Gent

Menyempatkan sedikit menulis di hari terakhir tahun 2014.

Tentang kota Gent di Belgia.
Setelah beberapa kali tak jadi juga untuk mengunjungi kota Gent, akhirnya tanggal 20 Desember 2014 kami berhasil berada disana. Benar benar liburan yang benar benar direncanakan, kami membooking hotel seminggu sebelum keberangkatan dan langsung mengabarkan pada Cinta dan Cahaya yang langsung disambut dengan suka cita oleh mereka.

Dan tentu saja begitu mendengar bahwa kami akan menginap di hotel, mereka langsung berkata apakah naik pesawat? Bolehkan mereka membawa koper?  Mereka sedikit kecewa saat aku jawab bahwa kita akan naik mobil saja. Pertanyaan kedua aku iyakan untuk membuat mereka senang, maka hari itu juga mereka sudah memasukan barang barang yang menurut mereka harus turut serta.

Dalam kurun waktu seminggu menuju hari H, Cinta dan Cahaya tak henti hentinya mengabarkan pada orang yang mereka kenal bahwa mereka akan berlibur, mereka menghitung dengan baik berapa hari lagi mereka harus tidur hingga tiba saatnya untuk berlibur, setiap bangun tidur kata kata yang mereka ucapkan adalah tinggal empat hari lagi tidur, tinggal tiga hari lagi tidur, tinggal dua hari lagi tidur….Hmmmm metoda itu membantu mereka belajar menghitung mundur, ada baiknya juga.

Dan tibalah hari itu, pukul 11 pagi kami sudah meluncur ke arah Gent, kurang lebih satu jam setengah kami sudah berada disana. Udara dingin, membuat kami tak nyaman berlama lama berada di luar.

Tak salah jika banyak orang mengabarkan tota Gent ini kota yang indah, kota ini dikelilingi oleh banyak bangunan tua, diantaranya adalah  gereja. Kota ini adalah kota berpenduduk kedua terbanyak di Belgia setelah kota Antwerpen.

Saat kami menaiki perahu barulah aku mengerti saat mendengar penjelasan  dari guide menjeleaskan dalam empat bahasa, Belanda, Spanyol, France dan Inggris tentunya. Gent adalah kota yang didominasi oleh “tiga menara, juga disebut menara Ghent: dengan tinggi 95 meter menara lonceng bergantung ,  Cathedral Bavo Saint (awalnya Gereja St John) dengan altar yang terkenal Anak Domba Allah dari Jan van Eyck dan St. -Niklaaskerk .

*****
Berhubung di luar sudah ramai kembang api maka dis top dulu ya nulisnya hehehe, kalo ga malas besok besok di edit ulang hahahaha.

Happy New Year 2015,

Selamat menikmati foto foto di Gent ini

naik korsel

naik korsel

IMG_20141220_185950389[1]IMG_20141220_164050259_HDR[1]IMG_20141220_155210153_HDR[1]IMG_20141220_162842422_HDR[1]

Vlees huis Vlees hangen te rijpen

Vlees huis
Vlees hangen te rijpen

IMG_20141221_115941154[1]IMG_20141221_120128742[1]IMG_20141221_120407901[1]IMG_20141221_131605273_HDR[1]

Donat vs Oliebol

Dari kemarin anak anak sudah merengek rengek ingin membuat cup cake, berhubung mereka hanya suka membuatnya saja dan tak mau memakannya, aku memaksa mereka untuk mengurungkan niatnya membuat cup cake dan mengganti dengan membuat donat saja.

Bercerita tentang membuat donat kentang adalah obsesiku sejak kecil. Aneh ya? Semuanya terinpirasi sewaktu aku kelas lima SD dulu, aku mempunyai teman yang ibunya bisa membuat apa saja. Sampai suatu hari beliau membuat donat yang super lezat, saking lezatnya aku berkali kali menceritakan pada ibuku bahwa donat yang dibuat ibunya Rini itu terbuat dari kentang, aneh kan? Kata ibuku ibu temanku itu memang hebat dan ibuku berharap suatu hari nanti aku bisa  membuat donat kentang seperti buatan ibunya Rini itu, padahal saat itu aku berharap ibuku mau membuatkannya untukku. 🙂

Dan siang ini sibuklah kami bertiga membuat donat kentang, dengan bahan bahan sbb;
* 300 gr kentang, kupas, rebus
* 500 gr tepung terigu
* 100 gr botter
* 50 gr susu bubuk
* satu sachet ragi instan
* 1/2 sendok teh garam
* 4 butir kuning telur
* 100 ml susu cair

Nah sekarang cara buatnya;
Kentang, botter, susu cair dan kuning telur disatukan dalam baskom dan langsung dihancurkan bisa menggunakan alat penghancur untuk membuat aardapel pure atau pakai mixer. Di baskom lain satukan tepung terigu, ragi instan, garam dan susu bubuk aduk sampai rata, kemudian satukan dengan bahan kentang tadi, uleni sampe kalis. Kemudian diamkan kira kira 10 sampe 15 menit.

