Mijn Tommetje, Mission: Impossible

tommetje fallout

Hari keempat belas

27 juli 2018

Cahaya belum juga membaik, walau hari ini sudah tidak muntah muntah tapi tubuhnya masih lemas. Hari ini setelah para lelaki shalat jumát, Luc dan ayahku ikut menemaniku bertemu dengan kekasihku, Tom Cruise!

Jaman dahulu kala Luc pernah bertanya padaku siapa aktor favoritku. Tentu saja dengan tegas aku menjawab Tom Cruise. Sejak aku melihat dia bermain di film Top Gun saat itu juga aku menetapkan dia adalah aktor terhebat di mataku. Begitu film Top Gun akan ditayangkan di bioskop di kota Bandung untuk pertam akali, aku sudah meminta ayahku untuk menemaniku pergi ke bioskop. Sayang sekali karcis telah terjual habis saat kami tiba di bioskop. Esoknya aku pergi dengan kedua kakakku siang ahri setelah pulang sekolah. Nonton di bioskop Nusantara di gedung Palaguna, bioskop termahal saat itu. OMG aku masih ingat sekali harga tiketnya seharga 3000 rupiah!

Luc yang mendengar alasanku mengapa aku saat itu memuja Tom Cruise (karena tampan) langsung terbahak bahak. Dia tidak terlalu tinggi lho! Tometje! Arti dari Tommetje adalah Tom kecil, namun tje berarti pula adalah panggilan kesayangan. Biasanya yang mendapat akhiran tje adalah nama anak kecil.  Terus kenapa? Tanyaku. Apakah kamu tahu bahwa dia penganut Scientology? Lanjutnya. Apakah salah? Aku balik bertanya. Dan Luc semakin terbahak mendengar jawabanku. Sejak tau siapa favoritku, setiap kami menemukan film terbaru Tom Cruise, Luc selalu memberitahukanku… Yayang, film terbaru Tommetje akan segera tayang. Sejak itulah kami menyebut Tom Cruise menjadi Tommetje.

Setelah aku menonton Top Gun, aku nonton film Coctail. Tidak terlalu berkesan tapi tetap aku ingat jalan ceritanya termasuk lagu la bamba yang jadi soundtrack film coctail. Setelah menonton film Rain man, aku jadi mengagumi akting Dustin Hofman. Barulah setelah melihat film A few good man dan Jerry Maguire aku kian menyadari bahwa Tom Cruise adalah salah satu aktor hebat. Di film Vanila Sky aku kurang bisa menikmati filmnya, entah karena terlalu rumit atau karena kala itu aku nonton berdua dengan calon pacar yang tidak pernah menjadi pacar. Padahal film tersebut ditaburi banyak bintang terkenal. Kasus sama terjadi padaku saat nonton Minority Report. Rumit sekali menurutku. Oh ya apakah karena aku nontonnya dengan pacar gelap? Hihihi.

Barulah saat aku nonton film Jack Reacher, aku dapat berpikir dengan baik dan tak meragukan Tommetje bahwa dia adalah jagoan yang luar biasa. Aku bisa mencerna jalan ceritanya dengan baik, entahlah apakah karena aku menonton dengan milikku yang sah! Hahaha. Beberapa film Mission: Impossible aku tonton sebelum aku tinggal di Belanda. Dan dengan siapapun aku menontonnya kala itu aku dapat mengikuti jalan ceritanya dengan baik. Oh ya buat kalian yang belum nonton film Jack Reacher, tontonlah segera. Sangan intertaining. Walau seperti kebanyakan film action lainnya yang tidak begitu diingat dalam waktu yang lama (tidak melekat di hati) tapi film tersebut dapat menghiburku saat aku menontonnya. Pokoknya Tommetje the best lah di film tersebut.

