Didieu Land Punclut Dago

30 Juli 2018

Hari keenam belas

Hari ini sahabatku semasa SMA menemuiku. Dia khusus datang ke rumah orang tuaku untuk menemui orang tuaku pula. Dia yang berjanji akan datang jam lima sore ternyata baru nongol pada pukul delapan malam. Luc yang sangat menantikan kedatangnnya berkali kali bertanya padaku mengapa Heidy belum sampai juga. Ya sejak Luc mengenal Heidy, setahun yang lalu Heidy pernah mengunjungiku di Rotterdam dan menginap 4 hari di rumah kami, saat itulah Luc mulai memperhatikan persahabatanku dengannya. Ikut tertawa terbahak bahak saat Heidy menceritakan kenakalan apa yang aku dan Heidy lakukan semasa SMA dulu. Menurut Luc dari Heidy lah dia dapat mengenalku di jaman dahulu kala. Luc lebih banyak terbahak bahak dibanding terbelalak kaget mendengar cerita tentangku. Ah selucu itukah aku dulu, mengakibatkan dia dapat terbahak bahak seperti itu?

Karena ternyata Heidy datang saat hari telah larut, dia mengajak kami menginap di rumahnya, awalnya aku menolak. Tapi akhirnya menyetujui mengingat esok hari kami akan menginap di hotel, lebih mudah jika esok hari Heidy lah yang mengantarkan kami ke hotel karena jarak hotel dari rumahnya jauh lebih dekat daripada rumah orangtuaku di Cibiru. Setelah Cinda dan Cahaya bertanya apakah disana toiletnya normal atau tidak! Ahhhh dasar bocah masih urusan toilet juga.

31 Juli 2018

Hari ketujuh belas

Kami telah keluar rumah Heidy sejak pukul 11 pagi. Heidy akan mengajak kami bermain ke daerah Punclut. Ternyata lewat jalan belakang komplek rumahnya yang berada di Setiabudhi kami tiba tiba saja melintasi daerah Ciumbuleuit dan naik ke atas ke Punclut. Jalannya cukup sempit dan terjal. Kami menggunakan mobil yang tidak terlalu besar, sehingga memudahkan jika berpapasan dengan motor (klo berpapasan dengan mobil lain entahlah apakah masih muat atau tidak).

Berpuluh tahun yang lalu daerah Punclut hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki atau kuda, aku masih ingat saat SMP dulu, daerah Punclut mulai ramai dihari minggu. Orang orang berbondong bondong berjalan kali ke atas. Saat itulah cikal bakal nasi hitam menjadi beken. Saat para pendaki/pejalan kaki tiba di atas, kami akan mampir untuk makan nasi hitam bersam ikan asin, lalapan dan makanan Sunda lainnya. Menurut ayahku nasi hitam enak karena pulen dan lebih sehat. Tapi menurutku keras dan tidak seenak nasi putih.

Heidy membelokkan mobilnya ke temapt wisata DIDIEU LAND. Didieui artinya disini dalam bahasa Sunda. Heidy bermaksud mengajak kami makan di Dago Bakery Punclut yang tempatnya bersebelahan dengan Didieu Land. Tapi Cinta Cahaya langsung bersemangat begitu melihat arena outbond yang ada disana. Untuk masuk ke tempat wisata ada tiket masuk yang tidak mahal. Harga yang bersahabat. Ternyata disana selain bisa menikmati bermacam makanan, orang orang juga sibuk berfoto ria.

Tempat ini bisa dijadikan alternatif liburan jika sedang ke Bandung. Karena kami datang sebelum jam makan siang, tempatnya masih kosong. Anak anak bisa bermain sepuasnya. Tak banyaknya pengunjung mungkin juga karena saat itu bukan hari libur atau weekend. Tapi menurut Heidy jika hari menjelang sore, tempat ini akan dipenuhi anak muda yang pacaran. Ah untunglah aku tak datang sore hari, jadi tak usah nonton mereka, hihihi.

Keluar dari tempat parkir, si kembar melihat dua ekor kuda, jadinya sebelum Heidy mengantarkan kami ke hotel, si kembar masih sempat naik kuda di Punclut. Lumayanlah menghibur kekecewaan saat mereka naik kuda di The Ranch yang sekejap.

(bersambung)

Advertisements

6 thoughts on “Didieu Land Punclut Dago

  1. Bagus ya di Punclut ada Didieu Land sekarang. Dulu sewaktu di Bandung aku jarang banget ke Punclut (kunjunganku kesana bisa dihitung dengan jari satu tangan) karena aksesnya susah! Hahaha 😛 . Tapi kalau dipikir-pikir mungkin justru itu bagian dari pesonanya ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s