Makan apa kita hari ini? Wat eten we vandaag?

Makan apa kita hari ini alias wat eten we vandaag? Ya itulah pertanyaan itulah yang hampir tiap hari dilontarkan oleh Cinta. Jika sedang bad mood, rasanya ingin sekali menjerit jika mendengar pertanyaan tersebut. Tapi eitsss seorang ibu ga boleh gitu ya๐Ÿ˜.

Apakah hanya aku saja yang dilanda kepanikan dan kebingungan jika pukul 6 sore segera tiba? Saat jam makan malam telah tiba dimana artinya aku sudah harus masuk dapur, memasak. Kebanyakan (tidak semua tentunya) orang yang tinggal di Belanda mengikuti kebiasaan orang Belanda yang hanya makan panas satu kali yaitu jika makan malam tiba. Kenapa disebut makan panas? Ya, karena ada proses memasak terlebih dahulu, entah itu diatas api, oven atau sekedar masuk microwave, pokoknya ada suhu panasnya.

Jawabannya ternyata tidak, tidak hanya aku saja yang harus berpikir keras jika harus memasak apa untuk hari ini, beberapa ibu ibu bercerita hal yang sama, hanya bapak bapak saja yang lebih santai, mereka memasak seketemunya bahan bahan yang dilihat di supermarket atau di kulkas sekalipun, tanpa banyak mikir sebelumnya harus masak apa. Aneh kan, seharusnya ibu ibu dong yang lebih praktis, karena pengalaman mereka memasak untuk keluarga lebih sering daripada para bapak (setidaknya kenyataan itu yang terjadi di rumah kami).

Nah kebingungan memilih menu masakan untuk hari ini diperlihatkan oleh sebuah iklan supermarket disini, iklan supermarket Jumbo. Iklan tersebut aku banget! Pertama kali aku melihatnya, aku langsung ketawa ngakak pilu. Kok pilu sih? Iya sulit digambarkan, perasaan hati yang tiap detik yang di pikirkan adalah mo masak apa hari ini. Saat sarapan pagi (di surat kabar yang sedang di baca su ami), di baju anaknya, di perjalanan menuju tempat kerja, bahkan saat meeting pun yang ada adalah tulisan ‘wat eten we vandaag’. Agak berlebihan sih, tapi kan disitu intinya.

Dari ide iklan tersebut lah aku mencoba hidup lebih praktis. Yakni memulai memasak ala Belanda yang gampang gampang, saking gampang nya sekarang aku sering masak yang dari bumbu jadi, tinggal stok aja berbagai bumbu dan bahan bahan kering, sisanya seperti sayuran atau daging pendukung tinggal beli ke supermarket saja pas hari H nya.

Berikut masakan mudah ceria yang berhasil aku rekam sepulang kami liburan dari Indonesia. Oh ya selama kami di Indonesia, Cinta tidak pernah bertanya ‘makan apa kita hari ini’ ๐Ÿ˜. Eh begitu balik, bahkan hari pertama nyampe rumah dia sudah bertanya hal tersebut.

Foto yang aku tampilkan sengaja aku buat dengan bahan bahan sebelum makanan tersebut jadi. Semua bahannya praktis, cara buatnya pun gampang.

1. Nachos

Favourite mereka bertiga, hingga saat ini hanya Luc yang memasak nachos di rumah, menurut dia gampang saja. Pertama oseng daging giling bersama bumbu taco (seperti dlm foto). Taburkan chips nachos di pinggan taburi daging giling (gahaakt) dan keju diatasnya. Masukan oven sekejap, keluarkan kemudian taburi potongan bawang merah, tomat, salada dan cheese cream. Jadi deh.

2. Kentang schotel

Banyak cara untuk membuat schotel yang berbahan kentang, schotel ala buatanku lah yang hingga saat ini paling mudah menurutku. Pertama siap kan bahan bahan yang gampang di dapat di supermarket, seperti kentang iris yang sudah di masak setengah matang, daging giling, sayuran untuk membuat pasta seperti wortel, bawang bombai, daun bawang, paprika bahkan jamur kan cing sekali pun, pokoknya berbagai sayuran campur yang sudah siap dalam kemasan plastik. Secara bertahap aku masukan daging giling, sayuran, kentang, setelah agak layu baru masukan susu cair, bisa juga di tambah yoghurt tanpa rasa atau pun slagroom cair pokoknya apupun produk susu yang ada di kulkas, setelah itu beri bumbu seperti garam, merica dan bubuk pala. Jika punya royco boleh ditambahkan. Aduk sebentar mati kan kompor. Kemudian semua dimasukan ke pinggan jangan lupa masukan kocok an telur dan taburi dengan keju parut dan siap masuk oven.

