Mother is the best

Karena Cahaya sesaat setelah lahir harus masuk inkubator, karena berat badannya yang sedikit kurang, jadilah tumbuh kembang Cahaya berada dalam pemantauan dokter di rumah sakit Erasmus. Pertama kali dia harus balik ke rumah sakit saat usinya 6 bulan, satu tahun, dua tahun dan tiga tahun. Apa yang dilakukan dokter hanya bermain main saja dengan Cahaya, melihat setiap gerak Cahaya, menyusun puzzel, menggambar hingga ngobrol. Walau semuanya normal dan hasilnya baik tapi pemantauan tersebut akan dilakukan hingga Cahaya berumur tujuh tahun, kata dokter ga ada sesuatu yang mencemaskan mereka melakukan ini karena prosedur saja.

Disaat itulah aku suka mengobrol dengan dokter, bercerita apa saja yang aku khawatirkan atas mereka, kadang pertanyaanku mengada ada saking bingungnya harus bertanya apa tentang anak anak selain berkeluh kesah soal makan. Dokter muda yang menangani Cahaya ini sangat lemah lembut, walaupun dia dokter laki laki tapi sikapnya sangat keibuan. Di suatu kesempatan bertemu, aku mengutarakan kecemasanku pada sang dokter bahwa aku khawatir anak anakku akan sulit berbicara, hal tersebut karena hasil tes Cahaya pada saat berumur dua tahun, kosa kata yang digunakan sangat minim sekali. Dari 20 macam benda yang ditunjukan pada Cahaya, dia hanya mampu menjawab 4 buah, sedangkan anak lainnya berdasarkan penelitian hampir bisa menjawab semuanya. Tapi sang dokter bijaksana itu berkata bahwa aku tak perlu khawatir. Semuanya akan berproses.

Ada pesan dia yang sangat aku ingat, katanya… setiap anak berbeda dengan anak lainnya, mereka mempunyai keistimewaan masing masing. Anak tidak bisa diperbandingkan dengan anak lainnya. Pak dokter juga berkata bahwa banyak ibu Belanda yang sangat melindungi anak anaknya, juga membanggakannya, termasuk membuat pernyataan yang tak masuk akal sekalipun contohnya….. anakku umur lima tahun sudah masuk universitas. Hahaha gurauan pak dokter itu aku sambut dengan tawa yang lebar. Intinya aku disarankan untuk tidak terlalu membandingkan anakku dengan anak lainnya, karena mereka berbeda selain itu jangan merasa tersaingi jika ibu yang lain berkata fantasis tentang anaknnya, itu dilakukan karena kebanggaan seorang ibu akan anaknya, maklumi saja kata pak dokter dengan santainya.

Hari minggu, tiga hari yang lalu, aku melihat seorang ibu yang marah saat membela anaknya. Seorang ibu yang marah pada suamiku, karena suamiku memarahi anak si ibu tersebut (pun karena suamiku sedang membela anaknya).

Kami sedang berada di Monkey town, tempat permainan anak anak yang berada di dalam ruangan, aku dan Luc duduk di restauran yang berada di arena tersebut sementara Cinta dan Cahaya bermain. Tak berapa lama Cahaya datang menghampiri kami, berkata bahwa Cinta sedang berada dalam masalah katanya, yang membuat kami tertawa dengan pernyataannya, ada apa? Tanya Luc. Seorang anak laki laki menendang Cinta, Cinta menangis karena balok balok yang disusunnya juga dibuat rusak oleh anak laki laki tersebut. Aku yang malas beranjak dari tempat dudukku mengutus Luc untuk mendatangi Cinta.

Di kejauhan aku melihat Luc sedang berkata pada seorang anak kecil kira kira dua atau tiga tahun an, betapa kagetnya aku karena  si anak tersebut tiba tiba menyepak muka Luc yang sedang berjongkok dan sepakan kedua langsung ditangkis oleh Luc. Kemudian Luc mengeluarkan telunjuknya menggoyangkan di muka anak tersebut. Terlihat Luc sedang memarahinya. Dan anak tersebutpun menangis. Tapi Luc masih tetap berkata kata. Tiba tiba datang seorang ibu, meraih anak yang menangis dan Luc pun berdiri, kemudian si ibu pergi tanpa berkata apa apa. Aku melihat saja dari kejauhan. Si ibu pergi melewati tempatku duduk tapi kemudian berbalik setengah berlari sambil menggendong anaknya, kembali mendatangi Luc dan berbicara tak senang pada Luc, aku melihat Luc menjelaskan sesuatu pada si ibu. Yang kemudian pergi dengan muka tak senang.

