Lovely visitor

Apa yang akan dilakukan seorang anak jika ibunya akan berkunjung ke rumah anaknya?

Temanku jaman kuliah dulu, akan sibuk membereskan kamar kosnya. Menempatkan buku buku ditempat yang akan tersapu oleh pandangan mata dan menyembunyikan barang barang yang tak pantas dimiliki seorang pelajar ditempat yang ‘aman’.

Kakakku akan khusus membersihkan rumah seminggu sebelum ibuku datang berkunjung ke rumahnya, dikomando istrinya yang juga sibuk luar biasa (hihihi…Piissss)

Dan bagaimana dengan diriku?

Haha ternyata tak kalah dengan pengalaman teman dan kakakku. Kesibukan bukan saja terjadi seminggu sebelumnya, bisa dikatakan sebulan sebelumnya.

Tak hanya bersih bersih tapi juga menghilangkan barang barang yang seharusnya sejak lama tidak berada di dalam rumah.

Bukan hal penting bagi kami, apakah orangtuaku tahu usaha seperti apa yang kami lakukan agar semuanya terlihat rapi dan bersih? Yang aku tahu kami (aku dan Luc) sama sama menikmati moment bedah rumah ini dengan suasana hati campur aduk, senang sekaligus dag dig dug takut deadline tak tercapai.

Dan sudah terbayang di dalam memoriku, saat ibuku berkomentar atas hasil jerih payah kakakku, …. eleuh eleuh teteh teh beberes? Naha teu kaciri?

Hahaha, akan kah komentar seperti itu juga yang akan menimpaku?

Rotterdam, 22 April 2013

Image

TV merk LG dan Phillips ready dibawa ke tempat sampah
Image

Image

Image

Image
Ternyata akupun bisa ‘nembok’

Ibu kita Kartini

Apa kabar nya peringatan hari Ibu Kartini di masa kini? Masihkah diperingati seperti di jaman kecilku dulu?

Dulu setiap tanggal 21 April, maka kami akan mengenakan baju daerah, kebanyakan hanya anak perempuan yang berbaju daerah, sedangkan anak lelaki lebih memilih tetap berseragam sekolah. Hingga kini aku masih ingat kebaya apa yang aku kenakan pada hari Kartini sewaktu aku TK dulu, kebaya krem mendekati oranye buatan ibuku, dan kain samping kepunyaan ibuku yang dilipat sedemikian rupa untuk dibuat pas ditubuh mungilku, dan tak lupa ibuku mengambil bunya dari vas bunga untuk dibuat hiasan diatas kepalaku, alhasil aku bagaikan vas bunga berjalan, hahaha.

Begitu aku pulang dari acara Kartini di sekolahku, aku menceritakan pakaian teman teman yang dikenakan saat itu, berkali kali aku antusias menceritakan seorang teman yang mengenakan baju daerah yang sangat indah sekali, kemudian dia bercerita bahwa baju yang dikenakannya adalah baju Bodo dari Menado. Aku bilang pada ibuku bahwa jika nanti ada peringatan hari Karini di sekolah aku ingin mengenakan baju Bodo, kemudian ibuku memperlihatkan buku pahlawan yang ada gambar RA Kartini, dan menunjukan bahwa Kartini mengenakan baju kebaya dari Jawa kemudian menceritakan mengenai siapa ibu Kartini. Singkat saja menurut versi ibuku, dia seorang wanita cerdas yang ingin selalu bersekolah yang berkorespondensi pada teman Belandanya dan dia tidak mengenakan baju Bodo. Mungkin saat itu yang ingin ibuku sampaikan adalah untuk menjadi cerdas dan berpikiran maju tidak melihat baju apa yang kita kenakan atau dari mana kita berasal.

Ketika usiaku mulai membengkak, dan aku mulai membaca beberapa artikel tentang Ibu Kartini, aku semakin mengerti untuk membuka wawasan mengenai arti emansipasi wanita yang terinspirasi dari Ibu Kartini. Jika kini emansipasi wanita selalu dikaitkan bahwa wanita bisa meraih karir setinggi mungkin sama dengan para lelaki, wanita di Indonesia selalu diingatkan untuk tidak melupakan kodrat sebagai wanita yaitu menjadi pendamping suami dan ibu yang baik baik jika ia punya suami ataupun anak.

