, memberi salam pada orang orang yang ada di ruangan, mengambil tempat duduk, kemudian membuka telephone.

Mendapat sindiran dari kakek tersebut, seorang ibu yang kebetulan duduk di sebelah si kakek yang baru datang tersebut segera menutup telephone nya, menyapa dan mengalirlah percakapan pagi ini, tentang corona….. Bukan, bukan tentang badai yang baru lalu badai Ciara dan Dennis atau badai Ellen yang di perkirakan datang minggu ini. Bukan tentang badai dengan nama nama canggih itu…. Lalu adakah badai Asep?

Jam kerja anak anak

Di Belanda anak anak sudah diperbolehkan bekerja saat mereka menginjak usia 12 tahun. Di bawah umur 12 tahun mereka sama sekali tidak diperbolehkan bekerja. Peraturan mengenai hal tersebut diatur terpisah dengan peraturan untuk orang dewasa (18 tahun+).

Berikut jam kerja maksimal untuk anak anak 12 tahun hingga 18 tahun di Belanda

Type Hari Jam kerja per dag
Hari sekolah 2 jam
Weekend 7 jam
Hari libur sekolah 7 jam

Selain itu mereka tidak diperbolehkan bekerja di sektor industri (pabrik / bekerja dengan mesin).

Lalu apa saja sih yang biasanya dikerjakan anak anak dengan umur segitu?

Biasanya anak umur 12 hingga 15 tahun bekerja sebagai pengirim folder (pamflet) dari rumah ke rumah atau loper surat kabar mingguan. Agak besaran dikit sekitar umur 15 hingga 18 tahun aku sering melihat anak anak yang bekerja di supermarket hanya memasukan barang barang ke rak, pekerjaan tersebut dikenal dengan sebutan invuller. Karena rumahku tepat berada di depan restaurant cepat saji macDonald, disana aku pun sering melihat anak anak belasan tahun yang sedang bekerja.

Nah dibawah umur 12 tahun ada gak sih anak anak yang bekerja? Ada, tapi tidak dilindungi hukum alias kerja gelap. Biasanya mereka menawarkan tenaga mereka pada orang yang mereka kenal, seperti saudara atau tetangga. Seperti hari minggu lalu, seorang anak sekitar umur 10 atau 11 tahun membawa ember dan kanebo, bertanya pada suamiku apakah mobil suamiku bisa dia cuci? Sayang nya Luc menggeleng, anak tersebut berlalu dari rumah kami setelah pamit dengan sopan, kemudian mencoba peruntungannya di rumah sebelah.

Apakah anak tersebut miskin dan papa? Tentu saja tidak! Malah terlihat lebih sejahtera daripada kami.

Lalu untuk apa uang tersebut? Biasanya mereka mengumpulkan uang hasil jerih payah mereka untuk sesuatu yang mereka suka.

Peraturan tentang pemberian uang saku pada anak anak berbeda dalam setiap rumah tangga. Contohnya kami hingga saat ini tidak memberikan uang saku pada si kembar. Menurut suami, mereka belum memerlukan uang saku, disini bekal sekolah selalu bawa dari rumah. Walau pun si kembar jarang melihat uang, tapi tidak membuat mereka ‘lupa diri’ jika seseorang memberi mereka uang, hadiah ulang tahun misalnya. Mereka dengan tertibnya menyimpannya di celengan mereka atau bahkan membelikanku hadiah jika hari ulang tahun ku tiba atau hari ibu tiba. Bahkan Cinta gemar sekali menawarkan uangnya jika hari rabu kita jalan ke centrum kampung kami. Oh ya kebiasaan rabu siang sepulang sekolah menjadi rutinitas di setiap rabu siang, kami jalan jalan di pusat kota (kampung) melihat pasar, jajan cemilan atau ngopi ngopi di cafe, bertiga saja. Saat itulah Cinta kadang ingin membelikanku sesuatu, dia menawariku lumpia seharga satu euro dan bersikeras ingin membayar dengan uangnya.

Aku dan Luc sudah sepakat, jika nanti si kembar ingin bekerja (sudah memenuhi umur untuk bekerja) kami akan mendukung nya selama tidak membebani diri mereka, dari sana mereka bisa belajar mencari uang dan bertanggung jawab dengan hasil yang mereka dapat dari hasil usahanya. Kami pun tidak ingin mereka terlalu perhitungan dan mata duitan, seperti sekarang ini aku bangga mereka tidak pelit tapi tetap bertanggung jawab dengan uang yang mereka punya.

