31-12-2013

Apa rencanamu di akhir tahun? Banyak dari kita yang merayakan pesta tahun baru dengan kembang api.
Bagi kami saat ini, kami cukup puas dengan melihat kembang api dari balik jendela kamar kami, dan tradisi tersebut sudah kami mulai sejak Cinta Cahaya berusia 2 setengah tahun.

Hari terakhir di tahun ini, aku memutuskan jalan jalan dengan anak anak ke centrum. Tujuannya nyari kado buat Luc yang beberapa hari lagi akan berulang tahun. 
Dimulai dengan perjalan menuju halte bus yang diiringi nyanyian Cinta tiada henti, sementara Cahaya duduk manis di buggy yang aku dorong dengan masih menggunakan baju tidur, kami sudah keluar sejak pukul 10 pagi.
Dan di dalam bus, Cinta duduk terpisah dari kami, dia duduk di depan bersama penumpang lainnya, sementara aku dan Cahaya berada di tengah di tempat khusus untuk mereka yang membawa kereta dorong.
Image

Membatalkan rencana seorang teman sekolah yang akan berkunjung ke rumahku hari ini, dan sebagai gantinya kami membuat janji bertemu di perpustakaan Rotterdam.
Image

Setelah kami bertemu, aku bermaksud melanjutkan perjalanan ke pasar, tapi melihat orang yang membludak di pasar, aku segera berjalan menuju Hema, tempat fovoritku untuk mengajak Cinta Cahaya untuk sekedar makan kentang goreng, tempatnya yang lapang, tak banyak orang, cukuplah mengesankan untuk ukuran anak anak, walau makanan disana tak banyak pilihan dan tentu saja rasanya dibawah standar, but who care? Selama mereka senang dan aku nyaman, cukuplah sudah.
Hampir satu jam lamanya kami disana, sambil menanti temanku yang lain untuk jalan jalan di centrum.
Image

Setelah temanku datang, kami segera bergerak mencari kado untuk Luc, sebagai tujuan utama kami datang ke centrum.
Menemukan layar TV menyerupai smart phone, dan kami dapat berfoto ria disitu dan juga langsung dishare di Facebook kepunyaan Rottserdam.
Image

Image

Seru sekali waktu Cinta berkali kali memotret dan memijit tombol touch screen di option share sehingga foto tersebut bisa aku telusuri jejaknya di facebook.com/koopgoot.

Kemudian kami memasuki toko C&A, tempat biasa yang aku kunjungi untuk membeli baju Cinta dan Cahaya. Mereka sudah tahu jika kami ke toko tersebut maka mereka akan naik di kuda patung yang ada di tempat tersebut.

Keluar dari situ kami masih sempat menikmati kentang goreng Bram Ladage sebelum akhirnya kami menuju toko Expo untuk membeli kado untuk Luc, mengurungkan niat ke toko buku untuk mencari komik horor dan kami hanya sibuk di toko tersebut  sebelum akhirnya sampai juga di pasar.

Image

Juga masih sempat naik mobil mobilan yang biasa ada di depan toko dengan memasukan coin 50 cent, yang sudah membuat Cinta dan Cahaya tertawa tawa bahagia.
Image

 

Selesai dari pasar, menunggu bis arah pulang, dilanjut dengan berjalan kaki menuju rumah dari halte bus, kami masih sempat memberi makan bebek.
Image

 

Sampai rumah, aku segera menyiapkan makan malam, dan terkaget kaget karena Luc tiba di rumah satu jam lebih awal dari waktu biasanya.
Image

Kini aku sibuk menuliskan hariku di komputer, serunya, senangnya, walau sederhana tapi inilah kami, inilah aku. Dengan keterbatasan yang aku miliki sebagai ibu, sebagai istri sebagai anak, sebagai bagaian dari keluarga besar, bagian dari masyarakat, dari lingkungan. Walau berusaha untuk menampilkan yang terbaik aku tetap sadar bahwa akan ada sebagian dari orang orang yang bersentuhan denganku akan merasa tak puas akan diriku. Tetap yakin akan selalu berusaha untuk lebih baik lagi adalah doaku untuk tahun tahun yang akan datang.

