Sekolah Dasar di Belanda

Hari Kamis tanggal 25 September, dua hari yang lalu, aku dan Luc datang ke sekolah anak anak untuk kennisavond groep 1/2 alias malam perkenalan antara sekolah dan orang tua anak anak yang duduk di groep1/2.

Cinta dan Cahaya sekolah di Albert Schwietzer Basisschool, yang berjarak kira kira 600 meter saja dari rumah. Sekolah dasar ini menggabungkan groep 1 dan groep 2 kedalam satu kelas. Dengan jumlah anak 30 orang perkelas dikali 6 kelas, maka ada 180 anak yang duduk di groep satu dan dua dalam sekolah mereka. Begitu kenaikan kelas atau tahun ajaran baru yang biasanya dimulai setelah liburan musim panas maka 15 orang anak akan diambil dari salah satu kelas dan digabungkan dengan 15 anak dari kelas yang lainnya, tentu saja anak yang diambil adalah anak yang dikatagorikan ke dalam groep 2. Kemudian mereka akan berada di dalam kelas yang disebut groep 3. Oleh sebabb itulah jika groep 1/2 ada 6 kelas, maka groep 3 akan berjumlah 3 kelas, begitu juga groep diatasnya (hingga groep 8) akan berjumlah masing masing groep tiga kelas.

Dari enam kelas groep 1/2 terdapat 4 kelas yang diisisi oleh 5 hingga 6 pasang anak kembar yang dipisahkan kelas tersebut disebut couple claass karena kelas mereka berdampingan dengan kelas pasangan kembarnya. Contohnya saat ini Cahaya duduk di groep 1/2d sedangkan cinta duduk di groep 1/2e. Tahun depan jika mereka layak masuk groep 3, mereka tetap akan berada di kelas yang terpisah karena penggabungan groep tiga tidak akan dipasangkan dengan groep pasangan kembarnya.
groep 1/2a dan groep 1/2d menjadi groep 3a
groep 1/2b dan groep 1/2e menjadi groep 3b
groep 1/2c dan groep 1/2f menjadi groep 3c
Seru ya sekolah mereka banyak anak kembarnya.

Oh ya bercerita mengenai anak kembar, Meester Nick wakil kepala sekolah dia mempunyai anak kembar yang baru berusia 6 bulan, waktu kennisavond kemarin malam dia bercerita bahwa Cinta dan Cahaya termasuk anak kembar yang menurut dia sulit dibedakan, beberapa hari yang lalu saat Nick sedang memberikan pelajaran di salah satu groep 8 dimana terdapat anak kembar, dia  menemukan anak kembar yang harusnya duduk di kelas lain malah berada di kelas  pasangan kembarnya. Mereka saling bertukar kelas untuk satu hari, dan baru meester Nick lah yang menemukan kejanggalan tersebut tepat di akhir jam sekolah. Nick bercerita pada kami bahwa anak kembar suatu saat akan mencoba petualangan menyamar menjadi pasangan kembarnya, biasanya mereka melakukan itu untuk kegembiraan sekaligus ketegangan dan dilakukan saat mereka mulai besar nanti. Maka waspadalah, cerita Nick saat itu.

Oke kembali ke malam perkenalan orang tua murid, ini adalah pengalaman kedua aku dan Luc. Tahun lalu kami datang juga, tahun ini aku ingin mengulanginya karena wali kelas Cahaya berganti, tahun lalu dia berada dibwah bimbingan juf Evelien wanita muda yang energiek, sekarang kelas Cahaya dipegang juf Lisbeth dan juf Corien yang berbagi hari. Juf Liebeth adalah seorang guru yang sudah tua dan berpengalaman dengan anak anak usia kleuteur (4-5 tahun) sedangkan juf Corien datang dari groep 3, menurut sekolah mereka akan menjadi pasangan yang ideal. Maka untuk lebih mengenal kedua guru tersebut kami datang ke malam perkenalan orang tua dan sekolah tersebut.

Seperti yang diperkirakan tak akan banyak orang tua yang anaknya sudah duduk di groep 2 untuk datang pada pertemuan itu, mereka yang datang adalah para orang tua yang betul betul anaknya baru sekolah disini yaitu dari groep 1.

Acara dimulai pukul 7 malam teng, kami masuk ke dalam satu kelas yang lebih besar dari kelas anak anakku tapi tempat yang kami datangi adalah sebuah kelas, bukan tempat pertemuan atau apa, kursi lipat sudah tersaji berderet dan berbaris rapi, aku dan Luc duduk di barisan kedua setelah sebelumnya mengambil kopi dan satu kue kering di pintu masuk. Berlangsung kira kira 10 menit saja kemudian jajaran direksi segera berbaris berdiri di depan kami ada 4 orang. Meester Nick mengucapakan selamat datang pada kami kemudian menceritakan tentang acara yang akan berlangsung dua jam kedepan, yang intinya memperkenalkan aktifitas apa saja yang dilakukan groep 1/2, beberapa organisasi terkait dengan pihak sekolah seperti badan pengawasan anak, physiolog, logopedie (orang yang membantu dalam berbahasa seperti artikulasi dll) dan seorang guru musik yang datang dari sekolah musik untuk memberikan pelajaran musik seminggu sekali. Dan guru guru groep 1/2 hanya berdiri dibelakang kami, sehingga saat Nick menyebutkan nama mereka satu persatu beserta kelas yang dipegangnya kami harus menoleh ke belakang.

Singkat dan padat. Kemudian para orang tua ini dipersilahkan membubarkan barisan setelah sebelumnya dibagi menjadi dua kelompok, kelompokku dibawa ke ruangan kelas yang lain untuk mendapat penjelasan tentang apa saja yang diajarkan di dalam kelas, sedangkan kelompok yang lain akan diberi penjelasan melalui video apa yang terjadi di kelas saat  anak anak sedang belajar. Pembagian ini hanya dikarenakan tempatnya yang tidak mencukupi. Lucunya sebelum kami bubar Nick menyuruh kami melipat kursi yang kami duduki dan menyimpannya di tempat yang telah ditunjuknya. Semuanya kembali rapih kurang dari 3 menit saja. Kepraktisan dan sistem yang tidak bertele tele itulah yang seharusnya kita contoh. Cepat dan efisien.

Kini aku dan Luc sudah berada di dalam ruangan kelas yang lain, mendengarkan penjelasan apa saja yang dipelajari anak anak di sekolah.

Pada dasarnya setiap kelas terdiri dari empat pojok yang mempunyai peranan penting saat anak anak bermain, pojok pojok itu dianamakan:
1. Poppenhoek/Pojok boneka
2. Schrifthoek/ Pojok menulis
3. Zandtafel/Meja pasir
4. Bouwhoek/Pojok bangunan

Setiap awal minggu anak anak akan mendapatkan sebuah kertas kerja yang harus dipenuhi selama satu minggu, disitu terdapat beberapa jenis kegiatan/permainan yang bisa mereka pilih sendiri. Setiap mereka selesai mengerjakan sesuatu mereka harus mewarnai lingkaran yang ada disebelah gambar aktifitas yang baru mereka kerjakan.
Foto dibawah ini adalah kertas kerja yang harus dikerjakan anak anak setiap minggunya. Disitu ada gambar sebuah meja yang kemudian disebelah kanannya ada lima buah lingkaran kosong. Setiap anak yang telah mengerjakan suatu pekerjaan mereka harus mewarnai si lingkaran kosong tersebut. Contoh lain adalah disebelah gambar puzzel ada 10 lingkaran kosong, artinya dalam satu minggu setiap anak hanya boleh main puzel selama sepuluh kali. Setiap selesai mengerjakan satu puzzel, anak tersebut harus mewarnai satu lingkaran yang berada disebelah gambarr puzzel, begitu seterusnya. Anak dibebaskan untuk mengerjakan apa saja terlebih dahulu, bisa jadi seorang anak yang hanya sibuk mengerjakan puzzel saja seharian sehingga kesepuluh lingkaran disebelahnya telah terisi dalam satu hari, hari berikutnya anak tersebut sudah tidak bisa mengerjakan puzzel lagi karena jatah bermain puzzelnya telah habis. Jika begitu maka dia harus mengerjakan pekerjaan lainnya yang masih kosong atau belum ditandai dan diwarnai lingkarannya.

