Apa yang paling kau takutkan?

Saat terbangun di pagi musim dingin, saat matahari belum muncul pada pukul delapan pagi dan aku masih ingin berada di balik selimut tapi aku mendengar suara Cinta Cahaya yang ingin segera keluar dari kamarnya.
Maka kegaduhan di pagi hari akan segera dimulai………
Dan impianmu untuk masih berada di balik selimut hanya mimpi belaka.

Saat aku harus menempatkan Cinta Cahaya di kinderwagen.
Bukan hanya karena aku harus menggendong salah satu dari mereka terlebih dahulu menuruni tangga, sementara yang lain harus menunggu di atas dan berteriak teriak ingin ikut turun juga bersamaku, dan ketika aku tiba di lantai bawah di mana kinderwagen berada aku harus bejuang begitu sengitnya untuk memasukan salah satu dari si kembar yang telah turun bersamaku terlebih dahulu. Dan itu bukan perkara mudah!

Aku harus menekan tubuhnya dengan sekuat tenaga karena pemberontakannya yang tak mau duduk di kursi kinderwagen. Aku harus mengunci tubuh mungil nan kuat itu dengan tali tali pengaman di kinderwagen, dan aku masih harus naik ke atas untuk membawa kembar yang satunya lagi yang masih tertinggal di atas.
Dan double night mare harus aku telan dalam waktu yang berurutan.

Saat aku mendorong kinderwagen melewati lapangan parkir mesjid besar Turki di Rotterdam setelah aku mengambil anak anak dari child day care.
Lapangan parkir yang luas, memudahkan pandangan untuk melihat keadaan sekitar. Aku bisa melihat dengan leluasa hingga ke halte Allard Piersonstraat dimana langkahku harus menuju untuk membawa si buah hati pulang ke rumah. Setelah seharian pula aku berada di sekolah.

Dan hati ini akan semakin menjerit saat aku melihat bis sudah tiba di halte sementara aku masih mendorong kinderwagen di lapangan mesjid yang luas itu.
Dan bis besar itu seolah mentertawakanku saat tubuh besarnya melewatiku.
Kemudian aku harus menunggu bis selanjutnya 15 menit kemudian!
Menggosok gosokkan tanganku ke tangan mungil Cinta Cahaya jika aku lupa memaikannya kaus tangan untuk membuat mereka sedikit hangat di terpaan angin kencang di musim dingin.
Berkali kali membetulkan kupluk mereka, dan mereka akan kembali menariknya.

Tibalah bis yang dinantikan tiba.
Jika aku mendapatkan supir bis yang bijak, dia akan membukakan pintu belakang bis dimana aku bisa langsung naik dan menempatkan kinderwagen di bagian tengah bis. Kadang aku mendapatkan orang yang langsung sigap membantuku menaikan kinderwagen ke bis, tapi tak jarang orang membiarkanku terlebih dahulu baru mereka menolong setelah aku begitu kesulitan menaikan duo kinderwagen yang besar.

Kegiatan menjemput atau mengantar anak anak dari child day care alias kinderopvang alias tempat penitipan anak untuk usia anak mulai 6 bulan hingga 4 tahun, harus aku lakukan tiga kali seminggu.

Minggu lalu aku menemui dokter, memeriksakan gatal di tangan kiriku. Saat aku memperlihatkan tanganku… dokter hanya melihat sekilas sambil berkata lirih….. obatnya ada dalam hatimu, hilangkan stress atau ketakutan yang ada dalam hatimu…
Stress away, itchy away!
Begitu simplekah?

So, Yayang apa yang paling kau takutkan?
Menaikan Cinta Cahaya ke atas kinderwagen?
Menaikan kinderwagen ke atas bis?
Mendorong kinderwagen di lapangan mesjid yang luas sehingga kau bisa melihat bis yang datang ke halte?
Mengejar bis saat akan menjemput anak anak?
Atau menunggu bis selanjutnya setelah kau tertinggal bis?

What?????!!!!!!!!!!!!!
Hanya itu yang membuat gatal di tangan kirimu muncul?

