Libur telah usai, kembali ke sekolah! Is she your sister?

Ya panjang judulnya, rangkuman dari cerita yang akan aku tulis.

Jadi setelah liburan ke Indonesia itu (dimana aku ternyata tidak bisa menyelesaikan cerita perhari selama disana, mungkin nanti akan disambung lagi) akhirnya kami kembali ke negeri Belanda. Yang langsung disibukan dengan kegiatan sekolah si kembar.

Si kembar masuk kembali ke sekolah pada tanggal 27 agustus 2018 setelah libur panjang musim panas (sekitar 6 minggu). Berbeda dengan Belgia yang libur musim panasnya selalu dalam waktu yang bersamaan selama dua bulan (1 Juli – 31 Agustus) sehingga di Belgia orang tidak akan pernah lupa kapan harus masuk sekolah, pasti akan jatuh di di tanggal 1 September tak perdulu hari senin atau kamis. Di Belanda liburan sekolah dibagi menjadi tiga wilayah (Rogio Noord – wilayah Utara, Regio Midden – wilayah tengah, dan Regio Zuid – wilayah Selatan). Konon pembagian tersebut untuk menghidari penumpukan di airport atau banyaknya pekerja yang berlibur pada saat yang bersamaan. Hanya liburan musim dingin dan libur bulan Mei yang waktunya bersamaan di seluruh wilayah Belanda, sedangkan liburan musim semi, musim gugur dan musim panas waktunya berdeda selang satu minggu antara satu wilayah dengan wilayah berikutnya. Dan tiap tahunnya ketiga wilayah tersebut akan bergiliran wilayah mana yang mendapat diliran pertama, kedua dan terakhir.

Karena si kembar berada di Regio Midden mereka harus kembali ke sekolah pada tanggal 27 Agustus. Dan seperti kebudayaan di Belanda, hari pertama masuk sekolah setelah liburan musim panas (itu berarti awal tahun baru ajaran sekolah), para orang tua biasanya mengantarkan anak anak mereka ke sekolah. Sayang sekali hari itu aku tidak bisa mengantarkan si kembar, mereka diantarkan papanya dan aku berjanji esoknya akulah yang akan mengantarkan mereka ke sekolah.

Pulang sekolah tanpa aku minta mereka berebutan bercerita mengenai hari pertama di sekolah. Mulai tahun ini Cinta dan Cahaya berbeda kelas. Dengan gaya antusias seperti biasanya Cinta bercerita tentang teman barunya yang duduk dalam satu grup (4 orang). Namanya K, anak laki laki, ngomong terus ga bsia berhenti, sama sama penyuka Harry Potter, dia sudah baca semua bukunya! Sepanjang hari pertama sekolah dia hanya bertanya tentang pengetahuan Cinta tentang film Harry Potter.

Irritant, bunda…. K ga mau berhenti ngomong. Papar Cinta antusias. Dan dia penyuka warna pink dan ungu, oh ya dia juga pake kuteks warna ungu di semua jarinya, termasuk jari kakinya!

Oh ya? Aku mendengarkan dengan mimik dibuat seantusias mungkin untuk mengimbangi Cinta. Kayak kamu dong pake kuteks. Lanjutku.

Tapi kuteksku warna biru bunda, beda dong dengan punya K, kuteks ungunya ga pake bling bling seperti punyaku!

Okeeee. Kataku dan mendengarkan lebih lanjut cerita Cinta.

Esoknya sesuai janjiku, aku mengantarkan si kembar ke sekolah, berkenalan dengan guru mereka dan aku dipersilahkan masuk ke kelas untuk sekejap menyapa Cinta di tempat duduknya. Empat orang duduk saling melingkar, di hadapan Cinta duduk seorang anak laki laki yang berambut rapi, pake gel di rambutnnya, sayang tidak berjambul seperti model mendem jaman dulu! Dan kukunya berkuteks warna ungu. Aha dialah si tenar yang ada di cerita Cinta kemarin. Aku menyapanya, dan langsung menebak namanya. Dia tersenyum senang sambil mengangguk. Aku berterus terang padanya bahwa Cinta sangat antusias bercerita tentang dirinya karena sama sama penggemar Harry Potter. Sekonyong konyong anak itu bertanya padaku, kamu baca buku Harry Potter juga? Tidak, jawabku. Tapi aku menonton semua filmnya. Lanjutku. Hanya Cinta dan Cahaya yang membaca bukunya sekaligus menonton filmnya.

Dari kelas Cinta, aku segera beranjak ke kelas Cahaya. Saat aku tiba di bangkunya, Cahaya sudah mengeluarkan Ipad / Snappet nya (punya sekolah) dan telah siap belajar, aku tak sempat bersay hello dengan teman sebangkunya (juga empat orang). Aku hanya memeriksa agendanya hari itu, dimana sudah ada petunjuk untuk dia (kertas kerja selama satu minggu) bab bab mana saja yang harus dia selesaikan selama seminggu, beban belajar di kelas akan berbeda dengan anak lainnya, sesuai kemampuan, daya tangkap masing masing anak, dan kecenderungan seorang anak menyukai pelajaran apa.

Pulang sekolah, aku segera memberondong Cinta dengan bertanya tentang harinya, sekaligus memberi komentar pada teman baru Cinta. K anak yang menarik menurutku. Tapi dia ngajak ngomong terus, bunda. Kata Cinta. Trus tadi setelah bunda keluar kelas, dia bertanya padaku, dia kakakmu? OMG K menyangka kau adalah kakakku! Seru Cinta dengan mulut monyong saking tak percaya.

Tentu saja aku bersorak bahagia. Ah, aku sungguh suka pada K. Selorohku. Tentunya karena aku terlihat muda kan? Wajahku muda kan? Tanyaku pada Cinta dengan bangganya.

Kemudian Cinta memelukku, menciumku dan menatap mataku dengan hati hati. Kemudian katanya dengan lirih….

Bunda selalu menyuruhku untuk berbuat dan berkata jujur kan? Aku akan mengatakan yang sesungguhnya, aku kira K mengira dirimu kakakku bukan karena wajahmu yang muda tapi karena dirimu yang super mungil…. kecil bunda. Dan menyebutkan kata kecilnya, benar benar dengan bahasa Indonesia dengan logat Cinta Laura pastinya.

Duh my Cinta, kau menohok jiwaku! Hahaha.

Advertisements