Setelah itu bagi bagi berbentuk bulat, dan lubangi menggunakan telunjuk, langsung goreng saat itu juga. Dan tralaaaaaaaaa jadi lah donat buatan Cinta dan Cahaya yang lebih menyerupai oliebollen daripada donat donat cantik yang banyak di jual di Indonesia.
PhotoGrid_1419961230254[1]

Secara kebetulan aku membuka FB dan disitu sudah ada gambar donat cantik buatan Dira dan Mufid, kakak adik yang seumuran Cinta dan Cahaya juga. Tercengang kok bisa kompakan sih? Padahal kan lain negara, hihihihi. Hanya yang membedakan buatan mereka donatnya cantik, ternyata saudara saudara donat buatan mereka adonannya digiling dulu, kayak bikin pizza gitu, trus dicetak pake gelas untuk bolongnya dilubangi pake tutup air mineral. Oalala pinter banget sih mamanya Dira. Okelah kalau begitu, lain kali kita pasti membuat donat dengan trik cerdas ala mereka! Terimakasih ya ilmunya.
FB_IMG_1419960966859[1]

Nah berhubung untuk membuat bolongnya dicetak dari tutup air mineral, jadi ada donat mini yang tercipta, bulat bulat mirip oliebollen, bercerita tentang oliebollen, oliebol adalah makanan khas di Belanda yang muncul pada akhir tahun saja, oliebollen akan ada memeriahkan malam pergantian tahun baru, herannya begitu tanggal satu january tiba, gerobak oliebollen itu akan menghilang juga. Biasanya satu buah oliebol akan dijual seharga satu euro, di daerah kami untuk pembelian 5 euro maka akan ada bonus satu olliebollen. Di tempat lain jika membeli 10 oliebollen maka cukup membayar 9 euro saja.

Apa sih istemewanya oliebol? Menurutku sih biasa saja, hanya tepung terigu dicampur air trus digoreng, trus ditaburi gula tepung, persis donat lah. Hanya donat lebih cantik dari dalam segala hal, cantik dan rasa. Tapi begitu banyak orang lho yang merindukan oliebollen, contohnya Luc! Setiap lihat kram olliebol kesannya pingin mampir saja, walaupun kram kecil yang ada di Praxis saat kami kebetulan belanja disana dua minggu lalu, komentar Luc kasihan ga laku…..  mari kita beli, padahal sih pengen oliebol hahaha.

IMAG0888

Penampakan oliebol krenten yang dijual disini

FB_IMG_1419962016673[1]

Foto kram oliebol tahun lalu ( tahun 2013)

Oh ya setiap tahunnya ada kontes tentang si oliebol ini, olliebol mana sih yang paling enak? Hasil dari AD Oliebollentst 2014 pemenangnya adalah olieballen dari kota IJsselstein, nilainya 10.
http://www.ad.nl/ad/nl/12107/tests/integration/nmc/frameset/varia/oliebollentest_2014.dhtml
http://www.ad.nl/ad/nl/12107/AD-Oliebollentest-2014/index.dhtm

So, kalian bakal pilih mana, donat atau oliebol? Aku sih lebih suka donat. Tapi lain lagi dengan Cinta dan Cahaya, begitu selesai membuat donat hari ini, mereka secara serempak bertanya padaku sambil merayu…. Besok kita bikin cup cake ya Bunda…..

Walah tahun baru, bikin cup cake?

Selamat Tahun Baru 2015 temans….. Semoga di hari mendatang lebih membawa kebahagian dan kedamaian buat semuanya……

Desember ceria

Ada apa di bulan desember?
Tentu saja Sinterklaas untuk Cinta dan Cahaya yang jatuh tanggal 5 desember.
Sedangkan untukku adalah acara amal 3FM Serious Request yang tahun ini diadakan di kota Haarlem dan memecahkan rekor dibandingkan tahun tahun sebelumnya yaitu sebanyak 12.380.438 euro yang diperuntukan bagi anak anak perempuan dan wanita korban kekerasan seksual di daerah konflik (perang).

Aksi tiga DJ yang dikurung selama 6 hari dalam rumah kaca tanpa makan hanya minum saja (minum aneka juice multi vitamin) selalu mengundang perhatianku. Selalu ada cerita menarik dalam tayangan itu.
http://translate.google.nl/translate?hl=en&sl=nl&u=https://www.haarlemmarketing.nl/serious-request/&prev=search

Dan untuk Luc acara TV kesukaan yang biasanya disiarkan pada malam natal dan bulan January adalah all you need is love. Tayangan yang mempertemukan orang orang terkasih untuk berkumpul di hari natal, mereka adalah pasangan atau keluarga yang terpisah jauh. Tentu saja acara ini selalu mengharu biru, dan aku selalu mengeluarkan air mata jika melihat acara ini, huhuhu. Soalnya selalu ingat ayah dan ibu yang tinggal jauh, sambil berangan angan…. andai aku juga diberi kejutan dalam suasana yang gembira dengan mereka, ongkos dan hotel dibayarin sponsor uhhhh senengnya.
http://www.rtl.nl/all-you-need-is-love-kerstspecial/#!/

Nah setelah acara yang mengharu biru itu dimalam natal, kebiasaan yang dilakukan banyak orang Belanda di hari natal adalah berkunjung ke rumah orang tuanya. Juga bagi mereka yang menikah campur seperti aku ini. Nah berkunjung ke rumah orang tua di hari natal tentu saja tidak bisa kami lakukan karena kedua orang tua kami tidak tinggal di Belanda. Kami tidak merayakan natal karena kami muslim, setiap hari natal kami terkurung di rumah karena pertokoan tutup dan tak ada keluarga yang dapat kami kunjungi. Tapi beberapa hari sebelum natal tiba, Luc merencanakan membuat gourmetten secara anak anak sudah mulai besar dan dapat lebih lama duduk di meja makan.

