Sekolah Baru

Ya, sejak tahun ajaran baru tahun lalu si kembar sudah berada di sekolah yang baru. Satu – dua minggu pertama mereka masih bolak balik dari rumah lama ke sekolah baru. Namun akhirnya kami memutuskan mempercepat kepindahan kami ke rumah baru sehingga aku tidak perlu tergesa gesa menjemput si kembar.

Tempat, guru, teman sekelas, juga aturan aturan baru ‘sedikit’ membuat si kembar kewalahan dalam penyesuaian dan parahnya malahan aku yang ‘banyak’ harus belajar dan menyesuaikan diri dengan suasa baru. Tepatnya meminimalisir kekagetan yang datang bertubi tubi.

Ratu Maxima
Hihihi, berlebihan mungkin kalau aku hampir jatuh pingsan, saat mengantarkan si kembar di hari pertama ke sekolah aku melihat sesosok wanita tinggi langsing bersepatu hak tinggi dan bertopi lebar di kelas si kembar. Mimpikah aku, aku melihat ratu Maxima disana? Hah tentu saja bukan! Hanya mirip saja. Dan aku terpesona, begitu elegan dan ramahnya dia saat menyalai tanganku. Kemudian aku melihat deretan orang tua lainnya yang sama sama hampir serapi dan se-netjes dia namun tentu saja tidak bertopi! Dan para ayah hampir semuanya berdasi dan berjas hitam. Persis para sales di Indonesia yang selalu rapi jali.

Saat kami berada di mobil menuju rumah, sedangkan Luc harus meneruskan perjalanan ke kantor, Luc membuka percakapan setelah kami terdiam dalam pikiran masing masing. Bagaimana menurutmu, Yang? Tanyanya. Aku hanya menjawab singkat, jauh berbeda dengan sekolah lama! Dan langsung disambar Luc dengan tawa tertahan… aku merasa salah kostum! Kamu lihat Yayang, mereka memakai sepatu pantofel, pakaian setelan, berdasi. Seperti akan ke pesta pernikahan, padahal kan mereka mau ngantor! Rasanya akulah satu satunya yang bersatu dan berbaju casual. Ah aku beruntung sekali tidak seperti mereka…. Selorohnya dengan tawa yang panjang bertanda lega.

Mandi setelah olah raga
Saat kami mendaftar ke sekolah baru hampir dua tahun sebelumnya, kami sudah diberi tahu bahwa di sekolah ini diwajibkan mandi setelah olah raga berlangsung. Kebetulan di hari pertama adalah jadwal kelas si kembar untuk berolah raga (dua kali seminggu). Pulang sekolah Cinta bercerita bahwa dia merasa tidak nyaman saat harus mandi bareng dengan teman sekelasnya (cewek). Telanjang! Gak pake bilik bilik gitu, ribet harus pake sabun, pake sampo dan harus buru buru. Celotehnya.

Aku melupakan dan tak mempersalahkan penjelasan selanjutnya soal pake sabun, sampo dan harus cepat. Telanjang, bareng bareng tanpa bilik langsung menohok bathinku. Aku curhat pada Luc bahwa aku sedikit risih dengan aturan mandi bareng itu. Yang langsung ditanggapi Luc bukan masalah, lumrah kok, aku juga dulu begitu waktu sekolah dulu, harus mandi setelah olah raga dan Luc juga membenarkan bahwa dirinya pun tidak suka harus mandi sama sama dengan yang lainnya. Malu katanya. Duhhh ingin rasanya aku mengembalikan si kembar ke sekolah yang lama, karena disana tidak diharuskan mandi setelah pelajaran olah raga.

Go to the Camp!
Di Belanda, saat anak anak duduk di groep 7 (kelas 5 SD) dan groep 8 (kelas 6 SD) biasanya sekolah mengadakan kamping. Tiga hari untuk groep 7 dan lima hari untuk groep 8. Di sekolah yang baru pergi kamping sudah dimulai sejak groep 1. What? Ya, sejak TK nol kecil (saat anak anak berumaur 4/5 tahun). Walau untuk groep 1 dan 2 mereka hanya menginap di sekolah saja. Sedangkan si kembar yang sudah duduk di groep 5 (kelas 3 SD) sudah harus menginap selama tiga hari di luar negri pula ūüôā (Belgia). Tentu saja aku sedikit khawatir mengingat mereka belum punya teman yang banyak dan ingin menangis pulang saat tengah malam hahaha, kok jadi emaknya yang penuh drama. Untunglah kekawatiranku sedikit terobati saat orang tua murid yang mewakili kami ikut kamping mengirimkan beberapa foto di grup whats aap interen kelas kami, aku bisa melihat si kembar yang tersenyum disana.

