Nonton Film, bercucuran air matakah?

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Noni yang bercerita bahwa dia gampang terbawa perasaan kalau sedang nonton film. Baca pengalaman Noni yang enak dibaca ini jadi membuat diriku ingin bercerita juga mengenai beberapa film yang dalam satu bulan terakhir ini aku tonton yang membuat aku tersedu sedan.

Karena hampir tiap hari Luc nonton film (bukan di bioskop, tapi di rumah  biar gratis) tidak semua film yang dia tonton, aku ikutan nonton juga. Kebanyakan hanya  film yang ringan dan menyenangkan saja yang aku juga ikut menontonnya,  film bertema drama komedi, keluarga atau action ringan  saja.

Berikut film film yang belum lama aku tonton yang bikin aku nangis saat menontonnya.

1. Bridge of Spy

Film yang diambil dari kisah nyata ini menceritakan tentang seorang pengacara yang diminta menjadi negosiator untuk menukar kliennya (seorang agen KGB)  dengan seorang pilot dan seorang mahasiswa Amerika yang tertangkap di Jerman Timur. Film yg dibintangi Tom Hank dan berhasil menyabet oscar untuk katagori pemain pembantu laki laki terbaik sudah membuat diriku tidak bisa tidur sesudah menonton film ini. Takjub dengan apa yang dilakukan pengacara James B (Tom Hank) untuk membela seorang yang dituduh mata mata Rusia dan seharusnya dihukum mati, menerima hujatan dari masyarakat Amerika yang jelas menginginkan kematian klien yang dibelanya. Banyak adegan dari film ini yang membuat diriku trenyuh , rasanya dari awal hingga akhir semua percakapan dalam film ini banyak maknanya.

2. Room

Brie Larson, berhasil menyabet oscar 2016 untuk pemain wanita terbaik. Film yang membuat diriku langsung memeluk Cinta dan Cahaya begitu bangun pagi setelah melihat film ini, benar benar menguras emosiku saat aku menontonnya. Bayangkan aku sampai harus berkali kali ke wc dan nyaris mogok gak mau meneruskan nonton film ini. Saking stress nya! Hahaha.
Bercerita tentang seorang ibu dan anak laki laki yang diculik. Hidup dalam sebuah ruangan yang berjendela persegi diatapnya. Saat si anak berusia 5 tahun si ibu bercerita bahwa dia (si ibu) diculik saat dia berusia 17 tahun dan dua tahun kemudian dia melahirkan. Tentu saja anak yang dilahirkannya adalah anak dari sang penculik, Film ini tidak memperlihatkan kekerasan dari si penculik, tapi tentu saja kita yang nontonnya jadi membayangkan bagaimana si penculik memperlakukan si ibunya untuk menjadi budak sex saja. Film ini dilihat dari kacamata si anak yang merasa hidup bahagia selama lima tahun bersama ibunya yang disekap. Saat mereka berdua merencanakan kabur dari ruangan inilah saat drama horor ini dimulai.
Rasanya aku hampir tidak bisa bernafas saat Jack berhasil kabur dan melompat dari truk.
Aku menangis saaat dia ditanya oleh polisi.
Dan yang paling membuat diriku emosional adalah saat Jack berkata bahwa dia merasa lebih aman berada di ‘room’ daripada di dunia luar. Tragis.

3. Spotlight

Film Spotlight berhasil menyabet film terbaik Oscar, yang aku rasa film Room yang lebih pantas menyandang Best Picture, tapi sudahlah abaikan saja pendapatku. Hehehe.
Film Spotlight diangkat dari kisah nyata tentang bagaimana surat kabar Boston Globe berhasil menyingkap skandal tentang pencabulan anak laki laki di gereja Katolik setempat. Kisah yang menghebohkan ini berhasil diungkap Boston Globe hingga ke akarnya. Walaupun film ini banyak adegan ngobrolnya, tapi percayalah menonton Spotlight tidak membosankan sama sekali. Aku malah jadi berfantasi andai saja aku seorang jurnalis, sungguh smart. Bahkan adegan saat Michael Keaton menyaksikan pengiriman surat kabar yang menghebohkan itu saat keluar dari pabrik dan dibawa oleh iringan truk membuat diriku mengucurkan air mata. Membayangkan apa reaksi orang orang saat membaca berita yang akan dibacanya di pagi hari.