opdrach/kertas kerja

opdrach/kertas kerja

Gambar di kertas warna merah gambar dari atas – bawah

1. Stempeltafel/Meja Stempel
Di Meja ini tersedia stempel huruf dan angka. Aku ingat saat awal Cahaya sekolah hampir tiap hari dia membawa kertas hasil stempel yang dia buat di sekolah. Disitu hanya terdapat beberapa angka yang saling tumpang tindih tak karuan, kemudian hasil stempel Cahaya mulai membaik, dia dapat mengurutkan mulai angka satu hingga sembilan, walau tidak sempurna.

Tafel stempel

stempeltafel

2. Spellen/Mengeja
Arti dari spellen adalah mengeja, di bagian mengeja ini terdapat berbagai alat bantu yang dapat digunakan untuk mengeja, seperti puzzel huruf atau metoda lainnya yang membantu anak anak dalam pengenalan jenis huruf. Misalnya gambar gajah yang dibawahnya ada tulisan gajah, anak yang sedang belajar kemudian mencari huruf yang sama dengan tulisan gajah, mereka belum diajarkan bagaimana menyebutkan huruf huruf tersebut, jika guru datang membantu sang guru hanya menyebutkan ini adalah ‘ge’ saat memegang huruh g, dan menyebutkan ’em’ saat memegang huruf m dan saat menyebut hurus s sang bu guru akan mendesis menyerupai suara ular. Jadi bukan penyebutan abjad A B C D dst seperti dulu kita belajar saat kecil.
Mengapa begitu? Karena groep 1/2 merupakan kelas awal yang tidak diwajibkan mengenal semua huruf apalagi bisa membaca, karena usia mereka masih berada dalam usia bermain, dan kalaupun mereka bermain huruf dan angka itu hanya dalam tahap pengenalan saja. Metoda awal yang hanya dari visual saja, menyebabkan Cinta dan Cahaya bisa membaca semua nama yang ada di kursi teman teman mereka (semua kursi dinamai sehingga memudahkan dimana mereka duduk saat mereka datang ke sekolah, biasanya kelas dimulai dengan teman yang disebut ‘kring’ dimana semua kursi disusun menyerupai lingkaran) Walau sepertinya mereka bisa membaca nama teman teman mereka itu karena ingatan dari visual yang setiap hari mereka lihat, saat aku menanyakan huruf, Cinta dan Cahaya tidak bisa menjawabnya dan hingga kini mereka hanya bisa menulis nama mereka sendiri tapi tidak bisa mengeja, yang mereka tahu hanya penyebutan huruf C yang mereka sebut dengan ‘tje’ kemudian huruf A, I, N. Beberapa kalia aku menunjukan huruf T Cinta tak bisa menjawabnya hanya menjawab huruf itu ada di dalam namaku, hihihi. Begitu juga Cahaya selalu berpikir keras saat aku bertanya huruf H dan Y, Cahaya menggeleng tak tahu bagaimana menyebut kedua huruf tersebut saat aku memberitahukannya di bisa mengulangnya, nah herannya saat aku bertanya beberapa hari kemudian Cahaya kembali menggeleng, walah! Walaupun mereka belum bisa menyebutkan huruf huruf dari A hingga Z aku sama sekali tak khawatir. Karena mereka akan belajar membaca nanti saat mereka duduk di groep 3 dengan usia antara 6 hingga 7 tahun. Dan mereka akan belajar di sekolah bukan di rumah, guru mereka yang akan mengajarkannya, bukan orang tua sebelum mereka masuk sekolah dasar seperti banyak terjadi di Indonesia yang meminta bahkan mengharuskan anak yang akan masuk SD harus sudah bisa membaca. Disini tidak seperti itu.
IMAG0267

3. Puzzel
Di lemari puzzel ini tersedia berbagai macam puzzel yang sesuai untuk usia di groep 1/2 yaitu usia 4 dan 5 tahun. Tentu saja setiap slesai bermain atau ‘belajar’ mereka harus menyimpan semua peralatan bermain ke tempatnya masing masing.

4. Poppenhoek
Nah sudut inilah pojok yang paling disukai anak anak, tak hanya anak perempuan tapi juga laki laki. Di sudut ini mereka bermain ‘moeder en vader’ atau main boneka seperti aku kecil dulu, ada yang berperan sebagai mama, papa dan baby ditambah jadi anjing, biasanya yang berperan sebagai anjing adalah anak laki laki tapi aku mendengar dari guru Cinta bahwa Cinta paling sering berperan sebagai anjing, setiap bermain di poppenhoek Cinta selalu meminta peran sebagai anjing.
Di sini tema poppenhoek akan berganti setiap minggunya, tak hanya menceritakan tentang keluarga saja, tapi kadang popenhoek ini berubah jadi ruang prakter dokter umum, dokter hewan dan lain lain, maka tak heran jika mereka main dokter dokteran.

Popenhoek

Poppenhoek

IMAG0289IMAG0290
Poppenhoek di kelas Cahaya, rumahnya bertingkat hehe

5. Kleuren/Mewarnai
Kegiatan di sekolah yang paling disukai cahaya adalah menggambar atau mewarnai, dia paling sering bekerja di bagian ini, jika dalam seminggu dia sudah menggambar sebanyak lima kali, dia tidak bisa menggambar lagi maka dia harus bekerja di bagian buku kerja yang masih kosong lingkarannya. Setiap selesai bekerja anak anak diharuskan mewarnai atau menandai kertas kerjanya sendiri, dengan cara mewarnai dalam lingkaran yang tersedia di sebelah gambar yang sedang di kerjakan.

Cahaya sedang mengambil perlengpanan menggambar, kertas dan pinsil warna.

Cahaya sedang mengambil perlengpanan menggambar, kertas dan pinsil warna.

Cahaya muali menggambar

Cahaya muali menggambar

6. Vormen/Mengenal bentuk
Bermain atau belajar pengenalan bentuk, lingkaran, segitiga, segiempat, jajaran genjang dan lain lain.
IMAG0288

7.Cleien/Tanah liat(malam)
Aku tak atu apa istilahnya baha Indonesianya untuk clei, tapi sewaktu aku kecil dulu aku menyebutnya malam. Dikampungku biasa membuat mainan dari tanah liat, dan orang tauaku membiarkan kami bermain tanah liat tapi kebanyakan teman teman sekolahku tak diperkenankan bermain tanah liat orang tua mereka membelikan pengganti tanah liat yang kami sebut malam. Seperti aku dulu, Cinta dan Cahaya pun penggemar clei, di sekolah mereka membuat bermacam macam kue kue an dengan bahan clei menggunakan cetakan atau pisau, persis seperti membuat adonan kue kering yang telah siap di cetak.

8.Knutselen/Kerajinan tangan
Atau yang disebut dengan kerajianan tangan, anak anak akan bekerja dilengkapi gunting dan lem. Dan biasanya mereka menggunakan bahan bahan bekas yang ada di rumah tangga, seperti dus bekas cereal yang dijadikan mobil moobilan atau yang paling sering adalah bekas gulungan kertas toilet.