Suprise
Aku baru mengenal suprise di sekolah yang baru. Ini acara tukar kado saat Sinterklaas tiba. Hadiah harus disembunyikan di dalam kerajinan tangan yang dibuat si anak, orang tua boleh membantu dalam membuat suprise, biasanya suprisi disertai  sebuah puisi tentang si penerima suprisi. Kata Luc kadang isi puisinya hal yang lucu atau cenderung memalukan. Setelah si kembar menerima kertas kocokan untuk siapa suprise tersebut diberikan mereka memutuskan membuat tongkat hokey dan kotak sneaker setelah melihat hobi dari si empunya kertas kocokan. Luc sama sekali tidak tertarik membuat project tersebut, jadilah diriku yang terbata bata membantu si kembar. Aku cukup bangga dengan hasil yang kami buat, dan betapa terkejutnya saat aku tiba di sekolah saat melihat apa yang dibuat anak lain untuk suprise project mereka. Ada Olaf yang tingginya sepantar dengan diriki, hahaha!

Bedah buku
Di sekolah baru juga si kembar mulai mengenal bedah buku, tahun lalu di sekolah lama mereka belum mengenal bedah buku, disini untuk pertama kalinya si kembar harus memilih satu buku yang mereka suka, kemudian mempresentasikan buku tersebut di depan teman sekelasnya secara singkat, kemudian mereka akan dihujani pertanyaan dari teman sekelasnya seperti mengapa kami harus membaca juga buku tersebut, apa keistimewaannya, apa manfaat dari buku tersebut dan lain lainnya. Jadwal bedah buku tersebut ada setiap minggunya selama satu tahun ajaran, anak anak sudah diberi jadwal kapan giliran mereka untuk maju ke depan. Cinta memilih buku Heni de hek, sedangkan Cahaya memilih buku Tini. Keduanya mendapat pujian dari sang guru saat selesai presntasi dan keduanya pula mendapatkan kritikan dari audiens karena memilih buku yang menurut mereka kekanak kanakan dan kurang ilmiah. Aku menghiburnya saat mereka menceritakan hal itu, mungkin nanti kamu harus mempresentasikan wayang poerwa, parikesit, perang bratayuda, nakula sadewa dan lain lainnya biar mereka mabok sekalian, hihihi.

Hockey girls!
Aku hampir terbelalak saat mendengar cerita si kembar bahwa mereka termasuk tiga orang di dalam kelas yang tidak ikut club¬† hockey. Dulu kegiatan mereka sepulang sekolah adalah ikut klub senam dan koor (menyanyi). Kini si kembar hanya ikut senam saja itupun masih datang ke tempat yang lama setiap hari jum’at pukul 6 sore. Aku mencoba mendaftarkan mereka ke klub musik di sekitar rumah, namun kami mundur teratur saat menerima biaya yang harus dikeluarkan untuk dua orang anak. Untunglah walaupun mereka tidak ikut menyanyi lagi, mereka tetap hobi bernyanyi dan itu membahagianku melihat mereka selalu bernyanyi bersama.

Di  jalan menuju rumah kami, ada sebuah  bunderan besar yang dijadikan tempat nongkrong para hockey girls tersebut, mereka biasanya saling menunggu di bunderan dan bersama sama pergi ke tempat latihan menggunakan sepeda, gayanya enak dilihat mata, persis gadid gadis di buku komik nina yang aku baca dulu. Para gadis berambut pirang ber-rok pendek, menggunakan kaos kaki tebal diatas lutut dan menyelendangkan tongkat hockey lengkap dengan tas olah raga besar mereka, kadang tas nya disimpan di keranjang sepedanya.