Hari itu tanggal 27 juli satu hari setelah si kembar berulang tahun, aku menonton dengan dua lelaki yang sangat mencintaiku… seuamiku dan ayahku. Keduanya penggemar film, dari ayahkulah aku mengenal banyak film, beliaulah yang selalu mengajakku nonton bioskop. Saat aku masih remaja dimana teman temanku  nonton bersama pacar mereka di malam minggu, aku malah sering nonton berdua dengan ayahku. Ternyata kini aku berjodoh dengan orang yang gila film juga, Luc. Sebelum dan sesudah nonton film Mission: Impossible aku selalu menendangkan soundtrack intro film tersebut.. Teng teng teng teng teng (bacalah dengan nada film Impossible yang kalian ingat!)

Nice film. Seru ayahku sesaat kami keluar dari bioskop. Jauh lebih baik dan bermutu daripada film Escape plan 2. Seru ayahku. Beberapa hari yang lalu ayahku sudah nonton film tersebut berdua dengan Luc. Oh ya ayahku adalah orang yang paling sering menemani Luc nonton film selama di Indonesia bahkan ayahku sendirilah yang menawarkan diri agar diajak Luc nonton film. Biasanya sih nonton film action kalau merekan nonton berdua tapi kini jika Luc nonton film hororpun ayahku akan ikut serta.

Kembali lagi bicara tentang Tom Cruise, Cinta Cahaya belum mengerti sepenuhnya tentang rasa kagum seorang fans pada tokok idolanya. Berkali kali mereka selalu mengingatkanku bahwa aku menikah dengan papanya, tapi mengapa masih bisa jatuh cinta pada Tom Cruise. Itu salah, bunda. Begitu kata mereka. Jika aku secara sengaja memuji muji Tom Cruise mereka selalu bergidik jijik. Iihhhhhhh….. Begitu selalu. Jelek. Kata mereka. Ah kalian belum bisa menilai antara jelek dan tampan. Dia tua, bunda. Ah dia jauh lebih muda dari usianya. Bagiku dulu dan sekarang dia sama menariknya. Hahaha. Bahkan semakin tampan daripada dulu. Ohhhh bunda, itu salah sekali! Papa jauh lebih tampan. Teriak si kembar bersamaan.

(bersambung)

Advertisements

Nine years old

26 juli 2018

Hari ketigabelas

Hari ini si kembar berulang tahun yg ke 9. Di hari ulang tahunnya ini, aku dalam keadaan kondisi kurang fit. Mungkin akibat terlalu padat ya jadwal kami selama ini, tiada hari tanpa istirahat. Tak hanya aku yang kurang fit, Cahaya setiba di Bandung dia langsung muntah di tempat tidur. Kami tiba pukul 11 malam dari Bogor.

Sopir membawa kami melewati jalur Puncak, kami makan malam di sate Maranggi Puncak yang legendaris tersebut.

Luc bersama si kembar tidak keluar dari mobil saat aku berdesak desakan mengantri sate, mereka sama sekali tak mau makan malam, apalagi Luc yang tengah diare.

Entah karena perut kosong atau masuk angin, Cahaya muntah saat dia akan tidur. Esoknya kondisi bukannya membaik namun bertambah buruk, di hari ulang tahunnya itu dia muntah hingga 4 kali disertai demam. Aku yang sejak bangun pagi merasa mual tambah panik melihat kondisi Cahaya. Ditambah lagi hari ini adalah jadwal aku akan mengurus pembuatan e ktp.

Setelah mereka bangun pagi, aku mengucapkan selamat ulang tahun di tempat tidur, trenyuh melihat kondisi Cahaya yg lemas. Hari itu tak ada kue ulang tahun, tak ada tiup lilin. Aku dan Luc memberikan kado ulang tahun yang aku beli di Belanda. Cinta bertanya apakah sepupunya akan datang di hari ulang tahunnya. Aku menjawab bahwa aku dan Luc tak merencanakan apa pun untuk hari ulang tahun si kembar, hanya makan di restaurant seperti hari hari sebelumnya selama liburan.

