Sepuluh Tahun

Hari jumat tanggal 26 Juli, si kembar tepat berulang tahun yang ke sepuluh. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya yang selalu meributkan tentang membuat pesta bersama teman teman teman sekolahnya, kali ini mereka tidak meributkan tentang pesta bersama teman teman. Hanya Cinta berkata padaku, mengapa saat mereka tepat berulang tahun, kami tidak pernah mengundang orang untuk datang ke rumah, sementara Sophie (anak sahabatku) selalu mengundang kami setiap kali dia berulang tahun, padahal yang diundangnya adalah oma opa dan tante serta oomnya dan keluarga kami karena kami sangat dekat.

Baiklah kalau begitu, karena ini ulang tahun mereka yang kesepuluh, aku merencanakan mengundang teman temanku dihari jadi si kembar, awalnya aku berencana mengundang teman dekat saja, tiga keluarga, makan malam yang istimewa. Tapi dua keluarga tidak ada di Belanda saat hari ultah si kembar. Rencana awalpun dirubah, aku mengundang teman teman yang biasanya kumpul kira kira sebulan sekali setiap jumat siang, kumpulan bapak bapak yang berkumpul makan siang setiap selesai saat jumat. Selain mereka aku mengundang Deny dan Mauren yang aku kenal karena saling berbalas pantun jika mengomentari tulisan kami di blog. Aku juga mengundang temanku dari Amsterdam yang aku kenal sebelum kami sama sama ke Belanda, dia datang terburu buru setelah dia selesai kerja dan menjadi penyanyi dadakan di acara si kembar.

Menurutku acaranya berjalan dengan baik, aku senang anak anakpun bahagia. Lucunya tak ada persiapan ku taart karena aku membuat konsep makan siang saja, untungnya Luc berinisiatif membeli kue taart di supermarket sebelum dia berangkat kerja, oh ya Luc tidak ikut acara ultah si kembar dia harus bekerja, untunglah sebelum para tamu pulang dia masih bertemu dengan para tamu walau hanya sesaat.

Makanan yang aku sajikan, hampir keseluruhan aku yang memasaknya sendiri, masakan Indonesia. Menunya, baso plus kikil dan pangsit. nasi tumpeng dengan isian rendang, kering tempe, ayam goreng, sambal goreng telor dan urap sayuran. Oh ya Mauren membantuku dengan menghias tumpeng tersebut dengan mentimun, terima kasih.

Selain itu aku membuat cendol, asinan bogor, risoles, lumpia, martabak asin, dan putri noong. Aku sempat khawatir makanan tersebut tidak cukup untuk para tamu yang hadir, ternyata makanan lebih dari cukup. Bahkan asinan atau rujak cuka tak ada seorangpun yang menyentuhnya hingga tamu terakahir pulang.

Pada pukul enam sore, aku masih sempat memberi sepiring makanan pada para tetangga kami. Karena kami tinggal di rumah yang baru dibangun, kami menempati rumah secara hampir secara bersamaan, rumah yang sejajar dengan rumah kami membuat App grup sebanyak 7 rumah. Seperti biasanya jika aku akan mengirim makanan aku selalu memberi tahu dulu di App tersebut bahwa si kembar akan berkeliling mengirimkan makanan, karena ada 6 rumah yang lainnya maka aku mebuat 6 piring, salah satu tetangga mengabarkan bahwa dia tidak ada di rumah dan akan berada di rumah dua jam kemudian, dan aku tetap mengirimkan mereka besek tersebut dua jam kemudian. Semua senang dan terutama diriku akhirnya para tetangga bisa mencicipi nasi kuning buatanku, walau aku campur dengan nasi putih karena tidak cukup.

Si kembar yang aku tugaskan menjadi orang yang menawarkan minuman pada para tamu tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Barulah setelah Luc datang ke rumah dia menawarkan minuman pada para tamu dengan seharusnya, dibuatkan teh, kopi, capucinno atau minuman yang lainnya, dan seperti biasanya Luc tidak meberikan para tamu minuman dari gelas plastik seperti yang aku lakukan sebelum Luc datang.

Bagaimana aku bisa memasak semua itu/ Sementara aku bekerja? Aku membuat semua makanan mulai hari rabu malam, dilanjutkan hari kamis sepulang kerja dan baru berakhir pukul sepulah malam. dua hari tersebut adalah hari panas terekstrim di Belanda, bahkan di negara nergara Eropa lainnya. Saat aku melihat perangkat suhu udara yang ada di rumah, aku melihat udara di luar 37 derajat sementara di dalam rumah 28 derajat. Rumah kami tidak mempunyai AC. Yang aku lakukan adalah menutup semua jendela, lumayan di dalam rumah sedikit adem daripada di luar. Setelah memasak seharian yang sangat menguras tenaga di hari yang terik, pukul sepulh malam aku masuk ke bathub dan merendam diri dengan air garam beraroma lavender disana hingga pukul sebelas malam kemudian segera tidur untuk keesokan harinya membereskan dapur dan menata rumah untuk menyambut para tamu Cinta dan Cahaya.

Selamat ulang tahun anakku, semoga menjadi anak yang sholehah, sehat dan bahagia dan tentunya bisa membuat orang bahagia dan menjadi lebih baik.

Advertisements

Berenang bersama lumba-lumba

Sepertinya sudah jadi kebiasaan si kembar, setiap liburan seringkali mengunjungi tempat wisata yang ada hubungan nya dengan air, baik itu kolam renang, aquarium atau pun atraksi binatang air. Nah yang paling sering di kunjungi selain Taman Safari di Bogor (juga pernah di Prigen) adalah zoomarine di Algrave Portugal.

Liburan bulan Mei (mei vakantie) yang baru lalu, untuk kali ketiga si kembar berlibur berdua saja (tanpa orang tua) mengunjungi neneknya di Algarve Portugal. Dan kali ini tentu saja ritual mengunjungi zoomarine tak mereka lewatkan. Ada yg berbeda dengan kunjungan kali ini, mereka berencana berenang bersama lumba lumba.

Keinginan untuk berenang bersama lumba lumba memang sudah ada sejak dulu, namun selalu terhalang oleh batas usia yang telah ditetapkan, umur mereka belum mencukupi untuk berenang bersama lumba lumba.

Tentu saja si kembar bercerita dengan antusias mengenai pengalaman mereka hari itu pada ku via telephone, katanya pengalaman yang begitu menakjubkan, aku ikut membayangkan apa saja yang mereka alami disana. Dan cerita mereka kian jelas saat aku melihat videonya setelah mereka kembali ke Belanda. Durasi berenang dan memberi pengarahan tentang lumba lumba sekitar 30 menit. Mereka terbagi menjadi dua grup, dimana setiap grupnya terdiri dari lima pesarta dengan seorang pelatih lumba lumba. Dan si kembar menjadi peserta termuda, umumnya peserta lain adalah orang dewasa. Mereka diajari bagaimana mengenal lumba lumba hingga memberi perintah dasar.

Harga tiket untuk berenang sekitar 20 menit bersama lumba lumba adalah 135 euro per orang, harga tersebut sudah termasuk flash disc berisi foto dan video kegiatan tersebut, sandal jepit dan handuk bertuliskan zoomarine Algrave.