Ibuku pernah bilang, aneh ya klo giliran wanita diingatkan untuk kembali ke dapur mereka selalu berteriak, udah ga jaman, ada emansipasi wanita! Eh giliran di bis kota dan ada wanita yang menggerutu karena dia berdiri dengan belanjaan penuh sedangkan di depannya ada laki laki yang dapat kursi dan lekker siten dengan enaknya, pasti lah si wanita sedikit kesal karena itu laki laki bisa duduk dengan enaknya tanpa menawarinya kursi. Ibuku bilang, jangan menyalahkan laki laki yang ga mau memberikan kursinya, ingat kan wanita sama dengan laki laki, tidak usah mengeluh! Itulah sebabnya, walau aku satu satunya perempuan dari 3 lelaki di rumah, kami semua sama, cuci pakaian masing masing, cuci piring siapa saja, dan masak bisa siapa saja. Dan tentu saja ibu selalu mengandalkan ayahku untuk membuat nasi goreng, hehehe. Emansipasi berjalan dengan tertib di rumah orang tuaku.

Dan aku kini telah menikah, pemikiran sudah di mindset dari awal, bahwa posisi suami istri di rumah sama, sama sama boleh mengambil keputusan penting untuk kepentingan bersama, tapi aku tetap bilang pada suamiku bahwa aku tetaplah makmum di rumah ini dan dia adalah nahkodanya alias imam. Dan dia masih tetap tidak mengerti saat aku masih juga selalu mengandalkan seluruh keputusan dan selalu minta pendapatnya. Dan yang lebih ekstrim adalah saat Luk menyatakan pemikirannya, bagi dia (Luc) tak apa jika aku ingin bekerja dan ternyata penghasilanku lebih besar darinya, dan bisa menghidupi kebutuhan seluruh keluarga, maka dia akan diam di rumah dan tidak keberatan mengurus anak anak. Dan jawabanku tentu saja………. No way! Kau harus tetap bekerja sayangku, hahaha.

Berikut aku lampirkan sedikit biografi RA Kartini yang diambil dari wiki, aku harap kalian yang membaca Note ini membaca juga penjelasan dari wiki hingga tamat. 🙂 Dengan harapan, jika sering membaca sepak terjang para Pahlawan maka akan terinpirasi juga untuk lebih mencintai bumi kita Pertiwi dan berusaha untuk tidak terjebak dalam lingkaran sifat korup yang ternyata makin jelas terlihat di depan mata kita.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini

So you guys…..tetap semangat untuk membuktikan bahwa kita termasuk putra dan putri bangsa Indonesia yang konon bangsanya dipuja puja bangsa 🙂

Rotterdam, 21 April 2011

Image

Jl. RA Kartini di kota Utrecht Selain di kota Utrecht, nama Kartini juga dijadikan nama jalan di kota Amsterdam, Venlo dan Haarlem

Image

Patah Hati

Empat tahun yang lalu,

Dengan bangganya Luc mengabarkan padaku bahwa dia memajang fotoku di wallpaper display komputernya di kantor, dan katanya komentar komentar teman kantornya mengenai fotoku membuat Luc senang dan bangga.

Itu cerita saat kami masih dipisahkan oleh jarak Belanda Indonesia (kami sudah menikah di Indo, tapi aku masih tinggal  di Bandung beberapa bulan lamanya untuk mengurus migrasiku, sementara Luc sudah kembali ke Rotterdam)

 

Hari sabtu kemarin,

Cinta dibawa Luc ke kantornya.

Dan cerita Cinta mengenai kantor papanya setelah kembali ke rumah,

Cinta: “Bunda, tadi di komputer papa di kantor ada foto Cinta dan Cahaya”

Aku: “Oh ya? Ada foto bunda juga kan?”

Cinta: “Neeeeee, ga ada!”

 

Saat itu juga aku langsung broken heart!!!

 

 

PS; Salah satu perbedaan atau perubahan antara sebelum dan sesudah kehadiran anak anak!

Perubahan yang lebih membahagiakan tentunya.

Terimakasih Tuhan, atas kepercayaan-Mu menitipkan mereka pada kami, semoga kami dapat menjalankan Amanah-Mu sesuai ajaran-Mu.

 

Image

 

Rotterdam, 24-12-2012

Kenapa Indonesia jauh sekali?

Percakapan sebelum bobo,

Aku: Kenapa Indonesia letaknya jauh sekali dari Belanda?