Gambar di kertas warna kuning

1. Zandtafel/Meja pasir
Bermain pasir adalah permainan yang banyak disuka anak anak, jika udara cerah saat mereka istirahat hampir setiap anak bermain di gundukan pasir yang ada di halaman sekolah, dan saat mereka belajar di kelas, disediakan pula meja pasir, yang dilengkapi dengan air, sehingga pasri tersebut bisa dibentuk berbagai macam bentuk, seperti membuat kastil, atau yang lainnya.

Zand tafel

Zand tafel

2. Verven/Melukis
Setiap anak yang sedang melukis selalu dilengkapi dengan jas pastik, sehingga baju yang dipakai tak kotor terena tumpahan cat.

Cahaya sedang melukis

Cahaya sedang melukis

3. Schrijven/Menulis
Anak anak belajar metorik juga mulai yang kasar hingga yang halus seperti menulis. Metoda yang pertama diajarkan adalah menulis di atas pasir, anak anak boleh menggambar atau menulis di situ.

schrif boek Belajar menulis,  Dlm foto ada kotak, itu adalah papan pasir, untuk pengenalan pertama anak2 menulis di papan pasir yang bisa dihapus dengan sapuan tangan saja, dan menulis dengan jari tangannya

schrif boek
Belajar menulis,
Dlm foto ada kotak, itu adalah papan pasir, untuk pengenalan pertama anak2 menulis di papan pasir yang bisa dihapus dengan sapuan tangan saja, dan menulis dengan jari tangannya

4. Bouwhoek/Sudut bangunan
Di sudut bangunan ini, anak anak belajar bekerja sama untuk menciptaka sebuah bangunan, mulai dari perencanaan akan membuat apa hingga bahan apa yang akan digunakan. Misalnya bangunan dari kardus atau dari kayu.

Bouwhoek

Bouwhoek

IMAG0287

Bouwhoek/sudut bangunan di kelas Cahaya

5. Computer
Setiap kelas dilengkapi dengan layar computer yang lebar dan tentu saja layar sentuh alias touchscrean. Jika anak sedang bekerja dibalik komputer maka akan ada dua anak yang saling bekerja sama, mereka memutuskan berdua permainan apa yang akan dikerjakan apakah itu games, mewarnai dan bisa yang lainnya.
IMAG0285

6. Lego
Foto yang aku ambil dibawah ini menarik perhatia Luc, karena model gambar yang ditengah adalah jenis lego pada zaman Luc kecil dulu, saat Luc seusia Cinta dan Cahaya. Ada orang tua lainpun yang ikut tertawa saat melihat jenis lego tersebut dan saling berkomentar, wow tua sekali mainan disini…..begitu komentarnya. Sedangkan jenis lego yang paling kecil termasuk jenis lego masa kini atau yang dinamakan Knex. Dengan Knex anak anak bisa membuat bemacam macam jenis robot atau bentuk lainnya, dan anak laki laki adalah penggemar permainan Knex. Menurut guru yang saat itu menerangkan pada kami, kadang diapun sedikit kesulitan untuk membuat robot dan kebanyakan muridnya lebih berhasil membuat berbagai bentuk dengan cepat.

Lego atau knex

Lego atau knex

7. ?
Nah saat aku bertanya pada Cinta dan Cahaya, apa yang harus dikerjakan dengan gambar seperti ini? (ada gambar rumah, mobil, pohon) Mereka berdua mengguakan istilah dalam bahasa Belanda yang tak aku mengerti, jadi untuk sementara penjelasan ini dilain waktu saja, saat aku tau dengan persis apa yang mereka kerjakan untuk gambar tersebut.

8. Kralenkast/Lemari Merangkai
Permainan ini untuk merangsang metorik halus anak anak. Mereka belajar memasukan benda pada sebuah lubang, seperti membuat kalung. Biasanya benda mungil tersebut bertuliskan huruf huruf dan anak anak harus memasukan huruf huruf tersebut seperti contoh yang ada di hadapannya.
IMAG2529

Nah sekarang bagaimana guru bisa tahu pekerjaan apa saja yang dipilih si anak? Selain si guru bisa melihat kertas kerja si anak, guru juga akan melihat pada papan kerja yang tergantung di kelas. Pada  sebelah kiri papan kerja tersebut terdapat berbagai gambar aktifitas sedangkan sebelah kananya terdapat nama anak anak yang ada di kelas tersebut. Setiap anak yang akan bekerja, mereka diwajibkan memindahkan papan nama mereka dibawah gambar aktifitas yang akan dilakukannya, jika mereka sudah menyelesaikan suatu aktifitas dan akan memulai aktifitas lain yan berbeda maka dia harus memindahkan namanya kembali ke gambar yang lain yang sesuai dengan aktifitas yang akan dikerjakannya.

Papan kerja

Papan kerja

Cinta sedang mengambil papan namanya dan akan meletakannya dibawah aktifitas yang akan dia kerjakan

Cahaya sedang mengambil papan namanya dan akan meletakannya dibawah aktifitas yang akan dia kerjakan

Cahaya meletakan namanya di bawah gambar menggambar dan mewarnai, artinya dia akan mengerjakan aktifitas tersebut

Cahaya meletakan namanya di bawah gambar menggambar dan mewarnai, artinya dia akan mengerjakan aktifitas tersebut

Selain itu setiap aktifitas ada ketentuan masing masing yang bisa jadi ketentuan tersebut berbeda dengan anak lainnya. Contohnya ketentuan lampu kerja oranye dan hijau

Penjelasan warna lampu

Penjelasan warna lampu

Peraturan lampu hijau adalah:
1. Kamu bekerja setenang mungkin (artinya tidak ribut atau grasak grusuk)
2. Kamu menyelesaikan sebisa mungkin sendiri
3. Kamu boleh bertanya pada teman (murid lainnya)
4. Kamu boleh bertanya pada guru

Sedangkan Peraturan warna oranye hampir sama dengan warna hijau hanya nomor empat berbunyi ‘kamu tidak boleh bertanya pada guru’, artinya jika aktifitas tersebut sulit, anak tersebut hanya bisa bertanya pada temannya saja, tidak pada guru.

Menurutku ide menyatukan groep 1 dan 2 menjadi satu kelas adalah ide yang baik, karena anak yang lebih muda bisa bertanya pada temannya yang lebih tua atau yang lebih lama satu tahun di dalam kelas sehingga lebih berpengalaman dalam mengerjakan aktifitas.

Untuk groep 1/2, peraturan lampu hanya terdapat dua warna yaitu warna hijau dan oranye saja, untuk kelas yang lebih tinggi akan ada warna merah dan peraturannya akan berbeda pula.

Untuk urusan warna lampu ini, minggu yang lalu Cahaya pernah mengeluh, bahwa guru yang sekarang tak mau lagi menjawab pertanyaannya jika Cahaya bertanya, dia menyuruh menyelesaikannya sendiri atau minta pertolongan teman yang lain, ternyata baru sekarang aku tahu bahwa aktifitas yang sedang dikerjakan Cahaya adalah aktifitas yang terkena rambu rambu stoplicht warna oranye. Cahaya harus berusaha menyelesaikannya sendiri atau dibantu temannya.