(Hello) Goodbye December

Bulan desember adalah bulan dengan berbagai macam rasa, bagai nano nano acur aduk! Kenapa? Di saat temperatur yang semakin menurun, di saat rasa galau, depresi ringan dan rasa hampa mendera namun di saat itu datang pula kehangatan, beberapa diantaranya adalah;

Sinterklaas

Tahun ini aku mengabarkan pada anak anak bahwa aku tidak akan mengisi kado pada sepatu yang telah ditaruh anak anak. Walau mereka tahu tapi mereka tetap mencoba untuk memancing rasa ibaku, berbagai cara telah mereka lakukan seperti memberi umpan kuda Sinterklaas (Americo/Ozosneel) dengan wortel dan selada tapi kado tak kunjung datang jua di pagi hari.

Hingga suatu malam aku begitu terkesima saat mendengar percakapan mereka, bahwa mereka akan bernyanyi terlebih dahulu dengan harapan Sinterklaas mendengar dan akan datang memberi mereka kado, dan saat aku mencuri dengar nyanyian si kembar begitu terdengar merdu ditelingaku, aku sempat memvideokan mereka di kejauhan.

Si kembar bernyanyi di depan sepatu

Tentu saja, mereka tahu bahwa Sinterklaas tidak nyata, tapi mereka menyebutku mevrouw Sinterklaas atau meneer Sinterklaas pada papanya, karena dari sanalah semua kado berasal.

Pakjesavond

Tahun ini kado tidak segunung tahun lalu, selain aku tidak menginginkan kado yang berlimpah juga katena aku tidak banyak waktu untuk membeli kado, namun Luc sudah dari beberapa minggu sebelum tanggal 5 desember rajin berbelanja online, aku hampir menamakan tema pakjesavond tahun ini adalah kado online. Dan tahun ini aku mendapatkan kado yang nyaris sama banyaknya dengan si kembar, terima kasih meneer Sinterklaas 😁.

Optreden

Di bulan desember si kembar naik pentas untuk pertama kalinya bermain piano dan bernyanyi sekaligus, pentas duo. Dibanding peserta lain tentu saja si kembar masih pemula, tapi aku sedikit terkejut saat mereka mendapat tepukan yang riuh dan beberapa guru/pelatih lain menyalamiku dan berkata si kembar bermain baik.

All you need is love

Ini sebuah acara setiap malam natal, sejak aku datang ke Belanda acara Inilah yang akan aku tunggu, aura positif, kebahagian dan tentunya penuh cinta akan aku dapat kan setiap kali nonton acara ini. All you need is love adalah sebuah program acara televisi yang dibawa kan oleh Robert ten Brink adalah acara yang menyatukan pasangan atau keluarga yang berada di tempat (negara) lain.

Kerstvakantie

Jika tahun lalu aku tak mengambil libur di bulan desember, kali ini aku mengambil libur satu minggu, dan di weekend setelah natal kami jalan jalan ke kota Namen di Belgia. Banyak yang kami lihat disana, keindahan Citadel (Castle of Namur), makanan yang lezat, kerstmarkt (pasar natal) dan juga bahasa Prancis. Bahkan saat kami makan di sebuah restaurant yang menurut standard ku adalah sebuah restaurant yang mewah tapi disana tak menggunakan bahasa lain selain bahasa Prancis. Saat kami memasuki rumah parfum di atas Citadel, Luc membelikanku satu botol parfum. Menurut penjaga toko disana parfum bermerk Guy Dellorge adalah satu satunya parfum buatan Belgia.

Sebetulnya masih banyak lagi cerita yang ingin aku Sampaikan di bulan desember, tapi suara kembang api diluar sana kembali memanggilku. Selamat tahun baru 2020. Semoga kesehatan, kebahagian, kemudahan akan kita dapatkan di tahun ini (dan juga tahun tahun selanjutnya😬)

Selamat menikmati hidangan tahun baru kami, apelbeignets buatan Luc beserta si kembar dan baso tahu buatanku.

Apelbeignets biruk rupa namun enak sekali

Combro Cireng, Melalui tanggal kelahiranmu dan Togo

Sudah beberapa hari yang lalu Cinta memintaku untuk dibuatkan makanan favoritnya yaitu combro dan cireng. Sebelum aku berangkat kerja hari sabtu kemarin aku berjanji pada nya akan membeli bahan yang dibutuhkan untuk membuat combro dan berjanji pada nya untuk mengolah makanan tersebut keesokan harinya, yaitu hari minggu ini.