Luc: Geen idee

Aku: Kalau saja Indonesia letaknya di Maroko, tentunya kita ga terlalu jauh klo pulang kampung

Luc: Maroko juga jauh dari sini, kalo ga naek pesawat kita harus melewati Belgi, Frankrijk, Spanje baru bisa nyampe Marokko

Aku: Ya, setidaknya ga harus 18 nyampe 20 jam ngendon di pesawat, atau misalnya Indonesia ada di Turki

Luc: Turkije juga jauh dari sini

Ya, mesti melewati Belgi, Prancis, Spanyol, Maroko baru Turki ya. Ujarku sok tau

Luc: Haah kok ke Belgi dulu? Ya langsung ke Germany, Hongarije, Romania, Bulgarije en finally Turkije!

Hmmmmm, tetep aja masih jauhan Indonesia. Seruku, sedikit kecewa pada diri sendiri karena ga paham dimana Maroko dan dimana Turki, dikira Maroko dan Turki berdampingan kali?

Dan sekonyong konyong Luc bergumam,

‘Atau kau ingin ke Indonesia pake jalan darat? Oke jadi kita harus ngelewatin Germany, Poland, Ukraina, klein betje Rusland, Iran, Afganistan, Pakistan, India, trus apa lagi ya? mungkin kesananya kamu dah hapal karena dah deket Indonesia.

Aku: Ya, trus Filipina Thailand, Malaysia, Singapur dan horeee Indonesia. Ujarku senang.

Luc: Haaahhhhh! Bukankah Filipijn ada di arah yang berlawanan atau kamu ingin ambil jalur yang lain? Bukankah seharusnya di dekat India ada Myanmar?

Hihi aku tersenyum malu. (Untung gelap)

Aku: Ya, aku mo ambil jalur yang lain, biar melewati benua Amerika jadi nanti bisa melewati Filipina

Luc: Oke, berarti kita harus ke Polen, Finland, Rusland terus ke atas ngelewati Noord Pole, trus ke Canada baru bisa ke Amerika trus……. Yang kita mesti kemana lagi? Tapi kalo harus ngelewati Rusland takut juga, apalagi panjang gitu perjalannanya, kita mungkin ga selamat banyak kejahatan disana hhmmmmmmmmm ngeri. Yang…. Yayang are you still awake?

Aku: Hmmmmm ya ya ya banyak cerita miring tentang menjelajahi Rusia, ga jadi aaahhhh! Kenapa Belanda ga di Surabaya aja, jadi enak kalaupun naek kereta api di Indonesia masih bisa dilalui dengan angka 12 jam, itu juga dah super lambat dan masih bisa pesen nasi goreng di gerbong.

Luc: Yayang you are amazing!!! Hahahaha

Dan tadi pagi aku memutar bola dunia, melihat negara negara yang kami perbincangkan tadi malam.

Luc, you are amazing!!!!

Kamu menyebutkan jalur jalur itu tanpa salah!

Rotterdam, 5 Dec 2011Image

Aku anak Indonesia

Mendengar cerita temanku dan apa yang aku lihat saat aku masih tinggal di Indonesia, mengenai anak anak mereka adalah benar adanya.

Anakku paling suka lassagna.
Kalo dikasih pizza, langsung tandas.
Alhamdulillah anakku lebih suka dikasih spageti daripada indomie, lebih bergizi kan….
Anakku baru makan lahap kalo makan di ….. fried chicken.

Tapi tidak dengan Cinta Cahaya,
Mereka bisa makan lahap klo dikasih oseng tempe.
Paling doyan makan wajit ketan.
Saat disodori chips dan rangginang, mereka akan memilih rangginang!

Hahaha anakku, what kind kid you are?

PS; Saat hatiku resah tak tau apa yang harus kumasak hari ini untuk mereka.
Masa harus tempe lagi?
Tolooonggggggggggggg!

Rotterdam, 15-12-2011

Rapi dan Bersih

Berdasarkan kemampuan motorik tanganku untuk melakukan tugas beberes, rasanya telah aku gunakan secara maksimal. Tapi hasil dari effort yang aku kerahkan tak pernah fantastis.

Meja kaca di ruang tengah selalu saja bergajih walau telah aku bersihkan setiap hari.

Rak buku tetap saja berdebu walau aku bersihkan seminggu sekali.

Dapur tetap saja tak pernah terlihat rapi walau aku berusaha keras menyusun barang dan bumbu bumbu yang ada di dapur.