Semuanya sudah siap, hari rabu kita sudah belanja untuk keperluan gourmetten, namun tiba tiba malam hari menuju hari H, seorang teman menelepon untuk berkumpul di rumahnya di hari natal. Dia bilang let’s make fun in Chirstmast. Maka berkumpulan kami enam keluarga yang tak punya keluarga untuk di kunjungi di hari natal rame rame membuat Turk pizza.

Heboh, tentu saja! Yang paling seru adalah karena anak anak kami ikut nimbrung juga, sementara para suami mentertawakan kami saat melihat kami yang duduk di lantai beralaskan plastik sampah sibuk membuat adonan pizza. Mereka bergidik melihat kelakuan kami, sambil sesekali mereka menyangsikan apakah pizza yang kami buat higienis? Hahaha, entahlah! Tapi yang jelas pizza yang kami hasilkan benar benar lezat, sampai samapi Cahaya bilang super lekker!

Dan kegembiraan di hari natal betul betul komplit, kami makan banyak – nasi-baso tahu-pizza, tertawa over dosis dan tentu saja saling bercerita dengan penuh cinta.

Esok harinya, barulah acara gourmet dilaksanakan. Cinta dan Cahaya membantu menyiapkan meja dengan penuh suka cita. Walau kalah heboh dengan acara kemarin tapi kebahagian luar biasa begitu aku rasakan.

Dan seperti natal sebelumnya, di hari itu banyak di dinding Fb dihiasi oleh aneka ragam gourmetten di meja masing masing dan oh ya khusus hari ini dinding FB juga dihiasi postingan salju pertama di tahun ini di Belanda.

Tak mau kalah dengan teman teman FB, akhirnya akupun menulis tentang gourmetten dan salju, khusus di blog saja, hehehe.

Bagaimana dengan hari natal di daerah kalian? Apakan gourmetten juga?

Turk pizza

Turk pizza

Gourmetten

Gourmetten

Salju  pertama di tahun 2015

Salju pertama di tahun 2015

Tikus Autis

Obrolan pagi ini, diambil dari bacaan wajib Luc (Science Daily) ….

Luc: Percobaan terhadap tikus autis menjadi normal kembali telah berhasil

Aku: So?

Luc: Ya, sebentar lagi para dokter bisa menyembuhkan orang autis jadi normal alias ga autis lagi

Aku: Maksudku dari mana mereka tahu bahwa tikus itu autis?

Luc: Please Yayang… adakah pertanyaan lain yang lebih normal?

Hihihi, setidaknya harus ada yg bertanya pertanyaan itu kan? Darimana para ilmuan itu tau bahwa tikus yang jadi percobaannya adalah tikus autis?

Emangnya si tikus bisa masak seperti di film Ratatouille?

Rotterdam, 25-11-2012

Dalam hitungan menit berada di tiga negara

IMG_11770467442734[1]

Jalan jalan kemaren sungguh mengesankan. Kami pergi ke puncak tertinggi di Belanda dimana puncak tertinggi tersebut berada di gunung Vaals (Vaalserberg).

http://en.wikipedia.org/wiki/Vaalserberg

Tak banyak yang aku ketahui sebelumnya tentang Vaals, aku hanya diajak seorang teman untuk naik kereta api ke kota Maastrich setelah itu perjalanan akan dilanjutkan ke Vaals dengan menggunakan bus. Aku hanya menyetujui saja sambil berkata aku akan membawa Cinta meloncong ke Vaals. Tapi begitu kagetnya aku setelah check and recheck di internet dari Maastrich saja perjalanan sampai halte bus Vaals akan memakan waktu 52 menit, tak terbayangkan harus berangkat jam berapa dari Rotterdam dan kembali memperhitungkan pukul berapa aku akan kembali ke rumah. Di musim gugur berpergian seharian menggunakan kendaran umum dengan menuntun anak balita sungguh sesuatu sekali pikirku.

Maka tralaaaaaaa aku meminta Luc untuk menemaniku dengan persiapan jawaban yang mungkin tak sesuai dengan keinginanku. Tapi ternyata dia bersedia. Dan senyumku mengembang senang. Lebih terkaget kaget lagi karena aku mendapati tiga temanku disana, karena menurut komunikasi yang singkat sebelumnya aku hanya tahu akan ada dua temanku disana. Dengan tertawa tawa karena kaget dan senang maka mulailah rombongan yang kini berjumlah 7 orang (termasuk Luc, Cinta dan Cahaya) mulai menyusuri pusat kota Vaals.

