Etalase

Aku adalah orang yang masih memelototi FB hingga saat ini. Masih sesekali posting foto dan kasih jempol untuk postingan yang lain yang aku anggap menarik. Seperti tulisan penuh makna berikut ini, ada di Wall nya Catur H Yulianti, salah satu perempuan inspiratif favoritku……

Tembok FB itu ibarat etalase.. tembus pandang dengan tujuan terlihat banyak orang.. jadi apa yang dipamerkan ya akan menggoda orang lain untuk melirik, melihat, menengok, menyukai atau membenci. Dan itu sepenuhnya pilihan yang melihat untuk menentukan bagaimana reaksi mereka.

Agak lucu sebenarnya .. atau mungkin sedikit sadis menurut saya, ketika orang sudah tergoda untuk bereaksi kemudian diminta untuk tutup mata atau menyingkir dengan paksa.. “pilih saja unfollow dan unfriend, tapi jangan ganggu isi etalase saya”
😄😄

Fitur ini tidak lagi jadi pilihan merdeka untuk digunakan secara sukarela. Padahal sebelumnya bisa dipakai tanpa membuat orang lain terluka.

Ah….tapi pemilik tidak pernah salah kan..? Toh ini tembok kita… suka-suka kita mau pamer apa, “abaikan saja kalau tidak suka” 😂😂

Yang salah itu .. pengaturan “privacy” kenapa juga tidak dibuat bisa menseleksi otomatis siapa yang bisa mengintip dan siapa yang hanya melihat pantulan kaca bening setiap sebuah status dibuat. kan kalau semudah itu potensi konflik tidak mencuat dan “silaturahmi” tetap terjaga 😄😄

#nikmatnyanemukambinghitam

😂😂

Dan ini adalah foto ku hari ini,
Foto apa ini? Si kaki satu? Sepatu baru merah yg cantik? Celana kulot favorite baru ku?
Ah apa pun yg ingin aku pamerkan, ini adalah etalaseku😉

#bahagia punya sepatu baru, hahaha.

Advertisements

Lagi Rajin?

Itu aja judulnya karena ga ada ide lagi harus dikasih judul apa.

Ceritanya hari minggu dua hari yang lalu, Luc menawarkan diri untuk menyetrika. Karena hari minggu itu aku dapat jadwal kerja, aku sudah pamitan dari jam sebelas siang berangkat kerja, walau jam kerja nya baru jam 2 siang tapi aku berencana shopping dulu di stad bersama seorang teman. Sambil pamitan pada Luc aku menjelaskan sebetulnya hari ini jadwal nyetrika karena hari selasa nanti (hari ini) aku keluar rumah juga jadi gak ada waktu lagi menyelesaikan pekerjaan rumah.

Eh Luc langsung bilang bahwa aku tak usah kuatir karena dia bisa mengerjakan pekerjaan tersebut. Tentu saja aku berterima kasih atas kesediannya.

Saat aku bekerja, aku mendapat pesan darinya bahwa dia baru saja berhenti dari menyetrika baju. Aku menyetrika pakaian mulai pukul 12 siang hingga pukul 4 sore. Ik ben echt kapot! Bagitu isi pesannya.

Terharu sekali aku membacanya. Terbayang 2 keranjang pakaian sudah rapih di setrikanya.

Hingga tadi pagi aku tak memeriksa pekerjaan Luc, karena hari ini adalah hari liburku biasanya aku membersihkan rumah dan menyetrika, tapi karena hari ini aku ada janji untuk bertemu seorang teman yang mempunyai hobby yang sama menjahit kami berencana membeli kain di stad. Sebelum pergi ke stad aku naik dulu ke ruangan setrika berada (zolder) disana aku melihat tumpukan baju yg telah selesai di setrika di atas kursi. Antara geli dan kasihan entah pada Luc atau pada diri sendiri aku menatap tumpukan baju tersebut. Ah empat jam! EMPAT JAM! Hanya beberapa lembar baju saja. OMG!

Akhirnya tadi siang setelah ngebut (pake sepeda bukan mobil😁) dari stad menuju sekolah menjemput si kembar, sesampainya di rumah aku menuju dapur membuat es teler seadanya di kulkas kemudian menuju tempat setrikaan. Gosok baju dong! Ditemani es teler ala ala dan berita dari streaming TV Indonesia. Satu jam 15 menit saja dan hasilnya melebihi hasil kerja Luc yg empat jam itu!

Ini hasilnya, bisa di tebak yang kiri hasil siapa dan yang kanan hasil siapa 😜😜😜.