Saat aku pulang kerja pukul setengah sepuluh malam (aku kerja dua kali sebulan di hari sabtu) Cinta sudah menyambutku dengan wajah berseri dan bertanya apakah aku akan segera membuat combro?

What? Ini waktunya jam tidur dan dia dengan antusias nya menunggu ku pulang untuk segera membuat kan nya combro! Malam itu aku berhasil menyuruhnya masuk kamar tidur dan segera memimpikan combro dan cireng.

Hari minggu ini aku turun dari kamar tidur pukul 9 pagi, tak mendapati Luc di ruang keluarga dia sedang jalan kaki (olah raga ceritanya) ke luar. Sambil menunggu dia datang aku segera menyiapkan pembuatan combro, saat Luc kembali ke rumah sekitar pukul 10 pagi, combro telah siap untuk digoreng. Aku sengaja tak segera menyalakan kompor tapi menunggu anak anak turun untuk makan pagi atau (siang) karena kami nyaris makan pagi mendekati pukul sebelas, selalu begitu jika weekend tiba. Hanya Luc satu satunya penghuni rumah yang konsisten bangun pukul 6 tak peduli hari kerja atau libur.

Melihat combro dan cireng yang siap di goreng, Cinta bertanya pada ku apakah combro pun akan bersanding dengan croissant, roti, beleg dan teman temannya saat makan pagi? Aku menggeleng, dan Cinta tak berani merajuk lagi saat Luc menyuruhnya untuk segera duduk di kursi meja makan. Kami memahaminya saat dia hanya bertahan hanya memakan satu potong roti saja, Cinta menunggu janji ku yang akan segera nenggoreng combro begitu makan pagi selesai.

Dan saat itu tiba, Cinta langsung memakan 5 butir combro tanpa jeda diselingi beberapa buah cireng, sedangkan Cahaya hanya makan cireng saja.

Selamat menikmati makanan favoritmu, nak

Hari minggu ini tanggal 22 desember keponakanku Megah berulang tahun, anak pertama kakak sulungku yang juga cucu pertama orang tua ku juga cucu pertama dari pihak besan. Aku membaca App keluarga dari ibuku, bunyinya membuat ku meleleh

Melalui tanggal kelahiranmu…. Mengingat akan ibumu…. Yang tiada tara menyayangimu…. Bahagiakan Dia dengan baktimu. Do’aku untukmu cucuku jadilah wanita utama, yang bahagia di dunia di akhirat. Aamiin.

Mungkin itu tulisan yang tak akan ada artinya untuk sebagian orang, tapi tidak untukku dan semua orang yang mengenal (mengetahui) perjuangan kakak iparku (ibu ponakanku) dalam merawat anaknya. Dia adalah wanita pejuang (mungkin suatu saat aku harus menulis kisahnya yang sangat inspiratif).

Kebetulan di Indonesia hari ini adalah hari ibu. Yang awalnya adalah hari perempuan Indonesia namun saat ini selain diperingati sebagai hari wanita Indonesia tapi maknanya berubah menjadi seperti hari ibu mother day, ucapan kasih sayang untuk ibu. Hari ibu tanggal 22 desember adalah juga hari kelahiran ponakanku Megah. Doaku selalu untuknya adalah semoga kau selalu sehat dan bahagia juga menjadi wanita utama dan hebat seperti ibumu.

Togo

Setelah acara makan combro dan cireng usai kami menonton film Disney yang berjudul Togo. Film ini baru saja realise tanggal 20 desember dua hari yang lalu, saat aku menonton thriller nya aku sudah memastikan bahwa ini akan menjadi film yang menarik bagitu dan anak anak, karena aku tau bahwa film ini akan penuh drama aku sudah menyiapkan tissue.

Film ini diambil dari kisah nyata yang benar benar terjadi di Alaska pada tahun 1925. Mengenai anjing (sled dog) yang bernama Togo yang harus melintasi alam Alaska di tengah cuaca buruk sejauh 700 mil guna membawa serum ke daerah bernama Nome. Aksi ini adalah Aksi kemanusian yang mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan nyawa anak anak yang sedang twrserang epidemic di kota Nome. Kisah ini juga dikenal dengan 1925 serum run to Nome dan juga cerita Great Race of Mercy. Pemeran Seppala dimainkan dengan baik oleh aktor Willem Dafoe, tak hanya itu saat aku melihat foto asli Seppala ternyata mirip sekali dengan Dafoe.

