Lebaran tahun 2018: Hari ibu dan anak perempuannya

Judulnya panjang banget, judul yg sekaligus rangkuman cerita hari raya Idul Fitri yang baru lewat.

Selama ini setiap hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, aku datang untuk mengikuti sholat ied seorang diri, kecuali jika hari raya tersebut jatuh di hari weekend, Luc dan anak anak akan turut serta.

Untuk tahun ini aku berharap sekali lebaran bakal jatuh di hari sabtu, harapan pupus saat KBRI beserta mesjid Al Hikmah Denhaag mengumumkan bahwa lebaran akan jatuh di hari jumat. Akhirnya aku meminta izin pada Luc untuk meminta libur sekolah untuk anak anak. Formulir yang bisa di download via website sekolah dan dikirim melalui email tidak aku lakukan, aku langsung menemui guru si kembar dan mengabarkan pada nya bahwa si kembar tidak bisa masuk sekolah karena akan merayakan suiker feest (lebaran). Agak terbelalak pak guru berkata bahwa aku tak perlu datang ke administrasi sekolah, dia lah yang akan mengurusnya. Keesokan harinya si kembar membawa formulir yang harus aku isi dan di kembali kan pada pak guru hari berikutnya.

Oh ya untuk puasa tahun ini, sama dengan tahun sebelumnya si kembar belajar menjalankan ibadah puasa semampunya di hari sabtu dan minggu. Mereka ikut sahur denganku dan mereka berbuka pukul 12 siang.

Hari jumat tanggal 15 juni tepat dua minggu yang lalu kami sudah ada di mushola pukul 9 pagi diantar oleh Luc, sementara dia meneruskan perjalanan ke kantor.

Karena si kembar memakai kain batik untuk mengimbangi si kembar aku pun memutuskan memakai celana kulot batik.

Di mushola biasanya si kembar akan sibuk bermain dengan anak lain seusianya. Tapi tidak kali ini, dia membantu diriku di dapur mushola menyiapkan kue kue, menyusunnya di piring plastik untuk memudahkan para jemaah menyicipi kue kue seusai sholat ied nanti.

Orang orang tinggal ambil perpiring

Setelah tugas ku selesai di dapur, aku segera masuk ke ruangan tempat sholat ied akan dilangsungkan, lagi lagi si kembar menurut saat aku giring ke tempat sholat, mengikuti sholat ied dengan tertib dan duduk diam saat khotib berceramah, mereka berdua sibuk menjaga bayi usia dua bulan yang berada ibunya duduk disampingku.

Selesai sholat ied, aku yang biasanya membantu ibu ibu mushola di dapur tak aku lakukan kali ini, aku ikut segera ikut mengantri seperti tamu jemaah lainnya, makan! Si kembar yang biasanya sulit makan pun hari itu lahap makan nya.

Usai makan dan beramah tamah, biasanya aku membantu membereskan makanan dan ikut bergabung untuk acara halal bihalal di kbri denhaag, tapi karena aku telah berjanji pada si kembar bahwa kami akan segera shopping ke stad, maka aku tak bisa membantu membereskan makanan yang masih melimpah di mushola dan segera pamit untuk lari mengejar tram.

Dan lihat lah gaya ku mohon pamit pada ka Endjat yang aku dan Luc anggap seperti kakak di Belanda.

Kami memakai tram untuk bisa mencapai centrum.

Senangnya si kembar karena aku membolehkan mereka memilih pakaian yang mereka suka, berkali kali mereka mengucapkan terima kasih dan berkata bahwa aku ibu paling baik sedunia. Ehemmmm!

Dan aku membolehkan mereka mengganti baju yang mereka pakai dengan baju yang baru saja mereka beli. Sambil duduk di bangku depan beurs kami menikmati lumpia Vietnam kesukaan mereka, kramjes mama Hong!

Dari situ kami segera ke perpustakaan, meminjam buku dan bermain sebentar disana, kemudian minum coffee di Hema (karena murah meriah) untuk ku, sedangkan anak anak boleh memilih makanan yang mereka sukai. Mereka memilih pannenkoeken.

Kami menghabiskan waktu di situ sambil menunggu Luc menjemput kami.

Hari lebaran kami kali ini benar benar hari menyenangkan untuk ku dan si kembar.

