Link

Tulisan kali ini hanya sebagai pelengkap saja dari tulisan dua tahun yang lalu tentang Perpustakaan di Belanda, untuk lebih jelasnya aku pernah menuliskannya disini. Jika sebelumnya aku lebih sering datang ke perpustakaan daerah dimana kami tinggal, kini setidaknya aku lebih sering datang ke perpustakaan pusat dibandingkan ke perpustakaan daerah. Sebabnya adalah karena dua kali dalam seminggu aku mempunyai kegiatan conversatie groep yang keduanya diadakan di perpustakaan.

Setiap hari selasa aku mengikuti conversatie groep dibawah naungan cvd yaitu sebuah organisasi sosial yang salah satunya membantu melancarkan bahasa Belanda. Pada prinsipnya conversatie groep ini adalah gratis, kita hanya dikenakan biaya 10 euro pada saat kita mendaftar. Kemudian kita hanya memngganti ongkos transportasi guru yang mengajar kita setiap kali kita datang. Jika kalian tertarik , kalian bisa melihat site nya disini.

Sedangkan setiap hari rabu pagi mulai pukul 10.00 – 11.30 ada taal cafe. Juga wadah bagi mereka yang ingin bisa berbahasa Belanda. Bedanya taal cafe tidak terikat, kita bisa datang tanpa mendaftar lebih dulu dan kalaupun minggu depan kita tidak bisa datang, kita tak perlu melapor. Sesuai namanya cafe, tentu saja kita disuguhi kue kue dan minuman selama kita berbincang bincang. Sebagai informasi mulai bulan Januari 2016, taal cafe akan ditambah jam tayangnya menjadi dua kali seminggu yaitu hari senin pada pukul 13.30 – 15.00. Berminat? Tinggal datang saja ke perpustaakan pusat Rotterdam.

Hari rabu tanggal 23 kemaren, aku tetap datang ke taal cafe dengan membawa serta si kembar, minggu lalu petugas informasi perpustakaan yang telah aku kenal dengan baik berjanji akan menjaga anak anakku selama aku duduk di taal cafe, tapi ternyata petugas perpustaan itu harus duduk di meja informasi karena rekannya sakit dan dia harus menggantikannya, saat aku mengurungkan niatku untuk bergabung ke taal cafe, Oddete instrukturku memperbolehkan si kembar duduk bersama, tapi keduanya menolak dan tetap memilih ke lantai dua dimana buku anak anak untuk usia mereka berada. Dan menyuruhku kembali ke lantai satu untuk bergabung bersama Oddete.

Si kembar dengan bersemangat memilih buku buku yang akan dia baca, aku mewanti wanti agar mereka duduk dengan tenang, dan aku berjanji setiap setengah jam aku akan mengecek mereka keatas.

Saat aku mengecek mereka, aku terbelalak tak percaya, sekaligus bahagia dan terharu. Aku mendapati anak anakku antusias membaca. Melihat tumpukan buku yang telah dibacanya. Mereka bercerita dengan antusias menunjuk buku yang telah dibacanya, memperlihatkan tulisan yang telah dia tulis di kertas yang aku persiapkan dari rumah.

Si kembar sudah suka buku sejak mereka bayi, dan aku bukan ibu yang mengajarkan mereka membaca. Si kembar baru bisa baca baru baru ini, belajar dari bu guru di sekolah. Menurut metoda belajar di Belanda yaitu pada saat mereka duduk di groep tiga. Pada bulan september mereka belajar mengeja dan kini di bulan desember mereka telah berhasil berada di posisi kern 5 (metoda belajar membaca disini) sama dengan teman teman sekelas lainnya. Beruntung aku tidak direpotkan seperti halnya ibu ibu di Indonesia yang harus mempersiapkan anak anaknya belajar membaca sebelum masuk SD. Ataupun seperti seorang kenalanku yang sama sama orang Indonesia yang membangga banggakan anaknya karena sudah bisa membaca sejak groep satu atas bimbingan dia, dan selalu memproklamirkan bahwa anaknya paling pintar diantara anak anak seusianya. Jika mendengar itu aku cuma diam, ga berkutik karena semuanya benar! Si kembar saat itu belum bisa baca. Jika dia sedang berkicau aku cuma bisa berdoa dalam hati, nak….bunda selalu mendoakan semoga kalian menjadi anak yang baik budi pekertinya, sayang pada sesama, tak apa apa bukan nomor satu dalam akademis. Huhuhu jadi curhat.

Kini setelah bisa membaca buku sendiri mereka makin bersemangat dengan buku, hari itu mereka membawa pulang masing masing 4 buku pilihannya ke rumah, dan sepanjang jalan seperti biasanya mereka tak mau melepaskan buku yang tengah dibacanya. Saat keluar dari perpustakaan, di supermarket asia (karena aku harus belanja dulu di Markthal), di halte, di bus dan juga saat berjalan pulang menuju rumah.

Terima kasih Cinta dan Cahaya, hari rabu itu hari yang menyenangkan buatku, melihat kalian begitu bergembira dengan buku dan bersikap sangat dewasa saat aku meninggalkan kalian di lantai dua sedangkan aku berada di lantai satu untuk mengikuti taal cafe. Kerst vakantie kali ini begitu lain dan menyenangkan walau sederhana saja.

Berikut foto foto si kembar saat di perpustakaan pusat.

Asyik membaca

Asyik membaca

memilih buku buat dibawa pulang

memilih buku buat dibawa pulang

men-scan buku yang dipinjam dengan kartu perpustakaan mereka sendiri. Semua dialakukan sendiri

men-scan buku yang dipinjam dengan kartu perpustakaan mereka sendiri. Semua dialakukan sendiri

IMG_20151223_130326078

di lantai dasar, kalian bisa main piano

di lantai dasar, kalian bisa main piano

atau sekedar bermain catur raksasa sambil menunggu jemu atau berlindung dari udara dingin di luar

atau sekedar bermain catur raksasa sambil menunggu jemu atau berlindung dari udara dingin di luar

Taal cafe

Taal cafe

mejejng di papan informasi lantai satu

mejeng di papan informasi lantai satu

Mejengg di depan Markthall yang berada tepat di depan perpustakaan

Mejengg di depan Markthall yang berada tepat di depan perpustakaan

Tetap membaca di dalam toko, sementara aku berbelanja

Tetap membaca di dalam toko, sementara aku berbelanja

Membaca di halte bus, saat menunggu bus

Membaca di halte bus, saat menunggu bus

dan tentu saja di dalam bus!

dan tentu saja di dalam bus!

 

Advertisements