Keranjang kado
Akhirnya ada juga yang mengundang si kembar ke pesta ulang tahun di sekolah yang baru. Hampir sama dengan di sekolah yang lama biasanya orang tua si anak yang akan berpesta membuatkan grup Whats App untuk memudahkan komunikasi saat penjemputan atau pengantaran anak ke rumah masing masing, biasanya ada orang tua lain yang bersedia membantu si penyelenggara ultah dalam hal transportasi. Nah saat aku diinvite ke grup yang ultah tersebut, si penyelenggara selain memberi tahu aturan transportasi juga menyertakan kata kata bahwa si A anaknya yang berulang tahun ‘menyediakan/memberikan’ keranjang kado di sebuah toko mainan. Kalimatnya yang terkesan janggal membuatku menyodorkan chat tersebut pada Luc. Sama seperti halnya aku, diapun tak mengerti, dia malah menyuruhku menanyakan pada si pemberi kabar tersebut apa maksudnya. Aku menunggu beberapa hari, melihat adakah pertanyaan dari orang tua lainnya, mengenai keranjang tersebut. Tapi tak ada yang bertanya hingga hampir seminggu kemudian. Pertanyaannya singkat saja. Apakah sekarang keranjangnya sudah tersedia di toko tersebut? Yang langsung dijawab ya oleh si penyelenggara acara.

Akhirnya dengan modal nekad, aku membawa si kembar ke toko mainan yang dimaksud dan langsung bertanya pada kasir yang ada disana apa yang dimaksud dengan keranjang kado. Si kasir tersenyum dan segera menyuruh diriku untuk mengikuti langkahnya ke bagian belakang toko, sambil bertanya siapa nama si anak yang berulang tahun dan kapan dia berulang tahun. Akhirnya aku melihat tumpukan keranjang yang masing masing telah diberi nama si yang berulang tahun dan juga tanggal pestanya. Si kasir menurunkan satu keranjang, sambil berkata bahwa kami boleh memilih salah satu dari kodo kado tersebut untuk kami beli dan kemudian diberikan pada yang berulang tahun. Aha, mengertilah aku. Kebiasaan disini adalah bertanya kado apa yang diinginkan yang berulang tahun, biasanya aku bertanya pada si ortu yang akan berulang tahun, namun kini aku tak perlu bertanya lagi, si yang berulang tahun telah menyiapkan kado yang dipilihnya sendiri dan kami tinggal membayarnya. Praktis!
IMG_20180113_125009140[1]

Pamer Foto
Dulu saat sikembar berumur satu sentengah tahun, mereka pernah masuk kinderophang sebentar karena aku ikut imburgering cursus dan kjuga karena Luc merasa aku butuh santai sesaat tanpa harus mengurus si kembar terus menerus. Saat mengisi formulir aku disodorkan pernyataan apakah kami bersedia/tidak jiga foto si kembar tertangkap kamera dengan sengaja atau tidak sengaja disebar di media (elektronik ataupun yg lainnya). Kami berdua sama sama tidak keberatan, selama foto yang terunggah foto yang wajar. Hal baru tersebut menambah ilmu buatku bahwa aku tidak boleh memposting foto anak lain secara sembarangan, dan pernyataan tertulis tersebut terulang saat si kembar masuk  play grup saat 2 tahun, masuk kegiatan menari saat 3 tahun, masuk SD saat 4 tahun, kini kami sudah terbiasa. 

Nah disekolah yang lama, aku menikmatti setiap kegiatan sekolah dari foto foto yang diunggah pihak sekolah di media sosial, melihat anaka anak yang bersuka cita saat diberi pengarahan tentang menyelamatkan diri saat kebakaran, lengkap dengan petugas pemadam kebakaran dan mobil pemadam kebakaran, mereka menyemprotkan air dari danau yang ada di sisi sekolah seru. Atau dokter hewan yang membawa anjing dan kucing ke kelas. Saat drama di sekolah. Saat berenang atau senam di sekolah. Semuanya lengkap dengan ulasan dan kadang aku melihat wajah dari si kembar atau anak yang lain.

Berbeda dengan sekolah yang baru, identitas dari semua murid seperti dijaga dengan baik. Foto yang bermunculan di internet adalah wajah para petugas di sekolah (guru), tak satupun foto yang memperlihatkan wajah si anak, hanya bagian punggung yang tengah mengelilingi api unggun saat kamping berlangsung, itupun dari jarak yang jauh, atau hanya tangan yang sedang sibuk membuat robot, atau buku yang tengah mereka baca. Mungkin ini adalah cara yang baik, sehingga semua pihak belajar untuk bijak dalam memposting foto anak orang lain ataupun anak sendiri. Aku setuju walau aku kehilangan mengintip kegiatan si kembar di sekolah.