Aku tak masak opor hari itu, juga tak mau dibekali makanan apa pun dari mushola, hari sabtu kami akan keluar juga seharian, pagi ambil sepeda yang sudah aku beli di marktplats (second hand), kemudian pergi ke Utrecht janjian dengan tukang taman untuk melihat contoh taman yang kami ingin kan. Dari sana kami langsung meluncur ke Almere memenuhi undangan seorang teman untuk merayakan lebaran. Ceritanya open House tapi yang diundang hanya dua keluarga saja Hahaha, tapi itu ternyata sangat menyenangkan karena kami semua yang sudah mengenal sangat akrab bisa bercerita tentang segala hal, bahkan hal hal yang sebelumnya tidak aku ketahui tentang masa muda Luc terpapar di hari itu.

Oh ya aku sengaja tidak masak opor di hari lebaran karena hari selasa beberapa hari setelah lebaran aku mengadakan makan siang singkat dengan beberapa teman dekat.

Tak banyak yang aku buat. Ceritanya mau membuat lontong cap gomeh tapi akhirnya menu opor ayam namun di campur labu siam, masakan lainnya adalah sambal goreng kentang ala ibuku yaitu sambal goreng kentang ditambahi santan kental masakan lainnya adalah ase cabe. Semua masakan tersebut aku buat pagi hari sebelum teman teman datang kecuali ketupat yg aku buat malam sebelumnya, beruntung aku diberi sarung ketupat yang dibuatkan teman baik ku beberapa minggu sebelumnya, dia mempunyai janur bekas upacara galungan, janur janur yg tidak terpakai dari pada dibuang dia bawa pulang khusus karena ingat diriku, dia membuatkan sarung ketupat dan aku menyimpannya di frezer barulah aku keluar kan saat aku membutuhkannya untuk dibuat ketupat.

Dan inilah masakan ku hari itu, persis pas untuk lima orang termasuk diriku siang itu dan sisanya di makan Luc dan anak anak saat makan malam.

Walau singkat tapi kami masih sempat nonton film Jokowi yang aku temukan secara tak sengaja di YouTube. Tentunya sambil ngemil berbagai macam cemilan dari Indonesia, yang sebagian besar berbagai macam kerupuk.

Advertisements

Etalase

Aku adalah orang yang masih memelototi FB hingga saat ini. Masih sesekali posting foto dan kasih jempol untuk postingan yang lain yang aku anggap menarik. Seperti tulisan penuh makna berikut ini, ada di Wall nya Catur H Yulianti, salah satu perempuan inspiratif favoritku……

Tembok FB itu ibarat etalase.. tembus pandang dengan tujuan terlihat banyak orang.. jadi apa yang dipamerkan ya akan menggoda orang lain untuk melirik, melihat, menengok, menyukai atau membenci. Dan itu sepenuhnya pilihan yang melihat untuk menentukan bagaimana reaksi mereka.

Agak lucu sebenarnya .. atau mungkin sedikit sadis menurut saya, ketika orang sudah tergoda untuk bereaksi kemudian diminta untuk tutup mata atau menyingkir dengan paksa.. “pilih saja unfollow dan unfriend, tapi jangan ganggu isi etalase saya”
๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Fitur ini tidak lagi jadi pilihan merdeka untuk digunakan secara sukarela. Padahal sebelumnya bisa dipakai tanpa membuat orang lain terluka.

Ah….tapi pemilik tidak pernah salah kan..? Toh ini tembok kita… suka-suka kita mau pamer apa, “abaikan saja kalau tidak suka” ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Yang salah itu .. pengaturan “privacy” kenapa juga tidak dibuat bisa menseleksi otomatis siapa yang bisa mengintip dan siapa yang hanya melihat pantulan kaca bening setiap sebuah status dibuat. kan kalau semudah itu potensi konflik tidak mencuat dan “silaturahmi” tetap terjaga ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

#nikmatnyanemukambinghitam

๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Dan ini adalah foto ku hari ini,
Foto apa ini? Si kaki satu? Sepatu baru merah yg cantik? Celana kulot favorite baru ku?
Ah apa pun yg ingin aku pamerkan, ini adalah etalaseku๐Ÿ˜‰

#bahagia punya sepatu baru, hahaha.

Lagi Rajin?

Itu aja judulnya karena ga ada ide lagi harus dikasih judul apa.

Ceritanya hari minggu dua hari yang lalu, Luc menawarkan diri untuk menyetrika. Karena hari minggu itu aku dapat jadwal kerja, aku sudah pamitan dari jam sebelas siang berangkat kerja, walau jam kerja nya baru jam 2 siang tapi aku berencana shopping dulu di stad bersama seorang teman. Sambil pamitan pada Luc aku menjelaskan sebetulnya hari ini jadwal nyetrika karena hari selasa nanti (hari ini) aku keluar rumah juga jadi gak ada waktu lagi menyelesaikan pekerjaan rumah.