Luc datang padaku, menceritakan apa yang telah terjadi. Versi Luc adalah sebagai berikut, di tempat perkara dimana permainan balok berada, Cinta dan beberapa anak lainnya sedang menyusun balok membuat kastil katanya, seorang bocah datang menghancurkan balok yang sedang dibuat, mereka marah tapi si anak tersebut malah menendang anak anak yang berada disitu satu persatu, saat Luc datang si anak masih menendangi seorang anak perempuan yang langsung dicegah Luc, dan Luc memperingati untuk tidak menendang, eh si anak tersebut malah datang ke Luc dan menendang juga, tendangan kedua ditangkis Luc, tentu saja Luc jadi murka dan memarahi si anak, si anak itu malah nangis kemudian meluncur kata kata Luc yang berkata… bagus ya kamu menangis, aku tak merasa kasian kamu menangis. Begitu ucap Luc yang Luc sendiri akui bahwa itu tak pantas diucapkan pada seorang anak kecil. Kata Luc si ibu itu mendengar ucapan Luc dan  anehnya kata Luc si ibu juga melihat saat anak tersebut sedang menendang anak perempuan hingga menangis karena pada saat itu Luc dan si ibu hampir datang pada saat yang bersamaan. Kata si ibu, tak sepantasnya Luc berkata seperti itu pada anak yang masih berusia dua tahun, tapi Luc berkata bahwa tak sepantasnya anak umur berapapun menendang muka orang, atau merusak apa yang tengah dibuat anak lainnya, dan dia sebaiknya mengerti sejak kecil. Begitu penjelasan Luc. Dan si ibu tak terima tanpa berkata apa apa lagi di pergi meninggalkan Luc.

Teringat pada dokter yang dulu berkata padaku, bahwa seorang ibu akan melindungi anaknya, dan hari itu aku melihat seorang ibu yang membela anaknya pun ketika si anak melakukan sesuatu yang salah. Menendang. Apakah si ibu membenarkan tindakan menendang sebagaii bentuk pembelaan diri dari anaknya karena diperingati oleh Luc? Ah akan begitu jugakah aku?

Ibuku, akan mengatakan salah jika aku salah. Walaupun aku merasa benar dan kesal sekali padaku. Aku disuruh minta maaf jika aku berbuat nakal pada kakakku begitu pun kakakku meminta maaf jika dia tak baik padaku atau pada orang lain.

Hari ini aku menonton tayangan di youtube tentang seorang ibu lawan pengasuh anaknya. Dalam video tersebut dibuktikan bahwa seorang pengasuh mengetahui lebih banyak tentang anak yang diasuhnya daripada ibu kandungnya sendiri. Aku melihat hal tersebut dengan linangan air mata. Aku adalah produk yang dibesarkan oleh pengasuh, tante oom dan nenek kakek, walau itu tak semuanya benar, ayah ibuku bekerja, ada seorang pengasuh bersama kami, tapi aku selalu merasa ibu selalu ada untukku, dia memasak untukku, mencuci bajuku dan memilihkan pakaianku. Saat aku dewasa, ibuku meminta maaf padaku (pada kami anak anaknya) bahwa dia merasa membiarkan kami beranjak dewasa sendiri tak banyak campur tangan dari ibuku, ibuku berkata bahwa dia bangga atas kami semuanya, dia bangga telah menjadi ibu dari kami. Padahal kamilah yang bangga mempunyai ibu seperti beliau.

Ibuku berkata, tak apa kini aku tak bekerja, ini kesempatan diriku untuk mengenal dan membimbing anakku. Walau ibuku tetep mendukung  berkeinginanku untuk bekerja suatu hari nanti seperti dulu saat aku belum menikah.

Dan hingga kini aku lebih merasa bahwa Luc lah yang lebih mengenal anak anakku, dia melakukan banyak hal dan kegiatan bersama anak anak, lebih banyak dari ayah yang aku kenal. Semoga anak anakku mengerti diriku.

Berikut video yang membuat air mataku meleleh.

Natural History Museum Rotterdam

IMG-20150428-WA0002[1]

Mulai hari ini hingga dua minggu kedepan, anak SD di Rotterdam libur. Mei Vakantie. Sementara aku hanya libur selama satu minggu saja mulai minggu depan. Jadi sejak minggu kemarin aku dan beberapa teman sekelas yang mempunyai anak sudah minta izin untuk tak masuk sekolah selama seminggu karena tak mungkin meninggalkan anak anak di rumah selama kita sekolah.