Dan untuk mempersiapkan pergantian tahun yang akan kami rayakan di balik jendela kamar kami, yang akan bersiap siap membangunkan Cinta dan Cahaya dan memboyong mereka ke kamar kami, aku sudah mempersiapkan (secara tidak sengaja) olliebol, makanan khas Belanda untuk menyambul Old and New berupa tepung terigu dicampur air, gula dan buah anggur kering yang digoreng di minyak panas.
Image

Selamat menikmati dan selamat tahun baru 2014, dear!

 

Rotterdam, 31-12-2014

 

 

 

 

 

 

All You Need is Love

All you need is love…..
Itu judul acara TV tahunan di Belanda, yang disiarkan setiap tanggal 24 Desember menjelang hari Natal.
http://translate.google.nl/translate?hl=nl&sl=nl&tl=id&u=http%3A%2F%2Fnl.wikipedia.org%2Fwiki%2FAll_You_Need_Is_Love_(televisieprogramma)
http://nl.wikipedia.org/wiki/All_You_Need_Is_Love_(televisieprogramma)
Lima tahun yang lalu, untuk pertam kalinya aku melihat acara tersebut. Setelah berhari hari sebelumnya Luc berkata kepadaku, bahwa malam natal nanti kita akan menonton acara All you need is love, acara setahun sekali yang selalu dinantikan Luc.

Ternyata acara tersebut menceritakan tentang cinta jarak jauh, bukan hanya beda kota tapi beda negara dan bisa juga beda benua.
Acara tersebut memberi kesempatan pada mereka yang saling mencintai atau juga keluarga untuk merayakan natal bersama. Tentu saja acara tersebut menarik karena salah satu dari mereka akan mendapat suprise di kunjungi oleh kekasihnya yang berada di negara lain tersebut. Biasanya itu dapat terjadi karena permintaan dari teman atau keluarga untuk mempertemukan mereka berdua. Caranya dengan menulis pada acara ‘All you need is love’ untuk meminta pasangan dari teman atau keluarga mereka untuk didatangkan ke belanda tanpa sepengetahuan si orang yang ada di Belanda tersebut.

Maka munculan acara mengharu biru, saat suami yang asal China mengunjungi istrinya di Belanda, dan si istri sama sekali tak tahu akan dikunjungi suaminya dari China. Atau dua kakak beradik yang dipertemukan kembali stelah dua belas tahun lamanya tak saling jumpa karena tinggal saling berjauhan. Ada yang dari Australi yang didatangkan dengan seluruh keluarganya.

Acara tersebut menarik karena begitu mengharu biru saat mereka berpelukan dan terkaget kaget melihat orang yang dicintai bisa tiba tiba muncul dihadapannya tanpa mereka ketahui sebelumnya. Ajaib, fantastis dan tentu saja membuat kami sebagai penonton ikut menitikan air mata melihat semua itu.

Melihat acara tersebut dan juga judul dari acara tersebut,  bagiku selalau memberikan kesan tersendiri. Ya, itu benar adanya…. All you need is love! Yang anda butuhkan adalah cinta. Cinta dari pasangan, cinta dari keluarga, cinta dari teman, cinta dari lingkungan, cinta dari Tuhan. Tak pernahkah kita berpikir bahwa kita akan mendapatkan seluruh cinta yang kita butuhkan hanya dengan satu langkah, apalagi kalau bukan kitalah yang harus menyebar cinta itu pertam kali. Sebarkan cinta maka kita akan menerima balasan cinta juga. Bukankah itu sesuai menurut pepatah?

So, love, love and love!!!

Image

Image

Dinner

Sabtu dan minggu sudah seperti ritual tak ada kegiatan di dapur untuk menyiapkan makan malam.
Hari itu adalah dimana aku bisa keluar dari tempat tidur jam berapapun aku mau, setelah sholat subuh dulu tentunya.
Soal makan untuk hari tersebut, giliran Luc yang berpikir.
Tapi dia selalu ingin pesan ga mau repot atau cukup ambil di MacD aja, beres.