Kaca jendela masih tampak kusam dan berdebu (karena memang tak aku bersihkan, haha)

Tentang ruang tengah? Wah jangan tanya! Hanya bisa rapi saat anak anak berangkat tidur dan akan kembali ‘fantastis’ di pagi hari saat mereka kembali beraktivitas.

Tapi beberapa hari yang lalu, seorang teman berkunjung, dan komentarnya,

‘Duh teh yayang, dapurnya bersih, aku mah mana sempet bersihin dapur’

Lalu dia ikut menidurkan anaknya di kamar Cinta Cahaya, ‘rapih teh… padahal teteh anaknya dua, aku mah anak satu juga kamarnya ga serapi ini’

Berbekal sanjungan yang luar biasa itu aku meneruskan ucapan temanku pada Luc, dan katanya,

‘Hahhh!’Ucapnya setengah berteriak sambil tersenyum, tapi kemudian ucapnya

‘Mungkin dia salah lihat atau mungkin dia berusaha membuat dirimu bahagia, aahhhhhh so nice, dia menghargai usahamu beberes’

Dan kemarin siang waktu Belanda, aku menelepon ibuku….

Entah dari mana mulanya, percakapan menuju daerah ‘beberes’, hingga terlonta kata kata bangga dariku tentang ucapan temanku mengenai kamar Cinta Cahaya yang rapih.

Dan apa jawaban di ujung sana?

Hanya tawa panjang yang tiada henti, kalau aku boleh mendramatisir mungkin gema tawa ibuku tetap bertahan ditelingaku hingga saat ini!

Ah ibuku yang cantik, my big motivator, pe-support paling tangguh dalam hidupku, yang selalu tabah menerima setiap langkahku dan keputusan gila sekalipun yang aku ambil dalam hidupku, dia tak mampu menerima kamar Cinta Cahaya dikatakan rapih, hahahaha….

Rotterdam, 10-11-12

Doa Ibu

Saat aku bilang pada ibuku,
Aku mohon doa darimu…..
Ibuku menjawab,
Di setiap helaan nafasku ada doa selalu untukmu…….

Kini baru aku sadari setelah belasan bahkan puluhan tahun berselang,
selalu ada doa yang tanpa aku sadari aku panjatkan, bahkan saat aku membaca sekalipun
untuk kedua buah hatiku….

PS. Selalu ingat Yang……. anak dan harta adalah amanat dan ujian bagimu!

Rotterdam, 17-10-2012

Steve Jobs dan Apple komputer pertama kami

Begitu bangun pagi yang pertama di ucapkan Luc adalah …. Steve Jobs meninggal!
Aku hanya mengangkat bahu, siapa dia? Artiskah? Penyanyikah?
Dan begitu aku melihat berita di TV, aku langsung berteriak..hey aku tahu dia, dia kan pendiri Apple, baru aja kemaren kemaren aku dengar di TV dia mengundurkan diri sebagai CEO di perusahaan komputer Apple tersebut. Dan itu benar. http://en.wikipedia.org/wiki/Steve_Jobs

Kembali ke masa kecilku, saat aku duduk di bangku SD mungkin kelas 4 atau kelas 5 SD, dan itu sekitar tahun 1985, ayahku membawa pulang sebuah komputer yang CPU dan monitornya bersatu, juga sebuah joystick persegi yang kokoh. Ayah bilang benda tersebut bernama komputer merk Apple buatan Eropa (hahahha, ayah salah ternyata Steve Jobs dari AS). Ya, komputer tersebut hadiah dari colega-nya yang orang Prancis, dia akan kembali ke Prancis dan membagi bagikan barang barang miliknya termasuk pada ayahku. Tentu saja kami senang, apalagi dia sendiri yang mengajari kami cara membuka komputer dan memainkan permainan ‘Junggle’ yang ada di komputer tersebut, walau kami tak mengerti apa yang diajarkannya dan ayah menerjemahkan apa yang dikatakan si orang Prancis itu pada kami, aku dan kakakku hanya manggut manggut saja berlagak mengerti.

Dan sejak si Apple datang ke rumah kami, barang itulah yang merajai kehidupan kami selama beberapa bulan, teman teman kakakku datang hanya untuk menjajal permainan si Junggle itu, dan mereka rela mengantri demi memelototi screan yang masih berwarna hijau itu, monitor yang belum berwarna.

