The Legend!

Hari ini tanggal 7 September, tepat empat tahun yang lalu aku berhasil meraih SIM Belanda dengan perjuangan yang menurutku sangat panjang. Pengalamanku mengendarai mobil belasan tahun di Indonesia seperti tiada artinya. Padahal dikala itu aku di kenal sebagai pengendara yang handal (bukan type ibu ibu yang ngasih sen ke kri tapi tiba tiba belok ke kanan๐Ÿ˜). Di Belanda aku belajar lagi dari awal, lebih gugup dari saat aku mendapat mobil pertama di usia 18 tahun.

Penghargaan kedua diberikan suami tercinta minggu lalu saat kami pulang dari Indonesia, dia baru menyadari bahwa menyetir di Belanda punya kesulitan yg berbeda dengan di Indonesia, liburan kali ini adalah liburan kesepuluh kalinya Luc menginjakan kaki di Indonesia namun bari kali ini dia berani menyetir di Indonesia, awalnya dia tak percaya bisa berani menyetir sendiri di Indonesia dengan lalu lintas nya yang ‘aduhai’ ternyata tiga minggu di Indonesia dia sudah sehandal supir pribadi yang tau aturan berlalu lintas tapi di lain kesempatan dia bisa seenaknya seperti kebanyakan supir angkot yang seenaknya, dia bisa mencari jalan tikus dengan percaya diri dan dapat menenangkan penumpang lainnya untuk mempercayakan semuanya padanya. Dia bisa menempatkan dirinya dengan baik, maka anugrah untuk Luc adalah the best driver in this year! Haha. ๐Ÿ˜›.

Dia berkata pada ku, walau pun lalu lintas di Indonesia padat dan semeraut, tapi dia masih bisa mengontrol laju mobilnya dan memprediksi mobil yang lainnya, tapi di Belanda karena kecepatan yg cepat dan semuanya mesti akurat semua itu menimbulkan kesulitan yang berbeda. Dia membenarkan bahwa menyetir di Belanda memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi. Sedangkan di Indonesia menyetir mobil terasa lebih santai.

Jadi aku bisa berbangga kini, memiliki SIM Belanda dengan jatuh bangun untuk mendapatkan nya memang sesuatu yg istimewa.

Ps.

Hingga kini aku masih memiliki mobil pertamaku, daihatsu charede 1982 (mobil yang lebih tua dari kelahiran adikku sekali pun) pemberian ayahku. Mobil tersebut kini berada di garasi rumah adikku, bertahun tahun aku tidak pernah mendengar kabarnya apakah dia masih di gunakan adikku atau tidak. Namun di liburan kali ini, adikku mengejutkanku dengan mengajak ku berjalan jalan dengan mobil pertamaku. Mungil, tua dan penuh kenangan. Si beureum, kami menyebutnya. The Legend! Terimakasih Bay, yang masih menyimpannya dan mengurusnya.

6 thoughts on “The Legend!

  1. Itu dia. Sudah bertahun-tahun kepikiran buat ambil les di sini untuk apply SIM. Tapi apa daya, cuma omdo soalnya memang masih merasa belum membutuhkan mobil nih ๐Ÿ˜› . Ini kujadikan alasan deh sampai sekarang belum ambil lesnya, hahaha ๐Ÿ˜› .

    • Dulu, akupun ga cepet cepet ambil SIM, krn keburu hamil padahal rencana nya begitu datang ke Belanda mo ambil SIM dengan alasan untuk jaga jaga buat nanti diperlukan, dan setelah dapat pun aku ga pernah pake mobil, tiga tahun kemudian baru di pakai kontinu karena memang dibutuhkan.
      Betul Zilko disini lebih praktis pake kendaraan umum untuk jarak jauh dan sepeda untuk jarak dekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s