Setiap masuk kelas, biasanya kelas dimulai dengan bagian ‘kring’ dimana anak anak akan duduk melingkar, tapi tak selalu kelas dimulai dengan kring, bisa jadi dimulai dengan senam  atau werkles  alias belajar dengan panduan kertas kerja, tapi yang jelas tak mungkin kelas dimulai dengan makan dulu.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan dalam satu hari, sebelum kelas dimulai guru telah menyiapkan gambar yang dipasang di dinding kelas, gambar ini terbagi lima bagian;

IMAG0272
Pada foto diatas aktifitas hari ini dimulai dengan;
1. Inloop, yaitu spelen/werken(bermain/bekerja) berdasarkan aktifitas yang dipilih sendiri dan orang tua atau yang mengantar anak boleh ikut serta menemani dan membantu si anak mengerjakan aktifitas tersebut, orang tua boleh meninggalkan kelas pada pukul 9 pagi atau 30 menit lamanya. Untuk tahun ini inloop di kelas Cahaya setiapa hari rabu di setiap minggunya, sedangkan di kelas Cinta adalah hari Kamis. Tahun lalu tak satupun dari inloop cinta dan cahaya yang dapat aku ikuti karena hari mereka inloop, akupun harus sekolah. Untuk tahun ini Cahaya sedikit beruntung karena aku bisa mengikuti inloop Cahaya yang akan dimulai minggu depan, karen asetiap hari rabu aku tidak ada pelajaran di sekolah alias setiap hari rabu aku libur, dan tentu saja aku bisa memanfaatkan waktuku untuk bersama sama Cahaya selama setengah jam di sekolah.
2. In de kring, anak anak akan duduk melingkar. Guru pun akan ikut duduk dalam lingkaran tersebut, disamping bu guru akan ada dua kursi tanpa nama yang berbeda dari kursi anak lainnya, dua kursi disamping guru tersebut disebut kursi asisten guru, anak yang terpilih menjadi asisten guru akan membantu bu guru bekerja, tugasnya bisa apa saja mulai dari meyiapkan alat alat bantu bermain, membantu anak lain dalam mengerjakan tugasnya, memimpin menyanyi sampai berlagak menjadi guru. dalam kring itu biasanya bu guru bertanya siapa yang akan bercerita hari ini tentang kejadian yang menarik di rumahnya atau cerita apa saja. Maka tak heran jika seorang anak bisa menceritakan apa saja yang terjadi di dalam rumahnya dan itu bisa menyenangkan atau memprihatinkan karena seorang anak bisa menceritakan apa saja misalnya pertengkaran yang terjadi antara ayah ibunya atau kejadian yang lainnya.

in de kring

in de kring

3. Buiten spelen, atau main diluar, anak anak bisa bermain di luar sesaat, bermain di luar bisa apa saja dan tentu saja yang paling disukai di musim panas apalagi kalau bukan  bermain bersama pasir. Permainan pasir pun ada aturannya, jika bak pasir berbendera merah maka anak anak sama sekali tidak boleh bermain di bak pasir, apabila berbendera kuning, anak anak boleh bermain di pasir tapi tidak boleh memompa air. Sedangkan jika bak pasir berbendera hijau maka selain diperbolehkan main di pasir anak anak pun boleh memolmpa air, maka airpun akan mengalir melalui batang pohon ynag meyerupai pipa dan akan mengaliri pasir menjadi basah, dan anak anakpun bisa bermain sepusnya disana.

Bak pasir berbendera kuning, artinya anak anak boleh bermain di pasi tapi tidak boleh memompa air

Bak pasir berbendera kuning, artinya anak anak boleh bermain di pasir tapi tidak boleh memompa air

Tempat anak anak bergelantungan

Tempat anak anak bergelantungan

4. Eten/drinken, makan dan minum dibagi dalam dua bagian pertama saat pukul 10 pagi anak anak diperbolehkan makan buah buahan atau satu buah kue kering beserta minum, kemudian pada siang hari atau disebut lunch mereka akan memakan roti atau dikenal dengan sebutan botterham (kalau di Sunda botram yang artinya makan bersama sama di siang hari) pada siang hari aku selalu membekali anak anak dua lembar roti yang berisi pindakaas dan satunya lagi bisa bervariasi antara keju, selai coklat, filet ayam atau hanya kruiden boter saja. Dan dua lembar roti itu harus habis.

5. Spelen/Werken. Bermain/bekerja. Aktifitas ini kembali dipilih anaka anak sesuka hati berdasarkan lingkaran yang masih kosong

IMAG2528
Sedangkan gambar yang lain urutannya adalah, 1. Kring, 2.Gym (senam), 3. Eten en Drinken, 4. Werkles (aktifitas),  5. Middageten (makan siang)

Dengan melihat gambar yang terpampang di dinding kelas, setiap harinya anak anak akan tahu aktifitas apa saja yang akan mereka lakukan hari ini, biasanya bu guru bertanya dalam kring pada seorang anak bagaimana urutan kegiatan yang akan dilakukan hari ini, dan anak yang ditanya akan melihat gambar yang di dinding dan menjelaskan urutannya. Ingat tidak setiap hari urutan itu akan sama, bisa berganti setiap harinya.

Selesai menjelaskan aktifitas apa saja yang dikerjakan atau dipelajari anak anak di sekolah kemudian kami dibawa ke kelas lain untuk melihat tayangan rekaman video dari aktifitas anak anak disekolah, rekaman video yang kami lihat merupakan rekaman dua tahun sebelumnya, jadi aku tidak melihat ada Cinta dan Cahaya disana. Kami melihat bagaimana saat pertama anak anak masuk ke kelas, bersalaman dengan guru, menyimpan bekal mereka hingga duduk di kursinya masing masing. Aktifitas saat mereka senam, empat hari dalam seminggu mereka masuk ke aula senam untuk berolah raga, olah raga itu diikuti oleh dua kelas secara bersamaan, jadwal hari kamis kebetulan Cinta dan Cahaya senam di jam yang sama yaitu saat pelajaran pertama, hingga aku harus membawa ke aula saat mereka masuk sekolah. Untuk groep 1/2, anak anak belum diwajibkan memakai baju olah raga, mereka hanya memakai baju dalam saja yaitu kaos dalam dan celana dalam, sepatu senam kewajiban orang tua yang menyediakan, sehingga saat ajaran baru dimulai, para orang tua harus mengumpulkan sepatu senam anak anaknya yang diberi nama dan disimpan di sekolah.

Setiap senam, anak anak diharuskan membuka baju sendiri, sepatu sendiri hingga melipatnya baju yang tidak digunakan untuk kemudian dipakai kembali saat mereka selesai berolah raga. Untuk pertama kali jika pelajaran pertama olah raga para orang tua boleh membantu anak anaknya membuka pakaiannya, tapi kini tak diperbolehkan lagi, anak anak diharuskan sudah bisa berpakaian sendiri, kadang aku suka trenyuh melihat Cinta dan Cahaya saat baru pertama sekolah, mereka sudah dibiasakan berpakaian sendiri.

Untuk groep 1/2 belum ada pelajaran berenang, pelajaran berenang akan diberikan pada saat anak anak berada di groep 3 hingga groep 6 satu kali dalam satu minggu. Akan tetapi sejak umur 4 tahun Cinta dan Cahaya sudah mengikuti les renang  dua kali dalam seminggu, etiap hari senin dan rabu. Les renang ini gratis karena dibiayai gementee daerah dimana kami tinggal. Setiap anak usia 4 hingga 18 tahun boleh mengikuti satu aktifitas yang akan dibiayai oleh pemerintah. Rencana kami jika mereka telah selesai mengikuti les renang, kami akan memasukan ke dalam kegiatan lainnya sesuai dengan keinginan anak anak. Sewaktu usia mereka 3 tahun, kami memasukan Cinta dan Cahaya ke dalam groep dance, tapi setelah mereka mendapat diploma yang pertama untuk menari tingkat awal kami tak meneruskannya ke tingkat lanjutan. Alasannya sederhana saja mereka sudah masuk SD, mereka bersekolah dari pagi hingga sore jika harus mengikuti dua aktifitas (menari dan berenang) di luar sekolah, mereka akan lelah karena kegiatan mereka terlalu banyak, lagipula les menari itu harus bayar sendiri dengan biaya yang tidak murah. Jadi lebih baik tunggulah hingga les renang selesai dan mereka bisa melanjutkan les menari nanti dengan biaya dari gementee. Lebih praktis dan efisien.