Tapi hari ini aku punya mangga, bawaan temanku dari pasar kemarin.
Keliatannya keras, enak buat Mango Salad.
Dan aku juga punya ayam panggang sekilo yang telah dipanggang dari hari kamis dan belum disentuh secuilpun gara gara hari kamis Cinta dan Cahaya makan malam di sekolah dan karena kami lebih suka menghindari para orang tua yang juga disediakan makan dan minum di sekolah, maka kami lebih memilih keluar dari area sekolah dan mencari tempat makan yang tidak terlalu rame untuk makan berdua saja (walah temapat makan yang tidak terlalu ramai tak jua kami temukan, karena para orang tua yang juga menghindari kumpul kumpul mencari juga tempat makan yang lain)

Ok kembali ke acara hari ini, hari minggu yang kelabu, turun hujan dan Luc tak mau keluar rumah untuk mencari makanan, maka aku menawarkan makan ayam panggang yang telah dua hari berada di kulkas, penawaran itu langsung diiyakan oleh Luc sambil tertawa dan berkata, oh ayam yang telah nongkrong dua hari di kulkas ya?
Hihihi, ketauan! Tapi tenang aja, akan ada makanan lain selain itu, seruku!

Maka mulailah aku membuka kulkas, buka freezer.
Dan mendapatkan daging gepuk yang tinggal di oven selama satu jam dibawah suhu yang rendah, yang aku masukan dalam satu kali putaran bersama ayam panggang.
Mendapatkan satu tempe yg aku beli minggu lalu, dan tentunya ada juga tauge dan mangga yang dibawa temanku kemaren.

Dan hari itu, selama satu jam aku sibuk di dapur, inilah hasilnya….
Ayam panggang
Gepuk manis yang aku buatkan saos sate padang untuk Luc
Tempe mendoan yang super lezat
Kerupuk udang yang aku goreng saat itu
Sambal terasi yg membuat mata melek
Dan mango salad thailand yang pedasnya tak terkira

Image

Image

Image

Cinta dan Cahaya ikut membantu menata meja, seperti biasanya. Hanya kali ini mereka menambahkan dua buah tempat lilin hasil karya mereka di sekolah dan juga tissu, seperti kerstdiner bundaaaaaaaaa serunya.

Image

Dan hari itu, kami begitu menikmati makan malam dengan seru, tanpa teriakan teriakan Luc pada Cinta Cahaya untuk menghabiskan makan mereka atau sekedar mengingatkan untuk tidak memainkan alat makan yang ada di hadapannya. Saling bercerita dengan seru. Membiarkan anak anak bertanya banyak pada kami, mendengarkan cerita mereka dengan sabar, dan ikut tertawa bersama saat Cinta berkata, bunda aku juga mau makan pake tangan seperti bunda, yang langsung dia praktekkan, tentunya dengan memasukan kelima jarinya ke mulutnya, kemudian aku mengajari Cinta bagaimana caranya, tapi dia tetap tidak berhasil mempraktekkan yang aku ajarkan, malah Cahaya yang berhasil, dan tentunya mendapat tepukan semangat dari Luc.

Image

Hari itu, bukan saja aku menyelamatkan euro yang tak perlu aku keluarkan untuk makan diluar seperti yang sering kami lakukan di hari weekend, tapi juga kami berhasil menciptakan makan malam yang menyenangkan.
Kemudian makan malam tersebut kami tutup dengan minum teh tubruk tong tji dari Indonesia lengkap di teapot ala China yang sebagai hadiah dari salah seorang kawanku di Jerman saat mereka berkunjung ke rumah kami.

Image

PS.
Banyak manfaat jika kita mau sedikit meluangkan waktu saja untuk melihat isi kulkas yang kita kira tak ada bahan bahan yang bisa kita masak, percayalah setiap kita membuka kulkas kita selalu mendapatkan apa saja yang bisa kita makan dari situ.

Mengejar Gossip

Pagi ini, Luc tak bisa mengantarkan kami ke sekolah, karena dia harus pergi pagi sekali agar nanti bisa pulang cepat untuk acara Kertsdinner di sekolah Cinta dan Cahaya.
Berpikir keras, bagaimana agar aku bisa cepat kembali pulang ke rumah untuk segera nonton TV di rumah, mengikuti acara TV Indonesia yaitu Insert Selebriti dari Trans TV, yang kini hanya bisa aku nikmati setiap hari kamis saja karena hari lainnya aku harus sekolah.

Akhirnya aku memutuskan menempatkan Cinta dan Cahaya di buggy, dan aku bisa mendorongnya cepat, jika aku mujur bisa jalan cepat bahkan sedikit berlari, aku bisa sampai di sekolah antara 10 hingga 15 menit.