Disana ada rotonde (jalan berupa lingkaran atau lebih dikenal bunderan) dengan papan penunjuk berbagai arah. Jika kau ambil jalan ini maka kamu ada di begara Jerman, jika kamu ambil arah yang lain kamu akan berada di Belgia, dan tentu saja rotonde itu berada di Belanda.

Dari pusat kota Vaals dengan mengendarai mobil Luc yang mungil yang berkapasitas lima orang saja dengan mantra sim salabim, kini mobil itu mampu mengangkut manusia sebanyak tujuh orang. Entahlah dari mana ide itu muncul untuk menumpuk tujuh orang dalam mobil mini kami, tapi yang jelas kami sudah berada di puncak tertinggi negara Belanda, di gunung Vaals, dimana titik tiga negara berada.

http://nl.wikipedia.org/wiki/Drielandenpunt_(Vaals)

Dan jika kalian ingin mencoba tersesat di labirin, cobalah datang ke Vaals antara 1 april hingga 1 november, karena waktu tersebutlah labirin dibuka untuk umum dengan harga tiket 5 euro untuk orang dewasa dan 4 euro untuk anak anak.

Sebaiknya saat kalian berencana ke titik tiga negara di Vaals, usahakan menggunakan mobil pribadi, karena untuk mencapai kesana jika mengandalkan kendaraan umum akan memakan waktu yang lama. Dan ternyata datang ke gunung di musim gugur, maka kalian akan disuguhi pemandangan yang fantastis. Daun daun berwarna warni, kabut yang turun tipis tipis dan dinginnya udara segar di pegunungan menambah suasana hati dalam misteri yang yang nyaman.

Berikut gambar gambar yang berhasil diabadikan seorang teman kami, terimakasih  my beautiful Sukanda untuk semua foto fotonya!

Selamat menikmati pemandangan musim gugur, dan segera agendakan untuk mengunjungi Vaals. Salam musim

Rotterdam, 17-11-2013

Tanda disinilah puncak tertinggi negara Belanda. Bukit setinggi 322,5 meter

Tanda disinilah puncak tertinggi negara Belanda. Bukit setinggi 322,5 meter

IMG_11863452798613[1]Papan nama memasuki permainan LabiryntIMG_11872774621242[1]IMG_11886074585498[1]IMG_11958730135825[1]IMG_11921888127182[1]IMG_12014958917685[1]IMG_13436169359154[1]IMG_13557258218670[1]IMG_13653313457799[1]IMG_13675598535810[1]IMG_13720449623581[1]IMG_13732979135296[1]IMG_13789882502614[1]IMG_13376362480834[1]

Candu

Begitu bangun pagi, ada dia yang menunggu untuk dibuka, atau tepatnya aku yang antusias ingin segera menemuinya.
Diantara jam jam bermain Cinta dan Cahaya, dia juga ikut menemani.
Bahkan setelah suamiku pulang, aku terkadang masih menoleh noleh si dia, berusaha melihat perkembangan terkini tentangna.

Sialnya begitu aku tidur, aku bisa terbangun gara gara mimpi ada sebuah jempol yang muncul!

Dam! Hampir empat tahun sudah aku kena candunya……

Mark Zuckerberg……. mengapa dikau membuat candu itu……

Rotterdam, 19 Oktober 2010

Ppffffffff itu dulu lho!!!! Sekarang? 😉

Bahasa Indonesia

Sejak si kembar dalam kandungan, ibuku mengingatkan agar aku berjanji untuk mengajarkan bahasa Indonesia pada anak anakku. Tentu saja aku berjanji padanya, karena aku pun sepakat dengan Luc bahwa Luc akan berbahasa Belanda dengan anak anak sedangkan aku akan berbahasa Indonesia dan boleh ditambahahi bahasa Sunda jika berbicara dengan anak anak.

Ibuku khawatir, jika beliau tak bisa berkomunikasi dengan cucunya sendiri. Ibuku tak mau kasus yang menimpa temannya terjadi pula pada dirinya. Anak teman ibuku itu tinggal di Amerika dan cucu cucunya sama sekali tak bisa berbahasa Indonesia. Ibuku bilang berbahsa Inngris masih mending, banyak orang bisa berbahasa Inngris termasuk ibuku juga, tapi rasanya tragis sekali jika orang yang masih ada darah Indonesia tak bisa berbahasa Indonesia sama sekali dan lebih tragis lagi, saat teman ibuku itu bercerita tanpa sungkan bahkan terkesan sedikit bangga bahwa cucunya hanya berkomunikasi dalam  bahasa Inggris saja.

Dengan berjalannya waktu ternyata kemampuan bahasa Belandaku sangatlah lambat. Aku tak banyak berhubungan dengan orang Belanda, Luc tak mempunyai familie disini, sedangkan teman teman dekatnya yang biasa berkunjung, sejak pertama mengenalku selalu menggunakan bahasa Ingrris jika berbicara padaku karena aku tak lancar berbahasa Belanda. Jadi rasanya sangat mudah untukku untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia pada si kembar.

Tapi tak begitu kenyataannya. Aku orang yang tak mudah untuk berkomunikasi termasuk pada anak anakku sendiri. Jika aku sering melihat ibu ibu yang lain pada bayinya bercerita apa saja bahkan di bis sekalipun, aku tak begitu.