Setelah selesai dari ruangan yang menayangkan rekaman kegiatan anak anak di sekolah, para orang tua dibagi lagi untuk mengikuti penjelasan dengan wali kelas masing masing. Maka aku dan Luc berjalan ke kelas Cahaya, tahun lalu aku berpisah saat pembagia kelas, satu menuju kelas Cinta dan satunya lgi menuju kelas Cahaya, tapi tahun ini kami hanya menuju satu kelas saja yaitu kelas Cahaya, dengan harapan kami akan lebih mengenal guru baru Cahaya. Dan tahun ini adalah tahun penentuan bagi Cinta dan Cahaya apakah mereka layak naik ke groep 3 atau tidak. Karena usia minimal untuk duduk di groep 3 adalah 6 tahun, dan tahun depan mereka akan tepat berusia 6 tahun, tapi apabila emosi dan kemampuan mereka belum mencukupi untuk duduk di groep 3 maka mereka harus menunggu tahun berikutnya untuk bisa duduk di groep 3.

Jadi kesimpulannya adalah sekolah dasar di Belanda dimulai dari groep 1 hingga 8. Dengan usia mulai 4 tahun. Pada saat mereka berusia 4 tahun maka mereka akan dikirim ke sekolah dasar oleh pemerintah, jika seorang anak yang berusia 4 tahun belum terdaftar di satu sekolah dasar, maka gementee(pemerintahan) akan mengecek si anak dan mendatangi rumah yang bersangkutan. Kapanpun mereka tepat menginjak usia 4 tahun maka mereka boleh sekolah di sekolah dasar, jika mereka berulang tahun di bulan Januari maka mereka akan bersekolah pertama kali di bulan Januari begitu juga jika mereka tepat berusia 4 tahun di bulan Oktober maka mereka akan bersekolah di SD mulai bulan Oktober. Karena Cinta dan Cahaya berulang tahun di akhir bulan Juli, yang kebetulan selalu berada di musim libur besar yaitu liburan musim panas, maka awal sekolah bagi mereka selalu pada saat tahun ajaran baru yaitu setelah berakhirnya liburan musim panas. Tahun ajaran baru biasanya dimuali di akhir Agustus atau awal September tergantung provinsi dimana kita tinggal.

Groep 1 dan 2 di Indonesia dikenal dengan sebutan Taman kanak kanak. Sedangkan groep 3 di indonesia adalah kelas satu SD. Menurutku usia sekolah di Indonesia dengan di Belanda hampir sama saja yaitu antara usia 6 dan 7 tahun untuk SD, hanya saja di Belanda Taman kanak kanak digabungkan dengan SD dan disebut basisschool, sehingga sering kali orang mengira usia sekolah  di Belanda lebih awal dibanding di Indonesia, padahal sebetulnya hanya karena beda istilah saja. Untuk sekolah yang lebih serius mereka akan belajar mulai di groep 3 yaitu kelas 1 SD di Indonesia.

Namun di Belanda ada peraturan leerplicht(wajib sekolah) yang sangat ketat yaitu mulai usia 5 tahun hingga 18 tahun. Di jaman Luc dulu leerplicht mulai usia 5 hingga 16 tahun, jaman berbeda dan peraturan pun berbeda. Untuk urusan leerplicht atau wajib belajar, kita harus benar benar mentaatinya, bukan hal yang sembarangan. Jika anak kita tidak masuk sekolah karena sakit maka kita diharuskan memberitahukan pihak sekolah sebelum pukul 9 pagi, dan jika ada urusan lain yang menyebabkan mereka tak bisa masuk sekolah maka tetap kita wajib meminta izin terlebih dahulu. Tapi jangan coba coba kita minta izin untuk berlibur diluar musim liburan karena sanksinya berat. Seperti pengalaman teman dari teman sekelasku di kelas bahasa, dia mengabiskan liburan musim panas di China (mudik) dan liburannya melewati batas, maka denda yang harus dia bayarkan adalah 70 euro dikali berapa hari anak itu tidak masuk sekolah karena kelebihan liburan. Bukan denda yang sedikit!

Seperti kata Luc saat pulang dari kennisavond hari itu, Luc sedikit suprise dengan cara sekolah anak jaman sekarang, menurut Luc terlalu banyak aturan. Dulu jaman Luc sekolah tak ada aturan anak harus mengerjakan pekerjaan berdasarkan target setiap minggunya, kalau anak ingin bermain boneka selama setahun pun guru tak akan melarang. Terserah, tak ada ketentuan harus mengerjakan ini atau itu. Toh usia mereka baru 4 dan 5 tahun saja. Dan ternyata tak hanya Luc seorang yang berkomentar sama, bahkan ada orang tua murid yang menyangsikan apakah sistem seperti ini baik untuk phisiology anak? Yang kemudian dijelaskan oleh guru tersebut, memang seperti banyak aturan dan memberatkan tapi anak anak akan mengerti dengan cepat aturan yang diterapkan dan anak anak akan otomatis mengerjakan berdasarkan metoda yang disodorkan. Seperti berat padahal sebetulnya mudah saja, Justru dengan adanya aturan dan target, anak anak akan belajar memanage dirinya sendiri sejak kecil. Apa yang ingin dikerjakan lebih dulu? Bagaimana penyelesaian selanjutnya? Dan lain sebagainya. Selain itu anak anak tidak akan saling berebut mainan, karena mereka tau aturannya siapa yang lebih cepat menyimpan namanya di papan kerja, maka dialah yang lebih awal dapat memilih permainan yang dia inginkan. Seorang anak yang tak suka menulis akan dipacu untuk tetap mengerjakan tugasnya dengan baik. Walaupun dalam satu tahun mereka hanya mengenal satu huruf saja itu bukan masalah. Mereka masih kecil tak ada paksaan untuk tahu segalanya tapi mereka berusaha berinisiatif sendiri untuk mengerjakan apa dulu yang mereka mau. Seperti tahun lalu saat aku mengikuti inloop di kelas Cinta, bukan aku yang membantu Cinta tapi Cinta yang menjelaskan apa yang harus aku kerjakan hahaha.

Walau begitu tak selalu mereka belajar seperti dalam gambar, adakalanya mereka bermain diluar saja, seperti hari selasa yang lalu mereka belajar bersama pemadam kebakaran, ada petugas pemadam kebakaran yang memberikan pelajaran, anak anak dibawa ke taman, mereka bermain air, naik ke mobil pemadam kebakaran.
atau cerita Cinta di lain hari mereka hanya menonton film Ratatouille, kemudian keesokan harinya setelah menonton film tersebut mereka bersama sama bu guru membuat sayur sup. Betul betul sayur sup yang dapat dimakan. Atau dilain hari mereka membawa hasil percobaan mereka menanam tanaman, yang ditanam dari biji bijian dan kemudian hasilnya dibawa ke rumah.