Oh ya ini es teler penyuportnya,

Menyikapi Lelucon dan Kejutan

 

Tidak semua niat baik/pertolongan yang kita lakukan akan diterima baik oleh yang kita tolong. Banya contoh yang kita lihat dikehidupan sehari sehari. Begitupun jika kita memberikan kejutan yang kita anggap menyenangkan, bisa jadi tidak menyenangkan pada yang diberi kejutan. Juga jika kita memberi lelucon pada seseorang belum tentu orang tersebut suka dan tertawa malah bisa jadi murka.

Jadi harus bagaimana kita seharusnya, jika semua yang kita kira anggap akan menyenangkan ternyata tidak berakhir baik?

Untuk itu aku selalu ingat akan pesan ayahku (jika sedang eling) berbuatlah tanpa berlebihan! Mencintai, mengagumi, membuat lelucon dan lain lainnya tanpa berlebihan, alias sedang sedang saja (tetap dengan konsep lagu Vetty Vera, Yang sedang sedang saja!). Begitupun dalam menyikapi sesuatu, tak perlu berlebihan!

Aku ada beberapa contoh, saat aku membuat lelocon dan kejutan yang sama pada dua orang yang berbeda.

Lelucon

Ponakanku berulang tahun yang ke 17, seorang gadis remaja. Aku mengirimkan kartu pos bergambar foto bule bule telanjang yang sedang mengelilingi kram (warung) ikan kebeling yang berada di pantai, sepertinya foto tersebut diambil di sebuah pantai/area khusus Nudies. Semua laki laki yang membelakangi kamera tersebut telanjang bulat.

Ponakanku mengabariku via wa saat mendapat kartu pos tersebut, terimakasih Ateu! Tulisnya diiringi tiga icon terpingkal pingkal. Tak lama kemudian ibunya, yaitu kakak iparku, mengirimkan aku wa yang intinya aku keterlaluan dalam becanda, namun diiringi untunglah kartu tersebut tidak disita kantor pos, katanya. Karena bisa dikatagorikan dalam unsur pornografi. Ya ampun, masa sih!

Sahabatku aku kirim kartu dengan gambar yang sama. Dia orangnya pendiam, jarang ngomong, gak bermake up atau berpakaian macam macam, pakai hijab yang sederhana ga genjreng. Pokoknya bukan orang yang diperhatikan dalam suatu acara misalnya, tapi menurutku sekalinya dia ngomong aku selalu merasa nyaman dan terhibur, dia lucu menurutku tapi tidak kata orang orang. Nah tanggapan dia saat menerima kartu pos itu adalah jawaban singkat yang membuatku terpingkal, pingkal. Nanti kirim kartu pos yang gambarnya tampak muka! Begitu tulisnya. Hahaha.

Suatu kali saat aku mudik, aku membawa sekotak coklat yang Luc pesan secara online untuk sahabatku ini, coklat berbentuk alat kelamin laki laki (maaf). Saat dia membukanya, dia langsung menjerit kemudian ditutupnya kembali. Aku dan Luc tertawa, kemudian kami mendengar jawaban spontan dari mulutnya…. Lain kali bawalah aslinya jangan berupa coklat. Gumamnya. Saat itu dia belum menikah!

Kejutan

Suatu hari (berapa bulan yang lalu) kami (aku, Luc dan Kadek salah satu teman akrabku di Belanda, aku mempunyai dua teman yang cukup akrab sejak aku tinggal di Belanda) mengobrol tentang bahwa akulah satu satunya dari kami bertiga aku lah satu satunya yang selalu menerima buket bunga dari suami. Setidaknya aku menerima tiga atau empat kali dalam setahun. Saat ulang tahun, hari ibu, hari valentine dan hari perkawinan. Dan Luc selalu membeli bunga terbaik yang ada di toko bunga saat itu. Menyadari hal tersebut aku berseloroh pada Luc dihadapan temanku itu, mungkin ada baiknya kita mengirim bunga untukmu bertuliskan nama suamimu! Yang langsung disambut gelak tawa dan diiyahkan oleh Luc.

Hari senin kemarin, akhirnya aku dan Luc melaksanakan kejutan yang ingin kami beri pada teman baikku di Belanda. Aku memesan bunga secara online disertai kartu dengan tulisan Love, diikuti nama suami yang akan menerima buket bunga tersebut. Sengaja aku memilih jam pengiriman disesuaikan saat mereka sudah ada di rumah. Pada Kadek akuan dikirim siang hari, pada Hanny akan dikirim malam hari.