3. Chili con carne

Bahannya dasarnya daging giling, kacang merah, paprika, prei, bawang bombai. Pembuatannya lebih mudah dari kentang schotel. Semua bahan tinggal masuk wajan semuanya kemudian masukan kemasan bumbu chili con carne yg telah di campur air. Tralaaa jadi lah dalam sekejap.

4. Suriname roti

Ini makanan kesukaan Luc. Roti sekaligus bumbunya yang dikemas dalam kemasan jar kaca bisa di beli di toko. Bahan dasarnya potongan daging ayam filet yang di masak dengan bumbu siap saji dalam jar (tersedia berbagai merk). Setelah ayam masak masukan telur rebus dan potongan kacang panjang. Makannya dico’el co’el gitu ga pake sendok garpu.

5. Kupat tahu

Ini kupat tahu asal jadi, bumbunya pake bumbu pecel yang tinggal dituang air panas aja (tapi biasanya aku masak diatas kompor). Saking sukanya si kembar akan bumbu kacang (pinda saos) aku sampe mencoba beberapa merk bumbu kacang yang mudah di dapat di supermarket. Akhirnya aku menemukan bumbu kacang yang paling enak dan harganya sangat murah (hal Inilah yang paling membuat ku bahagia๐Ÿ˜). Mereknya Koki Djawa ! Ambil yang gado gado, jangan yang bumbu sate. Karena rasanya yang tak karuan. Lontong nya bisa bikin sekaligus, kuat disimpan di kulkas untuk beberapa hari, pembuatan kupat tahu bisa dikombinasikan dengan pembuatan opor ayam di hari berikutnya, jadi kita tak perlu repot repot membuat lontong di hari berikutnya.

Demikian beberapa contoh masakan mudah dibuat dan meriah hasilnya. Selain itu banyak lagi contoh lainnya, seperti berbagai jenis pasta seperti spaghetti atau pun macaroni.

Ataupun berbagai jenis ikan filet yang bisa kita beli dalam keadaan beku ataupun tidak, asal kan telah dibumbui dan tinggal masuk oven atau penggorengan keduanya sama mudahnya, seperti ikan panga filet yang biasa kami santap.

Oh ya tips yang lain, jika sungguh malas masak, biasanya aku menyodorkan tosti pada anak anak. Dijamin semua bahan akan tersedia tiap hari hampir di semua rumah, roti (tidak harus jenis roti tosti) mentega, keju, dan irisan daging asap.

Mungkin kalian bisa menambah kan contoh makanan /masakan yang lainnya yang mudah dibuat untuk makan malam?

Pasar Raya Indonesia 2019: Pandora 2019

Sedikit berbeda dengan pasar malam, Pandora 2019 https://pasarindonesiaraya.nl/ (pesta rakyat 2012 – 2016, Pasar Raya 2017-2018) tak hanya menampilkan pasar/jajanan semata namun menonjolkan hiburan yang lainnya, seperti seni musik, tari dan lainnya. Didukung oleh artis Indonesia yang ada di Belanda atau pun yang langsung didatangkan dari Indonesia.

Awalnya tahun ini aku akan melewatkan event tersebut karena rasa rindu ku akan Indonesia baru saja terobati dikatenakan aku baru saja mudik dua minggu yang lalu dari Indonesia, tapi toch begitu melihat beberapa postingan teman di media sosial mengenai kehebohan Pandora, tak ada salahnya kan aku datang kesana๐Ÿ˜‰. Terlebih lagi tidak dikenakan tiket masuk dan lokasinya yang tidak jauh dari rumah.

