Rindu Rumah (Overschie)

Baru kemarin malam aku bisa tidur super nyenyak sejak lima hari yang lalu aku menempati rumah baru. Semuanya tiba tiba! Tiba tiba saja Luc berkata tanpa memandangku, tatapannya masih tetap pada layar komputer dihadapannya.

Yayang, kita pindah esok hari. Katanya tenang. Dan aku benar benar terperanjat. Hanya tidur disana selama weekend kan? Senin balik lagi kesini kan? Tanyaku. Tapi penjelasan Luc tidak menyiratkan bahwa kami hanya menginap sementara di rumah baru, tapi untuk selamanya.

Maka pagi itu di hari jumat tanggal 25 Agustus 2017, Luc membereskan peralatan komputernya semuanya di packing termasuk kabel kabel menyebalkan yang tidak aku suka. Tiga monitor super gaban adalah harta tak terhingga bagi dia, belasan hardisc hitam mirip kaset video jaman kuda gigit jari adalah perhiasan Luc. Tentu saja TV juga harus ikut serta karena tanpanya, dia tak dapat menyambungkan komputernya ke TV dimana dia bisa menonton film hiburannya.

Kemudian yang dilakukannya adalah memastikan orang orang yang dapat membantunya esok hari, laki laki dewasa berbadan kekar setelah itu barulah dia menghubungi perusahaan penyewaan mobil untuk menyewa bus khusus.

Dan sambil tersenyum riang Luc berkata lirih padaku, Yayang kita secara official per hari ini telah berganti alamat. Olala ternyata sebelum komputer dimatikan Luc masih sempat mendaftarkan nama kami di gementee baru secara online.

Anak anak bergembira saat aku memberitahukan pada mereka bahwa hari ini kami semua akan tidur di rumah baru, kamar mereka telah jadi sejak beberapa minggu yang lalu, semuanya telah terpasang rapih, tempat tidur, meja belajar dan sebagian mainannya. Sementara aku dan Luc tidur seadanya, di atas matras yang digelar di kamar tamu beserta kotak kotas dus yang telah menghuni kamar tamu ini sejak bulan juli. Kutulisi setiap dus tersebut dengan spidol kecil saja, takut terbaca oleh Luc karena dus pindahan tersebut hanya bertulisan SEPATU! Luc hanya mempunyai dua pasang sepatu saja, jika secara kebetulan dia melihat tumpukan dus sepatu dia selalu menggeleng gelengkan kepala sambil berkata lirih….. Imelda Marcos! Tentu saja ditujukan padaku. Hmmmm saat menyebutkan nama tersebut aku selalu teringat ayahku, karena beliau juga menggeleng gelengkan kepala saat melihat lemari khusus sepatu kepunyaan ibuku sambil menyebut ibuku mirip Imelda Marcos karena sepatu sepatunya yang selalu dijawab ibuku secar telak pada ayahku…. untunglah ayah bukan Marcos. Hahaha.

Dan keesokan harinya tanggal 26 agustus hari bersejarah pun tiba, Luc datang dengan mobil besar pada pukul 10 pagi tak lama kemudian dua rombongan mobil lainnya datang, teman temanku! Satu keluarga dari Venlo! Mereka dalah keluargaku di Belanda.

Sofa diturunkan melalui balkon, dikerek pakai tali. Ya mirip mirip adegan film film barat lah 🙂 untunglah ga ada adegan komedinya. Semuanya lancar. Kloter pertama hanya berisi sofa saja, kloter kedua berisi mesin cuci, pengering, tempat tidur kami yang menurut para bapak sangat menakjubkan beratnya.

Rasanya aku merasa keren sendiri saat melihat Luc mengendalikan bus yang menurutku super besar, tapi hanya sekejap karena aku tertawa terbahak saat aku melihat tetangga sebelahku datang dengan truk kontainer mini (20 feet mungkin), saat itu juga bus yang dikendarai Luc jadi mirip bus liliput, hahaha. Sorry darling tapi rumput tetangga selalu lebih hijau bukan? Kami sedikit bercengkrama tetangga baruku tak menyangka bahwa kami pindah di hari yang sama, karena kami selalu menyebutkan bahwa kami akan pindah pada bulan oktober setelah dapur kami terpasang. Ya kami menempati rumah baru saat ini tanpa dapur!

Empat malam pertama aku tak bisa tidur, berkali kali terbangun di malam hari. Merasa bukan tidur di rumah, tapi seperti di vakantie huis (rumah liburan). Pagi hari, matahari muncul dengan indahnya, sinarnya oranye diantara langit yang putih abu abu, udara segar bercampur bau sapi. Ya kini aku berada di kampung. Ku tinggalkan Rotterdam kota cantik favoritku. Berjuta kenangan ada disana, rumah Overschie! Sebutan untuk rumah lamaku. Yang kini statusnya belum di daftarkan pada makelar, kami sepakat menjualnya tidak disewakan seperti saran financial adviser kami. Ada rasa sesak saat ini, rencana untuk pindah ke rumah baru telah ada sejak dua tahun yang lalu, saat proses pembelian rumah baru dilakukan, namun kini aku merasakan sesak saat harus meninggalkan rumah, aku kira aku masih bisa tidur di rumah lama sesekali, namun sejak komputer ikut dipindahkan Luc selalu menolak saat aku mengajak menginap di rumah lama, termasuk hari ini, aku sedikit merengek ingin tidur disana. Luc hanya tertawa menanggapi rengekanku.

Hari ini aku rindu rumah Overchie! Rindu tukang daging kesayanganku, taman tempat aku piknik bersama si kembar, rindu supermarket Plus. Tempat latihan senam si kembar, tempat menari si kembar oh ya tanggal 9 september nanti mereka masih ada pertunjukan.

Dan untuk mengobati rinduku, aku hanya bisa melihat videonya.

Advertisements