Pelajaran bercocok taman

Pelajaran bercocok taman

Sebagai tambahan anak anak di Belanda sudah mulai sekolah semenjak usia 2 tahun. Sekolah ini disebut Peuteurspeelzaal, sekolah tersebut hanya 3 jam saja setiap harinya. Anak anak bisa bersekolah dua kali, 4 kali bahkan 5 kali dalam seminggu tergantung peuteurspeelzaal nya itu sendiri. Pada saat Cinta dan Cahaya berusia 2 tahun mereka sekolah 2 kali dalam seminggu, pada saat usia 3 tahun mereka bersekolah 4 kali dalam seminggu.

Kini saat mereka di Basisschool, mereka bersekolah mulai pukul 08.30 – 15.00 setiap harinya kecuali hari rabu mulai pukul 08.30 hingga 12.30.

Berikut beberapa foto pada saat mereka pertama kali bersekolah.

Agustus 2011 Hari pertama di peuterspeelzaal, saat usia mereka menginjak 2 tahun

Agustus 2011
Hari pertama di peuteurspeelzaal, saat usia mereka menginjak 2 tahun

Berjalan bahagia(terutama ibunya) menuju sekolah di hari pertama masuk sekolah peuteurspeelzaal

Berjalan bahagia(terutama ibunya) menuju sekolah di hari pertama masuk sekolah peuteurspeelzaal

Akhir Agustus 2012 saat mereka memasuki tahun kedua di peuterspeelzaal. Awal masuk tahun ajaran baru setelah liburan musim panas

Akhir Agustus 2012
saat mereka memasuki tahun kedua di peuterspeelzaal.
Awal masuk tahun ajaran baru setelah liburan musim panas

September 2013 Hari pertama masuk basisschool, mereka duduk di groep 1

September 2013
Hari pertama masuk basisschool, mereka duduk di groep 1

2 sept 2014 Pulang sekolah di hari pertama tahun ajaran baru dan mereka duduk di groep 2, walau masih di kelas yang sama tapi mereka telah naik tingkat menjadi groep 2

2 sept 2014
Pulang sekolah di hari pertama tahun ajaran baru dan mereka duduk di groep 2, walau masih di kelas yang sama tapi mereka telah naik tingkat menjadi groep 2

Jadi bagaimana menurut kalian tentang Sekolah Dasar di Belanda? Lebih fun tentunya. Dan yang jelas bebas biaya. Cinta dan Cahaya hanya diwajibkan membayar 60 euro selama satu tahun, untuk tunjangan aktifitas sekolah seperti wisata sekolah dan untuk biaya opvang atau jaga selama mereka istirahat di sekolah, (karena ada sebagian sekolah yang mengharuskan murid muridnya pulang ke rumah untuk makan siang di rumah dan nantinya akan kembali lagi pukul satu siang untuk melanjutkan sekolah) itupun bisa diangsur dalam tiga kali pembayaran dalam setahun.

Walau ulasannya cukup panjang lebar, semoga yang membaca tidak cepat bosan dan dapat mengerti mengenai penjelasan Sekolah Dasar di Belanda, walaupun hanya menjelaskan tentang kegiatan bermain dan belajar untuk groep 1 dan 2. Untuk groep selanjutnya tunggu penjelsan berikutnya jika Cinta dan Cahaya sudah duduk di kelas yang lebih tinggi.

Doa Ibu

Saat aku bilang pada ibuku,
Aku mohon doa darimu…..
Ibuku menjawab,
Di setiap helaan nafasku ada doa selalu untukmu…….

Kini baru aku sadari setelah belasan bahkan puluhan tahun berselang,
selalu ada doa yang tanpa aku sadari aku panjatkan, bahkan saat aku membaca sekalipun
untuk kedua buah hatiku….
PS. Selalu ingat Yang……. anak dan harta adalah amanat dan ujian bagimu!

 

Rotterdam, 17-10-2012

Patah hati

Empat tahun yang lalu,

Dengan bangganya Luc mengabarkan padaku bahwa dia memajang fotoku di wallpaper display komputernya di kantor, dan katanya komentar komentar teman kantornya mengenai fotoku membuat Luc senang dan bangga.

Itu cerita saat kami masih dipisahkan oleh jarak Belanda Indonesia (kami sudah menikah di Indo, tapi aku masih tinggal  di Bandung beberapa bulan lamanya untuk mengurus migrasiku, sementara Luc sudah kembali ke Rotterdam)

Hari sabtu kemarin,
Cinta dibawa Luc ke kantornya.
Dan cerita Cinta mengenai kantor papanya setelah kembali ke rumah,

Cinta: “Bunda, tadi di komputer papa di kantor ada foto Cinta dan Cahaya”
Aku: “Oh ya? Ada foto bunda juga kan?”
Cinta: “Neeeeee, ga ada!”

Saat itu juga aku langsung broken heart!!!

PS; Salah satu perbedaan atau perubahan antara sebelum dan sesudah kehadiran anak anak!
Perubahan yang lebih membahagiakan tentunya.

Terimakasih Tuhan, atas kepercayaan-Mu menitipkan mereka pada kami, semoga kami dapat menjalankan Amanah-Mu sesuai ajaran-Mu.

Rotterdam, 24-12-2012

Back Home

Belum genap satu, tapi rasanya seperti belasan tahun aku tak pernah menginjakan kaki di bumi

Masih seperti mimpi,

tapi tidak saat aku melihat jajaran pohon kering kerontang sepanjang jalan menuju rumah kini mulai kembali menyembulkan warna hijau.

Musim semi akan segera data, senangnya hatiku.

Tiga minggu sungguh waktu yang singkat untuk melepaskan rindu dan kangen pada keluargaku di Indonesia,

tapi seperti pepatah bilang, tak akan cukup waktu untuk merasa cukup jika kamu berada disekitar orang orang yang kamu cintai, tidak tiga minggu, tidak tiga bulan, tiga tahun bahkan sepanjang hidupmu…..

Tiga minggu yang penuh canda tawa, sungguh aku menikmati liburanku kali ini, walau tak sempurna seperti yang selalu aku bayangkan, meski sangat cape luar biasa sesudahnya

tapi tak ada kata yang bisa menggambarkan bahwa aku sungguh bahagia

Kata terima kasih tak serta merta dapat aku lontarkan untuk keluargaku tercinta,  kadang aku begitu kaku untuk mengekspresikan bahwa aku cinta mereka

tapi aku tahu dengan pasti bahwa mereka begitu mengerti dengan keadaanku, aku harap 🙂

Kembali ke belanda adalah….
menyadari bahwa inilah kehidupanku,
dan yang kemudian aku sadari adalah….. inilah rumahku

Tempat dimana aku harus mengabdi pada suami dan mendidik anak anakku
tempat dimana aku harus menciptakan harmoni yang indah dalam keluargaku

Dan jika memang itu seharusnya yang harus aku lakukan, aku akan lakukan dengan benar………

berbahagia bersama keluargaku…..

Love you guys…….

Rotterdam, 11-3-2012

Mudik 2012

Mudik 2012

DSCF8152

The last day (Hello Goodby)

Rabu, 27 Agustus 2014

Hari ini hari rabu, di minggu terakhir di bulan Agustus, dan berakhir pula liburan kali ini di Indonesia.

Kami berencana berangkat pukul 4 sore dari rumah, dengan harapan tiba di bandara sebelum pukul 9 malam, karena kami sudah harus check in 3 jam sebelum pesawat take off. Sedangkan jadwal pesawat take off adalah pukul 00.04 WIB.