Sekitar pukul 4 sore, Kadek dengan hebohnya meneleponku, menceritakan dengan suka cita bahwa dia telah menerima bunga yang tertulis nama suaminya sebagai pengirim yang dia yakini bahwa bunga tersebut dari kami, kemudian dia mejerit jerit memanggil suaminya yang kala itu hampir terlelap tidur di kursi taman, memperlihatkan buket bunga ditangannya kemudian menciumi suaminya sambil berterima kasih kasih. Suaminya yang masih antara sadar dan tidak sadar akibat kantuk yang menyerangnya langsung terjaga, mengambil kacamatanya dan tak percaya. Dengan terbata bata dia mengatakan bahwa dia tak mengirim bunga itu, kemudian tanya tanda besar bersarang di pikirannya, dari siapa bunga tersebut? Setelah Kadek puas membuat suaminya termenung, barulah dia berkata bahwa aku dan Luc lah tersangka dari permainan ini, dan dia segera mengkonfirmasikan padaku dengan cerita heboh diatas. Sambil tertawa aku bertanya pada suami Kadek, kamu dapat menahan lelucon ini dengan baik bukan? Kami mengirim bunga untuk kalian berdua karena kami sedang berbahagia, kataku. Tentu saja mereka berdua bahagia dan berterima kasih atas bunga yang kami kirim. Echt goede grapjes, katanya.

Lain lagi cerita Hanny, dia menerima bunga tersebut pukul 9 malam. Suaminya yang membukakan pintu saat menerima dus besar berisi buket bunga. Ada paket untukmu, katanya dengan muka berseri seri. hanny membuka dus tersebut, terkaget kaget melihat isinya, lebih syok lagi saat membaca kartu bertulisan nama suaminya. Hah, dia sama sekali tak percaya bunga tersebut dari suaminya, pikirannya langsung berpikir ada seseorang yang sedang membuat lelucon. Namun suaminya dengan tersenyum dan meyakinkan dirinya bahwa dialah pengirim bunga tersebut, sekali kali membuat kejutan untuk istri tercinta boleh kan. Hanny masih tetap tak percaya, dia meminta untuk melihat transkasinya di bank rekening suaminya. Masih dengan sikap stoer sang suami meyakinkan bahwa benar benar dialah si pengirim bunga tersebut. Hanny segera mengabadikannya dan memasang status di IG (aku tak bisa lihat karena ga punya IG), finnaly setelah 10 tahun menikah bisa juga dia romantis!

Kadek melihat Ig tersebut, menghubungi Hanny dan berkata bahwa diapun mendapat bunga kejutan dari suaminya di hari yang sama, kemudian mengajak Hanny berpikir untuk menebak nebak siapakah pelakunya. kadek tak mau menyebutkan namaku. Hahaha.

Saat aku berbuka puasa pukul 10 malam, hp ku berdering. Video call dari Hanny. Aku segera menghampiri Luc, ternyata diujung sana ada dua wajah pula, Hanny dan suaminya. Mereka terpingkal pingkal sambil berkata terima kasih untuk bunga indahnya. Kami semua tertawa dan lebih terbahak setelah mengetahui bahwa suaminya ikut berperan serta untuk meyakinkan Hanny bahwa dialah pengirim sesungguhnya. Luc senang mendengar cerita mereka, grapjes verrasing yang kami lakukan dapat mereka terima dengan baik.

Kejutan lelucon yang kami buat berhasil dengan baik dan menyenangkan. Bagaimana dengan kalian adakah cerita mengenai kejutan yang berakhir bahagia atau sebaliknya?

Drama Pertemanan

-ibu budi

Sering dengar dari teman atau baca dari blog yang aku ikuti mengenai lika liku pertemanan di negeri orang dengan teman sebangsa. Bukan, saat ini aku tidak menuliskan pengalamanku tentang lika liku pertemanan di negeri orang, yang hingga mengakibatkan ‘trauma’ klo sampe liat orang tersebut lagi!  Ini tentang drama pertemanan anak anak.

Untunglah drama pertemanan ini tidak melibatkan si kembar. Berawal dari undangan ulang tahun,  (oeps masih tentang selak beluk ulang tahun) Kemarin aku di invite oleh orang tua teman sekelas CC yang akan berulang tahun, katakanlah namanya Wati! Saat aku menerima undangan via wa tersebut aku sudah bertanya pada si kembar apakah mereka akan datang pada pesta ulang tahun Wati? Cinta menjawab bahwa dia sebenarnya tak yakin ingin datang, ujarnya Wati kadang kadang ‘niet aardig’ alias kurang baik. Sedangkan Cahaya menjawab kurang tertarik datang ke pesta tersebut karena tidak terlalu dekat dengan Wati.