Eh Luc langsung bilang bahwa aku tak usah kuatir karena dia bisa mengerjakan pekerjaan tersebut. Tentu saja aku berterima kasih atas kesediannya.

Saat aku bekerja, aku mendapat pesan darinya bahwa dia baru saja berhenti dari menyetrika baju. Aku menyetrika pakaian mulai pukul 12 siang hingga pukul 4 sore. Ik ben echt kapot! Bagitu isi pesannya.

Terharu sekali aku membacanya. Terbayang 2 keranjang pakaian sudah rapih di setrikanya.

Hingga tadi pagi aku tak memeriksa pekerjaan Luc, karena hari ini adalah hari liburku biasanya aku membersihkan rumah dan menyetrika, tapi karena hari ini aku ada janji untuk bertemu seorang teman yang mempunyai hobby yang sama menjahit kami berencana membeli kain di stad. Sebelum pergi ke stad aku naik dulu ke ruangan setrika berada (zolder) disana aku melihat tumpukan baju yg telah selesai di setrika di atas kursi. Antara geli dan kasihan entah pada Luc atau pada diri sendiri aku menatap tumpukan baju tersebut. Ah empat jam! EMPAT JAM! Hanya beberapa lembar baju saja. OMG!

Akhirnya tadi siang setelah ngebut (pake sepeda bukan mobil๐Ÿ˜) dari stad menuju sekolah menjemput si kembar, sesampainya di rumah aku menuju dapur membuat es teler seadanya di kulkas kemudian menuju tempat setrikaan. Gosok baju dong! Ditemani es teler ala ala dan berita dari streaming TV Indonesia. Satu jam 15 menit saja dan hasilnya melebihi hasil kerja Luc yg empat jam itu!

Ini hasilnya, bisa di tebak yang kiri hasil siapa dan yang kanan hasil siapa ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ.

Oh ya ini es teler penyuportnya,

Menyikapi Lelucon dan Kejutan

 

Tidak semua niat baik/pertolongan yang kita lakukan akan diterima baik oleh yang kita tolong. Banya contoh yang kita lihat dikehidupan sehari sehari. Begitupun jika kita memberikan kejutan yang kita anggap menyenangkan, bisa jadi tidak menyenangkan pada yang diberi kejutan. Juga jika kita memberi lelucon pada seseorang belum tentu orang tersebut suka dan tertawa malah bisa jadi murka.

Jadi harus bagaimana kita seharusnya, jika semua yang kita kira anggap akan menyenangkan ternyata tidak berakhir baik?

Untuk itu aku selalu ingat akan pesan ayahku (jika sedang eling) berbuatlah tanpa berlebihan! Mencintai, mengagumi, membuat lelucon dan lain lainnya tanpa berlebihan, alias sedang sedang saja (tetap dengan konsep lagu Vetty Vera, Yang sedang sedang saja!). Begitupun dalam menyikapi sesuatu, tak perlu berlebihan!

Aku ada beberapa contoh, saat aku membuat lelocon dan kejutan yang sama pada dua orang yang berbeda.

Lelucon

Ponakanku berulang tahun yang ke 17, seorang gadis remaja. Aku mengirimkan kartu pos bergambar foto bule bule telanjang yang sedang mengelilingi kram (warung) ikan kebeling yang berada di pantai, sepertinya foto tersebut diambil di sebuah pantai/area khusus Nudies. Semua laki laki yang membelakangi kamera tersebut telanjang bulat.

Ponakanku mengabariku via wa saat mendapat kartu pos tersebut, terimakasih Ateu! Tulisnya diiringi tiga icon terpingkal pingkal. Tak lama kemudian ibunya, yaitu kakak iparku, mengirimkan aku wa yang intinya aku keterlaluan dalam becanda, namun diiringi untunglah kartu tersebut tidak disita kantor pos, katanya. Karena bisa dikatagorikan dalam unsur pornografi. Ya ampun, masa sih!

Sahabatku aku kirim kartu dengan gambar yang sama. Dia orangnya pendiam, jarang ngomong, gak bermake up atau berpakaian macam macam, pakai hijab yang sederhana ga genjreng. Pokoknya bukan orang yang diperhatikan dalam suatu acara misalnya, tapi menurutku sekalinya dia ngomong aku selalu merasa nyaman dan terhibur, dia lucu menurutku tapi tidak kata orang orang. Nah tanggapan dia saat menerima kartu pos itu adalah jawaban singkat yang membuatku terpingkal, pingkal. Nanti kirim kartu pos yang gambarnya tampak muka! Begitu tulisnya. Hahaha.