Tapi rencana tinggal rencana, mobil sewaan beserta supir sudah menanti dengan manis sejak pukul 4 sore, tapi kami baru keluar rumah pukul 5 sore. Aku yg berada di mobil sewaan bersama kedua orangtuaku beserta Cinta, Cahaya dan Ghaly ponakanku beserta ibunya yang tak lain istri adikku Abay ‘Surabay’ semakin gelisah begitu melihat antrian panjang di jalan Bypass Bandung, belum lagi mobil sewaan yang harus diisi bensin. Sialnya tanggal 27 Agustus adalah hari yang gonjang ganjingg di Indonesia, saat itu di Indonesia bahan bakar bensin sulit didapat. Ayahku malam sebelumnya sudah mengingatkan adikku untuk menyewa mobil dengan wanti wanti agar mobilnya diisi bensin terlebih dahulu karena menurutnya isu keurangan bahan bakar akan terjadi hari rabu ini. Ternyata apa yang ditakutkan ayahku terbukti benar. Mobil yang kami tumpangi hanya bisa melewati pom bensin yang sebetulnya mudah didapat di Jalan Bypass namun entah kenapa semua pom bensin kehabisan bahan bakar yang dijualnya, semua pom bensin bertulisan kosong.
.
Aku yang terpisah dengan Luc segera menghubungi adikku yang satu mobil dengan Luc untuk tak menunggu kami, setidaknya Luc bisa datang tepat waktu ke bandara dan terlambat. Semua koper ada bersama Luc dan adikku.

Menyesal karena aku tak menuruti saran adikku untuk berangkat menggunakan satu mobil saja. Abay menyarankan agar kami hanya menggunakan mobil ayahku, sedangkan koper berangkan dengan travel saja ke jakarta. Menurut adikku itulah cara yang paling mudah, karena dia sudah biasa menggunakan travel setiap sebulan sekali kalau dia bertugas ke Bali, dia hanya naik travel saja ke bandara, dan katanya bisa barang juga. Tapi aku ketakutan jika barang tak akan sampai di hari yang sama. Kata adikku ketakutan yang tak beralasan katanya.

Tapi sudahlah aku sudah memilih menyewa mobil lain, dan inilah yang terjadi, pukul 6 sore kami masih berada di Bandung mencari bensin. Dan ketegangan kami berakhir ketika pom bensin yang berada di perempatan bypass dan buah batu menyediakan bahan bakar yang kami cari. Dengan antrian yang sabar akhirnya kami berhasil dari pom bensin dengan mobil yang kini terisi penuh dengan bensin.

Kami berhasil sampai di bandara pukul setengah sepuluh malam, kakak pertamaku sudah menanti beserta istri yang datang langsung dari Bogor. Sedangkan Luc dan adikku akhirnya bergabung bersama kami setelah mereka berhasil menurunkan semua koper dari mobil dan segera mendorong troli yang kini dipenuhi oleh koper koper kami.
Kami langsung masuk untuk segera check in, baru saja kami melewati pemeriksaan x ray, sementara koper sudah dinaikan ke ban berjalan untuk diperiksa juga,saat aku sibuk memindahkan koper kembali ke troli, seorang petugas mendatangiku sambil menenteng tas merah kepunyaanku, punya siapa ini? Tanyanya aku segera menjawab punyaku sambil diiringi ucapan terima kasih, aku kira dia tengah membantuku untuk memasukan ke troli, ternyata dia menyuruhku membuka tas merah tersebut, ibu membawa botol baygon besar ya? Tanyanya.

Apa seruku kaget sekali, dan segera membuka tas merah yang terkunci, akhirnya aku berhasil membuka tas tersebut. Hatiku kalang kabut, sepertinya ketegangan masih terus mengikutiku, setelah bisa bernafas lega setealah bisa sampai dengan selamat ke bandara, kini aku masih tertahan untuk membongkar tas merah tersebut. Petugas tersebut segera menarik bingkisan kotak yang terbungkus kertas buku warna coklat. Ternyata isi tas merah adalah semua titipan teman temanku di belanda dari keluarganya di Bandung dan Jakarta. Teman temanku yang menitipkan titipan adalah semua teman terdekatku, bahkan keluarga mereka di Bandung suka berhubungan dengan keluargaku juga di Bandung.

Bungkusan yang kini tengah dibuka oleh petugas bandara ternyata berisi berbagai macam kerupuk mentah, ada kerupuk kulit dan entah kerupuk apa lagi. Petugas tersebut segera mengembalikan otak sepatu yang berisi berbagai kerupuk kulit tersebut dan mulai menarik bungkusan lain yang dicurigai berisi baygon. Aku mulai naik darah karena ingat aku harus segera mengantri untuk check in, jika waktunya terlalu mepet aku tak bisa kembali untuk menemui keluargaku karena waktunya terlalu mepet dengan boarding.

Dan ternyata begitu bungkusan tersebut dibuka, salah satu isinya memang baygon! Ya ampun, aku yang tadinya sudah naik darah malah bersyukur benda tersebut disita di Soekarno Hatta, kalau sampai terperiksa di Schiphool mungkin akan lebih merepotkan, entahlah aku juga tak mengeri mengapa aku tak bisa membawa baygon ke Belanda, mungkin temanku juga tak mengerti bahwa baygon dilarang.

Dengan tergesa gesa aku berhasil memasukan semua barang kembali ke tas tersebut. Luc yang sudah berada di belakangku ikut terkaget kaget dengan kejadian barusan, sambil menenangkan diri kami segera berbaris dalam antrian check in.

Dan waktu yang tersisa hanya setengah jam saja setelah kami berhasil check ini dan memasukan semua koper untuk selanjutnya dimasukan ke bagasi pesawat. Walau begitu aku tetap memutuskan untuk kembali ke keluargaku sejenak. Ghaly ponakanku berseru gembira ketika melihat Cinta dan Cahaya.

Selalu sulit rasanya untuk mengucapkan selamat tinggal pada orang yang kita cintai terutama pada ibuku. Tak bisa kuungkapkan begitu beratnya, tapi aku harus kembali lagi pada kehidupanku.

Pesawat Emiraat yang membawa kami ke Dubai take off dan landing sesuai dengan jadwal. Begitu turun dari pesawat Cinta dan Cahaya begitu antusias, keluar dari pesawat dua anak kembar ini bertanya padaku dimana Ghaly berada mengapa belum kelihatan juga padahal sudah dari tadi mereka berjalan melewati lorong lorong yang mereka kira masih di bandara soekarno hatta, mana Ghaly tanya mereka? Saat kujelaskan bahwa Ghaly ada di Indonesia sontak mereka kecewa dan ingin kembali ke Indonesia, rupanya mereka belum mengerti konsep perjalanan jauh, tak mungkin orang yang sama mengantarkan kita di Jakarta akan menanti kita juga di Dubai, keistemewaan tersebut hanya akan terjadi di film film saja.

Sampai di Schiphool, taxi yang telah dipesan saat kami ke Indonesia sudah menunggu. Aku tak banyak berkata kat selama berada di dalam taxi, sementara Cinta dan Cahaya kembali terlelap selama perjalanan dari Schiphool menuju Roterdam yang kurang sejam perjalanan saja.

Mendapati rumah masih seperti sedia kala seperti saat kami tinggalkan adalah suatu hal yang pertama aku syukuri.
Akhirnya aku kembali lagi ke kehidupan nyataku. Sangat berharapa akan ada lagi liburan liburan yang akan datang, kejutan kejutan manis yang selalu kunantikan. Bertemu sanak saudara, tak dirasa badan kecapaian, tidur kurang, kenyataan yang tak selamanya seperti yang diharapkan, tetap saja semua itu terobati karena bertemu dengan keluarga.

Apakah kalian juga begitu?