Yayang, ada ribuan ibu lain yang cemas anaknya tidak bisa makan.
Cemas tak bisa memberikan susu bagi bayinya.
Ada ibu yang berdoa siang malam agar anaknya yang seorang pemimpin suatu negeri mampu menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.
Ada ribuan ibu lain yang cemas dan berharap anaknya mendapatkan yang terbaik, dan mereka tidak takut hanya karena sekedar mendorong kinderwagen dan melihat bis yang ditunggunya melintasinya.

PS: Night mare of waiting bus! Hahaha……..

Rotterdam, 28-11-2011
(suatu hari, saat si kembar masih berusia dua tahun)

Advertisements

Gie

Aku sibuk di belakang computer, melototin Fb maksudnya. Sementara Luc sibuk memilah milah film apa yg akan ditontonnya segera, semuanya film Indonesia.

Arisan twee, serunya.
Rumah kentang.
Jamila dan sang presiden.
Cinta.
Pintu terlarang.
Cinta tapi beda.

Kemudian serentetan judul sebangsa kubur, kuntilanak dan pocong dilontarkan Luc diiringi suara keyboard up and down dalam memilah milah judul film.

Masih membelakangi TV, aku mendengar cuplikan film yg sedang disortir Luc,

‘Taukah kamu, si Iqbal nembak gua hari ini’ seru si artis sambil cengengesan.
Yang kemudian disusul seruan protes Luc.
‘Hah, masa ditembak orang itu masih bisa tertawa?’

Hohoho, rupanya Luc membaca terjemahan dari apa yang dilontarkan si artis tersebut.
‘Hit’ disini bukan arti tembak/ditembak yang sebenarnya.

Dan setelah chek sana check sini, malam itu akhirnya kami menonton film Gie.

Sebuah film mengenai sosok  Soe Hok Gie, yang tak pernah aku tuntaskan filmnya saat aku menontonnya pertama kali di Indonesia.

Dan film Gie dianugrahi Luc dengan score 7,5. Tahukah artinya nilai segitu bagi Luc? Artinya film yg baik, bagus dan punya arti.

http://id.wikipedia.org/wiki/Gie

Bagiku, aku selalu tergila gila pada Nicholas Saputra, seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, apalagi setelah aku liat filmnya Janji Joni (film yang mendapat pujian juga dari Luc).

Nicholas, where are you now?
Rotterdam, 19 Juni 2013

Gie_film

Table manner vs princess Merida

Sejak hari pertama migrasi ke Belanda. Obsesiku adalah membeli meja makan.
Maka sibuklah kami hunting meja makan.
Untuk sementara kami membongkar meja DJ Luc untuk dijadikan meja makan.
Dan hingga kini…. tra laaaaaaa kami belum juga membeli meja makan!

Suatu ketika aku berkeluh kesah pada dokter karena Cinta Cahaya sering tidak menghabiskan makan mereka.
Dokter bilang…..
‘Bukan masalah besar jika anak anak tak menghabiskan makanan mereka…. Akan menjadi masalah jika anak anak meninggalkan meja makan jika kalian masih berada di meja makan’.
Hhhhhmmmmmmmmmm….. Terkejut dengan jawaban dokter.
Pikirku saat itu, apa ga kebalik dok?

Tapi semenjak mereka di konderopvang (days care), anak anak lebih rapih jika berada di meja makan, mengambil piring jika akan makan kue dan duduk di meja makan.

Maka bukan hanya anak anak yang belajar etiket di meja makan tapi lebih pada kami selaku orang tua yang belajar etiket. Walau masih sering kali kami harus memperingati Cinta yang tak mau duduk diam, seperti sore ini….

Kataku, ‘Cinta, are you a princess?’
‘Yes!’ Jawabnya.
‘Do you know  what princess did when she was in a table? Sit, do’nt play with a spoon. Try to be calm, honey’. Kataku.
‘But mom…… I am princess Merida!’

Tawaku dan Luc tak dapat kami hentikan hingga kami selesai makan sore itu….
PS.
Princess Merida, bukan sembarang princess, dia berbeda dari putri putri pada umumnya.
Dia suka berburu, suka memanah, suka berkuda hingga jauh ke hutan belantara.
Dia tidak suka tata cara di meja makan yang kaku, yang boring, dia suka mengemukakan pendapatnya dengan cerdas.
Dia seorang princess yang menawan!