Kemudian di akhir dekade 80 an, komputer mulai bermunculan beberapa temanku mulai banyak yang punya komputer, tapi tetap aku tak pernah menemui komputer merek Apple. Mereka mulai mentertawakan komputer kuno kami. Dan komputer yang lebih canggih kemudian mulai muncul di rumah kami pula. Si Apple mulai terlupakan dan segera menempati tempat yang jarang kami datangi, berkali kali ibuku menawarkan secara gratis si Apple kepada beberap orang temannya yang sama sama ‘orang teknik’ tapi tak satupun dari mereka yang tertarik untuk membawanya pulang, sehingga suatu hari kami dikejutkan oleh prestasi kakak keduaku. Dia berhasil menjual si Apple kepada seorang temannya seharga 100 ribu! Hahaha, kami terheran heran bagaimana bisa dia menjualnya sementara ibuku yang ingin menghibahkan si Apple tak pernah berhasil? Kami yang terheran heran disambut senyum kemenangan ayahku, sambil tersenyum dia berujar, dia (teman kakakku) orang yang tau barang, beruntung sekali dia bisa dapat Apple ‘dari Prancis’ hanya dengan harga 100 ribu saja, dia orang pintar! Dan langsung disahut jawaban singkat ibuku. Dia tidak beruntung. Ya, kalau saja ibuku tahu ada orang yang menginginkan komputer tersebut tentulah dia bisa mendapatkannya secara gratis dari ibuku. Hahaha.

Dan hari ini, setelah aku dikejutkan oleh pembicaraan awal di pagi hari bersama Luc mengenai Steve Jobs, tak lama kemudian setelah aku membuka FB, banyak status yang ditulis beberapa teman mengenai kematian Steve Jobs, rata rata mereka menulis…. RIP Steve Jobs. Aku tak mengira begitu banyak orang yang mengetahui Steve Jobs, mungkin hanya akulah yang tak mengetahui kehebatan Steve Jobs sebelumnya, hingga hari ini saat aku membaca riwayat hidupnya barulah aku tahu bahwa dia ternyata salah satu orang hebat. Sebelumnya aku hanya tahu Bil Gates (si Raja Microsoft), ternyata masih banyak orang orang yang hebat di bidang perkomputeran. Mungkin kalian kah Steve Jobs Steve Jobs lain? Who knows!

Note: Dengan penuh cinta, Teruntuk kakakku Jerry Sularko, Si penjual Apple seharga 100 ribu! Hahaha

Rotterdam, 6 Oktober 2011

Where is Suriname country???

Waktu aku masih di Sekolah Dasar, setiap aku ke toko Singgalang yang di jl Karapitan, selalu saja aku tidak lupa melemparkan pandangan ke Bola Dunia yang di pajang di etalase toko Singgalang, selalu menarik perhatianku. Pada kali kesekian aku melongok pandanganku ke si bola dunia tersebut, aku memberanikan diri untuk bertanya berapa harga si bola dunia tersebut, dan ternyata menyampai angka yang tidak pernah aku bayangkan.

Aku kecewa tentu saja, tapi bukan Yayang namanya klo ga nyari akal untuk dapat bola dunia, jadi pada kesempatan lain aku ke Singgalang dan ayahku memperbolehkan aku memilih alat sekolah yang aku butuhkan, maka aku memilih penyerut pinsil yang diatasnya dihiasi bola dunia mini, ta apalah masih terlihat lukisan pulau pulau mini di bola dunia tersebut.

Dan saat aku telah bekerja, dan punya uang untuk membeli barang yang dulu impossible aku beli, maka toko pertama yang aku datangi  sebagai penebus cita cita masa kecil adalah Toko buku, aku datang ke Gramedia untuk mencari bola dunia asli seperti yang aku lihat semasa kecil, tapi bola dunia yang aku temui tidak seperti harapanku di masa kecil, yang aku lihat hanya terbuat dari plastik, tidak kokoh seperti yang aku lihat dimasa kecil. Ibuku menyarankan agar aku mencari di toko buku jaman dulu yang ada di Jl. Braga. Dan hingga kini hunting untuk mencari “Globe asli” belum tercapai juga.

Dan kini keinginan untuk membeli bola dunia kembali menggelitik hatiku, gara gara aku ditertawakan Luc karena aku menjawab salah dimana negara Suriname berada.

