Obrolan di minggu pagi

Sejak pertengahan bulan Januari 2019, kami sekeluarga punya ritual di minggu pagi dengan nonton serial TV Ninja Nanny di televisi. Serial ini menarik buat kami sekeluarga karena yang menjadi nanny disini diceritakan berasal dari Indonesia, dia menjadi nanny dari keluarga pesepak bola terkenal yang kaya raya. Sang nanny mengajarkan Pencak Silat pada anak tiri dari pesepak bola tersebut dan mereka berpakaian ninja jika sedang menjalankan aksinya.

Menarik buat kami, karena anak anak jadi tertarik untuk berbicara bahasa Indonesia denganku setelah me dengar beberapa adegan di seri tersebut yang kadang kadang menyelipkan kalimat berbahasa Indonesia.

Dari seri tersebut juga membuat obrolan panjang tentang suatu hal yang kami bahas setelah me nonton seri tersebut, misalnya saat Hunter memergoki teman sekolah nya yang seorang pendatang di Belanda saat mencuri sepatu. Dilemma dihadapi Hunter harus kah dia mengembalikan sepatu tersebut ke toko atau memberikan /menaruh di lokker teman sekelas nya itu yang memang membutuhkan sepatu tersebut.

Saat Hunter harus memilih apa yang harus di lakukan Hunter, Luc bertanya pada si kembar apa yang akan di lakukan si kembar menghadapi dilemma tersebut? Keduanya kompak menjawab bahwa mereka akan mengembalikan sepatu tersebut ke toko. Mereka sedikit kecewa saat melihat keputusan Hunter yang menaruh sepatu tersebut di lokker temannya tersebut. Si kembar nyaris berbarengan berkata bahwa Hunter malah membantu pencuri. Kemudian obrolan semakin berkembang, menurut si kembar seharusnya Hunter menaruh kembali sepatu tersebut ke toko dan suatu hari nanti dia seharusnya membeli sepatu tersebut dan memberikan atau menaruh nya di lokker temannya tersebut.

Dan tadi pagi saat kami sedang me nonton berita dan disana sedang membahas mengenai penembakan di mesjid di New Zealand saat shalat jumat tanggal 15 Maret kemarin. Sama dengan penduduk dunia lainnya kami pun berduka mendengar hal tersebut. Cahaya bertanya alasan apa yang membuat si penembak bisa melakukan itu semua?

Selagi aku berpikir untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang pantas di dengar anak usia 9 tahun, Luc dengan spontan menjawab pertanyaanan Cahaya dengan tanpa beban…. Yang aku tau alasan mereka adalah karena mereka tidak suka pada kaum pendatang (immigrants) dan Muslims…..

Kemudian Cahaya menimpali dengan cepat, tapi papa kau bilang bahwa penduduk New Zealand dan juga Australia adalah keseluruhannya adalah Immigrant? Menurutmu penduduk asli New Zealand adalah bangsa Maori? Jika mereka membenci immigrants hingga harus membunuhnya, bukan kah mereka pun harus membunuh dirinya sendiri karena mereka sendiri pun seorang pendatang?

Kemudian Cinta menimpali ucapan Cahaya. Seharusnya pembantai itu banyak membaca dulu sebelum bertindak, jika dia membenci suatu golongan karena suatu hal, dia harus tahu dulu apakah dia pun sebetulnya immigrants atau bukan. Lagi pula untuk alasan apapun membunuh adalah perbuatan yang keji. Apakah mereka tidak mempunyai otak?

Ah nak, mereka tidak punya hati nurani….

Dan obrolan di minggu pagi ini tak dapat aku ikuti lagi, airmataku mengalir dengan cukup deras, aku meninggalkan mereka bertiga di bawah yang masih berdiskusi mengenai alasan mengapa peneror tersebut melakukan semua itu.

Advertisements

16 thoughts on “Obrolan di minggu pagi

  1. Aku jadi diingatkan lagi untuk nonton serial ini. Aku pengen nonton dari dulu tapi kelupaan mulu.
    Hari Jumat itu perasaanku nano2 karena banyak hal menyedihkan dalam satu hari di dunia. Sempet nangis kok gini amat sekarang orang2 kayak ga punya nurani yg tertinggal.

    • Hallo Den, minggu kemaren ninja nanny nya ga ada, kayaknya abis epesode nya. Tapi bisa nonton di Npo gemist kok.

      Aamiin, semoga dunia semakin aman, kok bertubi tubi ya ada kejadian juga di Utrecht 😒

  2. Aku juga jadi ikut nonton Ninja Nanny tapi di website NPO Start karena sering kelupaan.
    Si kembar kritis sekali ya, sudah pintar mengutarakan pendapat dan dewasa cara pikirnya. Semoga semakin dewasa dan bijaksana ke depannya.

Leave a Reply to titintitan Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s