Suatu kali saat aku mudik, aku membawa sekotak coklat yang Luc pesan secara online untuk sahabatku ini, coklat berbentuk alat kelamin laki laki (maaf). Saat dia membukanya, dia langsung menjerit kemudian ditutupnya kembali. Aku dan Luc tertawa, kemudian kami mendengar jawaban spontan dari mulutnya…. Lain kali bawalah aslinya jangan berupa coklat. Gumamnya. Saat itu dia belum menikah!

Kejutan

Suatu hari (berapa bulan yang lalu) kami (aku, Luc dan Kadek salah satu teman akrabku di Belanda, aku mempunyai dua teman yang cukup akrab sejak aku tinggal di Belanda) mengobrol tentang bahwa akulah satu satunya dari kami bertiga aku lah satu satunya yang selalu menerima buket bunga dari suami. Setidaknya aku menerima tiga atau empat kali dalam setahun. Saat ulang tahun, hari ibu, hari valentine dan hari perkawinan. Dan Luc selalu membeli bunga terbaik yang ada di toko bunga saat itu. Menyadari hal tersebut aku berseloroh pada Luc dihadapan temanku itu, mungkin ada baiknya kita mengirim bunga untukmu bertuliskan nama suamimu! Yang langsung disambut gelak tawa dan diiyahkan oleh Luc.

Hari senin kemarin, akhirnya aku dan Luc melaksanakan kejutan yang ingin kami beri pada teman baikku di Belanda. Aku memesan bunga secara online disertai kartu dengan tulisan Love, diikuti nama suami yang akan menerima buket bunga tersebut. Sengaja aku memilih jam pengiriman disesuaikan saat mereka sudah ada di rumah. Pada Kadek akuan dikirim siang hari, pada Hanny akan dikirim malam hari.

Sekitar pukul 4 sore, Kadek dengan hebohnya meneleponku, menceritakan dengan suka cita bahwa dia telah menerima bunga yang tertulis nama suaminya sebagai pengirim yang dia yakini bahwa bunga tersebut dari kami, kemudian dia mejerit jerit memanggil suaminya yang kala itu hampir terlelap tidur di kursi taman, memperlihatkan buket bunga ditangannya kemudian menciumi suaminya sambil berterima kasih kasih. Suaminya yang masih antara sadar dan tidak sadar akibat kantuk yang menyerangnya langsung terjaga, mengambil kacamatanya dan tak percaya. Dengan terbata bata dia mengatakan bahwa dia tak mengirim bunga itu, kemudian tanya tanda besar bersarang di pikirannya, dari siapa bunga tersebut? Setelah Kadek puas membuat suaminya termenung, barulah dia berkata bahwa aku dan Luc lah tersangka dari permainan ini, dan dia segera mengkonfirmasikan padaku dengan cerita heboh diatas. Sambil tertawa aku bertanya pada suami Kadek, kamu dapat menahan lelucon ini dengan baik bukan? Kami mengirim bunga untuk kalian berdua karena kami sedang berbahagia, kataku. Tentu saja mereka berdua bahagia dan berterima kasih atas bunga yang kami kirim. Echt goede grapjes, katanya.

Lain lagi cerita Hanny, dia menerima bunga tersebut pukul 9 malam. Suaminya yang membukakan pintu saat menerima dus besar berisi buket bunga. Ada paket untukmu, katanya dengan muka berseri seri. hanny membuka dus tersebut, terkaget kaget melihat isinya, lebih syok lagi saat membaca kartu bertulisan nama suaminya. Hah, dia sama sekali tak percaya bunga tersebut dari suaminya, pikirannya langsung berpikir ada seseorang yang sedang membuat lelucon. Namun suaminya dengan tersenyum dan meyakinkan dirinya bahwa dialah pengirim bunga tersebut, sekali kali membuat kejutan untuk istri tercinta boleh kan. Hanny masih tetap tak percaya, dia meminta untuk melihat transkasinya di bank rekening suaminya. Masih dengan sikap stoer sang suami meyakinkan bahwa benar benar dialah si pengirim bunga tersebut. Hanny segera mengabadikannya dan memasang status di IG (aku tak bisa lihat karena ga punya IG), finnaly setelah 10 tahun menikah bisa juga dia romantis!