Akhirnya setelah sehari aku tak menjawab wa undangan tersebut, aku berdisikusi dengan Luc sebaiknya CC memenuhi undangan tersebut, karena rumah Wati berdekatan dengan rumah kami, dan aku mengenal ibunya karena dialah satu satunya orang tua teman CC yang selalu antusias mengobrol denganku setiap kali kami berpapasan saat mengantar atau menjemput si kembar.

Saat aku menyatakan bahwa CC akan hadir di pesta Wati, langsung dibalas oleh wa ibunya Wati yang berkata bahwa dia senang si kembar bisa datang, kemudian dia mengumumkan bahwa undangan akan segera disebar dan meminta pada orang tua yg belum menjawab untuk segera mengkonfirmasi apakan anaknya akan datang atau tidak.

Tak berapa lama muncul jawaban dari ibu yang lain, agak panjang dan membuatku sedikit tak menduga akan ada jawaban seperti itu, intinya si ibu itu menceritakan bahwa berdasarkan informasi dari anaknya (Nyai) bahwa Wati berkata bahwa semua anak diundang kecuali Asep. Satu kelas diundang! Wow  pesta seperti apa yang akan mereka buat? Berapa anggaran yang harus dikeluarkan? Ssthhhh segala sesuatunya selalu aku libatkan dengan anggaran! Aku tipe emak emak perhitungan, hahaha.

Kemudian aku segera melihat info dari wa grup tersebut. Alamak 26 partisipan! Bener mereka mengundang seluruh anak di kelas si kembar kecuali Asep.

Balik lagi ke isi message ibunya Nyai, dia menjelaskan bahwa Nyai ragu untuk datang ke pesta Wati karena merasa tak adil untuk Asep, Nyai berfikir untuk menghibur Asep dan berencana mengadakan kegiatan menyenangkan bersama Asep. Untuk saat ini kami menyerahkan keputusan sepenuhnya pada Nyai apa yang akan dia lakukan. Fijne avond,  groetjes Meghan dan Harry.  Begitu isi wa dari ibu Nyai yang menyebutkan namanya dan juga nama suaminya.

Satu jam tak terjadi apa apa di wa grup tersebut, hingga kemudian muncullah jawaban ibunya Wati, oh ya ibunya Wati bernama Ibu Budi!

Ibu Budi berkata: Ini tak apa apa kan, wati punya alasan yang masuk akal mengapa dia tidak mengundang Asep. Dan saya menghargai keputusannya. Saya sudah meminta Wati lebih dari satu kali untuk menyertakan Asep dalam pestanya, tapi dia menolaknya. Tolong hargailah pilihannya!

OMG! Sebagai penggemar gossip terselubung, aku segera bertanya pada si kembar apakah Wati dan Asep tidak akur? Cahaya berkata tidak tau menahu dan nampak tak tertarik dengan pertanyaanku, sementara Cinta berkata bahwa dia merasa sepertinya Wati dan Asep memang bermusuhan karena pernah melihatnya bertengkar.

Aku dan Luc sama sama tak mengerti mengapa Ibu Budi membuat pesta untuk anaknnya dengan mengundang anak sekelas kecuali satu orang, seperti mengumumkan bahwa Asep adalah seorang pesakitan. Seperti memploklamirkan perang agar semua orang tau. Apakah tidak sebaiknya pesta normal seperti biasanya saja hanya mengundang beberapa orang teman saja, sehingga mereka yang tidak diundang tidak merasa disisihkan sendirian.

Luc juga merasa bahwa tak seharusnya Meghan menjawab undangan Wati dengan menyatakan terus terang tentang alasan Nyai tak ingin datang ke pesta Wati karena alasan tersebut memicu simpati dari para undangan lainnya yang belum memberi jawaban akan datang atau tidak.

Dan benar saja tadi siang, (satu hari setelah jawaban Ibu Budi) berderet deret konfirmasi dari ibu ibu yang lainnya yang menyatakan anaknya tidak akan datang ke pesta Wati dengan alasan sebagai dukungan pada Asep.