Ternyata seru, berjalan di pagi hari saat masih gelap gulita (pukul 08.10) di musim dingin yang diiringi hujan rintik rintik. Aku masih bisa berfoto ria sepanjang perjalanan menuju sekolah, terutama di hutan dan melewati bangunan tua tempat irigasi air berada. Anak anak terutama Cahaya  selalu menyebut rumah tersebut rumah nenek sihir. Setiap akan melewati rumah tersebut Cahaya selalu menolak dan memilih jalan lain yang lebih memutar, tapi hari ini tak ada pilihan lain karena dia berada di atas buggy.

Sampai disekolah pintu gedung dimana kelas mereka berada belum di buka, aku segera menurunkan mereka, menyimpan buggy dengan rapi di depan gedung, dan membiarkan anak anak saling berkejaran bersama teman temannya. Lima menit ibu guru datang membuka pintu, kami berhamburan masuk, menolong Cahaya membuka jas nya, sambil menyuruh Cinta untuk pergi ke kelas disebelahnya kemudian menyusul Cinta yang tengah sibuk masukan bekalnya di tempat yang telah disediakan, setelah menciumnya aku segera bergegas keluar gedung. Dalam pikiranku saat itu aku harus segera kembali ke rumah yang hangat, menikmati secangkir kopi ditemani tontonan gossip murahan yang aku nantikan.

Berjalan cepat ditemani gerimis hujan, melewati rumah si nenek sihir. Dan tringggggg!!! Buggy, buggy….. jeritku! Sial aku meninggalkannya di depan gedung sekolah. Tak mungkin aku membiarkannya disana, aku akan kena peringatan keras dari sekolah. Dengan gemuruh yang membabi buta dalam dadaku, aku berlari kembali ke sekolah. Tahukah kalian? Aku sudah berjalan lebih dari setengah perjalanan menuju rumah.

Kembali ke sekolah, aku bersyukur pintu gerbang belum ditutup dan dikunci. Sementara sang buggy dengan santainya sedang terparkir di gedung sekolah, seolah mentertawakan kebodohanku.

Aku kembali,berjalan pulang dengan langkah lesu, sedikit berharap aku masih bisa menikmati gossip tersebut. Dan begitu berbelok ke arah jalan dimana rumah kami berada, seorang nenek melambaikan tangan dengan riangnya sambil mempercepat langkahnya ke arahku.

Tak mungkin aku merutuk melihat dia, dan bayanganku untuk melihat gossip pupus sudah.
Dengan senyum mengembang, berusaha bersabar berusaha iklas dan dengan mengucap syukur, aku membalas lambaian tangannya.

Dan pagi itu kami mengobrol dengan riangnya di antara udara dingin, di pagi yang masih gelap bersama tetanggaku, wanita tua yang masih cekatan, yang selalu memancarkan kegembiraan dan yang selalu menanyakan keadaan orang tuaku di Indonesia, yang selalau menggenggam tanganku erat saat kami berbicara, yang tak pernah lupa selalu berharap aku mendapatkan hari terbaik setiap harinya.

Hari ini dengan senyum dikulum aku masih bisa bersyukur terbebas dari acara gossip.

PS. Tuhan selalu tau yang terbaik untuk umatnya 😉

Rotterdam, 19-12-2013

Image

Image

Peluk aku erat, sayang…….

Hari itu tanggal 1 November 2013

Nanar memandang pesan yang ada di tanganku
Masih tak percaya
Tolong, tahan air mata ini
Malu pada diri sendiri yang tak tahu harus berbuat apa
Malu karena aku hanya mengasihani diri sendiri
Menangisi kehilangan yang besar

Tak akan kulupa sosok itu
Dia yang menawan
Dia yang selalu membangkitkan semangatku
Yang selalu siap memanjakanku
Membuatku tertawa bahagia

Hari itu,
Permintaannya jelas, pesannya jelas
Ah, dia yang tegar masih sanggup untuk tetap menghiburku saat kabar tak menyenangkan disampaikan padaku

Tak ingin aku bertanya apa apa
Hari itu aku hanya ingin memeluknya erat
Menyampaikan terima kasih yang besar untuknya
Malu untuk bertanya bagaimana persaannya
Bagaimana keadaannya 

Dan dia menjawab pertanyaan yang tak kunjung aku lontarkan
Aku baik baik saja, sayang….