 

Advertisements

Looks like model pose!

Sengaja judulnya dibuat gimana gitu padahal sih cuma mau nulis perjalanan ‘karir’ dan mempertontonkan hasil karyaku dalam dunia perjahitan.

Dimulai tadi pagi pas nyari nyari sale di internet buat baju musim dingin si kembar tahun depan. Iya buat tahun depan! Sebagai ibu rumah tangga yang tidak bekerja full time, jadinya kan harus pinter pinter ngirit uang, salah satunya untuk kebutuhan baju si kembar aku suka beli baju saat sale dimulai. Sayangnya musim sale itu selalu berada pada waktu yang tidak tepat. Biasanya pada bulan Juli dan Desember akhir/Januari awal. Di bulan juli yang di sale pakaian musim panas dan di akhir tahun yang di sale pakaian musim dingin. Sedangkan anak anak sudah butuh pakaian musim dingin sekitar bulan oktober. Terpaksalah aku membeli pakaian musim dingin saat sale untuk dipakai di musim dingin berikutnya, begitu seterusnya.

Nah biasanya kalau mereka butuh sekali pakaian sementara aku begitu pelitnya untuk membelikann mereka baju baru, maka solusi yang aku pakai adalah membuat baju untuk si kembar. Dan berbahagia sekali aku hingga saat ini si kembar masih bangga memakai baju buatan bundanya.

Untuk bernostalgia dengan hobby ku membuat pakaian yang pernah kubuat untuk si kembar, aku membuka buka kembali album lama foto fotoku, maka bermunculan lah foto foto si kembar juga diriku mengenakan pakaian yang aku buat beserta cerita di balik pembuatan baju tersebut.

FB_IMG_1515354248362[1]

Bahannya dari brukat halus sedangkan furingnya dari bahan kaos yang menyerap keringat. Aku buat khusus saat mereka berulang tahun (satu tahun). Cinta yang berpita pink, punya Cahaya berpita merah. Sejak pertama untuk membedakan mereka, kami memakaikan pakaian warna pink untuk Cinta dan warna selain pink untuk Cahaya. Ternyata keputusan memakainkan warna khusus untuk Cinta, memudahkan bagi kami kini, jika melihat foto lama maka kami tahu yang memakai warna pink adalah Cinta. Dan kini, setelah Cinta muali bisa menunjukan seleranya sendiri, dia selalu bergidik melihat warna pink sambil berteriak…. ooohhh neeee!

Berbahan jins dikombinasikan kain katun bercorak kotak. Baju ini adalah favorit aku sekaligus kebanggaan diriku selama ini. Bagaimana tidak bikinnya ribet banget tapi hasilnya rapih luar biasa, khusunya yang rok. Foto yang aku posting memperlihatkan bagian depan dan belakang. Saking bangganya aku pada rok tersebut, khusus baju yang ini (yg rok) aku simpan di kotak khusus bersama barang barang ‘berharga’ milik si kembar sejak lahir.

FB_IMG_1515354672001[2]

Yang ini dibuat berbarengan dengan yang diatas, model roknya biasa saja, tapi aku suka bahan dan coraknya karena bahan jinsnya lebih halus.

FB_IMG_1515354453035[1]

Sayang aku tidak punya foto si kembar saat memakai baju batik ini, dibuat saat mereka berumur sekitar dua tahun. Tak hanya aku yang senang jika si kembar memakai batik ini, bahkan kasir supermarket pun berkomentar saat si kembar memakai baju ini.

Batik yang berwarna merah bahannya sama dengan kepunyaanku. Punyaku dibuat pada awal aku datang ke Belanda di musim dingin, saat itu masih minim punya sweater sedangkan suhu dalam rumah menurutku dingin sekali walau sudah ada di angka 23 derajat. Maka kubongkar lemari Luc, kulihat banyak sekali sweater tepunyaannya yang sepertinya tidak terpakai lagi. Dan tralaaaa, sepulang kerja Luc terbelalak terkaget kaget setelah sweaternya berubah jadi baju baru untukku, berkombinasi batik berwarna merah.

