Pengalaman seorang bule nyetir di Bandung

Jangan cemas jangan takut dan tak perlu khawatir jika butuh grab atau ojol, ada mamang Luc yang siap mengantarkan anda kemanapun!

Seminggu sebelum kami terbang ke Indonesia, tiba tiba Luc memutuskan untuk membuat SIM International untuk di gunakan di Indonesia. Prosesnya gampang;

1. Datang ke kantor/toko Anwb sambil membawa pas photo

2. Memperlihatkan SIM Belanda

3. Tralaa SIM segera di tangan dalam hitungan menit, setelah membayar tentunya.

Masa berlaku SIM hanya tiga tahun lamanya.

Seorang sahabat bertanya pada Luc apakah dia akan berani nyetir di Bandung dengan lalu lintas yang aduhai? Luc menjawab bahwa sesuangguhnya dia pun ragu, tapi setidaknya dia ingin mencoba terlebih dahulu.

Keputusan berkendaraan sendiri di Bandung mengingat rumah orangtuaku jauh dari pusat kota, ayah ibuku tinggal di Cibiru daerah Bandung selatan sedangkan daerah ‘jajahan’ Luc selama liburan berada di Bandung utara. Biasanya kami membagi dua dimana kami menginap antara hotel dan rumah orangtuaku, kadang Luc membooking satu kamar lainnya untuk ayah ibu agar aku tetap dekat dengan mereka.

Dua hari setelah kami tiba di Bandung, Luc mulai mencoba keberaniannya nyetir didampingi ayahku. Beliau yg mengajarkan trik trik jalur yang harus dilewati. Pengalaman perdana yang lancar jaya tersebut membuatnya gembira. Hari berikutnya dan seterusnya akulah yang menjadi navigasinya dibantu Google maps.

Aku cukup takjub dengan kemampuannya, handal, tidak ragu ragu dan kadang mirip supir angkot nyeruduk terus. Bahkan kakakku yang kami sebut hidup di jalanan (krn rumah di bogor dan kerja di jakarta, weekend masih juga bolak balik ke Bandung ngecek ayah ibu) memuji Luc dengan kemampuannya nyetir. Bahkan dia berseloroh sepertinya Luc dilahirkan untuk menjadi supir angkat. Ya ampun, tidak!!!

Hingga suatu hari ibuku harus mengambil obat ke rumah sakit, beliau diantar Luc. Pulang dari rumah sakit ibuku bercerita bahwa dia tak mau duduk di samping Luc yang sedang mengendarai mobil, ngeri karena ngebut katanya. Eh tak berapa lama Luc langsung menimpali bahwa diapun trauma jika ibuku yang menjadi navigasinya, banyak bilang aduh… Aduuuhhhh! Dan banyak kritik. Hahaha. Ah, aku jadi teringat cara ibuku nyetir dulu saat aku masih kecil, dia terkenal tukang ngebut. Tahun 80 an saat aku SD rasanya ibuku adalah satu satunya ibu ibu yang mengendarai mobil, di zaman itu kebanyakan hanya kaum lelaki yang mengendarai mobil. Masih terngiang dalam ingatanku saat seorang teman bertanya padaku, apakah ibumu seorang perempuan? Karena ibuku sangat tomboy saat jaman dulu kala.

Oh ya, kehandalan Luc mengendarai mobil teruji pada hari jumat kemaren lalu. Di pagi hari aku meminta adikku via app untuk membooking tiket kereta api jurusan jogya, aku memilih jalan pintas dengan minta tolong melalui adikku, pikirku tinggal transfer saja. Pukul 11.20 adikku me nelepon bahwa aku punya waktu hingga pukul 12.13 untuk membayar tiket kereta api tersebut, jika melewati pukul tersebut maka harus booking ulang. What?!!! Untung lah saat itu kami memang bersiap siap keluar rumah untuk berbagai urusan.

Dan fast and furious pun di mulai. Mobil segera keluar kompleks, tempat tinggal ayah ibu yang berada di batas kota Bandung (cibiru-cileunyi) segera membelah jalan Soekarno Hatta menuju komplek margahayu dimana atm langgananku berada (padahal atm lain juga ada sih, tapi aku mau nya disana😁). Sementara Luc mencari tempat parkir aku sudah keluar dari mobil, transaksi berhasil beberapa menit sebelum waktu habis.

Kami tersenyum lega, tapi tak sampai situ ketegangan kembali teruji karena kami ingin memburu jam bioskop pada pukul 13.00 di jln Purnawarman, si kembar ingin nonton Lion King. Ajaib kami berhasil tiba di gedung bec pada pukul 12.50. Bahagia dong ga ketinggalan nonton, bahkan aku masih sempat sholat duhur di mushola bec sebelum film di putar. Keluar dari bioskop kami harus menjalankan tugas penting lainnya, yaitu menutup asuransi kesehatan prudential kepunyaanku. Setiap aku mudik ke Indonesia selalu direncanakan untuk menutup asuransi tersebut karena kurang bermanfaat untukku disebabkan kini aku kini tidak berdomisili di Indonesia. Tapi keinginan tersebut hanya wacana saja setiap aku mudik selalu ada kesibukan lain yang menyebabkan penutupan asuransi terbengkalai.

Dari jalan Purnawarman kami menuju jalan banda, perjalanan lancar dan tidak me akan waktu yang lama, yang lama adalah saat aku menunggu giliran dipanggil CS. Akhirnya urusan ku disana berakhir pada pukul 16.06 wib. Rencananya dari situ kami akan ke BIP di jalan merdeka. Namun tiba tiba aku mempunyai ide untuk pergi ke money changer mengingat perbekalan kami sudah menipis apalagi senin besok kami akan ke jogya.

Nothing to lose, kami segera pergi menuju jalan dago, syukur syukur kami bisa tiba disana sebelum pukul 16.30. Kami tiba disana pukul 16.28, security segera membawaku ke loket nomor 9 sementara luc dan anak anak segera duduk di bangku tunggu dan security lainnya menutup pintu masuk.

Semua berjalan dengan lancar, sambil menepuk bahu Luc aku memujinya, kamu telah lulus nyetir di Bandung, di tengah kemacetan dan dibawah tekanan waktu. Selamat Luc, anda berhak menjadi supir ku seumur hidup! Eh 🤪!

Advertisements

11 thoughts on “Pengalaman seorang bule nyetir di Bandung

  1. Wah mantap! Berani dan lancar ketika nyetir di Indonesia. Padahal tantangan lainnya posisi setirnya berlawanan kan dari posisi setir di Belanda/Eropa (kecuali UK)! Apalagi ditambah traffic dan kekacauannya itu!

  2. Wiihhh keren nih ya dan sudah terbukti nyetir di BDG plus dengan riweuhnya angkot di by pass Soekarno Hatta … hehehehe. Itu ATM nya di Metro bukan mbak ?? heheh nebak banget ya

Leave a Reply to yayangneville Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s