4. Brooklyn

Nah kalau yang ini tentunya tak akan membuat diriku tersedu sedu, karena ini film drama romantis. Tapi tidak begitu kenyataannya. Aku sempat menitikan air mata di beberapa adegan.
Bercerita tentang seorang imigran Irlandia yang datang ke Brooklyn, jatuh cinta pada seorang pemuda Itali yang sederhana, dan kemudian memutuskan menikah karena si wanita harus kembali ke Irlandia untuk mengunjungi ibunya. Janji untuk cepat kembali pada sang suami yang menanti di Brooklyn ternyata tak segampang rencana awal. Kehidupan masa lalunya di Irlandia kembali menggodanya dan membuat dia tertahan dimasa lalunya, pemuda kaya yang melamarnya, pekerjaan yang dulu didamkannya, sang ibu yang tua dan bahagia karena dia kembali, teman temannya…….
Hingga, suatu kejadian yang membuat dia tersadar…. apakah dia akan tetap berada di masa lalunya yang menyenangkan atau kembali pada suami yang tengah menantinya?
Dan menurut kalian apa yang mesti dia lakukan?
Dan bayangkan pula dengan diriku yang rasanya hampir berada di posisi yang sama dengan si gadis imigran itu…… Bandung….kulinernya, ayah ibu, pekerjaan, bahasa Sunda dan sekarang ada Ridwan kamil pula!
Tak heran kan kalau aku sampai tersedu sedan?

5. Jagten (The Hunt) 

Film produksi Denmark ini berhasil menyabet oscar pada tahun 2014 untuk film asing terbaik. Tentang seorang guru di sebuah sekolah dasar, seorang ayah yang tengah memperjuangkan hak asuh anak lelakinya, seorang yang tengah menjalin hubungan dengan seorang wanita. Kehidupan yang dirasakan membaik ternyata harus hancur lebur karena ulah seorang anak yang berfantasi jatuh cinta padanya.
Aku benar benar gemas oleh kesalah pahaman yang disajikan dalam film ini, pertanyaan yang diajukan oleh kepala sekolah pada si anak kian menyudutkan posisi si guru, seolah olah dia berbuat sesuatu yang salah pada si gadis kecil itu.
Saking gemesnya aku memutuskan tak meneruskan nonton film ini, besok lagi nontonnya, kataku pada Luc.
Dan hari ini, saat aku menulis blog ini, Luc tengah melanjutkan nonton film. Kudengar suara tembakan di akhir film. Bunuh diri tanyaku pada Luc, yang langsung disambut decak kagum Luc…. Echt goede film! (bener bener film bagus).

Selain dari lima judul film tersebut, tentunya masih banyak film yang baru baru ini aku tonton yang bikin emosional saat menontonnya, ada The Martian, It’s a Wonderful life, Ikiru,dan My neighboar Totoro . Tiga terakhir yang aku sebutkan karena hari minggu yang lalu Luc menemukan daftar 250 film terbaik versi imdb. Dan diantara 250 film itu tiga diantaranya belum ada di daftar film yang pernah Luc lihat. Oh ya Luc mempunyai daftar film yang pernah dia tonton selama hidupnya, yang kini jumlahnya sudah lebih dari sembilan ribu judul film. Konon Luc mendatanya sejak dia berumur 15 tahun. Aha!

Saat aku melihat daftar 250 film terbaik tersebut aku tetap menjagokan film A Separation sebagai film yang melekat erat dalam ingatanku, sedangkan Luc lebih menyukai film Amelie.

Kalau kalian film apa yang tak mudah dilupakan?