Toilet

29 Juli 2018

Hari keenam belas

Liburan kali ini, aku dihadapkan dengan kenyataan bahwa kini si kembar hampir sama dengan kebanyakan anak lainnya yang agak pemilih masalah toilet. Dulu waktu ponakanku masih kecil dia rela menahan pipis atau pup jika toiletnya tidak bersih. Tapi ponakanku itu tidak pernah bilang alasan sebenarnya, dia dengan sopannya bilang pada tuan rumah bahwa dia gak jadi pipis dan bilang nanti saja di rumah. Berbeda dengan si kembar dia dengan tegas bilang pada tuan rumah bahwa mereka tidak bisa pipis jika toiletnya tidak normal. Bukan masalah kebersihan atau apa, tapi toilet tidak normal!

Nah toilet apa yang tidak normal? Yaitu toilet jongkok. Padahal dua tahun yang lalu mereka masih bisa menerima jika harus jongkok saat pipis, mereka nurut saja tapi sekarang mereka selalu menolak, bahkan rela menahan pipis. Puncaknya saat perjalan dari Bogor ke Bandung melalui jalur Puncak, saat di daerah Rajamandala keduanya sudah tidak bisa menahan pipis, sopir dah berusaha nyari tempat dimana sekiranya mereka bisa pipis, akhirnya sejam kemudian di daerah Padalarang kami menemukan toko alfa. WC nya bersih hanya tempat pipisnya harus jongkok. Cahaya masih bisa pipis, begitu giliran Cinta pipis, aku sampai harus menekan pundaknya agar dia mau jongkok, eh dia malah berdiri lagi, dan akhirnya dia pipis sambil berdiri! Ampun drama banget, aku sampe marah marah dan ngamuk di tempat. Terus keluar dong ceramah panjang lebar bahwa dimanapun mereka berada harusnya bisa menyesuaikan dengan keadaan sekitar.

Nah rencana kami, jika kami berada di Bandung, kami akan membagi menjadi tiga diamana kami menginap, di hotel, rumah orangtuaku di Cibiru dan di rumah adikku di Jongjolong. Hari kedua setiba di Bandung kami siap mengungsi ke rumah adikku, baru satu hari mereka meminta balik lagi ke Cibiru dengan alasan disana toiletnya tidak normal.

Selama liburan di Indonesia kali ini, jika kami pipis di rest area si kembar akan gembira saat menemukan WC duduk, berbeda denganku aku lebih memilih WC jongkok jika di tempat umum, lebih aman menurutku dan tidak repot mesti membersihkan dudukannya dengan tisu berkali kali.

Jika kalian memilih yang mana?

Advertisements

12 thoughts on “Toilet

  1. Wduuhh repotnya juga ya, klo ga nemu toilet duduk πŸ˜€ . Klo aku sih ditempat umum malah lebih suka klo ada toilet jongkok, kdg risih duduk di duduk, kuatir ada kumannya hehe πŸ˜€ . Utk urusan mandi si kembar di Indonesia bgm? kan klo di eropa selalu pakai shower, sedangkan di tanah air masih biasa deh pakai gayung. Pas suamiku ke Indoesia pertama kali juga bingung bgm mandinya haha πŸ˜€ .

    • Iya bikin repot. Kebetulan di rumah orangtuaku sudah pake shower dan toilet duduk jauh sebelum aku pindah ke Belanda, jadi saat suami liburan ke Bandung dia tidak mengalami kebingungan cara mandi.

  2. Si kembar udah bisa kekeuh sama pendiriannya ya, karena udah semakin besar.

    Anakku juga baru bisa toilet jongkok setahun belakangan ini, mbak. Sebelumnya gak paham dia, karena mau di rumah kami, rumah ortu saya, atau rumah mertua semua duduk. Kalau anakku sama sepertiku yang penting toilet bersih dan tidak bau.

    • Si kembar harus lebih bisa belajar menyusuaikan diri lagi dengan keadaan sekitar. Anehnya jika dia disuruh pipis di semak semak (di Belanda) dia bisa kok jongkok hahaha.
      Betul yang penting sebetulnya asal tidak kotor dan bau, mau jongkok atau duduk sama saja….

  3. Yang, aku standarku akan toilet sangat tinggi. Bau dikit gitu langsung ga bisa pipis haha. Pokoknya kalau di tempat umum, mending nahan kencing daripada musti kencing di toilet umum. Tapi kalau di centrum, aku bisa kencing di Bijenkorf. Satu2nya tempat itu. Karena toiletnya bersih sekali plus gratis. Aku ga masalah toilet duduk. Sudah ga biasa jongkok. Kalau di rumah ada semprotan. Kalau di tempat umum, ya pakai tissue basah.

    • Ah itu ibuku banget. Dia walau kebelet pipis, masih bisa milih milih toilet yang bersih, dan bau dikit dia langsung tutup hidung.
      Oh ya aku klo kebetulan ke stad dan pingin pipis paling ke Hema atau ke perpustakaan klo pingin pipis,

  4. Aku sama kaya Deny, aku susah pipis di toilet kotor, kalopun udah kepaksa, pasti pake tutup mata, tutup hidung. Tapi emang lebih mending jongkok daripada duduk klo tempatnya udah ga meyakinkan, seenggaknya klo jongkok pantat kita ga nempel kemana2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s