Ngopi bareng Polisi – Koffie met een Cop

Akhirnya hari ini terwujud sudah keinginan untuk ngopi bareng Polisi.

Begini ceritanya, beberapa waktu lalu setelah pindah ke rumah baru, secara tak sengaja aku baca pengumuman bahwa setiap rabu terakhir di tiap bulan, penduduk sekitar bisa ngopi bareng di McDonald’s.

Disitu kami bisa bertanya apapun yang berhubungan dengan polisi. Karena rumah kami berhadapan dengan mac Donald, maka hari ini aku mengajak si kembar untuk pergi kesana sebelum si kembar les bernyanyi.

Begitu tau kami akan ke McDonald’s si kembar menolak makan siang di rumah, mereka rela menahan lapar hingga pukul dua untuk bisa makan disana, aku sudah menghitung waktu bahwa kami akan duduk disana kurang lebih 50 menit untuk kemudian langsung ke tempat les dan tiba disana pukul 3 tepat.

Saat tiba disana, sudah ada seorang polisi dan seorang polwan yang tengah bercengkrama dengan sepasang oma dan opa. Kami ikut bergabung. Betul betul santai suasananya. Cinta sibuk mengunyah satu dus ayam nugget berisi 20 buah. Sementara Cahaya hanya memesan burger keju saja. Polisi terkaget kaget melihat Cinta yang terlihat kelaparan.

Aku hanya memesan satu cup kopi saja yang langsung ditawari untuk memcicipi kue yang telah tersedia di meja.

Polisi menanyakan keadaan si kembar di sekolah, mereka bergantian menjawab dengan antusias. Kami mengobrol tentang keadaan di sekitar rumah kami. Apakah kami terganggu dengan kendaraan di jalan besar di depan rumah kami. Aku menjawab bahwa kami justru terganggu dengan wangi kentang goreng yang keluar dari McDonald’s sehingga menimbulkan selera untuk datang kemari.

Saat kami mengobrol, datang keluarga dari salah seorang polisi, istri bersama kedua anaknya. Dari mereka kami tau bahwa biasanya anak anak bisa langsung meminta kentang goreng sementara orang tuanya memesan koffie. Katanya gratis. Aku menolaknya dan berkata bahwa si kembar sudah cukup memesan makanannya. Ternyata setelah makanan mereka habis, si kembar masih melirik kue yang ada dihadapannya, sehingga aku mengijinkan mereka untuk mengambilnya.

Saat kami pamit, polisi tersebut berkata bahwa mereka akan melirik rumah kami jiga kebetulan sedang patroli di sekitar sini, sambil bertanya apakah mereka boleh mampir untuk mencicipi nasi goreng buatanku. Saat kami mengobrol si kembar berkata bahwa makanan favoritnya adalah nasi goreng buatanku!

Pengalaman hari ini langsung aku tulis saat menunggu si kembar les nyanyi.

Advertisements

Green Book

Awal tahun baru ini setidaknya diawali dengan tontonan film  yang mengesankan. Kemarin setelah hari yang melelahkan, sebelum pergi tidur aku masih sempat nonton film Green Book.

Ini film bagus banget menurutku. Film yang menceritakan tentang seorang pianis yang berdarah Afrika- Amerika yang akan mengadakan tur selama dua bulan di tahun 1962 di daerah Selatan Amerika yang pada saat itu masih racist. Don Shirley (pianist) menyewa Tony ‘Lip’  seorang supir merangkap body guard untuk membawanya melalui tur tersebut.

Perbedaan kelas antara Don dan Tony diperlihatkan dengan manis dalam film ini, dan aku dapat melihat humor berkelas disini. Don yang kaya, berpendidikan, rapi dan sopan harus berhadapan dengan Tony yang dibesarkan dari kelas menengah kebawah, dan berkelakuan seenaknya. Hubungan antara bos dan pekerja menjadi kontras karena tidak pas dimasa itu, karena perbedaan warna kulit. Hal yang aneh karena orang kulit putih lah yang menjadi jongos dan kulit hitam menjadi bos nya. Pada masa itu terutama di daerah Selatan hal tersebut adalah hal yang tidak wajar.

Setiap percakapan antara Don dan Tony adalah hal penuh makna yang dapat aku petik sepanjang menonton film ini. Perdebatan diantara mereka menjadi perenunganku setelah  selesai melihat film ini. Ada kata kata Tony yang menyentuh jiwaku, bahwa dia tau siapa dirinya, bahwa dia tau tujuan hidupnya untuk apa. Mendengar penjelasan Tony mengenai tujuan hidupnya, menurutku adalah sesuatu yang benar adanya. Aku tak akan menceritakan apa isi percakapan itu disini, tontonlah  filmnya.

Film ini pada akhirnya menceritakan mengenai freindship, ketulusan, pengabdian dan kasih sayang. Aku berharap film ini bisa dinominasikan sebagai pemenang Oscar, soalnya bagus banget sih!