Kinderbedtijd, Jam tidur anak

Tulisan ini terinspirasi dari beberapa celotehan beberapa kenalan kami yang terperanjat mendengar bahwa Cinta dan Cahaya harus siap siap masuk kamar pada pukul setengah delapan. Apakah tidak terlalu awal? Apalagi di musim panas ini dimana jam segitu matahari masih bersinar dengan teriknya.

Bila yang bertanya seperti itu kenalan kami yang orang Indonesia, kami cukup menjelaskan bahwa inilah jam tidur yang normal untuk anak anak seusia si kembar di Belanda. Berbeda dengan sebagaian anak anak di Indonesia yang tidak mempunyai jam tidur, mereka bisa tidur saat mereka sudah lelah. Tentu saja tak semua anak di Indonesia seperti itu, karena aku punya jam tidur yang harus dipatuhi saat aku masih kecil.

Beberapa waktu yang lalu, suami terlibat percakapan dengan kolega kerjanya yang orang Spanyol tentang jam tidur si kembar. Dia keheranan saat si kembar harus masuk kamar pukul 8 malam (setengah jam telat dari waktu biasanya) itupun masih ada tamu pula di rumah. Menurut si kolega keponakan nya yang berumur 6 tahun baru tidur jam 11 malam. Akhirnya Luc mencari tahu jam berapa sih normalnya anak seusia si kembar tidur?

Dari beberapa artikel yang kami baca, ternyata jam tidur mereka telah memenuhi lamanya tidur yang dianjurkan para dokter disini. Dari artikel yang aku baca ini disebutkan pula bahwa kebiasaan dan anjuran para dokter di Belanda tentang jam tidur anak memang berbeda di beberapa negara, ini disebabkan diantaranya perbedaan kebudayaan pula.

Berikut jam tidur anak anak di Belanda berdasarkan usia mereka:

  • Usia 4-6 :  Pukul: 18.30-19.15
  •  Usia 7-8 : Pukul:  19.30-20.00
  • Usia  9-10 : Pukul: 20.00-20.30
  • Usia 11-12  : Pukul: 21.00
  • Usia 12-13 : Pukul: 21.00-21.30
  • Usia 14-15 : Pukul : 21.30-22.00

Walaupun Cinta dan Cahaya sudah harus menghentikan kegiatan mereka pukul 19:30 tidak otomatis mereka langsung plek tidur, pukul segitu mereka ke kamar mandi cuci kaki gosok gigi, walau sebenarnya hanya gosok gigi saja dan pipis. Kemudian setelah ganti baju tidur, Luc segera baca buku dulu buat mereka, mengambilakn minum dan barulah aku datang buat cium dan berdoa. Kira kira jam delapan malam aku dan Luc sudah asyik leha leha di ruang tengah, nonton TV, ngopi, ngobrol atau setrika baju dan beres beres.

Tapi semenjak pulang liburan, si kembar agak susah tidur, ada saja ulah mereka yang bikin aku dan Luc jengkel . Mereka kadang memanggil kami  sehingga aku atau Luc harus datang memeriksa mereka, ternyata mereka hanya minta perhatian saja, berputar putar bertanya ini itu.  Semisal: Bunda, besok bekalnya apa buat di sekolah? Bunda ,tau kan aku dapat stiker dari bu guru hari ini? Bunda, jangan lupa ya besok ke kebun binatang….. Atau tiba tiba mereka mengaduh sakit perut, sakit kaki atau minta dicium sekali lagi.

Sekali dua kali kami  masih mendatangi kamar mereka, mencium sekali lagi atau menenangkan apa yang mereka khawatirkan tapi kemarin malam Luc benar benar murka, saat Cahaya berteriak dari kamarnya memanggil papanya, Luc langsung datang dengan galaknya dan berkata tegas bahwa mereka harus tidur dan tidak boleh memanggil kami lagi, pintu langsung ditutup walau Cahaya mengeluhkan kakinya. Aku mendengar isak tangis Cahaya yang ditahan. Dua puluh menit kemudian aku mengendap ngendap di depan kamar mereka berusaha mendengarkan percakapan mereka, yang kudengar suara Cinta yang menenangkan Cahaya yang sedang terisak,  Cinta berkata… kamu betul betuk kesakitan Cahaya?….. Apakah kamu masih bisa menahannya? ….. Aku sudah berusaha, tapi aku tak bisa, terlalu kuat……….

Ahhhh, ada yang aneh dari suara mereka. Aku mendatangi Luc dan berkata bahwa aku akan memeriksa mereka, Luc tetap melarangku. Akhirnya aku mengurungkan niat untuk masuk ke kamar mereka, dan langsung lanjut ke dapur mengambil air, namun tiba tiba kudengar Cinta berteriak saat aku melewati kamar mereka. Kubuka pintu, kunyalakan lampu dan kulihat Cinta menunjuk ke arah Cahaya.

Cahaya sedang terduduk di tempat tidur, kudengar suaranya yang melemah…. kakiku terjepit tempat tidur. Ah bagaimana bisa? Luc datang saat aku berteriak memanggilnya. Drama sesaat segera berakhir. Kupeluk Cahaya sambil menyusur air mata, keringat yang membanjiri muka dan tubuhnya. Kutenangkan tangisnya. Luc meminta maaf sambil berkata bahwa kejadian hari ini adalah pembelajaran yang harus diingat. Begitupun si kembar mereka meminta maaf pada kami dan berjanji tak akan memanggil manggil kami dari kamar jika bukan sesuatu yang penting. Saat kutinggalkan kamar mereka masih kudengar isak Cinta, kudatangi tempat tidurnya dan bertanya mengapa masih menangis, dia menjelaskan bahwa dia sangat menyesal tidak dapat menolong Cahaya, kupastikan padanya bahwa dialah yang telah menolong Cahaya, jika Cinta tak punya keberanian untuk berteriak, tak mungkin aku akan lari kekamarnya.

So, bagaimana dengan kalian? Berbagi cerita tentang jam tidur si buah hati? Apakah ada drama pula gara gara mereka masih enggan tidur tapi harus segera naik tempat tidur?
12-0AFA70F2-826301-960