Kemudian saat usia anak anak 6 bulan, aku dipertemukan dengan sahabat sepupuku. Jaman dulu kala saat aku masih SD, aku sering melihat dia datang ke rumahku bersama sepupuku, kala itu aku tak begitu mengacuhkannya, karena usia kami yang berbeda, aku masih kecil sedangkan mereka sudah bekerja.

Bertemu di Belanda, menjadikan di seperti kuanggap keluargaku sendiri. Dari dia aku tau bahwa aku harus selalu bercerita dengan bayiku, apa saja yang aku kerjakan sebaiknya diucapkan juga secara lisan. Misalnya jika aku sedang memakaikannya baju, maka aku harus mengucapkan juga secara lisan tahap tahap memakaikan baju tersebut dengan bahasa Indonesia. Pesan dia padaku, selalu gunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah dengan anak anak, kelak jika mereka sudah bertemu dengan dunia luar, bahasa Belanda akan mudah mereka pelajari. Masih ucapannya juga nanti jika aku banyak mengenal orang Indonesia di Belanda maka aku akan ‘takjub’ bahwa kebanyakan dari mereka anak anaknya tak fasih berbahasa Indonesia.

Mengapa begitu? Masih penuturannya juga bahwa orang Indonesia yang menikah dengan orang Belanda entah mengapa kebanyakan dari mereka seakan gengsi jika berbahasa Indonesia di depan umum dengan keluargannya, even bahasa Belandanya ancurpun mereka tetep berbahasa Belanda.  Mungkin dari situ ada juga sisi positif yang dapat diambil, jika dibandingkan negara pendatang yang tinggal di Belanda, orang Indonesia termasuk pada kelompok yang menurutku mudah beradaptasi dan dapat berbahasa Belanda dibandingkan kelompok pendatang lainnya.

Dan kini, hal hal yang dikhawatirkan ibuku dan dibicarakan sahabat sepupuku itu, terjadi pada kami. Aku dan Luc masih belum bisa melihat hasil yang kami terapkan pada Cinta dan Cahaya untuk berbahasa Indonesia denganku, mereka masih menjawab dengan bahasa Belanda.

Ternyata sulit sekali untuk konsisten  berbicara bahasa Indonesia dengan si kembar, terlebih lagi sejak dua tahun yang lalu sekolah bahasa Belanda, aku sendiri mendisiplinkan diri untuk selalu berbahasa Belanda dengan Luc. Konsistensi untuk selalu berbahasa Indonesia dengan anak anak ternyata tak semudah teori yang diajarkan beberapa teman, kesulitan itu juga yang diceritakan teh Dewi yang tinggal di jerman di blognya.

Ada perasaan iri saat melihat Calista berbahasa Spanyol dengan lancar pada Claudia (ibunya), Cali seumur dengan si kembar dan kami selalu rutin bertemu setidaknya jika si kembar berulang tahun atau Cali berulang tahun. Claudia mengajarkan padaku jika si kembar menjawab dalam bahasa Belanda maka aku harus pura pura tak mengerti, dan harus mengulai jawabannya dalam bahasa Indonesia. Nasihat itu pernah aku coba tapi tak berhasil.

Kini kami berempat bersepakat, jika aku menggunakan bahasa Belanda pada si kembar maka aku akan menerima hukuman. Pertama yang harus didisiplinkan adalah aku sendiri, jika aku sudah disiplin maka akan tiba saatnya untuk si kembar untuk menerima sanksi jika berbahasa Belanda denganku.

Dan tahukah kalian, sanksi apa yang harus aku terima jika berbicara bahasa Belanda pada si kembar? Aku harus duduk di tangga, tempat dimana biasanya Cinta Cahaya harus duduk disitu jika mereka berbuat nakal. Kesepakan itu ternyata membantuku untuk konsisten berbahasa Indonesia dengan si kembar, karena jika aku mengeluarkan kata kata Belanda dari mulutku, mereka langsung mengingatkan, itu bahasa Belanda bunda, dan mereka akan langsung menunjukkan tangga dimana aku harus duduk disitu, yang kemudian mereka sendiri yang menyuruhku untuk melupakan tangga tersebut sambut tertawa, kami maafkan, serunya, jangan diulangi lagi ya….. Hahaha, dasar bocah.

Menurutku perkara tidak bisa berbicara bahasa Indonesia bagi Cinta dan Cahaya adalah perkara yang serius. Aku akan bangga jika mereka fasih berbahasa Indonesia. Seperti pengalamanku beberapa waktu yang lalu, saat aku di Maastrich dengan beberapa kawan Indonesia, kami sedang memelototi jadwal kereta api, kebingungan karena harus mengikuti rute yang lain, ternyata ada perubahan jadwal dan rute karena sedang ada perbaikan disana sini. Seorang gadis muda yang aku tebak pasti berdarah campuran datang memberi anjuran sebaiknya rute apa yang sebiknya aku kami ambil untuk kembali ke Rotterdam, dia berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang fasih dengan logat ala Cinta Laura. Di dalam kereta aku masih terkesan dengan sikap gadis itu yang sangat sopan dan datang membantu kami tanpa diminta lebih dulu, ah gadis yang tak akan kulupakan celotehku pada temanku saat kami berbicara di dalam kereta api. Temanku menjawab sambil lalu…..mungkin ibunya dirumah mendidik anak itu dengan tepat, sehingga dia bisa berbicara bahasa Indonesia selancar itu disertai sopan santunnya yang konon menurut nenek monyang kita bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah taman dan santun. Aha, betulkah?