Awalnya Mirelle dosen utama kami memberikan ide untuk membawa anak anak kami kesekolah, sementara kami belajar anak anak kami akan diasuh oleh salah satu anak Mirelle yang berusia lima belas tahun di ruangan kelas yang lain, kita seneng dong, tetapi ternyata pihak sekolah ga setuju. Jadi rencana lain kami diskusikan. Dan disepakatilah hari ini kami pergi ke Natuurhistorich, yang jaraknya tak jauh dari sekolah kita tinggal jalan kaki saja kesana.

Di musium Natuur ini  ditekankan bahwa kota juga adalah alam. Hewan dan tumbuhan akan menyesuaikan habitatnya dengan keadaan kota. Jika kota yang ramah lingkungan maka hewan hewan pun banyak yang mampir di kota tersebut.  http://www.hetnatuurhistorisch.nl/

Selama tour di musium Natuur ini, anak anak kami dilibatkan untuk ikut serta dalam tour tersebut, setelah kami menerima buku yang berisi pertanyaan, kami berjalan mengikuti petunjuk yang ada di buku, pertanyaan dibacakan oleh anak seorang teman kami, seorang anak yang berusia 7 tahun. Sementara Cinta dan Cahaya yang belum bisa membaca sibik mengintil sambil sok tau dan mereka ikut ikutan menulis.

Secara umum acaranya lumayan seru, karena anak anakpun terlibat, mereka mampu menyusun puzzel sehingga kami bisa menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.  Walaupun yang turut serta hanya setengah dari peserta cursus saja tapi kita tetap bisa heboh seperti biasanya. Saat foto foto kami beredar di group whats app, beberapa teman yang tak hadir hanya bisa memberikan jempolnya saja, mengomentari foto foto kami hahaha.

Acara jalan jalan ke musium kali ini diakhiri dengan makan dan minum ringan di café Wester Paviljoen yang berada di jalan yang sama dengan sekolah kami. Konon  café Wester Paviljoen termasuk café yang harus didatangi para turis yang meloncong ke Rotterdam. Coba deh liat di brosur brosur yang ada di Rotterdam airport, aku pernah baca bahwa café ini termasuk yang harus didatangi di Rotterdam. Ga tau apa daya tariknya, padahal dari bangunannya  biasa baisa aja,  sedikit aja ada matahari ramenya minta ampun. Tapi berdasarkan pengalamanku setiap kemari, atmostfir di café Paviljoen selalu hangat dan nyaman disamping para pelayannya yang cekatan dan ramah. Nih intip sitenya http://www.westerpaviljoen.nl/

burung yang  bermuka/mempunya lidah seperti manusia

burung yang bermuka/mempunya lidah seperti manusia

Anak anak mejeng dulu

Anak anak mejeng dulu

Berfoto sambil jalan pulang ke sekolah

IMG-20150428-WA0001[1]

Koningsdag – Hari Raja

Hari ini seluruh penduduk Belanda merayakan hari jadi sang raja. Koning Willem Alexander. Ini tahun kedua sang raja berkuasa, setelah sang ratu lengser dari tahtanya dan menyerahkan kekuasannya pada generasi berikutnya. Kontra sekali dengan Ratu Elizabeth yang masih enggan melepas kekuasannya.

Sebelun tahun 2014, pesta rakyat ini disebut hari Ratu atau Koninginedag yang diperingati setiap tanggal 30 April, yaitu hari kelahiran ratu Juliana.Juliana adalah nenek dari raja Willem yang berkuasa sekarang, ketika kekuasaan turun ke  Beatrix, Beatrix memutuskan menggunakan tanggal kelahiran ibunya untuk memperingati kelahirannya, Hal tersebut dilakukan karena alasan cuaca. Ulang tahun sesuanggunya adalah tanggal 31 Januari, ga seru rasanya kalau pesta rakyat dirayakan di tengah cuaca dingin. Nah beruntunglah Willem yang berulang tahun di musim semi, sehingga dia bisa benar benar merayakan ulang tahunnya bersama rakyat di hari yang sebenarnya.

Di Belanda setiap hari ulang tahun raja atau ratu maka akan dirayakan oleh seluruh rakyatnya. Para rakyat di hari itu semua libur, tak ada toko atau kantor yang buka (tapi hari ini aku melihat beberapa supermarket buka setengah hari). Di hari ini semua orang dibebaskan untuk berjualan semau mereka. Nah apa yang dijual? Tentu saja barang barang yang sudah tak terpakai lagi alias barang bekas.