IMG_20180108_144103964[1]

Foto berikutnya adalah batik yang aku kombinasikan dengan kain katun bermotif rajutan. bahan bolong bolong gitu sesuai patron bunga namun karena aku mengkombinasikan untuk bagian atas maka aku melapisinya dengan kain katun warna hitam lainnya, jadi motif bunga bolong bolongnya tidak terlihat jelas di foto tersebut.

FB_IMG_1515354928568[2]

Disitu aku berfoto dengan keponakanku saat aku mudik, saat itu keponakanku masih berusia tujuh belas tahun (kini dia sudah berusia 21 tahun). Ajaibnya saat dia dulu berumur lima atau enam tahun aku pernah membuatkan pakaian pesta untuknya yang kini dipakai Cahaya. Ibunya ponakanku (alias kakak iparku) khusus memperlihatkannya padaku dan ingin salah satu dari anakku memakai pakaian anaknya dulu yang pernah aku jahitkan. Dan kini pakaian tersebut menjadi salah satu pakaian favorit Cahaya. Coba bayangkan betapa tuanya baju tersebut, namum masih terlihat cantik kan…. Bahan dasarnya dari kain satin biasa yang tidak terlalu halus (alias murah) dilapisi bahan burgandy.

DSC00202

Tiga foto berikutnya adalah saat aku berada di Jepang, masih gadis dan masih lumayan energik lah hahaha. Ketiganya bagian atas bawah adalah buatanku. Foto yang pertama baju berwarna pink berbahann kain halus dan tidak menyerap keringat yang jaman dulu selalu dipakain nenek nenek dari kampung mana gitu saking out of date nya bahan bercorak bunga yang saat aku membuatnya gak banget sama sekali bahan kayak gitu, atau bahasa kasarnya kampungan banget bahan kayak gitu, tapi aku percaya saja buatnya, bagian dada dikasih ornamen pita kemudian bagian tengahnya dibelah, jika aku mengangkat tangan akan terlihat bagian dalamnya yang aku buat berbahan sama hanya tidak bercorak, cukup warna pink saja. Bagian lehernya aku kasih ornamen yang aku buat dari bahan yang sama, aku serut kemudian dijahit di bagian leher. Sayang tidak kelihatan jelas di foto karena bahannya yang sama. Roknya masih kain berbahan yang tidak menyerap keringat namun tidak begitu halus seperti bahan keatasannya. Aku jahit menumpuk dengann model setengah klok

CIMG1366

Baju yang berwarna hijau  toska ini bermodel hampir sama dengan baju pink sebelumnya hanya bagian tengahnya tidak aku belah. Berbahan katun Jepang yang termashur menyerap keringat, hehehe. Bagian tengahnya aku kasih ornamen pita emas bling bling gitu biar jika aku ketawa bisa maching dengan gigiku yang kuning!

CIMG1262

Baju yang putih berikut ini ringan sekali dipakai dan sangat nyaman, berbahan katun Jepang yang tipis. Di bagian pinggirnya aku belah hingga ke ujung ketiak, keduanya. Dan tentu saja wajib mengenakan kaos singlet oblong atau dalaman karena terbuka sekali.

CIMG1344

Foto yang berikut adalah baju yang aku buat berdasarkan permintaah si kembar. Baju merah berbahan beludru dan cukup tebal aku buat saat si kembar untuk pertama kalinya tampil di depan publik saat mereka masih imut. Orderan manggung biasanya tiba saat mendekati liburan natal. Karena si kembar ikut dalam koor sekolah, jadi orderannya sekitar perayaan Natal di gereja, panti jompo atau di perpustakaan.

DSC00447

Atau baju berikut ini yaitu atas permintaan Cinta untuk dibuatkan baju setelah menonton film Beauty and the Beast. Lengkap dengan ponconya yang aku buat dari bahan beludru sisa bahan saat aku melapisi sofa yang sobek. ( Oalah ketahuan aku pernah ganti jok sofa, oh ya hasil perombakan sofa yang aku buat telah membuat ibu dari seorang temanku terkaget kaget, ujarnya kamu bisa jadi tukang reparasi kursi, hahaha). Sedangkan rok birunya berbahan kaos beludru yang aku jahit terbalik karena bahannya agak bling bling, awalnya Cinta menolak saat aku memperlihatkan bahannya karena bahan roknya adalah sisa kain bekas baju senam yang aku buat untuk Cahaya. Setelah merayunya cukup dasyat akhirnya Cinta bersedia memakai bahan tersebut asal dibalik jahitnya, jadi bagian dalam dijadikan bagian luar baju. Cerdik kamu nak! Kemudian untuk pemanis aku buatkan pemanis berbentuk celemek saja yang hanya diikatkan dibagian pinggangnya, untuk celemeknya aku gunakan bahan organdy itupun bekas sisa bahan saat aku membuatkan pakaian putri Jasmin untuk Cinta.