Dan tak lama kemudian Ibu Budi berkata: Sayang akhirnya akan seperti ini, saya menyayangkan bahwa semua berada di sisi Asep, tak seorangpun yang membela Wati. Wati punya alasan kuat mengapa tidak mengundang Asep dalam pestanya. Wati sudah tidak tahan di bullly setiap hari oleh Asep! Terima kasih untuk teman teman Wati yang telah bersedia datang di pesta Wati nanti. Kami akan memberikan pesta terbaik!

Dan aku pun terhenyak….. Terbayang dalam ingatanku akan sosok Asep, kala bermain bersama Cinta dan Cahaya, pikiranku melayang pada sosok ibunya Asep yang tinggi semampai yang selalu menyapaku dengan senyum super ramahnya. Ah Asep tiap hari membully Wati? Asep si periang itu? Tidakkah sang guru mengetahuinya?

Dan akupun berpikir dalam kebingungan, kenapa grup undangan tersebut mendadak sepi, tak ada lagi yang menjawab wa Ibu Budi. Dan aku sebagai penggemar gossip terselubung menunggu epesode berikutnya dengan harap harap cemas!

 

PS. Detik ini aku sedang membunuh waktu, menunggu Cinta dan Cahaya selesai dalam pesta teman yang lainnya, setengah jam lagi aku harus menjemput mereka pulang.

 

Antwerpen

The days of Yayang

Ini kali kedua aku datang ke kota Antwerpen. Masih tetap menarik dimataku.
Bangunan tua yang selalu menjadi daya tarik para turis dari manapun, kuliner yang lebih bervariasi dari pada di Belanda, hingga orang yang berlalu lalang di Antwerpen bisa begitu menarik perhatianku.

Maka Antwerpen adalah termasuk kota yang akan aku kunjungi kembali, selain jarak yang bisa ditempuh tak lebih satu jam dari Rotterdam, kota ini bisa begitu menawarkan berbagai macam pilihan. Seperti hari ini kami berencana menjadi tourist di Antwerpen. Pejalanan di mulai dari Grote Markt, dimana City Hall berada atau stadhuis dalam istilah Belanda dimana tempat layanan untuk rakyat (balai kota) berada.

Seperti kota kota lainnya di eropa, jika berdiri gedung City Hall maka (selalu) ada lapangan (main square) di depannya. Ada yang menarik di halaman stadhuis di Antwerpen yaitu berdirinya patung  Silvius Brabo.
http://nl.wikipedia.org/wiki/Brabofontein
Image

Dari Balai kota kami segera berjalan menyusuri jalan jalan yang berpencar ke berbagai arah…

View original post 568 more words

Berlari setelah melahirkan!

kate

Aku sama sekali tidak memprediksi bahwa aku akan diberi titipan anak tidak lama setelah aku datang ke Belanda. Belum ada pengetahuan atau informasi apapun mengenai bagaimana kebiasaan atau hal umum mengenai mengenai melahirkan di Belanda.

Dan begitu kami yakin bahwa aku hamil (hanya melalui testpack  yg dibeli dari apotek), maka yang dilakukan Luc adalah searching di intsernet apa yang harus kami lakukan:

Memilih /mencari bidan

Luc bertanya padaku seperti apa yang aku inginkan, apakah yang tempat prakteknya dekat dengan rumah kami? Apakah aku menginginkan seorang bidan yang mengerti bahasa Indonesia atau bahkan orang Indonesia?

Setelah Luc mendapatkan jawaban dariku bahwa aku sama sekali tidak berkeberatan dengan ‘ras’ apapun yang akan menolongku dalam persalinan sepanjang mereka bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris denganku, akhirnya kami memutuskan memilih bidan yang dekat dengan rumah kami.

Masalah baru muncul pada saat Luc membuat janji pemeriksaan dengan bidan tersebut, saat ditanyakan mengenai nomor asuransi kesehatanku. Saat itu kartu asuransi kesehatanku masih dalam proses pembuatan, belum dikirim ke rumah. Yang dilaluka Luc pada saat aku sudah berada di Belanda adalah menelepon pihak asuransi untuk mendaftarkanku, asuransi yang kami ambil adalah asuransi kesehatan dengan banyak tambahan. Menurut Luc karena aku wanita dan mungkin ingin/akan mempunyai anak, maka sebaiknya asuransi yang diambil bukanlah asuransi basic, hal tersebut untuk menghindari banyak resiko, sehingga aku memungkinkan di cover untuk segala hal. Untunglah bidan tersebut masih mau menerima kami walau aku pada saat itu datang tanpa kartu asuransi, biaya akan ditagihkan double pada suransi di pemerksaan berikutnya.