Kadek melihat Ig tersebut, menghubungi Hanny dan berkata bahwa diapun mendapat bunga kejutan dari suaminya di hari yang sama, kemudian mengajak Hanny berpikir untuk menebak nebak siapakah pelakunya. kadek tak mau menyebutkan namaku. Hahaha.

Saat aku berbuka puasa pukul 10 malam, hp ku berdering. Video call dari Hanny. Aku segera menghampiri Luc, ternyata diujung sana ada dua wajah pula, Hanny dan suaminya. Mereka terpingkal pingkal sambil berkata terima kasih untuk bunga indahnya. Kami semua tertawa dan lebih terbahak setelah mengetahui bahwa suaminya ikut berperan serta untuk meyakinkan Hanny bahwa dialah pengirim sesungguhnya. Luc senang mendengar cerita mereka, grapjes verrasing yang kami lakukan dapat mereka terima dengan baik.

Kejutan lelucon yang kami buat berhasil dengan baik dan menyenangkan. Bagaimana dengan kalian adakah cerita mengenai kejutan yang berakhir bahagia atau sebaliknya?

Drama Pertemanan

-ibu budi

Sering dengar dari teman atau baca dari blog yang aku ikuti mengenai lika liku pertemanan di negeri orang dengan teman sebangsa. Bukan, saat ini aku tidak menuliskan pengalamanku tentang lika liku pertemanan di negeri orang, yang hingga mengakibatkan ‘trauma’ klo sampe liat orang tersebut lagi!ย  Ini tentang drama pertemanan anak anak.

Untunglah drama pertemanan ini tidak melibatkan si kembar. Berawal dari undangan ulang tahun,ย  (oeps masih tentang selak beluk ulang tahun) Kemarin aku di invite oleh orang tua teman sekelas CC yang akan berulang tahun, katakanlah namanya Wati! Saat aku menerima undangan via wa tersebut aku sudah bertanya pada si kembar apakah mereka akan datang pada pesta ulang tahun Wati? Cinta menjawab bahwa dia sebenarnya tak yakin ingin datang, ujarnya Wati kadang kadang ‘niet aardig’ alias kurang baik. Sedangkan Cahaya menjawab kurang tertarik datang ke pesta tersebut karena tidak terlalu dekat dengan Wati.

Akhirnya setelah sehari aku tak menjawab wa undangan tersebut, aku berdisikusi dengan Luc sebaiknya CC memenuhi undangan tersebut, karena rumah Wati berdekatan dengan rumah kami, dan aku mengenal ibunya karena dialah satu satunya orang tua teman CC yang selalu antusias mengobrol denganku setiap kali kami berpapasan saat mengantar atau menjemput si kembar.

Saat aku menyatakan bahwa CC akan hadir di pesta Wati, langsung dibalas oleh wa ibunya Wati yang berkata bahwa dia senang si kembar bisa datang, kemudian dia mengumumkan bahwa undangan akan segera disebar dan meminta pada orang tua yg belum menjawab untuk segera mengkonfirmasi apakan anaknya akan datang atau tidak.

Tak berapa lama muncul jawaban dari ibu yang lain, agak panjang dan membuatku sedikit tak menduga akan ada jawaban seperti itu, intinya si ibu itu menceritakan bahwa berdasarkan informasi dari anaknya (Nyai) bahwa Wati berkata bahwa semua anak diundang kecuali Asep. Satu kelas diundang! Wowย  pesta seperti apa yang akan mereka buat? Berapa anggaran yang harus dikeluarkan? Ssthhhh segala sesuatunya selalu aku libatkan dengan anggaran! Aku tipe emak emak perhitungan, hahaha.

Kemudian aku segera melihat info dari wa grup tersebut. Alamak 26 partisipan! Bener mereka mengundang seluruh anak di kelas si kembar kecuali Asep.

Balik lagi ke isi message ibunya Nyai, dia menjelaskan bahwa Nyai ragu untuk datang ke pesta Wati karena merasa tak adil untuk Asep, Nyai berfikir untuk menghibur Asep dan berencana mengadakan kegiatan menyenangkan bersama Asep. Untuk saat ini kami menyerahkan keputusan sepenuhnya pada Nyai apa yang akan dia lakukan. Fijne avond,ย  groetjes Meghan dan Harry.ย  Begitu isi wa dari ibu Nyai yang menyebutkan namanya dan juga nama suaminya.