Jika kalian beruntung dan teliti mencari, maka kalian bisa mendapatkan barang barang yang masih berkualitas atau yang bermerk bisa didapaktkan dengan harga miring, nyaris gratis malah.

Di pesta rakyat ini adalah kesempatan rakyat melihat keluarga kerajaan turun ke jalan, setiap tahunnya keluarga kerajaan datang ke kota yang berbeda. Tahun ini mereka datang ke Dordrecht kota kecil tak jauh dari Rotterdam. Aku datang ke Dordrecht? Tidak! Seperti tahun lalu aku merayakannya di Ridderkerk, juga kota kecil yang tak jauh dari Rotterdam. Di rumah teman yang sudah kuanggap keluarga sendiri. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, datang ke Ridderkerk lebih menyenangkan dari pada merayakan di kota besar. Mengapa begitu? Alasan utama tentu saja tak terlalu ramai dan yang paling penting untukku adalah yang jualannya nyaris semuanya penduduk asli Belanda, menurut pengamatanku mereka sangat apik pada barang barang miliknya, jadi aku bisa melihat banyak pilihan mencari barang yang masih bagus dengan harga yang murah.

Tapi sayang sekali tahun ini aku tak seberuntung tahun kemari. Berikut cerita pilunya.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul setengah satu. Tiba disana sekitar pukul satu setelah Luc memarkir mobil, kami memijit bel rumah teman kami (teh Neni), dua kali tak ada orang yang membukan pintu. Curiga aku segera mengecek HP, betul saja ada dua miscall disitu beserta whatsapp yang mengabarkan temanku sudah pergi ke centrum sekitar 15 menit yang lalu. Setelah aku telpon balik, kami janjian untuk bertemu di toko sepatu Van Haren, aku, Luc dan anak anak hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit untuk mendapatkan temanku disana. Cinta dan Cahaya yang melihat permainan anak anak berupa luchtkussen yaitu plastik udara yang berupa bantal sehingga anak anak bisa meloncat loncat disana. Tentu saja Cinta dan Cahaya tak mau beranjak dari sana sehingga aku memutuskan untuk berpisah dengan Cinta dan Cahaya yang dijaga Luc dan jika anak anak sudah bosan bermain Luc akan langsung ke rumah temanku dengan harapan suami teh Neni sudah pulang ke rumah saat Luc selesai menemani Cinta dan Cahaya (sang suami sudah pergi meninggalkan sang istri karena sang istri sibuk liat liat di suatu tempat sementara dia sudah tak sabar lagi menunggu, maka berpisahlah mereka hahaha biasalah suami mana tahan harus menemani istri yang sedang berbelanja, ini barang baekas lagi yang diburu hihih) sehingga aku bisa bebas melihat lihat barang barang bekas dengan teh Neni.

Rasanya tak lama dari aku meninggalkan Luc, rencana konigsdag tahun ini adalah berburu Lego untuk Cinta dan Cahaya, mereka ingin Lego princess, lego belum didapat sementara tanganku sudah penuh karena aku membeli tiga pot yang cukup besar dan aku harus menentengnya dibantu teh Neni, tak lama dari membeli pot HP teh neni berdering nomorku yang muncul disana, ya aku memberikannya pada Luc saat berpisah karena Luc tidak membawa HP (selalu!!!) untuk berjaga jaga jika rumah teh neni masih terkunci karena sang suami belum kembali jika Luc memutuskan untuk pulang ke rumah teh Neni. Karena yang muncul nomorku, teh Neni langsung memberikannya padaku. Suara Luc terdengar tegang, katanya… kembali kalian sekarang ke rumah teh Neni, rumahnya kemalingan. What? Disiang bolong begini?

Kembali ke rumah temanku itu, kami mendapatkan pemandangan mengenaskan, lemari buffet besar yang ada di ruang duduk semuanya sudah terbuka. Ada tiga kamar tidur disana, satu kamar tidur anaknya pintu lemari pakaian hanya terbuka tapi tidak dibongkar, sementara kamar yang lain tidak dijamah. Kamar temanku yang paling parah, nyaris tak bisa dilalui karena semua isi lemari berhamburan keluar, laci laci seudah bertebaran kemana mana, aku kaget sejadii jadinya banyak tas yang berhamburan baru aku tau temanku itu mengoleksi banyak tas, tentu saja bukan tas sekelas Syahrini. Semuanya berhamburan tak karuan, kasurpun ditarik, mencari sesuatu dibawah kasur. Sementara laptop anaknya yang tergeletak di kursi tidak disentuh. Sang maling mencari uang dan perhiasan!