Orang yang ‘meninggalkan’ lebih siap dari orang yang ‘ditinggalkan’….karena yang meninggalkan ‘telah mempersiapkan apa yang akan dilakukan selanjutnya’
Seperti itu pesan yang aku baca dilain hari

Saat aku kangen berat padanya
Aku hanya bisa menyesal kenapa saat itu aku tak berusaha memeluknya erat seperti harapanku
Aku terlalu takut akan merepotkannya, 
Bahkan untuk bertanyapun aku tak sanggup

Kini, hanya doa yang hanya bisa aku panjatkan
Semoga aku baik baik saja tanpanya
Semoga aku bisa menjadi kuat seperti dirinya
Dan diatas segalanya, aku ingin dia selalu bahagia

Terima kasih, sayang
Terima kasih atas kasih yang tulus pada kami,
pada keluarga kami

Love you so much dear…………

 

 

Jika aku besar nanti…..

Beberapa bulan sebelum Cinta dan Cahaya meninggalkan peuterspeelzaal, du adari teman mereka menyodorkan buku pertemanan yang harus mereka bawa pulang, dan tentu saja aku harus mengisinya. Isinya tak jauh dari biodata diri, nama, alamat, tanggal lahir, hobby dan tentu saja cita cita atau mau jadi apa kalau besar nanti.

Agak tergelak juga ketika aku menerima buku tersebut dan harus mewawancarai si kembar dengan pertanyaan sesuai di buku tersebut kemudian aku harus menuliskannya. Jawabannya sungguh diluar dugaanku, terutama si jawaban jika aku besar nanti.

Cahaya menjawab…. Later woord ik…. moeder. Alias dia mau jadi seorang ibu.
Cinta menjawab… groot en dik! Jika dia besar nanti dia akan menjadi besar dan gendut.
Ternyata saat aku membuka lembaran sebelumnya yang telah diisi oleh teman mereka sebelumnya, jawabannya tak jauh dari jawaban tersebut. Kebanyakan mereka menjawab ‘besar’ besar yang mereka maksud tentu saja tinggi, karena setiap anak selalu berkata “lihat aku lebih besar dari kamu”, dan sungguh memprihatinkan untuk Cinta dan Cahaya karena mereka termasuk (paling) kecil tubuhnya dalam kelas mereka. Tak heran menjadi besar adalah cita citanya.

Dan hari ini kembali aku harus mengisi vriendenboek dari salah seorang teman Cahaya.
Tentu saja pertanyaan kesukaanku adalah mau jadi apa kamu nanti?
Dan kali ini Cahaya menjawab jadi kucing (poesje)! Dan langsung aku koreksi, yang benar saja masa mau jadi kucing sih?
Tapi Cahaya berkeras dengan jawaban tersebut, kemudian dia mulai mempraktekan jadi kucing, mengendap endap, menjilat jilat kakiku, merangkak hilir mudik sambil mengeong ngeong. Aku tetap memint ajawaban lain dari Cahaya tapi Luc segera mengingatkanku, sudahlah…. dan lanjutnya tuliskan saja apa yang dia sebutkan.

Image

 

Dan ini beberapa jawaban dari teman teman Cahaya, tentang akan jadi apa jika mereka besar nanti,
Image

Image

Coba perhatikan jawabannya, ada yang menjawab jadi Angry bird, jadi Mega Mindy, jadi besar, jadi koning (raja), jadi prinses, balerina. Namun ada juga yang sedikit lain  yaitu jadi bloemist alias tukang kembang, jadi vulkaan anderzoeker alias ahli vulkanik atau gunung berapi, ada yang menjawab jadi guru. Tidak ada yang menjawab jadi pilot, jadi insinyur, jadi politikus, jadi hakim, atau jadi presiden, seperti kebanyakan jawaban teman temanku sewaktu aku kecil dulu.

Jadi teringat sewaktu aku kecil dulu aku selalu bercita cita jadi guru TK, bahkan cita cita tersebut tak berubah setelah aku besar, karena aku begitu mengidolakan guruku sewaktu TK. Lucunya kakakku yang nomor dua selalu bercita cita ingin jadi sopir bis, sederet perusahaan bis begitu dia hapal di luar kepala. Bahkan konon setelah dia kuliah dia masih suka nongkrong di kebun kelapa hanya untuk mengagumi bis bis luar kota yang sedang parkir, entah sekarang mungkin dia nongkrong di Leuwi panjang. Hehehe.