IMG_20170224_104137096

Juga baju oranye yang aku buat saat perayaan Hari Ratu bulan April tahun 2012.

FB_IMG_1515437158209[1]

Atau baju kersdiners Cahaya yang aku buat setengah hari saja, setelah paginya aku mengantarkan si kembar ke sekolah, pukul 12 siang saat Cahaya membuka pintu aku disambut pelukan dan ciuman Cahaya karena ditanganku ada baju untuk pestanya nanti sore.
IMG_20171220_192212622

Nah jas musim semi berwarna kuning ini aku pakai saat aku liburan berdua dengan Luc beberapa hari mengelilingi beberapa kota di Jerman saat itu si kembar sedang terbang ke Portugal untuk pertama kalinya. Saat aku membeli bahannya, Luc sempat bertanya apakah aku cukup yakin membeli bahan berwarna kuning menyala? Yang aku jawab yakin sekali walau dalam hati aku kurang yakin apakah nanti akan seperti jas salah satu partai politik di Indonesia.

Namun kekhawatiranku langsung sirna, saat aku kembali ke hotel dan melihat berita di televisi aku menjerit histeris lebay saat melihat putri Amelia mengenakan jas dengan warna yang sama dan model yang hampir mirip dengan punyaku. Di hari yang sama di hari perayaan Koningsdag pada bulan April 2017 putri Amalia muncul dengan jas kuning, di hari yang sama untuk pertama kali aku memakai jas baruku di sebuah kota di Jerman.

Sayang foto berikutnya hanya setengah badan saja. Difoto sebelum aku berangkat ke pesta pernikahan seorang teman. Sengaja dibuat dengan suka cita karena bahannya aku beli di Indonesia saat aku mudik dan dipilihkan ibuku, berbahan brukat halus aku membuatnya menjadi rok modern bermodel entah apa namanya namun agak mirip dengan model baju putih yang dipakai Marlyn Monroe yang terkenal dengan posenya yang sedang mengenakan baju putih dihembus kipas angin hihihi. Karena bagian belakang yang terbuka, maka aku memakainya dengan bolero dari kain satin dengan warna senada juga buatan sendiri. Model bajunya cukup unik dan simpel gak ada kancing atau restluing, mirip kayak pake sarung dan bagain atasnya cukup ditali bi bagian belakang leher. Jika rok Marlyn Monroe bermodel klok lebar dibawah lutut, model punyaku adalah A line diatas lutut yang sangat pendek.

FB_IMG_1515353389326[1]

Aku ingat pada saat itu fotoku beredar di FB temanku yang melangsungkan perkawinan tersebut, saat aku jelajah ke FB nya sayang sekali foto foto perkawinannya telah menghilang disana. Dan akupun tak bisa membuka lemariku untuk memotretnya karena rok biru yang menurut Luc sangat pantas saat aku mengenakannya telah aku rombak menjadi baju kebaya model kraag China yang aku kenakan saat bersama teman teman pada saat acara kumpul kumpul. Dia  menyuruh kami semua membawa kebaya masing masing karena dia bawa oleh oleh kain batik dari Indonesia. Dan ternyata acara tersebut adalah suprise party untukku, setelah kami semua dibagi kain (batik,)  kami mencobanya kemudian  aku didandani, eh aku dikasih hadiah dan dibawa ke restoran yang ultah dibayarin. Makan dong! Dan inilah fotoku yang berjingkrak kegirangan. Mengenakan kebaya daur ulang dari baju pesta Marlyn Monroe-ku dan kain batik oleh oleh dari temanku. Hihihi.
FB_IMG_1515350810924[1]

Oh ya masih ada kebaya buatanku yang lainnya, ini dia… Foto terbaruku di awal tahun 2018 pake kebaya tutu dan celana batik gombrang.
FB_IMG_1515432660984[1]

Bicara tentang celana batik gombrang, dulu sekali aku suka membuat celana batik untuk Luc karena mudah dan Luc suka memakainya saat dia berada di rumah. Berikut celana batik yang pernah aku buat, kebetulan fotonya  saat dia sedang bersama si kembar si kembar. Tentu saja aku meminta izin pada Luc untuk memasang foto candid saat mereka terkapar tak berdaya bertiga di sofa.