Aha, bunda kena setrap karena ngomong bahasa Belanda pada anak anak.

Aha, bunda kena setrap karena ngomong bahasa Belanda pada anak anak.

Stout stoel (Kursi nakal alias kursi hukuman)

Sudah sebulan ini kami menempatkan kursi hukuman untuk Cinta dan Cahaya jika mereka nakal atau terlalu menjengkelkan. Setelah berdiskusi cukup alot dengan Luc, akhirnya kami sepakat untuk membeli satu kursi makan dgn alasan kursi tersebut cukup aman karena ada tali yang mengikat  di pinggangnya, sehingga mereka tidak jatuh dari kursi jika mereka meronta berusaha untuk melepaskan diri.

Problem pertama muncul saat kami membeli kursi tersebut, kursi hukuman yang kami beli sama persis dengan kursi makan yang mereka punya sebelumnya, dengan membuka meja yg tersambung di kursi makan tersebut, kami berharap semoga mereka tidak merasa akan makan jika kami mendudukannya di kursi tersebut.

Problem kedua adalah saat kami akan menempatkan dimana kursi tersebut harus berada. Luc bilang harus ditempatkan di tempat yang membosankan, karena rumah kami kecil, hampir seluruh ruangan dapat kami jelajahi dengan mudah, maka tak ada pilihan lain kursi tersebut akan ditempatkan di hall antara dapur dan kamarnya. Kursi tersebut harus dihadapkan ke tembok (biar boring), sialnya tembok di hall semunya terdiri dari cermin, lucunya saat Cinta pertama kali ditempatkan disitu dia malah memonyong monyongkan mulutnya, kemudian menggerakan tangannya dan menarilah dia sambil memandangi dirinya dengan takjub di depan cermin hahaha. Penyimpanan di hall gagal total. Para tersangka kenakalan menikmati hukumannya, itu tidak boleh terjadi! Dihukum tujuannya adalah untuk membuat jera dan tidak mengulanginya.

Dan sekarang kursi hukuman kami tempatkan di kamarnya, menghadap ke jendela, dengan jendela ditutup sehingga mereka tidak bisa menikmati pemandangan di luar, mematikan lampu dan menutup pintunya.

Beberpa kali pertama aku miris mendengar teriakannya ingin keluar, sementara kami diam di ruang tengah dan anak yang tidak dihukum kadang menarik tanganku untuk melihat saudara kembarnya yang sedang dihukum. Tapi sekarang tidak lagi, kejadian lucu terjadi kemarin saat Cinta nakal dan aku menempatkannya di kursi nakal, Cinta tetap tidak berhenti menangis, kemudian Cahaya datang, biasanya dia seperti menghibur saudaranya yang sedang dihukum, tapi tidak hari kemarin, Cahaya ber bla bla bla memakai bahasa bayi seperti biasanya sambil mengangkat telunjuknya ke arah Cinta, persis seperti Luc saat memarahi mereka.

Dan kini kursi tersebut cukup menolongku untuk mendisiplinkan mereka, mereka tidak lagi melemparkan mainan atau makanan sembarangan, saat mereka menangis dan tak mau berhenti, kami tinggal menyimpannya di kursi nakal tersebut, tak lebih dari lima menit saat kami angkat kembali, mereka langsung menghentikan tangisnya dan kembali bermain dengan riang gembira.

Pernah berpikir, apakah kami terlalu keras pada mereka? Apakah terlalu dini memberikan hukuman untuk mendisiplinkan mereka? Mereka belum dua tahun belum mengerti bahwa apa yang diperbuatnya salah tak pantas rasanya menghukum mereka yang tak tahu, tapi ternyata setelah disimpan di kursi nakal (kami menyebutknya begitu) mereka mengerti dan berusaha tidak mengulanginya. Dan setidaknya dengan ditempatkannya para tersangka di kursi nakal membantu turunnya amarah kami, hal itu juga yang dituturkan Luc (karena dialah yang paling sering menempatkan anak anak di kursi nakal)…. kursi itu membantu padamnya amarahku dan hasilnya mereka lebih berdisiplin dan mengerti. Oh anak anakku…….we really love you, semoga kami tidak salah langkah menempatkanmu disana, cuma sesaat kan sayang……..

Rotterdam, 9 Juni 2011

Cinta di kursi nakalCinta di kursi nakal

Hey kamu ketahuan………

Setelah woman go out beberapa minggu yang lalu akhirnya topik yang kami perbincangkan kala itu menimpa diriku!

Menyembunyikan hasil shoping dari salah satu anggota rumah (baca: suami!)
Jika para prilaku ‘kriminal’ tersebut biasanya bisa melenggang bebas dan sukses menyembunyikan hasil belanjaan mereka, ternyata tidak dengan diriku, aku ketahuan………….