Ternyata untuk makan malam pun kami tak sempat makan diluar, selain aku kembali ke rumah melebihi jam makan malam (setelah seharian mengurus e ktp di kecamatan, mengurus urusan per-Bank-an yang untuk berbicara dengan CS pun aku harus menunggu hingga satu setengah jam!) juga kondisi Cahaya yang panas dan juga tak mau makan apa apa, membuat kami yang ada di rumah tak berselera untuk pergi ke restaurant malam itu.

Dan bayangkanlah untuk mengurus segala birokrasi di hari itu, aku harus menjalankan nya dalam keadaan diare ringan, mual dan penciuman ditenggorokan (eh apa pula ini😁) akibat sate Maranggi semalam yang masih terasa di kerongkongan membuat diriku merasa mual. Ah inilah akibat aku kebanyakan makan sate. Kamerkaan klo istilah Sunda nya.

Walau tak ada pesta hari itu(bahkan foto yg aku buat di hari ulang tahunnya adalah foto mereka di tempat tidur saat aku mengucapkan selamat), namun doa akan tetap hadir setiap saat untuk kalian…. Semoga Cinta dan Cahaya selalu berada dalam lindungan Nya, selalu sehat dan bahagia….. Juga selalu bisa memberikan cahaya serta cinta untuk sesama mahluk….

Happy birthday cahaya hati ku…

Jungle land Bogor

Hari keduabelas

25 juli 2018

Pukul 8 pagi, aku dan si kembar susah siap siap akan turun ke bawah buat sarapan, tapi Luc masih tampak tertidur. Saat aku membangunkannya dia tetap tak mau bangun dari tempat tidur, perutnya sakit. Kemaren malam kami berencana diajak makan malam oleh kakak ku, tapi tiba tiba sepulang kerja (dia kerja di jakarta tapi rumah di bogor) dia harus mengurus ibu mertuanya di rumah sakit. Jadi lah aku berempat makan malam di mall Botanical Square depan Hotel, aku makan baso malang Luc ikut ikutan pesan baso malang. Saat kami kembali ke hotel, kakak ku mengabarkan dia akan mampir ke hotel untuk menemui ku. Dia tiba pukul 10 malam dan mengajak makan wedang Ronde kesukaan Luc. Tak hanya wedang ronde yang di lahap Luc dia juga makan ketan duren. Sepertinya perpafuan ketan dan wedang ronde itulah yang menyebabkan dia tumbang hari ini.

Luc benar benar menyerah dengan sakit perutnya, dia tak mampu turun ke bawah untuk sarapan. Hari ini kami akan kembali ke Bandung, sebelum meninggalkan kota Bogor kami berencana ke jungle land. Sopir yg diutus ayah ku dari Bandung sudah duduk manis di lobby hotel pukul 10 pagi, dan surprise surprise ayah ku sudah duduk juga disana. Katanya dari pada duduk saja di rumah lebih baik ikut jalan jalan ke bogor.

Luc meminta kami membatalkan acara ke jungle land, dia ingin segera kembali ke rumah orang tua ku di Bandung. Akhirnya aku mengambil jalan tengah, aku dan anak anak tetap pergi ke jungle land sedangkan luc akan tetap di hotel, hingga kami selesai bermain dari Jungle Land dan kembali ke hotel untuk menjemput Luc. Untuk itu kami dikenakan charges karena melebihi waktu dari check in.

Anak anak begitu suka cita saat tiba di jungle land. Mirip Dufan dalam versi mini. Tapi aku lebih menyukai jungle land karena sepi. Dan yang membuatku lebih bahagia karena karcis masuknya terjangkau (185 ribu) ditambah kortingan 25 persen karena hotel tempat kami menginap memberi voucher discounts. Ayah ku dapat masuk gratis karena diberi karcis manula. Dari mulai kami masuk gerbang petugas disana ramah ramah. Bahkan ada yg minta welfi segala dengan si kembar.

Saking sepinya beberapa atraksi harus menunggu penumpang hingga 4 penumpang agar atraksi bisa dijalankan. Semua atraksi nyaris kosong, saking kosongnya aku beranggapan bahwa lebih banyak petugas dari pada pengunjung. Lebih dari itu kita tidak usah khawatir kelaparan karena banyaknya kios makanan di dalam sana.