Polisi datang lima belas menit setelah Luc menelepon. Dua orang polisi datang, bertanya kronologis kejadian seperti kapan meninggalkan rumah dan datang ke rumah. Suami teh neni menjelaskan mereka meninggalkan rumah pukul setengah satu siang, dan sang suami pulang ke rumah pukul dua diikuti Luc beberpa menit kemudian. Kami mengira ngira bisa jadi sang maling tengah berada di rumah saat aku memijit bel pukul satu siang. Si maling membobol pintu depan dan lari lewat pintu belakang karena pintu belakang terbuka lebar.

Ada pertanyaan polisi yang membuatku nyengir, sang polisi bertanya pada suami temanku, apakah kamu ingin pelakunya tertangkap? Sang empunya rumah tentu saja menjawab iya yang kemudian dilanjutkan pertanyaan berikutnya, jika tertangkap apa yang kamu inginkan dari si pelaku kejahatan? Mengembalikan barang yang hilang? Atau diberi hukuman? Dengan tegas suami temanku menjawab kalau bisa barang kembali tapi yang jelas sipelaku harus diberi hukuman.

Ingat pertanyaan tersebut, mengingatkan kejadian yang menimpa kami tiga tahun yang lalu, juga di musim semi. Kami pun pernah kemalingan. Sang polisi berkata bahwa kemungkinan kecil sekali menemukan si pelaku, kecuali si pelaku menyalakan HP yang dicuri dari situ polisi bisa mencari jejak. Bedanya polisi yang datang ke rumah kami selain bertanya kronologis kejadian diapun bertanya tentang perasaanku, apakah aku mengalami trauma karena rumahku dimasuki maling saat kami berada dirumah(kami sedang tidur)? Saat itu juga polisi banyak menganalisa, kata polisi si maling bisa masuk rumah kami karena rumah kami tak terkunci. Hah???? Ya ternyata saudara saudara sebelum kejadian maling masuk rumah, rumah kami ternyata tak pernah dikunci dari dalam. Saat aku melotot pada Luc karena selama itu aku tak tahu, Luc malah balik menangkis kecerobohannya… jawabnya selama aku tinggal di rumah ini hampir 10 tahun lamanya belum pernah aku mengunci rumah, lagian kenapa aku yang disalahkan karena tak mengunci rumah? Harusnya si maling yang disalhkan, kenapa masuk ke rumah orang tanpa izin? Pake ambil barang segala? Ya ampun Luc…. namanya juga maling!

Tapi untunglah kejadian yang menimpa kami bisa diselesaikan semuanya bisa diganti oleh pihak asuransi. Ceritanya ada disini 

Jadi di Ulang tahun raja tahun ini akau hanya mendapatkan pot bunga saja.

Tiga pot bunga kenang kenangan konisngsdag 2015

Tiga pot bunga kenang kenangan konisngsdag 2015

Kontainer sampah, biasanya barang yang tak laku dijual, barang tersebut dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan, termasuk tempat sampah ini yang sduah berisi sepeda, orang yang mau ambil boleh bawa sepeda ini gratis

Kontainer sampah, biasanya barang yang tak laku dijual, barang tersebut dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan, termasuk tempat sampah ini yang sduah berisi sepeda, orang yang mau ambil boleh bawa sepeda ini gratis

Barang barang bekas yang dijual, diantaranya seperti ini

Barang barang bekas yang dijual, diantaranya seperti ini

IMG_20150427_153205108[1]

IMG-20150427-WA0026[1]

IMG-20150427-WA0028[1]

Konvoi puluhan truk container ikut meramaikan perayaan ultah sang raja

IMG-20150427-WA0029[1]

seorang anak yang sedang berjualan bergagaya pipi lang kaos

Waar blijf de tijd?

Ada sesuatu yang aku pikirkan, dan hampir seminggu ini aku memendamnya seorang diri. Enggan rasanya aku menceritakan sesuatu yang mengganjal di pikiranku itu pada Luc. Pikirku karena itu tak terlalu penting dan itu bukan hal yang baru.

Tapi tadi pagi, aku sudah tak tahan lagi. Dimobil saat Luc membawaku ke sekolah, aku ceritakan ganjalan hatiku. Luc mendengarkan dengan prihatin, kemudian memberi saran. Menguatkan diriku seperti biasanya agar aku berani.