* Akibat terlalu sering nonton film Brave bersama si kembar! http://www.imdb.com/title/tt1217209/?ref_=nv_sr_1
Rotterdam, 28-2-2013
Waktu si kembar berumur 3,5 tahun

Sayur mayur murah

Salah satu keuntungan dari bergaul adalah…. aku jadi tau dimana harus beli sayuran yang harganya jauh lebih murah dari biasa yang aku beli.

Sabtu kemarena aku ke pasar di Grote visserijstraat, setelah aku tak sanggup lagi berdesak desakan di pasar Blaak, karena menurutku setelah Markthal dibuka, rasanya pasar Blaak semakin ramai saja. Dan ternyata pasar yang didapat berdasarkan petunjuk temanku itu banyak menjual sesuatu yang selalu aku buru, apalagi kalau bukan sebangsa cabe rawit dan teman temannya.

Hari itu aku mendapatkan dua bungkus cabe merah dan hijau seharga 1,50 euro saja, begitu ditimbang di rumah perbungksunya 700 gr dan 600 gr. Jika aku beli cabe merah di AH, harga perbungkusnya 99 cent dan isinya hanya 3 biji saja saudara saudara!

Di pasar itu aku berhasil membeli kangkung dengan harga murah, bawang merah, terong ungu, alpukat yang biasanya aku beli 99 cent perbiji di pasar aku bisa mendapatkan 4 biji dengan harga 1 euro. Dan yang lebih membuat diriku serasa di surga adalah saat mataku tertumpu pada tomat hijau yang biasanya sulit dicari, dan harganya lebih mengagetkan lagi cuma 35 cent per kilonya, duh beli dua kilo ga nyampe satu euro.

Cara lain mendapatkan sayuran murah adalah dengan mendatangi supermarket Lidl. Sudah murah dan kualitasnya sangat bagus. Sekitar dua tahun yang lalu saat supermarket Lidl dibuka di dekat rumah kami, Luc tak tertarik sedikitpun untuk belanja di sana, dia tetap setia untuk selalu belanja di supermarket Plus. Kini setelah aku membandingkan bahwa sayuran di Lidl sangat jauh lebih murah dari pada di Plus, aku membagi tugas dengan Luc, secara garis besar tugas belanja tetap menjadi bagian Luc namun untuk urusan sayuran, akulah yang bertanggung jawab. Karena aku masih belum juga punya SIM di Belanda (artinya tidak bisa belanja banyak, berat soalnya kalau harus jalan kaki sambil mengangkat belanjaan) jadi setiap hari aku menyicil beli sayuran ke Lidl setiap habis menjemput anak anak dari sekolah. Kini jika satu hari saja aku tak mengunjungi Lidl Cinta Cahaya selalu menarikku untuk tetap masuk kesana.

Dan tahukah berapa harga kentang 10 kg di Lidl beberapa waktu yang lalu? 1 euro 69 cent saja!!! Kaget? Sama dong. Jika satu euro sama dengan 15 ribu rupiah, maka harga satu kg kentang hanya 2350 rupiah saja. Kentang yang konon dengan kualitas terbaik.

iklannya di folder

iklannya di folder

penampakan kentang setelah ada di rumah

penampakan kentang setelah ada di rumah

Kadang mendengar bahwa harga sayur mayur di Indonesia kadang tak masuk akal, bisa naik secara drastis dan juga bisa sangat murah hingga para petani terpaksa membuang hasil panennya karena tak mungkin dijual. Tanya:  mengapa bisa begitu?

dua bungkus cape 1,50 euro saja!

dua bungkus cape 1,50 euro saja!

Cabe setelah dicuci

Cabe setelah dicuci

IMAG2523

buah delima yg jarang didapat di Indonesia disini cuma 1 euro saja per kilo nya

buah buahan

buah buahan

spruitjes harga marah kurang dari satu euro perbugkus

spruitjes harga marah kurang dari satu euro perbugkus

oseng spruitjes siap disantap bersama nasi putih

oseng spruitjes siap disantap bersama nasi putih

berbagai macam sayuran yg perbungkusnya kurang dari 1 euro

berbagai macam sayuran yg perbungkusnya kurang dari 1 euro, wortel, china kol, sla

tomat hijau yg hanya bisa ditemui di pasar perkilonta 35 cent saja, tomatnya besar besar, sehat, siap jadi sambal hijau ala masakan padang