Memutuskan apakah melahirkan di rumah atau di rumah sakit

Luc bertanya apakah aku ingin melahirkan di rumah sakit atau di rumah? Dengan tegas aku menjawab bahwa aku ingin melahirkan di rumah sakit. Agak aneh rasanya saat Luc menjelaskan bahwa wanita di Belanda banyak merasa lebih nyaman saat melahirkan di rumah dan menjelaskan padaku bahwa saat itu 30% wanita di Belanda memilih melahirkan di rumah. Begitupun dengan Angela saat melahirkan Luc, dan juga ratu Maxima yang memilih melahirkan anak anaknya di rumah. (Walau kini fenomena melahirkan di rumah semakin mengecil, hanya 13% saja di tahun 2017, ini artikelnya.)

Yang kemudian aku tidak perlu lagi memutuskan sendiri apakah aku ingin melahirkan di rumah atau di rumah sakit, karena suatu alasan. Aku mengalami mual yang luar biasa, tak ada makanan dan minuman yang bisa masuk ke tubuhku selain aku memuntahkannya kembali, badanku lemas luar biasa, aku hanya bisa seharian berbaring di sofa saja. Luc memutuskan membawaku ke huisart (dokter rumah/dokter pribadi). Untuk pertama kalinya aku bertemu dengan Lorenzo yang kemudian akan ada cerita panjang setelah aku melahirkan antara kedekatan kami sekeluarga secara emosi dengan dokter pribadiku tersebut. (baca Tragedy of giving birth) Setelah Lorenzo menyalami kami karena aku hamil dan mendengarkan keluhanku, dia memutuskan mengecek perutku dengan echo. Saat itulah kami melihat bahwa ada dua janin dalam perutku. Kembar! Mataku berkaca kaca pada saat melihat keajaiban tersebut. Kemudian Lorenzo berkata pada kami bahwa kami harus berhenti dengan bidan kami, dan aku harus ditangani oleh gynaecoloog. Lorenzo juga yang langsung memutuskan bahwa aku akan diperiksa dan melahirkan di rumah sakit Erasmus (bukan rumah sakit San Franciscus, rumah sakit kami) dengan alasan di Erasmus ada bagian khusus untuk anak kembar. Saat itu pula Lorenzo bertanya pada kami siapa nama bidannya dan langsung menelepon bidan tersebut dihadapan kami dengan suara speaker sehingga kami dapat ikut mendengarkan pembicaraan mereka. Alasannya adalah, bayiku kembar, aku dan suamiku memiliki perbedaan yang besar antara berat dan tinggi badan. Keputusan selanjutnya adalah aku harus ditangani oleh para gynaecoloog di rumah sakit untuk pemeriksaan selanjutnya.

Melahirkan secara normal

Luc (lagi lagi) yang menginformasikan bahwa kebanyakan wanita Belanda melahirkan secara normal. Kita tidak dapat meminta bahwa kita ingin melahirkan secara cesar, keputusan cesar atau tidaknya adalah keputusan dari dokter. Aku disiapkan oleh gynaecoloog bahwa aku bisa melahirkan secara normal. Aku berkata pada dokter apakah tidak beresiko jika aku melahirkan secara normal? Mengingat bahwa aku hamil saat usiaku tidak muda lagi (35 tahun), bayi yang akan aku lahirkan kembar, akan ada dua kali kerja keras dibanding wanita lainnya dan kemungkinan bayiku besar karena postur ayahnya yang besar. Namun dokter berkata bahwa aku tidak ada masalah apapun jika harus melahirkan kembar, semuanya akan baik baik saja. Dari penjelasan dokter lah aku menjadi tenang dan segera mempersiapkan jiwa ragaku untuk melahirkan secara normal termasuk rencana memberi ASI pada si kembar.