Selain itu jalan menuju jangle land sungguh menyenangkan, tidak macet seperti ke Puncak. Jungle land berlokasi di daerah sentul.

Hari itu untuk pertama kalinya, aku bisa bercerita banyak dengan ayah ku. Dia sabar sekali mendampingi si kembar, ayah ku telah sepuh telah berusia 76 tahun, semangat nya masih tinggi. Kami anak anak nya selalu menyebut beliau our hero.

Terima kasih ayah, terima kasih kakek tercinta

(bersambung)

The Ranch

24 juli 2018

Hari kesebelas

Pukul sebelas siang Heru keponakanku telah menjemput kami di hotel. Khusus hari ini ponakanku menawarkan diri untuk mengantar si kembar, seperti perpisahan karena mulai minggu depan dia sudah akan jadi mahasiswa di kota Yogya, sesuai cita citanya masuk fakultas teknik UGM. Tawaran jalan ke Taman Safari disambut antusias oleh si kembar. Tapi Luc memilih jalan ke the Ranch dengan alasan si kembar pernah ke Taman Safari baik yang di Puncak atau pun yang di Jatim. Entah kenapa setiap berlibur ke Indonesia, Taman Safari selalu menjadi hiburan terbaik bagi si kembar.

Ticket masuk The Ranch perorang adalah duapuluh ribu perorang, ticket tersebut bisa di tukar dengan sebotol kecil susu murni. Kalau kalian kebetulan datang hari senin, kita bebas bayar tiket masuk, tapi ya tidak ada kuda yang beroperasi. Ternyata kuda pun butuh istirahat.

Kami langsung menuju tempat kuda. Cinta tiba tiba saja sedikit kecewa, ternyata the ranch sama sekali berbeda dengan bayangannya. Dia berharap naik kuda tanpa didampingi si mamang, dia ingin naik kuda sambil berlari, belajar menunggang kuda, menyisir surainya. Ternyata sampai sana dia hanya mengemakan baju ala koboi, naik kuda yg berjalan pelan, hanya lima menit saja dengan tiket seharga 35 ribu sekali naik. Mana bisa si kembar hanya sekali naik! 😞 Kami hanya memperbolehkan si kembar naik dua kali.

Selesai naik kuda si kembar melihat trampoline, mereka semangat ingin naik trampoline. Disana harus bayar lagi, juga 35 ribu. Petugas kassa menjelaskan bahwa si kembar diperbolehkan meloncat sebanyak 12 loncatan. Aku terbelalak. Mahal amat. Ternyata petugas trampoline tidak menghitung berapa kali si kembar melakukan loncatan, tapi tetap menurutku mereka bermain trampoline hanya sekejap.

Kemudian si kembar memilih permainan lain setelah trampoline, bola yang mengapung di air, dimana cinta dan Cahaya masuk ke bola tersebut dan berjalan dalam bola seperti hamster.

Saat itu Luc bertanya bagaimana dengan anak anak yang tinggal sekitar sini, apakah harga tersebut terjangkau? Apakah mereka juga bisa bermain di tempat seperti ini dengan harga seperti ini? Ah, kita sama sama tau bahwa hiburan seperti ini dibuat hanya untuk mereka yang mampu saja, menyadari hal tersebut aku tiba tiba sedih.

Rasanya aku tak henti hentinya mengeluarkan uang untuk berbagai macam permainan, naik delman, main panahan, trus apa lagi ya?

Ternyata permainan yang dibayar cicilan saat naik jatuhnya lebih mahal dibandingkan tempat bermain semacam Dufan yang bayarnya sekali saja saat masuk.

Selesai bermain, Heru ponakanku memberi masukan, jika kami ingin makan siang yang tempatnya nyaman dan tenang cobalah makan di Bumi Sampireun. Belum naik ke Puncak dan ada di daerah cigadok. Masuk melalui perumahan Vimala Hills. Begitu masuk ke arah perumahan, kami sudah disuguhi pemandangan nyaman dan tenang.