tomat hijau yg hanya bisa ditemui di pasar perkilonta 35 cent saja, tomatnya besar besar, sehat, siap jadi sambal hijau ala masakan padang

buah buahan setelah nyampe rumah, ada kiwi, alpukat, mangga, perssinasapel

buah buahan setelah nyampe rumah, ada kiwi, alpukat, mangga, perssinasapel, apel

Secangkir kopi (tidak) pahit

Sejak kapan aku suka minum kopi? Seingatku sejak kelas empat SD. Ga normal untuk anak jaman aku kecil dulu.
Gara garanya karena aku selalu ikut minum kopi dari cangkir ayahku tiap hari bisa pagi dan juga malam hari. Selalu begitu setiap hari jika tidak minum kopi rasanya ada yang kurang.

Masuk SMP aku bersahabat dengan penggila kopi sejati. Kami suka berburu membeli kopi yang dijual satu sachet di warung jaman aku SMP dulu baru mulai munculnya kopi jenis 3 in 1. Rasanya beli di warung udah keren banget.

Jaman SMA aku masih berteman dengan kawanku penggila kopi itu masih cukup puas dengan kopi sachet-an itu, nah menginjak bangku kuliah temanku sudah tahu dimana tempat kopi yang enak aku tak bisa lagi berburu kopi dengannya maklum uang sakuku mana cukup untuk ngopi di tempat yang elit.

Berbeda dengan kawanku itu dia bisa membedakan mana kopi yang berkualitas atau kopi yang biasa saja dia juga tau dengan tepat cara menyeduh kopi yang baik, harus dengan air mendidih dan berapa putaran saat mengaduk kopinya menurut dia kopi yang enak adalah kopi yang tidak terlalu manis. Sedangkan aku asal tidak terlalu encer dan pakai gula dan kream sudah cukup lah bagiku. Tetap tak bisa membedakan mana kopi berkualitas atau bukan.

Datang ke Belanda ternyata aku berjodoh dengan orang yang tak suka kopi sama sekali, saking tak sukanya pada kopi jika aku baru minum kopi dia sama sekali tak mau menciumku. Namun begitu, saat aku datang ke rumah yang kemudian kami sebut rumah kami, dia menyediakan alat untuk membuat kopi yang berada dalam ukuran canggih pada saat itu (hampir enam tahun yang lalu).

Dan cerita tentang perangkat pembuat kopi yang aku punya ternyata dikagumi ayahku saat lima tahun yang lalu dia menengokku untuk yang pertama kalinya di Belanda, menurutnya kopi nya terasa sedap dan dibuatnya gampang. Alat yang aku punya adalah Philip Senseo yang biasa saja, yang menggunakan kopi pad, bukan bentuk capsule yang tersedia dalam berbagai macam pilihan bisa late atau capuccino. Dan tak lama setelah ayahku pulang dari kunjungan yang pertama, Luc mengirimkan alat yang sama yang aku punya di sini ke Indonesia. Kemudaian problem segera muncul, kami harus mengirimkan kopi pad secara berkala ke Indonesia karena hingga saat ini ayahku tak menemukan kopi pad dijual di Supermarket di Indonesia, juga saat aku dan Luc mengecek ke beberpa supermarket ternama di Bandung, kopi pad yang biasa saja itu tak tersedia di sana.

Beberapa bulan yang lalu aku menemuka Luc yang tengah sibuk searching mengenai kopi, kemudian katanya kopi yang lezat itu jika langsung dibuat dari biji kopi, maka kesimpulannya ia ingin menghadiahkan alat pembuat kopi untuk ayahku, katanya ada dua keuntungan jika membeli alat tersebut, ayahku bisa menikmati kopi yang lezat dan biji kopi tak perlu dikirim dari Belanda, ayahku bisa dengan mudah mendapatkannya di Indonesia, dan salah satu penghasil kopi terbaik tentunya dari Indonesia.

Seminggu yang lalu, tukang pos datang membawa dus besar yang aku bisa tebak isinya dari tulisan yang ada diluar dus tersebut. Aku menebak untukku atau untuk ayahku? Jawabanya segera terjawab saat malam hari tiba, Luc menyuruhku naik ke kamar sementara dia dan anak anak sibuk membungkus dus yang sudah aku tebak isinya.