Tak sampai disitu, curhatku menjalar. Yang asalnya hanya curhat tentang seorang kawan, kini curhat tentang keadaan diriku sendiri. Mulai dari rutinitas setiap hari hingga keluhan keluhan yang lainnya. Sehingga Luc harus memarkirkan mobilnya (yang biasanya hanya menurunkanku saja) untuk mendengarkan keluhanku, hingga mataku berkaca kaca. Duh cengengnya……

Akhirnya setelah menyeka air mata  itu,  aku keluar juga dari mobil, karena dua menit lagi pelajaran akan dimulai. Dan tralaaaaa, begitu sampai di kelas, pak dosen sedang membagikan kertas ke setiap bangku. Aku segera duduk. Dan layar proyektor di depan kelas segera menyala. Disitu terpampang tulisan Waar blijf de tijd- Herman van Veen. Pak dosen menjelaskan bahwa kami harus mengisi kata kata yang kosong dengan bait yang akan dinyanyikan Opa Herman ini.

Musik diputar, di layar proyektor terpampang foto jadul, sepasang manusia. Foto perkawinan. Bait pertama tak sempat kuisi, aku malah terpana dengan foto tersebut dan melupakan tugasku untuk mengisi kata yang hilang. Untunglah konsentrasiku kembali muncul dan mampu mengisi kata kata selanjutnya yang hilang walau tak sempurna karena si opa menurutku nyanyinya ga jelas, terlalu nge bas malah membuat tak jelas ditelingaku yang sedikit budek ini.

Dan kemudian saat pak dosen mengulang lagu tersbut untuk kedua kalinya dengan cara menghentikan beberapa saat  (pause) setiap kata yang kosong, aku jadi bisa mencerna isi lagu tersebut. Astaga kok persis banget dengan apa yang tadi aku keluhkan pada Luc. Mungkin karena momennya aku sedang galau, eh si air mata meleleh lagi.

Cobalah simak beberpa arti dari bait bai tersebut.
Kamu menikah muda ketika kamu dua puluh (aku enggak, hehe)
Beberapa tahun kemudian kamu begitu sibuk
Dengan tiga, empat anak,
Ga ada banyak waktu kebahagiaan untuk dirimu sendiri 
kamu berada dia antara membersihkan lantai dan mencuci
Cucian kotor dan kompor
Kamu tak diam, bahkan saat dunia matipun
Kamu tetap sibuk di rumah

Trus ada bait bait yang lain yang tak kalah getirnya… anak anak yang ribut bermain sementara kamu sibuk berada di antara letupan kopi dan sang suami berada di balik koran sambil duduk santai. Hahaha ini lagu ajaib sekali. Dan ironisnya aku terbawa suasana memikirkan, oohhh inikah kehidupan kaum wanita?

Ternyata cobaanku tak sampai disitu, dari sekolah aku harus langsung ke tempat les renang, di bis aku iseng memeriksa tas yang berisi perlengkapan renangku, dan benar saja aku tak membawa baju renang. Semalam aku hanya memasukan baju lengan panjang, celana jins dan sepatu renang saja. Ya sejak minggu yang lalu aku harus menggunakan pakaian lengkap saat berenang termasuk sepatu, karena aku sedang sibuk meraih sertifikat B. Tapi tentu saja aku harus memakai baju renang juga karena saat menyelam nanti semua pakaian lengkap harus ditanggalkan dan aku hanya boleh menggunakan baju renang saja. Tak akan cukup waktu jika aku harus kembali ke rumah untuk mengambil baju renang, solusinya adalah aku terpaksa mampir ke toko baju yang terletak tak jauh dari kolam renang, tak ada baju renang untuk dewasa, sialnya di tempat anak anak pun tak ada nomor yang pas untukku, semuanya kecil. Dengan sedikit was was aku mengambil nomor yang paling besar yang ada di rak. Dan betul saja baju renang tersebut tak muat di tubuhku. Dengan bantuan instruktur renang, dia menggunting sedikit baju renang tersebut yang berada di bagian ketiak sehingga aku bisa menggerakan tanganku. Aaahhhhhh leganya.

Dari tempat berenang aku berjalan ke rumah, hari ini Cinta Cahaya mengikuti les tentang nature selama lima minggu, dan hari ini adalah hari terakhir, jadi aku bisa santai sejenak di rumah sebelum pukul 16.30 tiba. Saat merebahkan diriku di kursi, mengintip HP, kulihat ada whats app yang muncul dari seorang temanku. Aku tertawa membaca pesannya. Rasanya ringan sekali pikiranku setelah tertawa panjang.

Pedan tersebut berisi dalam bahasa sunda, tapi aku akan coba menterjemahkannya:
Seorang suami  berdoa pada Tuhan,
Ya Tuhan, aku cape sekali bekerja sampai banting tulang, hingga bermandi peluh. Begitu sampai dirumah aku menyaksikan istriku yang sedang minum teh sambil menonton TV, selonjoran. Ingin aku memberi pelajaran padanya, tolonglah aku Tuhan, rubah istriku jadi aku dan aku jadi dia.