FB_IMG_1515436445090[1]

 

OMG, kain sofanya adalah kain beludru yang aku gunakan untuk ponco yang diinginkan Cinta untuk menjadi Emma Watson seperti di film Beauty and the Beast! Yang telah aku bahas sebelumnya.

Aku tak tau apakah kalian masih membaca atau tidak, sepertinya harus aku sudahi begitu sadar betapa lamanya aku di depan komputer, baiklah foto yang terakhir ini adalah foto musim panas tahun lalu saat aku ke pasar aku bertemu dengan seorang kawan, dia mengabadikanku di HP, dan inilah hasilnya…. Baju berbahan katun kaku dibuat dengan model berleher bahu, baju simple ini cocok digunakan di musim panas. Baca baik baik¬† tulisan di belakannya, bukan aku yang disewakan!¬† Oepsss!
FB_IMG_1515355617747[1]

Lain kali aku ‘pamerkan’ lagi baju baju yang pernah aku buat, khususnya jas jas untuk musim dingin yang setiap aku pakai pasti mengundang komentar dari mereka yang tahu aku bisa jahit, ini buat sendiri? Jika aku kebetulan jawab bukan, mereka akan berseru “Aahhh ternyata kamu bisa beli baju juga!” Hahaha. Akibat hampir semua pakaian yang aku buat adalah buatan sendiri. Sebelumnya aku pernah memposting tentang pakaian lama jadi baru lagi.¬†

 

 

 

New Me

IMG_20180101_183806653[1]

January 1st : New year, new me
January 3st:  Back on my bullshit

Dua kalimat itu aku baca di status medsos seorang teman, kontan aku terkikik setelah membacanya. Seperti hampir semua orang yang merasa kekikenian, sepertinya (sebagian) dari kami berlomba lomba menentukan resolusi untuk tahun yang akan datang. Janji janji manis diikrarkan dengan jumawa.

Seperti aku dulu….. dulu sekali mungkin berpulah puluh tahun yang lalu. Semenjak memasuki usia belasan rasanya aku selalu mengikrarkan janji janji yang harus aku capai di tahun baru, dan seperti biasa ibuku selalu mengamininya. Dan seperti biasanya harapan harapan yang ingin aku capai tak semuanya tuntas.

Yang paling sering diucapkan setiap tahun baru apalagi selain ingin menjalani hidup ini dengan lebih sehat, jika masa remaja selalu dengan janji untuk menjalani olah raga dengan teratur setelah bekerja dan keluar dari rumah adalah ingin menjaga pola makan yang baik alias sedikit menahan diri dari makanan (diet).

Anehnya keinginan untuk diet semakain memudar setelah punya anak, sementara sang suami setiap tahun kebalikannya. Dia selalu beritikad akan diet setiap awal tahun dan lagi lagi selalu terhenti di tengah jalan.

Seperti hari ini, hari ini adalah hari ulah tahunnya, dan seperti yang sudah sudah setelah selesai makan malam di perayaan ulang tahunnya (biasanya kami pergi ke restoran) adalah hari terakhirnya makan sesuka hati, dia akan patuh akan diet yang akan dijalaninya. Kali ini aku akan mendampinginya. Sudah beberapa bulan yang lalu aku melirik diet carbo yang ingin akau jalani, tergiur dari hasil dua orang teman yang sekarang jadi langsing beneran, namun melihat pantangan yang akan dihadapi aku mengurungkan niat. Dan kukatakan aku tak akan mengikuti jenis diet tersebut, yang akan aku lakukan adalah mengurangi makanan selingan yang biasanya aku makan.

Maka siang tadi aku sudah membereskan lemari dimana kue kue berserakan, kue kue tersebut biasanya bukan aku yang memakannya tapi suamiku. Semenjak bulan lalu aku sudah berusaha menjalani puasa senin kamis walau niatnya agar tubuhku sedikit langsing….. Duhhh. Dan lucunya baru seumur umur inilah aku puasa tapi bisa sampai lupa makan sampe sepiring penuh!!! Hahaha dasar.