Tanggal 10 oktober 2014 adalah hari ulang tahunku, pagi pagi sekali Luc dan anak anak sudah menyelamatiku, dan pagi itu kami sibuk sekali, kami memutuskan tidak membuka kado yang sudah dibungkus Luc dan anak anak, rencana membuka kado adalah saat Luc pulang kerja nanti sebelum kami pergi ke restaurant untuk merayakan ulang tahunku bersama keluarga kecil kami. Ritual pagi yang selalu penuh drama karena harus menyiapkan anak anak ke sekolah tak juga membaik walau aku sudah bangun lebih pagi.

Datang ke sekolah dua temanku tanpa aku sangka sebelumnya mereka memberikan kado untukku. Aku bahagia bukan karena mereka memberikan kado untukku tapi karena mereka ingat ulang tahunku. Mirrele dosen kami memberikan suprise dengan menyanyi bersama sama teman sekalasku saat istirahat tiba. Seru dan heboh, juga saat teman temanku terbelalak tak percaya saat mengetahui umurku.
IMAG2635

Pulang Luc dari kantor, kami tak sempat lagi membuka kado. Setelah aku memasukan buket bunga yang dibawa Luc sepulang dia kerja ke vas bunga, kami terburu buru pergi ke restauran.
IMAG2629
Disana kami dilayani oleh pelayan yang ramahnya super sekali. Cinta dan Cahaya berkata bahwa hari ini aku berulang tahun, dan tentu saja aku segera mendapat ucapan selamat dari pelayan restaurant tersebut. Saat makanan penutup tiba, pelayan itu menambahkan kembang api di ice cream Cinta dan Cahaya, tentu saja kembang api itu menambah kecerian kami hari itu.
IMAG2615

Barulah pada pagi harinya di hari sabtu, aku bisa membuka kado dari Luc. Seperti yang sudah aku kira sebelumnya, Luc menghadiahiku alat pembuat kopi, bukan dari pad lagi tapi langsung dari biji kopi. Kami sama sama mengetes alat itu untuk pertama kalinya, menurut yang Luc baca di internet, alat itu akan menghasilkan kopi yang lezat jika sudah menghasilkan 20 cangkir kopi. Ternyata aku tak perlu menunggu hingga 20 cangkir untuk menghasilkan kopi yang lezat. Saat Luc memberikan cangkir pertama capuccino aku sudah mencium bau semerbak dari kopi yang dihasilkannya. Aromanya yang harum semerbak, penampilan yang ditampakkan oleh si capuccino saat berada di cangkir tak kalah hebat dengan capuccino yang disuguhkan di cafe, dengan buih putih yang menyembul di cangkir rasanya pantas jika kopi ini tersaji setiap pagi di rumah orangtuaku untuk mengawali pagi mereka.

Bagaimana, Yang? Lezat kopinya?  Lezat seruku. Manisnya pas, tidak pahit dan busanya mantap!
Ok, bisa jadi bahan pertimbangan untuk membeli satu lagi untuk ayah jika kita punya uang lebih, ujar Luc.

Aku hanya menggangguk. Tentu saja akan selalu ada kemudahan jika kita berniat memberiakan sesuatu untuk orang tua kita, bukan?

So, selamat menikmati secangkir kopi, kawan…..
IMAG2616

Sepedaku dicuri!

Tergopoh gopoh aku mengejar Cinta dan Cahaya yang telah berlari keluar dari pintu gedung kolam renang. Mereka menuju sepeda yang terparkir di sebelah gedung kolam renang. Seorang ibu yang juga setengah tergesa mengikutiku dari belakang, sambil berteriak ke arahku….
Mevrouw…. plastiknya dibuka dulu, masa keluar pake sepatu palstik. Ujarnya sambil menunjuk ke arah sepatuku.

Oh my God! Mukaku segera merah membara, saking malunya, aku masih menggunakan plastik di sepatuku. Plastik biru yang menyerupai sepatu yang biasa kami gunakan jika berada di kolam renang untuk melindungi lantai di area kolam renang agar tidak kotor dari sepatu kami.

Aku tertawa untuk menyamarkan rasa maluku sambil membuka plastik biru yang menutupi sepatuku. Dan si ibu yang memberi tahu ku ikut tertawa terpingkal pingkal sambil melanjutkan perkataannya yang menurutku tak perlu…. Nanti orang mengira kamu orang gila. Ujarnya.