Hari minggu ini ditutup dengan manis dan bahagia setelah melihat film Togo, kadang hati kita merasa lebih damai jika selalu disuguhi akan cerita kasih sayang dan pengorbanan untuk sesama.

Apa kabar….

Kangen nulis dan tentunya kangen kalian semua, kangen ngintip ke blog teman teman semua, ikut merasakan bahagia tentang cerita bahagia kalian, terinspirasi jika ada cerita yang bikin jiwa raga tergugah jika membaca cerita pembawa aura positif, pokoknya kangen ngeblog lagi.

Ide selalu berlomba lomba berserabutan hilir mudik di kepala dan pikiran, berloncatan untuk segera dituliskan. Namun langkah kaki untuk datang ke komputer selalu terhalang dengan berjuta alasan untuk tetap tak beranjak dari sofa berwarna ungu dengan spot yang tak satu pun penghuni rumah ini berani duduk disana. Spot itu milk bunda!

Aku sedang berada dalam keadaan yang kurang nyaman. Apakah depresi ringan akibat akan (sedang) datangnya musim dingin? Ahhh tentu bukan, karena jika orang dilanda depresi orang yang bersangkutan konon tidak menyadarinya.

Ini hanya galau saja. Come on Yayang segera lah bercerita. Tapi masa mau cerita curhat?

Pokoknya segini dulu aja deh😬😬😬. Cuma mo tanya apa kabar kalian semua? Semoga hari kalian menyenangkan. Teman teman yang ada di Belanda yang punya anak SD apakah saat ini sedang membantu anaknya bikin suprise buat dibawa ke sekolah? Atau yang punya anak balita sudah nyiapin kado di sepatu kah? Atau apakah kalian seperti aku yang sedang menantikan kado apa yang akan kita dapat saat pakjesavond tiba? Ahhhh, maafkan diriku yang bertanya mengenai urusan tak penting….. Yang jelas jujur dari hati yang paling dalam aku kangen kalian.

Ada yang mau peyek?

Atau gado gado

Hari ini kami makan peyek dan gado gado, seperti halnya hidup ini yang berasa gado gado ada asam asin dan manis, eh itu nano nano ya…. Maaf salah😬.

Kulit Pastel

Sudah seminggu lamanya mengidamkan bikin pastel. Bikin ya bukan makan. Tiba tiba saja terinspirasi saat minggu lalu dibekali dua buah pastel dari seorang teman. Dulu pernah juga bikin pastel untuk pertama kali, tapi langsung berjanji tidak akan bikin lagi diakibatkan keribetan membuat kulitnya.

Dua potong pastel itu aku bawa ke tempat kerja keesokan harinya, aku tawarin pada seorang kolega yang tepat duduk di sebelah ku saat kami break di kantin. Sudah barang tentu si Belanda ini memuji kelezatan pastel tersebut.

Hari senin kemarin sepulang kerja, aku menelepon teman ku itu, aku minta resep kulit lumpia seperti yang dia buat, kukatakan pada nya bahwa aku telah googleling tapi tetap aku ingin tau resep kulit pastel buatan ya karena menurut dia anti gagal.

Dan Inilah resep yang dia gunakan, yang menurut dia hasil pencari an di Internet.

250 gr tepung terigu

50 gr boter

50 gr minyak sunflower

80 gr air

Sejumput garam

Semua diaduk saja, setelah boter ya dicairkan terlebih dahulu. Diuleni hingga kalis, diamkan kira kira satu jam, baru bisa di pakai.

Saat itu aku langsung membuat tiga adonan. Membuat isiannya dari pukul satu siang, dengan harapan pukul 3 siang saat anak anak pulang bisamenyantapnya. Tapi ternyata tidak begitu, aku baru bisa menggoreng sebanyak 7 biji tepat saat makan sore tiba sekitar pukul 6 sore. Pembuatan selanjutnya aku lanjutan pada pukul 8 malam dan baru selesai pada pukul setengah 10 malam.

Dari 3 adonan yang aku buat, berhasil menghasilkan pastel sebanyak 33 buah dengan berat masing masing perbijinya 60 gr.

Melihat perjuangan ku dari siang hingga malam (brenti brenti juga) ternyata membuahkan waktu dan effort yang tidak sedikit. Rasanya pastel yang banyak beredar di toko seharga 1,75 euro satuannya termasuk harga yang murah jiga dibandingkan perjuangan membuatnya.