Sungguh aku baru tau kalau Suriname berada di belahan Amerika Selatan, selama ini aku kira Suriname berada di benua Afrika. Suriname tentu tidak asing bagi kita bangsa Indonesia karena dalam pelajaran sejarah sejak kecil kita tahu bahwa penjajah Belanda membuang tahanan orang orang Indonesia khususnya orang Jawa ke daerah yang dinamakan Suriname, dan karena kini aku tinggal di Belanda dan banyak menjumpai orang Suriname, dari mereka yang turunan Jawa Suriname mereka masih menggunakan bahasa Jawa, bagiku mereka seperti leluhurku (kakek) yang berbahasa Jawa.

Jadi Yayang, jangan sampai salah menjawab lagi, Suriname bukan berada di Afrika seperti yang aku kira dulu. Bukan berada di benua negara Ghana (Afrika) berada. Tapi berada di benua negara Guyana berada (Amerika selatan). Suriname bertetangga dengan Brazil, Guyana dan Venuzuela.

Kelak aku kan membuktikannya sendiri, datang ke negara Suriname dan betul betul memastikan bahwa dia berada di Amerika Selatan, seperti pesan ibuku dulu saat aku bilang bahwa aku belum juga mewujudkan cita citaku sewaktu kecil untuk membeli bola dunia, ibuku hanya menjawab dengan ringan………. jangan khawatir karena belum mempunyai bola dunia seperti yang kamu inginkan, kelak kamu akan menjelajahi dunia yang dulu kamu lihat di etalase kaca benar benar dengan kakimu sendiri! Terbang lah Yayang…… Jelajahi dunia, dimanapun kamu berada, kamu berada di bumi Tuhan.

Terima kasih ibu, untuk selalu menyuruhku terbang.

Rotterdam, 17 April 2011 (dinihari)

Waaaaaawwwww benar benar tepat jam 0.00

Titanic – Antartika – Atlantis, Madagaskar – Afrika, Karibia – Somalia – Columbus

Aku punya mainan baru. Ya, si bola dunia. Bermain main bersama globe ternyata mampu menjawab banyak pertanyaan pertanyaanku dimasa kecil, sekaligus mematahkan perkataan ‘aku kira’ yang ternyata aku kira benar ternyata salah besar.

Seperti ada dimana benua antartika? Kebanyakan tentu akan langsung menjawab ada di kutub selatan. Tapi tidak denganku, aku selalu mengira antartika ada di kutub utara. Dalam pikiranku tergambar jelas antartika ada di atas rusia berdekatan dengan greenland, iceland dan negara negara dingin lainnya. Kemudian memoriku dikaitkan dengan film Titanic saat screan menggambarkan Kate Winslet akan terjun ke air yang diikuti adegan Leornado yang bersiap siap untuk terjun juga, membuka sepatu dan jas nya sambil berkata…. huhh aku tidak takut untuk ikut terjun tapi aku takut pada dinginnya air laut Atlantis……* kira kira seperti itu percakapannya* Mungkin dari film itu juga yang menguatkan pikiranku akan keberadaan benua Antartika yang sangat luas. Ya tentu, tenggelamnya kapal titanic karena menabrak gunung es dalam perjalannya dari Inggris ke New York. dan lihatlah di bola dunia, jalur tersebut hanya lurus saja tanpa benua antartika di atasnya seperti perkiraanku dulu. masih terbingung bingung karena menurutku titanic selalu dikaitkan dengan antartika, yang kemudian memaksaku untuk membaca sejarah tenggelamnya kapal titanic.

http://id.wikipedia.org/wiki/RMS_Titanic

Lucunya setelah jelas membaca tentang sejarah Titanic, aku masih penasaran dengan men-search kenapa aku selalu mengira titanic jatuh di dekat benua antartika dan jawabannya ternyata masih banyak orang yang berpikiran sama denganku, contohnya gambar gambar berikut ini, ada penguin yang hidup di benua antartika sedang berjemur sinar matahari dan disebelahnya berlayar kapal titanic hahaha.