Seminggu yang lalu, di suatu pagi yang cerah sebelum Luc berangkat kerja dia memperlihatkan satu buah sepatu baru ke arahku sambil tertawa tawa.

Dengan sumringah aku berseri seri, wow suprise kado untukku? Tapi kok setelah ditilik dengan seksama aku sedikit mengenal sepatu tersebut.

Ya Tuhan, itu sepatu yang aku beli beberapa bulan yang lalu tanpa setahu Luc, tapi kala itu aku langsung membuang dusnya dan menyimpannya di koper yang aku persiapkan untuk dibawa ke Indonesia, tapi saat aku packing koper sebelum berangkat aku mengeluarkan sepatu itu karena tidak muat dan barang lain yang lebih penting harus masuk ke koper, maka terlupakanlah sepatu tersebut.

Masih tersipu sipu aku tak menghiraukan Luc yang terus menggodaku.
Sedikit heran kenapa aku tak pernah sukses jika menyembunyikan sesuatu?

Tersenyum geli sangat ingat ‘women talk’ tempo hari, umumnya mereka atau kami suka shoping tanpa sepengetahuan pasangan masing masing, kemudian langsung menyembunyikan barang belanjaan kami dan baru memakainya di kemudian hari sehingga saat pasangan kita bertanya, itu baju/tas/sepatu baru kita bisa menjawabnya dengan jujur…ah kan udah lama belinya, kamu lupa ya? Hahaha dalih yang sempurna.

Menurut temanku walau uang yang digunakan adalah uangnya (mereka pada umumnya bekerja) tapi tetap saja merasa bersalah dan tidak percaya diri jika sampai tahu pasangannya bahwa mereka (termasuk aku) berbelanja.

Mungkin perasaan itu muncul karena pasangan kami selalu mengingatkan jika kami berbelanja yang tidak perlu. Sepatu lagi, baju lagi, tas lagi! Sedangkan mereka tidak pernah belanja barang barang tersebut sesering kami.

Phhhhhhhhhuuuuuuuuuuh mereka lupa bahwa kita (wanita) berbeda  dengan para lelaki tersebut!

Di hari itu juga, saat Luc sudah berangkat kerja, aku mengirim email padanya, menumpahkan kekesalanku jika sebenarnya aku ingin membeli sesuatu tapi terkadang sungkan padanya dan memilih berbelanja sendiri sehingga bebas hunting sana sini sambil tidak lupa mengingatkan padanya bahwa aku istri yang tahu diri (hahaha) dan bukan type istri yang menghamburkan uang suaminya, jadi kau jangan khawatir sayang hahaha… dan email tersebut aku akhiri dengan kalimat… love you my police shoes.

Belum dua menit email tersebut aku kirim aku sudah mendapat balasannya,  hanya emoticons bergambar kepala ngakak sampe guling guling kemudian dua gambar sepatu perempuan dengan hak tinggi bertulisan police call 911 dan stiker bertulisan shoe police yang bikin aku ngakak, untungnya tidak sampe terguling guling seperti emoticons yang dikirim Luc.

Dan kemarin aku cheat chat dengan ibuku hampir dua jam lamanya hingga kuping kami panas dan salah satu topik yang membuat kami terbahak bahak adalah mengenai akal bulus wanita menyembunyikan hasil shoping mereka dan trik trik jitu lainnya agar kita sukses mendapatkan barang yang kita ingini dan pasangan kita tetap nyaman. Dia pun bercerita bahwa dulupun dia suka menyembunyikan baju atau sepatu yang telah dibelinya dan baru memakainya beberapa waktu kemudian.

Ibuku juga memberikan sebuah trik, jika sedang jalan jalan dengan pasangan kita jangan lupa pasang mata meneliti barang barang yang akan kita incar untuk dibeli suatu saat, jika pasangan kita menawarkan apakah kita menginginkan sesuatu untuk dibeli tolak saja (belajar jual mahal dikit katanya) nanti pas waktu shoping sendirian waktunya beraksi hahaha, dan jangan lupa bijaksana dalam mengeluarkan uang kalau bisa pake uang sendiri…………. huuuuuuuuuuuuu sama aja boong hehe :). Dan ternyata trik dari ibuku itu sama persis yang dilontarkan temanku, hahaha

PS. Ternyata ‘mengelabui’ sang pasangan dalam urusan sepatu baru adalah sesuatu yang bisa terjadi turun temurun, hahaha

Rotterdam, 16 – 4 -2012

Persedian musim dingin

Hari ini aku tak masuk sekolah, setelah sehari sebelumnya dosenku memberi kabar bahwa hari selasa ini dia tak dapat mengajar karena dia keseleo sangat parah hingga tidak bisa berdiri apalagi berjalan.