Hari kelahiranpun tiba, sehari sebelumnya aku masih memeriksakan diri ke rumah sakit, eh siap sangka keesokan harinya aku merasakan bahwa inilah hari H nya, setelah sejak subuh aku tak bisa tidur akhirnya pukul 7 pagi Luc membawaku ke rumah sakit, aku mandi dan sempat difoto dulu di rumah dengan kaki super bengkak. Proses pembukaan berjalan lambat hingga akhirnya pukul satu dini hari aku siap melahirkan setelah mencapai pembukaan 9,5. Namun sayang bayi kedua yang akan lahir tiba tiba berubah posisi, melintang, bukan posisi kepala yang duluan keluar. Persalinan dibatalkan! Setelah gynocoloog yang menolongku tak yakin apakah aku akan aman. Tengah malam atau dini hari buta sang gynocoloog harus menelepon colega(leader) nya yang lain, melalu telepon gynocoloog yang lain bahwa aku tidak aman untuk melahirkan normal dan baru nanti pagi akan dioperasi. Dua bayiku selamat setelah keluar melalui jaln cesar. Tapi tidak denganku. Aku mengalami pendarahan yang amat hebat. Tiga hari koma setelah melahirkan. Ada tindakan dua kali spoed operasi setelah melahirkan. Kemudian aku berangsur membaik, namun tiba tiba memburuk kembali. Paru paruku tak berfungsi dengan semestinya dan problem lainnya. Kemudian aku koma dua minggu. Baru setelah dua bulan paru paruku membaik, aku bisa bertemu dengan bayi kembarku, lucu dan montok! Luc adalah ibu pertama buat mereka, memandikannya untuk pertama kali, memberi popok dan susu botol. Harapanku untuk memberikan ASI musnah!

Kate Middleton melahirkan

Dunia terbelalak saat beredar foto dan berita yang menyiarkan Kate Middleton melambaikan tangan sambil menggendong bayinya didampingi pangeran William. Cantik, segar dan sehat! Hanya tujuh jam setelah melahirkan! Betapa hebohnya para emak emak melihat foto dan berita tersebut. Hebat! Bagaimana bisa? tentu saja bisa. Banyak! Bahkan yang melahirkan diam diampun ada juga, cerita ekstrim bahkan sering kita baca bergentayangan, anak yang tidak diinginkan bisa lahir di kamar mandi dan langsung hanyut pula. Amit amit! Jangan sampai cerita memilukan ada lagi terdengar.

Hari jumat yang lalu, aku bertemu dengan seorang kenalan. Dia adalah istri dari seorang student yang tengah menempuh pendidikan di TU Delft. Sejak pertama kali mengenalnya aku merasa suka dengan anak tersebut, muda dan ceria. Karena aku tidak tau dia sudah melahirkan, ujug ujug kami bertemu setalh anaknya berumur 3 bulan, sedangkan terakhir bertemu dia sedang hamil muda, aku bertanya tentang proses melahirkan bayinya. Kemudian dia bercerita yang aku dengarkan sambil meringis dan sesekali menutup telinga dengan kedua tanganku.

Dia melahirkan di rumah, cerita lancar jaya dia utarakan padaku, kehamilan yang sehat, tidak ada resiko apapun hingga cerita berikutnya. Sesaat setelah bayi keluar, plasentanya tidak ikut keluar, juga setelah dua kali penyuntikan untuk merangsang agar plasentanya bisa keluar, setelah dua bidan dan dua kraamzorg ikut menolongnya, si plasenta tak mau juga keluar. Itu artinya harus segera dilakukan tindakan operasi. Menurut penuturannya, bahwa plasenta harus keluar paling lambat satu jam setelah bayi lahir. Mobil ambulans segera datang. Masalah muncul setelah petugas medis kesulitan mencapai lantai 4 dimana kenalanku itu tinggal. Alat yang akan membawa nya turun ke mobil ambulan hanya bisa sampai di jendela lantai 2, itu artinya kenalanku harus bisa mencapai lantai dua tanpa brankar, dia harus jalan menuruni tangga hanya dipapah oleh petugas medis. Apartemen yang dia tinggali adalah apartemen tanpa lift!

Dan bayangkanlah seseorang yang baru saja melahirkan harus menuruni tangga hingga dua lantai dengan keadaan lemas setelah berusaha mengelurkan plasenta sekuat tenaga. Energi telah habis terkuras. (Yang aku tidak mengerti mengapa dia tidak dibopong saja oleh petugas medis?) Baru beberapa langkah saja dia menuruni tangga, darah telah mengalir deras dari selangkangannya, si petugas medis memberi tahu bahwa dia harus segera berlari, tidak boleh jalan! Dan menurut penuturan dia entah dari mana datangnya tiba tiba energi dia datang dengan tiba tiba, dia dapat berlari dengan sekuat tenaga menuruni tangga hingga lantai dua! Kemudian segera bisa keluar dan mendatangi alat dari ambulan di jendela lantai dua dan segera di larikan di rumah sakit.