Apalagi saat memasuki restaurants nya yg nyaman dan bersih, terhapus sudah rasa lelah hati memikirkan The Ranch yang mesti berkali kali keluar uang😂. Aku memesan baby ikan mas yg rangu dan gurih, makan dicocol sambal dadak, enak sekali.

(

bersambung)

Cimory Bogor

23 Juli 2018

Hari kesepuluh

Kami tiba di Bandung sesaat setelah adzan magrib berkumandang. Minggu malam itu juga aku sekeluarga ikut ke rumah kakak ku di Bogor. Kami berangkat pukul 9 malam dan tiba pukul satu dini hari.

Senin pagi menuju siang, kami sudah diantar kakak ipar (teh Hani) ke arah puncak, rencananya CC mau naik kuda di The Ranch. Sayang saat kami akan parkir petugas parkir berkata bahwa hari senin kuda kuda tidak beroperasi. Jelas si kembar kecewa dan ngambek gak mau masuk, mereka memutuskan esok hari akan kembali lagi.

Dalam perjalanan pulang teh Hani membelokan mobilnya ke Cimory. Cimory Riverside Forest adalah restaurant yang dilengkapi dengan kebun binatang kecil, seperti kinderboederij, disana ada aquarium juga. Tentu saja untuk masuk melihat ikan dan binatang lainnya ada ticket yang harus kami bayar.

Kesedihan tidak bisa naik kuda, terobati saat melihat sapi dan si kembar bisa memberi minum anak sapi. Mereka juga ikut membantu petugas yang sedang memberi makan rusa rusa yang ada disana.

Saat perut mulai keroncongan, kami tinggal melangkah ke restaurant dekat pintu masuk, dari sana kami bisa menikmati pemandangan sungai kering yang ada di hadapan kami.

Tour Cirebon and Kuningan

21, 22 juli 2018

Ide awal untuk mengadakan perjalanan wisata bersama keluarga besar (ayah ibu plus aku empat bersaudara beserta keluarga masing masing) dengan menggunakan bis berasal dari keinginan Luc. Dua tahun lalu tidak terlaksana karena ternyata kakak pertama ku telah memberikan surprise wisata untuk kami semua dengan menjelajahi keindahan kota Garut dan sekitarnya. Kini tour Cirebon pun tetap disponsori oleh kakak pertama ku, bedanya kali ini Luc bersikeras membayar setengah nya dari biaya seluruh perjalanan ini. Walau kakak ku jauh lebih mampu dari pada kami semua adik adiknya, tapi tak enak rasanya kami menerima terus hadiahnya.

Mobil travel yang berkapasitas 16 penumpang ternyata sungguh nyaman menurut ukuran ku, ini disebabkan karena aku membayangkan mobil elf jurusan Bandung Tasikmalaya yang sempit itu. Ternyata mobil/bis mini yang membawa kami cukup luas. Seluruh penumpang berjumlah 14 orang (8 dewasa, 6 anak anak) ada dua kursi yang tersisa.

Ki-ka: ayah paling hebat sedunia, kakak kedua orang paling menghibur, si sulung yg selalu dpt diandalkan, mang entis orang yg menjaga kami sejak aku blm lahir, si bungsu yg super sabar, mijn man teman bertengkar dan bertukar pikiran.

Kami berangkat pukul 6 pagi dari Cibiru, sekitar pukul setengah 11 kami telah tiba di kota Cirebon. Tentu saja kami mampir ke nasi jamblang mang Dul yang beken di kota Cirebon itu.