Image

http://www.shutterstock.com/pic-25293511/stock-photo-penguins-sunbathing-in-antarctica-titanic-at-the-back.html

Dan juga judul dari sebuah harian di London ” ‘Titanic’ terror of Britons saved in Antarctic rescue after cruise ship struck iceberg”. Hihihi mungkin penulis harian tersebut mempunyai pemikikiran yang sama denganku (Titanic tenggelam di antartika) atau mungkin juga hanya bermaksud penyelamatan kapal Briton di antarika bagaikan teror titanic, karena sama sama menabrak gunung es.

http://www.thisislondon.co.uk/news/article-23422732-titanic-terror-of-britons-saved-in-antarctic-rescue-after-cruise-ship-struck-iceberg.do

Masih dengan melihat lihat mainan baruku, aku menemukan Madagaskar. Senyum malu kembali menghiasi mukaku. Aku kira Madagaskar betul betul bersatu dengan benua Afrika yang besar itu. walaupun benar berada di daerah di benua Afrika, tapi ternyata Madagaskan hanya berupa pulau saja.

Dari Madagaskar, pencarianku ditujukan dimana lautan karibia berada, hanya karena teringat cerita Si Mata satu, Perompak asal Karibia. Ternyata lautan karibia ada di sebelah bawah florida ke arah barat laut menuju Venezuela di Amerika Selatan. Keberadaan pulau pulau kecil yang disebut kepulauan karibia, memungkinkan para perompak tumbuh subur di daerah tersebut. Karibia yang dikenal juga dengan nama India Barat, pertama dinamai oleh Christopher Columbus yang mengira dia telah mendarat di India, padahal dia telah mencapai di Amerika.

http://en.wikipedia.org/wiki/Caribbean

Dan berbicara tentang para perompak, aku teringat akan berita baru baru ini mengenai perompak Somalia yang baru saja membajak kapal MV Sinar Kudus milik Indonesia. Ingatanku kembali ketahun lalu saat berita berita di Belanda diramaikan oleh bayaknya kapal yang dibajak oleh pembajak Somalia, selalu digambarkan perompak Somalia adalah perompak yang kejam, dan begitu banyak perompak Somalia yang berhasil ditangkap pihak Belanda dan digiring ke penjara Belanda, sebagian dari perompak tersebut merasa bersyukur dan bahagia telah dijebloskan ke penjara Belanda, yang menurut mereka jauh lebih tentram dan nyaman dibandingkan kerasnya kehidupan mereka sebelumnya di lautan.

Saat aku kembali melihat ke si Bola dunia, kenapa banyak kapal yang terjaring perompak Somalia, ternyata karena kapal yang akan menuju Eropa dari arah Asia, akan melewati daerah Somalia untuk memasuki terusan Suez, dan tentu saja setiap kapal yang akan ke Eropa akan melewati Port Belanda terlebih dahulu, dan itulah sebabnya mengapa Belanda disebut Gerbang Eropa.

Dan cobalah baca penjelasan mengenai Perompak Somalia, disitu sudah ditulis lengkap kapal apa saja yang berhasil mereka sandera, dan berita terbaru mengenai MV Sinar Kudus sudah tertulis.

http://id.wikipedia.org/wiki/Perompak_Somalia

Dan masih mengagumi hadiah Moeder dag untukku, saat si Bola Dunia tersebut di sambungkan ke stopkontak, maka bola dunia tersebut akan menyala, bola lampu yang ada di dalam bola dunia tersebut kemudian dapat menampakan garis garis rute perjalanan para penjelajah dunia, seperti Columbus, Tasman, Cook disertai tahun dimulainya penjelajahan hingga berakhir. Cerdik sekali si pembuat bola dunia untuk membuat garis garis rute itu tidak terlihat, metoda yang sama diperlihatkan pada lembaran uang kertas untuk membedakan mana mata uang asli dengan yang palsu.

Terima kasih Luc, karena telah membaca tulisanku ‘Where is Suriname country?’ (tulisanku terdahulu) sehingga dikau tau, betapa aku menginginkan bola dunia seperti impian semasa kecil.

So, saat Luc bertanya, ‘what other country do you want to visit?’ Dan segerombolan jawaban yang diiyakan Luc sambil tersenyum membuatku bahagia.

1. Saudi Arabia (Mecca) for haj

2. Jepang, untuk kedua kalinya, ketiga kalinya……… still the best country ever visit, pokoknya fantastis lah menurutku

3. China

4. India

5. Swiss

6. England

7. South Africa

Dan yang lainnya tidak begitu penting bagiku. Kecuali off course Indonesia, negara dan tempat dimana aku ingin kembali, (liburan setahun sekali tak akan pernah cukup hihihi). Dan semua negara yang aku sebutkan tentu saja ingin aku kunjungi bersamamu my love……….

Image

Rotterdam, 10 Mei 2011