Dan yang sedikit membedakan dengan buku buku pertemanann di Indonesia jaman aku dulu adalah, disini selalu ada pertanyaan buku kesukaan atau sebutkan judul buku yang dianjurkan untuk dibaca. Dan tentu saja Cinta Cahaya masih selalu menjawab buku barbie, sedangkan jawaban teman temannya lebih beragam, mereka dapat menyebutkan secara specifik judul bukunya.

Image

 

Lihatlah jawaban jawaban Cinta (gambar atas) dari vriendenboek kepunyaan temannya, ada pertanyaan makanan kesukaan, sementara teman yang lainnya menjawab pizza atau panenkoeken, Cinta menjawab nasi! Hidup nasi, hidup anak Indonesia! Hehehe.

 

Rotterdam, 17-12-2013

 

Puzzel

Cinta Cahaya terlahir sedikit dini dari bayi bayi lainnya. Cahaya terlahir dengana berat 2100 gram saja, dan karena berat badannya kurang dari standar bayi di Belanda (dan saya kira di Indonesia juga) maka dia diharuskan berada di mesin inkubator untuk beberapa hari. Karena berat badannya itulah pihak rumah sakit selalu mengontrol pertumbuhannya.

Cahaya, 6 bulan pertama di control pertumbuhannya oleh dokter di Erasmus

Cahaya, 6 bulan pertama di control pertumbuhannya oleh dokter di Erasmus

Di tahun pertama, dia menjalani berbagai test, kemudian saat kami harus bertemu dengan dokter phsikiater sang dokter yang lemah gemulai menyodorkan puzzel ke arah Cahaya dan dia berkata kepadaku, apakah cahaya mampu menempatkan satu saja puzzel di tempat yang benar? Tentu saja aku terheran heran bagaimana bisa anak yang baru saja berumur satu tahun beberapa hari yang lalu menempatkan puzzel dengan benar.

Dan alangkah terkejutnya aku, saat Cahaya mulai berusaha menempatkan kepingan kepingan puzzel ke papan yang telah disediakan, walau tak satupun dari kepingan puzzel tersebut yang ditempatkan secara benar tapi aku begitu bangga melihat usaha Cahaya yang begitu gigih, dan tentu saja dia mendapat komplemen dari dokter tersebut.

Usia dua tahun, kami bertemu kembali dengan dokter tersebut, untuk hasil yang kedua sang dokter tak begitu gembira karena dia mendapati Cahaya kurang dalam perbendaharaan bahasa Belanda, jauh dibawah nilai rata rata anak Belanda usia dua tahun, sehingga minggu berikutnya kami harus menemui dokter lain untuk melihat apakah hasil test akan menunjukan hasil yang berbeda jika dilihat oleh dokter yang lain, mungkin istilahnya dokter pertama meminta second opinion.

Celakanya, hasil dari dokter kedua pun tak menunjukan hasil yang berbeda dengan dokter pertama. Maka mulailah kami disarankan untuk meminta bantuan lokopedi dalam rangka mendongkrak kemampuan kosa kata Cahaya.

Kini aku mendengar laporan dari guru di kelasnya bahwa Cahaya anak yang aktif, anak yang disukai teman temannya, anak yang banyak menolong temannya, yang selalu berusaha menyelesaikan puzzel dengan tabahnya, tapiii….. dia selalu kesulitan jika sedang mengungkapkan pendapatnya, seperti harus berjuang lebih lama untuk mengeluarkan kata kata. Oohhhhhh!

Tak bermaksud membandingkan dengan Cinta, dulu kami selalu berpendapat bahwa Cahaya seperti lebih cerdas dari Cinta, cahaya yang pantang menyerah, cahaya yang mau duduk lebih lama dalam menyelesaikan puzzel, menyelesaikan gambar, kini aku melihat Cinta memang tak setekun Cahaya, tapi dia dapat menyelesaikan puzzel dengan cepatnya tanpa bantuan kami, dia dapat duduk menghadap meja makan dan menyelesaikan puzzel sebanyak 211. Angka yang tak terbayangkan olehku untuk ukuran anak 4 tahun, bahkan dirikupun belum tentu mau atau mampu menyelesaikan puzzel sebanyak itu dalam satu kali duduk.

Rotterdam, 15-12-2013

Image

Cinta dan puzzel