Pandora 2019 diadakan mulai tanggal 13 hingga 15 September 2019, nah kalang kabut dong aku mencari teman untuk datang kesana di detik detik terakhir. Mereka umumnya sudah datang di hari pertama atau kedua, dengan pasrah akhirnya aku meminta suami tercinta untuk menemani ku kesana, tak rela rasanya saat aku melihat si dia sedang giat membersihkan kaca jendela untuk pertama kalinya sejak kami pindah rumah, yakni dua tahun yang lalu, masa aku merusak moment membersihkan kaca dengan mengajaknya bersenang-senang? ๐Ÿ˜‚

Jadi?! Ya aku menelpon seorang teman lain, eh jawaban di sebrang sana sungguh renyah…. Ayo! Kemaren aku udah sih, tapi boleh lah kesana lagi, mo beli lemper! Enak lho! Mo ketemu dimana? Siapa yang mo bawa mobil? Jam berapa? Aku selesai kan setrikaan dulu ya?!

Aha, jika Tuhan menghendaki ternyata semuanya mudah saja. Aku bisa pergi kesana sementara sang tercinta tetap bisa melanjutkan membersihkan seluruh kaca rumah dan mencuci baju! ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ

Dan hari minggu ini aku bisa melihat Yayang (bali dancer) menari, makan baso Nusantara, makan es duren di pempek Elsya dan berhasil membawa pulang martabak manis untukku dan Luc juga membawa pesanan dua bantal guling untuk si kembar, dua buah risoles, dan akupun berhasil membeli dua payung cantik dari kain, oh ya aku juga mendapat tambahan dua euro dari seorang donatur ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜yang melihat ku dengan trenyuh saat aku menghitung uang cent yang tersisa, dengan uang tersebut aku berhasil membeli keripik balado. Terimakasih semuanya, yang menambah hari minggu ku semakin cerah ceria.

The Legend!

Hari ini tanggal 7 September, tepat empat tahun yang lalu aku berhasil meraih SIM Belanda dengan perjuangan yang menurutku sangat panjang. Pengalamanku mengendarai mobil belasan tahun di Indonesia seperti tiada artinya. Padahal dikala itu aku di kenal sebagai pengendara yang handal (bukan type ibu ibu yang ngasih sen ke kri tapi tiba tiba belok ke kanan๐Ÿ˜). Di Belanda aku belajar lagi dari awal, lebih gugup dari saat aku mendapat mobil pertama di usia 18 tahun.

Penghargaan kedua diberikan suami tercinta minggu lalu saat kami pulang dari Indonesia, dia baru menyadari bahwa menyetir di Belanda punya kesulitan yg berbeda dengan di Indonesia, liburan kali ini adalah liburan kesepuluh kalinya Luc menginjakan kaki di Indonesia namun bari kali ini dia berani menyetir di Indonesia, awalnya dia tak percaya bisa berani menyetir sendiri di Indonesia dengan lalu lintas nya yang ‘aduhai’ ternyata tiga minggu di Indonesia dia sudah sehandal supir pribadi yang tau aturan berlalu lintas tapi di lain kesempatan dia bisa seenaknya seperti kebanyakan supir angkot yang seenaknya, dia bisa mencari jalan tikus dengan percaya diri dan dapat menenangkan penumpang lainnya untuk mempercayakan semuanya padanya. Dia bisa menempatkan dirinya dengan baik, maka anugrah untuk Luc adalah the best driver in this year! Haha. ๐Ÿ˜›.

Dia berkata pada ku, walau pun lalu lintas di Indonesia padat dan semeraut, tapi dia masih bisa mengontrol laju mobilnya dan memprediksi mobil yang lainnya, tapi di Belanda karena kecepatan yg cepat dan semuanya mesti akurat semua itu menimbulkan kesulitan yang berbeda. Dia membenarkan bahwa menyetir di Belanda memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi. Sedangkan di Indonesia menyetir mobil terasa lebih santai.

Jadi aku bisa berbangga kini, memiliki SIM Belanda dengan jatuh bangun untuk mendapatkan nya memang sesuatu yg istimewa.

Ps.

Hingga kini aku masih memiliki mobil pertamaku, daihatsu charede 1982 (mobil yang lebih tua dari kelahiran adikku sekali pun) pemberian ayahku. Mobil tersebut kini berada di garasi rumah adikku, bertahun tahun aku tidak pernah mendengar kabarnya apakah dia masih di gunakan adikku atau tidak. Namun di liburan kali ini, adikku mengejutkanku dengan mengajak ku berjalan jalan dengan mobil pertamaku. Mungil, tua dan penuh kenangan. Si beureum, kami menyebutnya. The Legend! Terimakasih Bay, yang masih menyimpannya dan mengurusnya.