Tuhan mendengar doa sang suami, besoknya sumi teresebut berubah jadi si istri. Begitu bangun tidur dengan tergesa dia langsung ke dapur, menyiapkan sarapan, terus membangunkan kedua anaknya untuk bersiap ke sekolah. Langsung memasukan baju baju kotor ke mesin cuci, setelah anaknya yang besar pergi sekolah, dia mengantar anaknya yang TK ke sekolah, mampir ke pasar, kembali ke rumah, mengeluarkan cucian dari mesin cuci, menjemur pakaian. Setekah beres dia langsung ke dapur memasak, kembali ke sekolah menjemput si kecil. Kembali ke rumah langsung mencuci peralatan yang kotor habis memasak, membersihkan dapur. Setelah anak yang besar datang ke rumah, mereka bertiga makan, saat makan dia ingat bahwa dia harus bayar listrik dan telepon yang sudah waktunya dibayar. Setelah makan dia langsung pergi ke bank untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank dia terus menyetrika baju sambil nonton TV, sore hari dia memandikan anak anaknya, terus membantu mereka belajar, memeriksa PR mereka dari sekolah. Jam sembilan malam dia sudah merasa kecapean dan langsung tidur pulas.

Dua hari dia menjalani perasa sebagai istri, hingga dia tak kuat lagi dan memohon pada Tuhan: Tuhan, aku minta maaf, ternyata aku salah, selama ini aku salah sangka! Aku tak tahan menjalani peran sebagai istri, tolong maafkan aku dan kembalikan aku jadi suami seperti semula.

Tuhan menjawab: Bisa aja, tapi kamu harus menunggu sembilan bulan kedepan, karena saat ini kamu sedang hamil!

Hahahaha, disitu aku tertawa lega. Lega karena aku tidak harus sampai seperti wanita itu, walau ditengah sibuknya aku, aku masih bisa duduk manis didepan komputer untuk menulis, menelepon ibuku atau pergi ke kota seorang diri atau bersama teman untuk melihat barang yang aku mau, atau hal lainnya yang menentramkan hatiku.

Tuhan maha adil, Dia tak akan memberi beban hambanya terkecuali sesuai kemampuanya.

PS: Yayang, jangan lupa kamu bersyukur ya………………… ayo nikmati lagi lagu dari opa Herman, tanpa air mata! Seperti tersurat dalam lagu tersebut…. ini bukan sesuatu yang harus ditangisi…………

Dan Polisi pun Protes

Pada pukul 9 pagi aku melihat berita sekilas di TV bahwa hari ini para polisi akan melakukan aksi demonstrasi dengan cara konvoi di jalan tol mulai dari Groningen ujung paling atas kota di Belanda hingga ke kota Maastrich, kota paling bawah di Belanda.

Pukul dua siang aku dikagetkan dengan suara sirene yang tiada henti, penasaran aku melongok ke jendela depan, dan pemandangan di jalan tol yang ada diseberang jendela rumahku adalah konvoi polisi yang tiada henti. Sementara Cinta dan cahaya berteriak teriak kegirangan disuguhi pemandangan konvoi polisi di depan mata mereka. Ya rumah kami berada di dekat jalan tol A13, salah satu jalan tol yang dilewati konvoi polisi tersebut.

Para polisi ini menginginkan kondisi kerja yang lebih baik dan kenaikan upah sebesar 3,3 persen. Aksi konvoi ini dimulai pada pukul 7 pagi dan berakhir pukul 8 malam, selama aksi di jalan ini para polisi mengendari mobil polisi dengan membunyikan sirene dan kecepatan mereka rata rata 60 km perjam. Aksi para polisi ini akan berlangsung juga besok hari kamis, serikat polisi telah meminta anggotanya untuk menutup kantor polisi selama dua jam.

Aha polisi Belanda tenyata bisa protes juga, bagaimana dengan polisi Indonesia?

Flip maakt donuts


Hoi allemaal,

Eindelijk mag ik nog een keer logeren bij Cinta. Ik ben altijd blij als ik bij kinderen van de Albert Schweitzer school mag logeren. Op zaterdag gingen we naar een Maleisisch restaurant: Kampoeng Kita. dat was leuk. Ik heb geproefd van de vegetarische laksa soep. Cinta heeft niet van de soep gegeten omdat zij zich niet lekker voelde. Zij was een beetje ziek. Dus mocht ik het eten van Cinta op eten.