Maka malam itu juga aku segera masuk dapur setelah anak anak tidur jam delapan malam. Memenuhi pesanan Cinta yang minta dibikinkan pempek sejak dari beberapa bulan yang lalu. Cerita mengenai Cinta yang doyan pempek emaknya agak janggal juga, berhubung beberpa bulan terakhir ini aku semakin disibukkan untuk urusan ini itu, maka urusan menyiapkan makanan kesukaan keluarga cukup terbengkalai juga, berkali kali Cinta minta pempek dan aku selalu berjanji untuk membuatkannya, namun tak kesampaian juga hingga aku memutuskan memesan pada seseorang yang sudah cukup terkenal disini membuat pempek lewat pos, pempek terkirim namun Cinta tak mau memakannya, dia minta buatanku. Kemudian seorang kawan membawa pempek buatannya, dan kembali Cinta menggeleng.

Dan malam itu aku menggiling 1 kg ikan panga disatukan dengan 1 kg tapioca. Tak cukup disitu aku menambahkan membuat pempek tanpa ikan setelah melihat resensi http://www.justtryandtaste.com/2012/11/pempek-dos-pempek-gurih-walau-tanpa-ikan.html dan hasilnya hingga pukul 11 malam aku masih berkutat di dapur dan tak sempat kulanjutkan sisa adonan pempek yang masih harus direbus, besok saja, pikirku.

Dan hari ini, pagi setelah mengantar anak anak ke sekolah aku menyempatkan diri ke toko bunga, menikmati bunga bunga, membeli beberapa untuk menambah koleksi tanaman di rumah. Bahagia rasanya setelah mengantarkan anak anak tak harus ke sekolah tapi menikmati pertokoan di sekitar kami tinggal.

Sampai di rumah niatku untuk melanjutkan sisa adonan pempek semalam, sedikit terganggu saat aku berpikir bahwa inilah saat yang tepat untuk mengisi frezzer yang kosong. Kemudian aku mengeluarkan tiga bungkus kulit lumpia, membiarkannya pada suhu kamar agar mencair dan bisa digunakan untuk membuat lumpia. Sambil menunggu cair aku langsung membuat isi lumpia semarang. Dua kaleng rebung yang telah dipotong korek api, setengah kilo gram daging ayam dan lima buat telur ayam, semuanya aku tumis dan ditambahkan bumbu royko. Dikatel yang lain aku membuat isi lumpia sayuran kesukaan Cinta dan Cahaya. Hanya berisi irisan bawang bombay, spitkool, daun bawang dan wortel.

Setelah semunya jadi aku duduk di depan tv, sambil menggulung lumpia. Di TV tersaji acara rumpi dari Trans TV dengan pembawa acara (Fenny Ros?) yang memanggil dirinya sendiri dengan sebutan ka Ros. Yang jadi bintang tamunya adalah Ange Lelga yang bercerita tentang tas kremes-nya. Si kremes itu bisa mendatangkan untung hingga 200 juta rupiah perbuahnya, dia beli, dipakai kemudian di jual kembali. Saat itu aku mendengarkan cerita dia sambil tanganku sibuk menggulung lumpia untuk ransum kami. Rasanya aku bagaikan ibu ibu di gang gang sempit yang dulu pernah aku datangi saat aku masih bekerja di lembaga survey. Melihat acara TV semacam gossip dan sebangsanya sambil tangannya mengerjakan pekerjaan rumah, sambil mulutnya sesekali ikut mengomentari atau sekedar celotehan… ah artis mah bisa beli apa aja, kita mah cuma bisa nonton. Pernah suatu hari aku bertanya pada ibu ibu tersebut, bagaimana perasaan mereka melihat tontonan kemewahan di TV? Mereka hanya menjawab lugu dan pasrah, ah biasa aja…. itu kan udah hidupnya mereka serba enak, kita mah gini aja sudah syukur.

Mengingat itu, aku seperti dihadapkan kenyataan inilah aku, sibuk setiap harinya dengan urusan anak anak, suami dan diriku sendiri. Semuanya berkutat di urusan rumah dan sekolahku. Aku menjalankannya dengan pasrah dan biasa saja, seperti sesuatu yang sudah seharusnya. Begitupunkah dengan Angel Lelga? Apakah dia juga merasa bahwa sesuatu yang dijalankannya adalah memang begitulah seharusnya? Dan perkataan dia bahwa hanya dua hal yang dia takuti yaitu cowok jelek dan jatuh miskin. Jawaban konyol sekaligus jujur.

Tapi sudahlah mari lupakan acara TV yang tak mutu itu  (eehhhmmm tapi aku tetap menontonnya hingga abis) kembali ke masalah semula, masalah ransum di musim dingin. Dan ini lah hasilnya, 45 buah lumpia semarang dengan menggunakan double kulit lumpia, 55 buah lumpia vietnam dengan single kulit lumpia. Dan puluhan pempek lenjer dan belasan pempek kapal selam. Semuanya aku kemas manis di plastik, aku tulisi nama dan tanggal pembuatannya dan siap dimasukan ke frezzer.

Kelak saat anak anak minta, aku tinggal mengeluarkannya dari frezzer dan menggorengnya, dan jika ada teman Indonesia yang datang ke rumah aku dengan mudah bisa menyiapkannya secara cepat.

Praktis bukan, ayo tengok isi frezer kalian, jika masih kosong cepatlah buat…..

Lumpia semarang

Lumpia semarang

IMAG3041

Vietnam Loempia

IMAG3044

Siap masuk frezzer