Combro Cireng, Melalui tanggal kelahiranmu dan Togo

Sudah beberapa hari yang lalu Cinta memintaku untuk dibuatkan makanan favoritnya yaitu combro dan cireng. Sebelum aku berangkat kerja hari sabtu kemarin aku berjanji pada nya akan membeli bahan yang dibutuhkan untuk membuat combro dan berjanji pada nya untuk mengolah makanan tersebut keesokan harinya, yaitu hari minggu ini.

Saat aku pulang kerja pukul setengah sepuluh malam (aku kerja dua kali sebulan di hari sabtu) Cinta sudah menyambutku dengan wajah berseri dan bertanya apakah aku akan segera membuat combro?

What? Ini waktunya jam tidur dan dia dengan antusias nya menunggu ku pulang untuk segera membuat kan nya combro! Malam itu aku berhasil menyuruhnya masuk kamar tidur dan segera memimpikan combro dan cireng.

Hari minggu ini aku turun dari kamar tidur pukul 9 pagi, tak mendapati Luc di ruang keluarga dia sedang jalan kaki (olah raga ceritanya) ke luar. Sambil menunggu dia datang aku segera menyiapkan pembuatan combro, saat Luc kembali ke rumah sekitar pukul 10 pagi, combro telah siap untuk digoreng. Aku sengaja tak segera menyalakan kompor tapi menunggu anak anak turun untuk makan pagi atau (siang) karena kami nyaris makan pagi mendekati pukul sebelas, selalu begitu jika weekend tiba. Hanya Luc satu satunya penghuni rumah yang konsisten bangun pukul 6 tak peduli hari kerja atau libur.

Melihat combro dan cireng yang siap di goreng, Cinta bertanya pada ku apakah combro pun akan bersanding dengan croissant, roti, beleg dan teman temannya saat makan pagi? Aku menggeleng, dan Cinta tak berani merajuk lagi saat Luc menyuruhnya untuk segera duduk di kursi meja makan. Kami memahaminya saat dia hanya bertahan hanya memakan satu potong roti saja, Cinta menunggu janji ku yang akan segera nenggoreng combro begitu makan pagi selesai.

Dan saat itu tiba, Cinta langsung memakan 5 butir combro tanpa jeda diselingi beberapa buah cireng, sedangkan Cahaya hanya makan cireng saja.

Selamat menikmati makanan favoritmu, nak

Hari minggu ini tanggal 22 desember keponakanku Megah berulang tahun, anak pertama kakak sulungku yang juga cucu pertama orang tua ku juga cucu pertama dari pihak besan. Aku membaca App keluarga dari ibuku, bunyinya membuat ku meleleh

Melalui tanggal kelahiranmu…. Mengingat akan ibumu…. Yang tiada tara menyayangimu…. Bahagiakan Dia dengan baktimu. Do’aku untukmu cucuku jadilah wanita utama, yang bahagia di dunia di akhirat. Aamiin.

Mungkin itu tulisan yang tak akan ada artinya untuk sebagian orang, tapi tidak untukku dan semua orang yang mengenal (mengetahui) perjuangan kakak iparku (ibu ponakanku) dalam merawat anaknya. Dia adalah wanita pejuang (mungkin suatu saat aku harus menulis kisahnya yang sangat inspiratif).

Kebetulan di Indonesia hari ini adalah hari ibu. Yang awalnya adalah hari perempuan Indonesia namun saat ini selain diperingati sebagai hari wanita Indonesia tapi maknanya berubah menjadi seperti hari ibu mother day, ucapan kasih sayang untuk ibu. Hari ibu tanggal 22 desember adalah juga hari kelahiran ponakanku Megah. Doaku selalu untuknya adalah semoga kau selalu sehat dan bahagia juga menjadi wanita utama dan hebat seperti ibumu.

Togo

Setelah acara makan combro dan cireng usai kami menonton film Disney yang berjudul Togo. Film ini baru saja realise tanggal 20 desember dua hari yang lalu, saat aku menonton thriller nya aku sudah memastikan bahwa ini akan menjadi film yang menarik bagitu dan anak anak, karena aku tau bahwa film ini akan penuh drama aku sudah menyiapkan tissue.

Film ini diambil dari kisah nyata yang benar benar terjadi di Alaska pada tahun 1925. Mengenai anjing (sled dog) yang bernama Togo yang harus melintasi alam Alaska di tengah cuaca buruk sejauh 700 mil guna membawa serum ke daerah bernama Nome. Aksi ini adalah Aksi kemanusian yang mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan nyawa anak anak yang sedang twrserang epidemic di kota Nome. Kisah ini juga dikenal dengan 1925 serum run to Nome dan juga cerita Great Race of Mercy. Pemeran Seppala dimainkan dengan baik oleh aktor Willem Dafoe, tak hanya itu saat aku melihat foto asli Seppala ternyata mirip sekali dengan Dafoe.

Hari minggu ini ditutup dengan manis dan bahagia setelah melihat film Togo, kadang hati kita merasa lebih damai jika selalu disuguhi akan cerita kasih sayang dan pengorbanan untuk sesama.