Rombongan segera memilih menu teman nasi jamblang, hanya Cinta dan Cahaya yang tak tertarik makan sama sekali. Luc duduk paling ujung dalam, tampak tertarik dengan nasi jamblang yang ada di tangannya. Sesaat setelah duduk dia nyaris menjerit tertahan saat ada ‘sesuatu’ lari melintas. Dia melaporkan hasil pandangan matanya padaku, sambil berkata bahwa kita semua tak mungkin melanjutkan memakan makanan tersebut. Aku langsung memberi kode pada nya untuk tidak menceritakannya pada yang lain dan menyuruhnya untuk menghabiskan makanannya. Setelah selesai makan Luc tersenyum lebar dan berkata bahwa makanan yang dia pilih lezat sekali. Aha! Sesaat dia melupakan ‘penemuannya’.

Oh ya buat kalian yg mampir di mang Dul, aku lebih merekomendasikan kue kue basah yang ada di meja kasir. Rasanya original, pokoknya enak sekali terutama kue lapis legitnya.

Keluar dari mang Dul, perjalanan diteruskan ke taman sari gua Sunyaragi. Disana disediakan guide yang menggunakan bahasa Inggris, sehingga Cinta dan Cahaya pun tertarik untuk mendengarkan. Maaf kan klo aku tak dapat menceritakan kembali bagaimana sejarah gua Sunyaragi tersebut, yang aku tangkap sebagian adalah taman sari gua Sunyaragi dulunya tempat para putri sultan tinggal, juga dikelilingi oleh Kolam yang mengelilingi taman sari tersebut, semuanya mengingatkanku akan taman sari di kota Yogya.

Peserta tour minus Cinta dan ibuku yg tak ikut difoto. Abaikan foto seorang ibu berkata mata hitam yg lg ‘mulak cangkeng’ 😜.

Dari taman sari kami melanjutkan perjalanan ke keraton kasepuhan. Ehmmm kasepuhan atau kaanoman? Lupa, hihihi. Disini lebih ramai. Seperti halnya di taman sari gua Sunyaragi, disini pun kami dipandu guide yang menerangkan panjang lebar dan tak henti hentinya. Kali ini hanya dalam bahasa Indonesia saja. Panas dan kondisi yang telah loyo membuat aku dan yang lainnya tak terlalu antusias mendengarkan penjelasan dari guide tersebut. Kalau boleh terus terang, aku bosan.

Aku tau, sepertinya rombongan kami bersorak girang saat guide tersebut membawa kami keluar. Lega rasanya..

Bis meneruskan perjalanan ke es kopyor 4848. Konon tempat tersebut cukup terkenal di Cirebon, dilihat dari antrian nya, seperti nya begitu. Kami semua minum es kopyor secara kilat diakibatkan tak nyaman selagi minum orang lain terlihat mengincar tempat duduk kita. Jadi lebih baik segera keluar dari sana.

Bis segera meluncur menuju hotel. Sebelum sampai di hotel, kami mampir ke restaurant Sunda. Makanannya enak, pemandangannya indah karena berada di atas bukit. Dan yang paling membuat semua keluarga sumringah adalah saat kami tiba di hotel. Hotel desa Alamanis Ku I gan….. Seperti biasanya kakak ku selalu memberikan layanan terbaik untuk kami semua adik adiknya terutama untuk ayah dan ibuku…… Kami semua disediakan kamar terbaik yang ada disana.

Terima kasih a Ulul😁….

(bersambung)

The Climber

20 Juli 2018

Hari ketujuh,

Hari papa dan putrinya. Mereka pergi bertiga saja (sementara aku sedang berjuang di pasar baru😜), naik ojek dari rumah orangtuaku ke bunderan cibiru, dari bunderan barulah mereka naik taksi menuju trans studio di trans mall jalan Gatot Subroto.

Permainan yang paling berkesan untuk keduanya adalah mereka berhasil mencapai puncak tertinggi dari 4 etape yang harus mereka lalui.

Luc mengabadikan keberhasilan mereka saat hampir menuju puncak untuk ditunjukan pada ku. Sambil memperlihatkan foto mereka, Luc berbisik pada ku… Saat aku melihat mereka berjuang memanjat dinding tersebut, aku adalah seorang ayah yang bangga!


(bersambung)