Schiphool 28 Agustus 2014

Schiphool 28 Agustus 2014

Memenuhi janji untuk menulis tiap hari selama liburan…. Hasilnya? Tak sesuai harapan

Hari ke duapuluhsembilan dan tigapuluh
Senin, Selasa 25-26 Agustus 2014
Duh ini tulisan sudah ga ada juntrungnya, awalnya mo tiap hari nulis selama di Indonesia. Tapi ternyata mana bisa? Tapi berhubung sduah janji pada diri sendiri untuk menceritan semua kejadian selama liburan kali ini, dan hasilnya tak memuaskan. Aku kehilangan ide cerita. Walau pun sebetulnya banyak kejadian untuk diceritakan tapi susah sekali untuk dipaksa menuliskannya saat itu juga.

Jadi begini lah adanya, penceritaan seadanya. Mungkin membosankan untuk dibaca orang lain, tapi intinya aku ingin menuliskan hari hari selama di Indonesia.
Maka untuk hari senin dan selasa ini, setelah sore hari kemarin kami diantarkan kakakku ke hotel Sensa di Ciwalk (again!) Kami hanya menghabiskan waktu di sekitar situ saja, di dalam mall dan kamar, hanya bolak balik itu saja. Sementara aku dan Luc selalu hunting supermarket untuk mencari makanan yang tak bisa kami dapatkan di Belanda, Cinta dan Cahaya lebih banyak menghabiskan waktu bersama ayah dan ibu di tempat permainan anak. Atau kembali ke kolam renang.

Dan esok hari (tgl 27 agustus 2014) adalah hari kami kembali ke Belanda, terima kasih yang masih mengikuti hari hariku di Indonesia, maafkan hanya mampu menceritakan sesuatu yang mungkin membosankan, yang lebih jelasnya akupun sudah bosan menuliskannya hihihi.

Dan berikut beberapa foto yang pemerannya masih yang itu itu juga 😉
IMAG2464IMAG2390IMAG2393IMAG2462IMAG2405IMAG2411IMAG2457IMAG2401IMAG2409IMAG2413

Jangan pernah menyepelekan ingatan seorang ibu

Hari ke duapuluh delapan
Minggu, 24 Agustus 2014

Hari ini adalah hari minggu terakhir di Bandung sebelum aku kembali ke Rotterdam. Walau adikku Abay Surabay tak bisa datang tapi hari ini kedua kakakku bisa datang ke Bandung. Kakak pertamaku datang beserta keluarganya dari Bogor, sedangkan kakak nomor dua datang bersama istrinya dari Cianjur.

Hari ini, kakakku meminta kami makan siang bareng, katanya makan siang terakhir bareng bareng sekeluarga sebelum aku kembali ke Rotterdam. Karena nanti sore aku, Luc dan si kembar akan menginap kembali di Sensa berhubung rencana ke Cirebon batal, ternyata Luc membooking dua kamar di Sensa dari minggu sampai selasa, satu kamar untuk ayah ibuku. Gara garanya karena aku tak mau tidur di hotel lagi dan sangat ingin menikmati hari hari terakhir sebelum pulang ke Belanda hari rabu nanti bersama kedua orangtuaku. Kali ini ibuku bersedia diajak tidur di hotel hanya untuk menebus rasa bersalah dua tahun lalu, saat kami mengajak ayah ibu untuk tidur di Hotel juga, ibuku tak mau tidur disana, ngapain katanya tidur di hotel, wong ada rumah di Bandung dan tentu saja tempat tidur sendiri adalah tempat tidur yang paling nikmat sedunia, dan itu aku setuju sekali. Maka sebelum pergi makan siang aku sudah membereskan koper untuk dibawa ke Belanda, semua sudah dirapikan hanya satu koper saja yang masih terbuka untuk barang barang yang belum dibereskan sepulang kami dari hotel.

Awalnya kami berencana makan di Roemah Nenek di jalan Taman Cibeunying. Sengaja mencari tempat yang tak terlalu jauh, Taman Cibeunying mudah di jangkau, berhubung kami berangkat dari rumah sudah terlalu siang dan kedua kakakku akan langsung kembali ke rumahnya di Bogor dan Cianjur setelah makan nanti. Saat aku berkata bahwa kita akan ke Roemah Nenek, Luc yang saat itu sedang tenggelam di balik tablet melontarkan kata kata pada kami, Stone cafe rating nya lebih tinggi dari pada Roemah Nenek! Kakak pertamaku langsung ikut mengecek juga, dan tiba tiba saja dia ikut berseru kita kesana yaa…….

Padahal tempatnya termasuk dalam daerah yang kami hindari, sudah jauh macet juga. Saat Luc menyebutka nama Stone cafe tak ada diantara kami yang tau nama itu, artinya tidak satupun dari kami yang pernah makan disitu. Tapi kemudian ibuku menimpali, dia tau tempat itu, katanya dia pernah makan bersama kakakku dan kemudian menuduhku sudah makan disitu juga. Kontan kami semua menyebut ibu mengada ada sambil bercanda kami berkata ibu sedang mengigau, anehnya ibuku menyebut sangat detail tempatnya, saat kami menyebutkan beberapa nama untuk meyakinkan ibuku mungkin ibu keliru dengan restauran lainnya, tapi ibu tetap menggeleng dan berkata bukan setiap nama yang kami sebutkan. Saking detailnya ibu bisa menyebutkan bahwa ada mushola di bagian depan, kecil tapi bersih dan tempat wudhu nya bagus, ibu sholat Asar disana katanya.

Aku, Luc, ibu ikut bersama kakak nomor dua beserta istri. Berhubung rombongan kakak pertamaku yang paling kami andalkan untuk urusan jalan ke restaurant sudah berangkat duluan karena harus ke toko buku dulu untuk keperluan anaknya, rombonganku terjebak di jalan, karena kakakku tak berhasil menemukan jalan ke sana, waktu di briefing dia dengan pasti tau tempatnya, nah begitu sudah ada di daerah Tubagus Ismail dia tidak berhasil menemukan tempatnya.

Maka sibuklah aku saling telpon untuk meminta petunjuk ke rombongan yang telah pergi duluan, ibuku yang duduk di sampingku berkali kali memberitahukan kakakku yang sedang berada di belakang kemudi untuk mengikuti petunjuknya dengan menunjukan jalan karena dia pernah ke Stone cafe katanya. Karena kami tetap tak menemukan tempat yang dimaksud akhirnya Luc mengecek internet lagi, mencari alamat yang jelas dimana tempat itu, dan hoplaaa sekarang Luc sibuk menjadi co pilot kakakku dengan mengarahkan kemana mobil yang kami tumpangi harus melaju, Luc menggunakan google maps.

Dan tralaaaaaaa, kemudian kami mengenali jalan jalan yang dilalui, kemudian ibu semakin bersorak ketika Luc menyuruh kakakku menepikan mobilnya.

Saat kami menemui rombongan kakak pertamaku dan adikku yang sudah menunggu disana, kulihat mereka tertawa tawa, termasuk dua ponakanku yang sadah beranjak dewasa. Tawa kami semakin membahana saaat ibuku berkomentar seperti ini…..

Makanya harus percaya pada orang tua, apalagi pada seorang ibu. Sudah berapa kali ibu bilang, kita pernah kemari tapi tak ada satupun dari kalian yang percaya.

Hahaha, saat aku turun dari mobil dan berjalan ke arah cafe, saat itu barulah aku yakin bahwa akupun pernah berada disini. Bahkan kedua ponakanku yang biasanya tak pernah lupa akan suatu tempat, semakin tersenyum simpul menyadari bahwa merekapun pernah kemari.

Satu pelajaran yang kami pahami hari itu, jangan pernah menyepelekan pendapat orang lain. Apalagi perkataan seorang ibu, jangan pernah diingkari.

Sambil cengengesan menahan malu, kami semua meminta maaf pada ibuku bahkan ayahku juga!