Toen we klaar waren met eten, hebben we een lekker ijsje gekregen. Ooohhh dat was heerlijk. Maar jammer genoeg wilde Cinta ook dit niet eten.

Op zondag zijn we thuis gebleven. Samen met Cahaya de tweeling zus van Cinta hebben we videos gekeken. dat waren nieuw video van Ever After High, dat lijk een beetje op Monster High. De moeder van Cinta zegt dat Cinta nog steeds beetje ziek dus mocht ik een dag logeren bij Cinta. 
PhotoGrid_1429559572492[1]

Maandag middag hebben ik, Cinta en de moeder van Cinta in de keuken gestaan. We hebben donuts gemaakt, ja, natuurlijk op zijn indonesisch. Donuts van aardappels. Okay hier heb ik het recept voor jullie, mischien kunnen jullie dit samen met jullie ouders maken.

Ingredienten:
500 gr gekookte aardappels
500 gr bakmeel
100 gr boter
1 zakje gist
1/2 theelepel zout
4x eigeel
100 ml melk
100 gr suiker

Hoe:
Maak van de aardappels pureé, gooi eieren, melk en boter in de kom. Roer dit door de aardappel pureé.
Doe in een andere kom bakmeel,gist, suiker en zout. Goed doorroeren. Daarna kan de kom met de bakmeelmix in de kom van de aardappels gedaan worden.Net zolang doorroeren tot het deegmengsel niet meer plakkerig is.
Laat het deeg 30 minuten rijzen op kamer temperatuur.
Dan mogen jullie het deeg in een donut vorm maken.
Tenslotte frituur je de donuts in veel olie tot er een mooie lichtbruine kleurtje op de donuts komt.

Eet smakelijk allemaal.
Wojoh, De donuts zijn errug lekkah.

Groetjes,

Flip de Bear
PhotoGrid_1429559137974[1]

It’s your choice: Beautiful or Average!

Belum lama ini Dove mengeluarkan kampanye yang mengajak para wanita untuk meyakini bahwa dirinya ‘cantik’. Dalam survai mereka, bahwa 96% wanita tidak menggunakan kata ‘cantik’ untuk menggambarkan diri mereka.
http://www.boredpanda.com/self-esteem-social-experiment-choose-beautiful-dove/

Kampanye yang dilakukan Dove adalah bertajuk ChooseBeautiful yang menantang wanita di seluruh dunia untuk memutuskan untuk menjadi cantik dan mengevaluasi kembali citra diri mereka – menjadi lebih baik. Eksperimen tersebut dilakukan di  stasiun di Sao Paulo, Delhi, Shanghai, San Francisco dan London. Para wanita diberi pilihan sederhana untuk masuk melalui pintu “Cantik ”  atau pintu “Rata-rata”.

Nah sekarang pertanyaannya, pintu mana yang akan aku masuki jika aku diberi pilihan seperti itu? Jika secara spontan aku sepertinya aku akan masuk ke pintu rata rata. Secara aku memang sadar bahwa aku tidak berada dalam  standar kecantikan yang diciptakan manusia (tinggi, kurus, berdada alias seksoy). Tapi kok rasanya aku juga akan dengan sangat bergembira dan antusias jika memasuki pintu yang bertulisan kata cantik tersebut.

Tentu saja saat ini aku bukan gadis remaja yang mempermasalahkan tentang bentuk tubuh dan kecantikan, akan tetapi melihat video kampanye Dove ini setidaknya menyadarkan diriku sendiri bahwa setiap harinya kita dihadapakan pada ribuan pilihan, entah apapun itu,  yang pasti diantaranya kita bisa memilih untuk menyatakan atau merasa bahwa aku cantik dan bisa menjadi lebih baik.

Seperti apa yang pernah aku ceritakan disini bahwa You are beautiful, kamu hanya berada di negara yang salah, bukan berarti aku merasa istimewa karena memiliki kulit yang banyak diingini wanita disini pada umumnya. Tapi disini aku  belajar bahwa perbedaan tidak ditentukan oleh warna kulit, perbedaan ditentukan oleh hal lain salah satunya adalah apakah kita bisa menghargai orang lain atau tidak. Jika aku melihat seseorang tidak menghargai orang lain, kita bisa langsung melihat seperti apa orang tersebut. Benar seperti apa kata ibuku, menghargai seseorang tidak akan membuat dirimu menjadi kecil.

Balik lagi ke iklan Dove, mari kita nikmati sama sama video ekperimen dari Dove ini, apa yang mereka pilih?