Namun detik kemudian tawanya terhenti dan dia menjerit histeris…. Sepedaku dicuri!
Aku melongo, menyadari hanya sepeda Cinta dan Cahaya saja yang tersisa, biasanya sepeda Cinta dan Cahaya selalu terparkir berdampingan dengan sepeda si ibu itu. Dia adalah ibu dari teman berenang Cinta dan Cahaya.

Aku ikut panik, berbalik arah bersiap siap akan menuju kembali ke kolam renang untuk melaporkan pada pihak kolam renang. Sementara si ibu itu segera berlari ke sisi lain gedung. Dan disaat bersamaan si anak ibu tersebut berteriak ke arah ibunya yang tinggi semampai dan berambut blonde itu sambil berseru….. Mama, kamu gila ya? Kita kan naik mobil! Serunya sambil menunjuk sebuah mobil yang terparkir di depan kolam renang.

Hahaha, di tengah kepanikanku aku terbahak bahak sejadi jadinya!

Baju lama jadi baru lagi

Judulnya pengiritan.
Ceritanya Cinta Cahaya perlu baju baru. Tapi sekarang kok maunya pilih sendiri. Setiap ke toko pasti pilihnya rok terus. Kalau bukan rok, mereka merasa tak cantik. Walah centil ya mereka.

Nah bermula sewaktu di Indonesia, baju baju Cinta dan Cahaya memang sudah aku rencanakan tak dibawa ke Belanda lagi. Tapi sewaktu aku beres beres aku mengurungkan niat untuk membawa lagi baju (sweater) bergambar putri salju kembali ke rumah, karena ingat anak anak sangat menyukai baju tersebut. Aku berniat menyambung swater itu dengan kain lain sehingga menyerupai rok, mengingat anak anak selain memakai t shirt mereka selalu menyambungnya dengan rok pendek dibalik moilot yang selalu mereka kenakan, jadi pikirku kenapa ga sekalian saja disambung jadi menyerupai dres.

Saat aku menyerahkan baju bekas anak anak pada ibuku untuk diberikan pada familiku di kampung aku memegang baju si putri salju tersebut seraya berkata pada ibuku, kecuali yang ini aku akan menyambungnya menjadi rok.

Ibuku yang bisa menjahit juga langsung menawarkan diri untuk merombak baju si kembar, dengan senang hati aku langsung berterima kasih pada ibuku.

Begitu melihat hasilnya, bukan aku saja yang puas tapi anak anakpun bergembira, dan langsung meminta t shirt yang lainnya untuk dibuat rok.

Ternyata kemampuanku menjahit tidak sia sia, selain aku bisa berhemat dengan tidak selalu membeli baju di toko untuk Cinta dan Cahaya, akupun bisa membuat baju untuk diriku sendiri, hampir semua baju untuk pesta aku sendiri yang membuat, walaupun sederhana tapi aku merasa nyaman dan selalu menampilkan bahwa inilah ciriku. Dan  teman temanku yang tahu bahwa aku selalu menjahit sendiri mereka selalu menebak baju yang aku kenakan adalah buatan sendiri. Dan itu adalah benar

Berikut beberapa baju yang pernah aku buat dan sebagian aku rombak.

sweater putri salju, yag disambung jadi rok oleh ibuku

sweater putri salju, yag disambung jadi rok oleh ibuku

T'shirt yang disambung jadi rok

T’shirt yang disambung jadi rok

IMAG2468

kaos atasan yang disulap jadi rok

kaos atasan yang disulap jadi rok

saat ultah pertama, dengan baju buatanku

saat ultah pertama, dengan baju buatanku

keduanya buatanku

keduanya buatanku

pyama buatanku

pyama bahan flanel

bahan jean

bahan jean

DSCF6821
DSCF6180

berbahan batik juga ada

berbahan batik juga ada

DSCF6172DSCF6167

Bahkan kelambu dan gorden pun aku buat sendiri untuk kamar Cinta dan Cahaya saat mereka masih ada di dlm perutku

Bahkan kelambu dan gorden pun aku buat sendiri untuk kamar Cinta dan Cahaya saat mereka masih ada di dlm perutku

DSCF1031

jaman hamil

jaman hamil

la ramblapark guellmaastricht

So, adakah diantara kalian yang berhobby membuat baju juga?