Satu jam tak terjadi apa apa di wa grup tersebut, hingga kemudian muncullah jawaban ibunya Wati, oh ya ibunya Wati bernama Ibu Budi!

Ibu Budi berkata: Ini tak apa apa kan, wati punya alasan yang masuk akal mengapa dia tidak mengundang Asep. Dan saya menghargai keputusannya. Saya sudah meminta Wati lebih dari satu kali untuk menyertakan Asep dalam pestanya, tapi dia menolaknya. Tolong hargailah pilihannya!

OMG! Sebagai penggemar gossip terselubung, aku segera bertanya pada si kembar apakah Wati dan Asep tidak akur? Cahaya berkata tidak tau menahu dan nampak tak tertarik dengan pertanyaanku, sementara Cinta berkata bahwa dia merasa sepertinya Wati dan Asep memang bermusuhan karena pernah melihatnya bertengkar.

Aku dan Luc sama sama tak mengerti mengapa Ibu Budi membuat pesta untuk anaknnya dengan mengundang anak sekelas kecuali satu orang, seperti mengumumkan bahwa Asep adalah seorang pesakitan. Seperti memploklamirkan perang agar semua orang tau. Apakah tidak sebaiknya pesta normal seperti biasanya saja hanya mengundang beberapa orang teman saja, sehingga mereka yang tidak diundang tidak merasa disisihkan sendirian.

Luc juga merasa bahwa tak seharusnya Meghan menjawab undangan Wati dengan menyatakan terus terang tentang alasan Nyai tak ingin datang ke pesta Wati karena alasan tersebut memicu simpati dari para undangan lainnya yang belum memberi jawaban akan datang atau tidak.

Dan benar saja tadi siang, (satu hari setelah jawaban Ibu Budi) berderet deret konfirmasi dari ibu ibu yang lainnya yang menyatakan anaknya tidak akan datang ke pesta Wati dengan alasan sebagai dukungan pada Asep.

Dan tak lama kemudian Ibu Budi berkata: Sayang akhirnya akan seperti ini, saya menyayangkan bahwa semua berada di sisi Asep, tak seorangpun yang membela Wati. Wati punya alasan kuat mengapa tidak mengundang Asep dalam pestanya. Wati sudah tidak tahan di bullly setiap hari oleh Asep! Terima kasih untuk teman teman Wati yang telah bersedia datang di pesta Wati nanti. Kami akan memberikan pesta terbaik!

Dan aku pun terhenyak….. Terbayang dalam ingatanku akan sosok Asep, kala bermain bersama Cinta dan Cahaya, pikiranku melayang pada sosok ibunya Asep yang tinggi semampai yang selalu menyapaku dengan senyum super ramahnya. Ah Asep tiap hari membully Wati? Asep si periang itu? Tidakkah sang guru mengetahuinya?

Dan akupun berpikir dalam kebingungan, kenapa grup undangan tersebut mendadak sepi, tak ada lagi yang menjawab wa Ibu Budi. Dan aku sebagai penggemar gossip terselubung menunggu epesode berikutnya dengan harap harap cemas!

 

PS. Detik ini aku sedang membunuh waktu, menunggu Cinta dan Cahaya selesai dalam pesta teman yang lainnya, setengah jam lagi aku harus menjemput mereka pulang.

 

Antwerpen

The days of Yayang

Ini kali kedua aku datang ke kota Antwerpen. Masih tetap menarik dimataku.
Bangunan tua yang selalu menjadi daya tarik para turis dari manapun, kuliner yang lebih bervariasi dari pada di Belanda, hingga orang yang berlalu lalang di Antwerpen bisa begitu menarik perhatianku.

Maka Antwerpen adalah termasuk kota yang akan aku kunjungi kembali, selain jarak yang bisa ditempuh tak lebih satu jam dari Rotterdam, kota ini bisa begitu menawarkan berbagai macam pilihan. Seperti hari ini kami berencana menjadi tourist di Antwerpen. Pejalanan di mulai dari Grote Markt, dimana City Hall berada atau stadhuis dalam istilah Belanda dimana tempat layanan untuk rakyat (balai kota) berada.

Seperti kota kota lainnya di eropa, jika berdiri gedung City Hall maka (selalu) ada lapangan (main square) di depannya. Ada yang menarik di halaman stadhuis di Antwerpen yaitu berdirinya patung ย Silvius Brabo.
http://nl.wikipedia.org/wiki/Brabofontein
Image

Dari Balai kota kami segera berjalan menyusuri jalan jalan yang berpencar ke berbagai arahโ€ฆ

View original post 568 more words