Cerita melegakan belum juga terjadi hingga dia sampai di rumah sakit, sekiranya dia harus langsung segera dilarikan ke kamar operasi ternyata tertahan karena tak ada seorang  dokter bedahpun yang sedang bebas tugas. Semuanya tengah sibuk di kamar operasi. Dia telah dikelilingi oleh beberapa perawat dan kemudian muncul seorang dokter dengan wajah Asia bermata sipit menghampirinya, dan berkata bahwa dia akan mencoba sekali lagi mengeluarkan plasenta dengan jalan normal sambil menunggu dokter bedah. Dan menurut penuturannya, sang dokter tersebut berhasil merogoh plasenta  keluar.

 

Ps. Dear R, kudoakan agar kau selalu sehat dan bahagia. Sukses dalam karir dan keluarga, sampai ketemu bulan juli atau agustus 2018 di Bandung! Tanggal menyusul darling….

 

 

 

Kado mahal

Kini si kembar sudah mulai di terima dan kerasan di sekolah barunya, sebelumnya mereka merasa ‘aneh’ dengan pergaulan di sekolah barunya, kini mereka mulai terbiasa dan menerima perbedaan di sekolah lama dan sekolah baru.

Ya, seperti dikatakan kepala sekolah di sekolah nya yang dulu (dan penuturan si kembar) mereka termasuk anak anak yang dikenal oleh hampir penghuni sekolah yang dulu, namun predikat ‘famous girls’ tidak berlaku lagi di sekolah yang baru pada awal mereka masuk sekolah. Namun kini aku mulai menerima pesan dari banyak  orang tua  teman sekelas si kembar untuk permintaan play date bersama si kembar. Termasuk diundang pada ulang tahun teman teman mereka.

Sejak bulan january 2018 hingga hari ini, si kembar sudah pergi ke ulang tahun temannya sebanyak tiga kali, dan kini tiga undangan ke depan telah ada di agenda. Jika di sekolah yang lama, si pengundang akan langsung memberikan undangan pada si kembar di sekolah. Dalam undangan biasanya dicantumkan nomor telepon orang tua yang berulang tahun,  dimaksudkan untuk konfirmasi apakan si kembar akan datang atau tidak. Biasanya aku cukup mengirim pesan singkat. Namun kini, disekolah yang baru sistem mengundang sedikit berbeda, si orang tua yang berulang tahun langsung membuat whats app grup. Langsung bertanya siapa saja yang akan datang, setelah ada konfirmasi dari yang diundang barulah mereka mengirim kartu undangannya, dan itu pun melalui pos! Alamak, aku benar benar terpana pada saat pertama kali menerimanya.

Tentang kado pun sangat jelas, yang berulang tahun akan membuat list kado yang telah mereka pilih sendiri, dan diletakan di keranjang yang telah disediakan oleh toko yang membuatnya, biasanya toko mainan dan toko buku. Jika yang berulang tahun mengundang enam orang anak untuk datang ke pestanya, maka hanya da 6 kado yang tersedia di keranjang tersebut. Kami hanya tinggal datang ke toko yang dimaksud, memilih kado yang telah disediakan di keranjang, (keranjang tersebut telah ditulisi nama yang berulang tahun dan tanggal pestanya, jadi kami tidak akan salah mengambil kado dari keranjang yang lain) kemudian membayarnya di kassa dan di kassa pula kado tersebut akan dibungkus.
IMG_20180113_125009140[1]

Berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan keranjang kado, kami harus segera datang ke toko yang dimaksud sebelum banyak didahului anak yang lainnya. Mengapa begitu? Karena jika kalah cepat, maka hanya kado sisa lah yang tersedia di keranjang. Biasanya kado sisa adalah kado terbagus, karena harganya paling mahal!

Dan itu terjadi pada si kembar hari kamis minggu lalu saat si kembar datang ke toko yang dimaksud untuk membeli kado, pestanya sendiri  diadakan hari jumat, sedangkan si kembar baru sempat datang ke toko dimana keranjang kado berada, sebuah toko buku di kampung kami. Kado yang tersisa ada dua buah kado, tentu saja karena itu jatah kado yang harus dibeli Cinta dan Cahaya. Dan yang bikin aku syok (setelah diberi tahu Luc, aku tak ikut pergi untuk membeli kadonya) ternyata satu dari kado yang harus dibeli adalah seharga 35 euro! Sedangkan kado yang lainnya seharga 15 euro, harga kado ulang tahun umumnya untuk anak SD. Saat aku bertanya pada Luc, kado apa seharga 35 euro itu, jawaban Luc lebih membuatku tak mengerti, hanya tempat pinsil (etui) berisi pinsil, bolpoin, penggaris dan penghapus. Haahhhh! Ampun mahal amat!

Dan inilah penampakan salah satu kado mahal, menurut ukuran kami. Hiks!
dav