Karena kalian bukan biji kopi yang buruk

IMG_20180218_133924145[1]

Awalnya kami sekeluarga ingin melihat perayaan tahun baru China Di kruiskade, ternyata perayaan tersebut telah berakhir sehari yang lalu. Akhirnya kami mengelilingi centrum Rotterdam layaknya turis.

Dimulai dari Rotterdam centraal station, begitu keluar tempat parkir mata kami disuguhi jajaran spanduk berisi foto foto wajah petani Indonesia. Ternyata jepretan Sascha de Boer membuat kami terpana (yang pada akhirnya setelah sampai di rumah kami mengunjungi nespresso.com/nl/deboer dan menikmati film perjalanan Sascha di Jawa Barat mengenai perkebunan kopi dan para petani kopi disana, ada lima video).

Dari Rotterdam centraal kami berjalan ke arah Lijnbaan, melewati Beurs hingga akhirnya sampai di Markthall. Menikmati sajian ikan kibeling, sarden, calimary dan lain lainnya di kios Andalus.  Tak lupa dalam perjalan kembali ke tempat parkir si kembar mampir Di kios stropwaffel langganan. Dengan membeli remeh stropwaffel seharga 50 cent mereka berulang kali mengucapkan terima kasih padaku.

Hari minggu yang cerah (karena matahari bersinar terik) membawa kebahagian bagi kami sekeluarga dan juga pensyukuran. Sambil berjalan pulang aku berpikir mengenai tulisan dalam foto tersebut…..  Hidup layaknya seperti salah satu foto Sascha yang memperlihatkan  sekumpulan wanita Indonesia yg sedang menyortir jutaan butiran biji kopi, mereka memisahkan biji yang baik dengan yg buruk. Satu biji kopi yang buruk jika tercampur di dalam sebuah karung akan mempengaruhi semua isi karung tersebut menjadi buruk (aromanya menjadi rusak).

Yayang bersinarlah, karena kau adalah seorang ibu yang sedang berjuang membesarkan dua orang anak yang akan hidup di generasi yang akan datang yang lebih besar tantangan nya. Namun percaya lah nak, kalian akan memberi manfaat yang baik dalam kehidupan kalian dimanapun.

IMG_20180218_133501520[1]

Rotterdam coret, 18 02 2018

Advertisements