Cuanki Serayu (Here we go again)

28 juli 2018

Hari kelima belas

Si kembar kembali protes setiap kali aku bersenandung intro soundtrack Mission: Impossible. Mereka menagih janji untuk nonton film Mama Mia 2. Sebelum kami berlibur, kami telah melihat thriller Mama Mia Here we go again. Aku mengatakan pada si kembar bahwa aku nonton film Mama Mia pertama pada bulan juli 2008 di bioskop berdua ibuku. Dan inilah film terakhir yang aku tonton bersama ibuku sebelum aku meninggalkan Belanda. Rasanya nonton film kala itu seperti perpisahan antara ibu dan putrinya apalagi film tersebut bercerita antara ibu dan anak gadisnya ditambah lagu lagu dari ABBA favorit ibuku. Aku bercerita pada si kembar bahwa jika kami nonton film Mama Mia 2 saat liburan di Indonesia akan menjadi hari antara ibu dan anak perempuannya, dan aku berencana mengajak ibuku. Akan ada tiga generasi.

Ternyata hari itu tanteku datang berkunjung, dia mengajakku makan cuanki Serayu. Aku setuju. Tanteku yang datang dengan anak perempuannya tiba pukul sepuluh pagi, kami bermaksud nonton Mama Mia terlebih dahulu di Paskal Square sebuah mall di Pasir Kaliki. Sayang setelah melihat jalanan yang macet, kami berganti haluan ke arah jalan Serayu terlebih dahulu. Dan astaga aku terbelalak begitu sampai disana dan melihat antriannya yang mengular.

Sepupuku yang masih berusia 23 tahun menenangkanku saat aku tak yakin haruskah kami jadi makan cuanki disana. Namun dia dengan sigap menenangkanku bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar. kami yang membawa rombongan sebanyak sembilan orang, digiring ke meja di sebuah halaman rumah yang nyaman, kami duduk di bawah pohon rindang. Aku dan sepupuku ikut dalam antrian. Uci (sepupu) menerangkan bahwa yang berdiri di barisan kiri adalah mereka yang akan makan cuanki di tempat, sedangkan orang yang mengantri di sebelah kanan adalah mereka yang akan membawa pulang pesanannya.

Cuanki yang legendaris itu ternyata tak sesuai harapanku. Hanya oke! Dan aku masih bingung mengapa begitu banyak orang hingga antri luar biasa. Tapi menurut Uci dan tanteku, inilah satu satuanya cuanki yang sesuai dengan lidahnya. Dia tak merasa aneh jika orang orang rela antri seperti ini.

Selesai makan cuanki Serayu kami melanjutkan perjalanan ke Paris van Java. PVJ adalah mall besar di Bandung yang menjadi favorit Luc sejak pertama kali dia datang ke Bandung. Dan kali ini dialah yang menjadi guide kami di mall tersebut. Dialah yang menunjukan dimana mushola berada, tempat anak anak bermain ice skating bahkan mesin ATM pun dialah yang menunjakannya. Dia juga berkata bahwa ada toko yang menghilang terakhir kali dia datang dua tahun yang lalu tapi muncul toko toko lain yang dulu tidak dia lihat. Oh ya saking seringnya dia datang seorang diri ke PVJ, seorang teman pernah mengirim wa kepadaku, bahwa dia suatu hari melihat Luc seorang diri di PVJ, dan aku langsung membenarkannya bahwa dia datang ke PVJ untuk nonton film.

Aku membeli tiket film sebanyak 9 buah. Dan sedikit terpana saat total biaya tiket, popcorn, soft drink dan coffee hampir mencapai 1 juta rupiah. Mahal kataku pada Luc sambil memperlihatkan jumlah bill saat aku membawa minuman dibantu Uci. Murah. Jawab Luc. Kamu harus ingat kita nonton bersembilan. Oh ya ternyata kami tidak jadi menonton hanya para wanita saja. Karena Luc dan ayahku memutuskan menonton film yang sama dengan kami dan juga saat itu aku menculik ponakanku yang seumur dengan si kembar untuk ikut berjalan jalan dengan kami dan dia adalah seorang anak laki laki.

Diluar dugaanku setelah keluar dari bioskop semuanya begitu bersemangat berdiskusi tentang film yang baru kami tonton. Bagi ibu, ayah dan tanteku melihat film mama mia adalah menyenangkan karena mengingatkan masa muda mereka yang tumbuh bersam lagu lagu ABBA, sedangkan bagi si kembar adalah karena mereka menyukai musik dan film yang bernuansa girly. Tak heran jika sesudah kami tiba di rumah, si kembar sibuk browsing mengenai film Mama Mia 2 dan ingin tahu tentang film Mama Mia sebelumnya.

Satu satunya yang kurang menikmati film tersebut adalah ponakanku Ghaly, dia berkali kali mendapat lirikan tajam dari Luc karena berkali kali mengajak ngobrol Cinta yang duduk di sebelahnya terutama saat popcornya telah habis. Dia juga satu satunya yang keluar ke toilet saat film sedang berlangsung dan Luc lah yang harus mengantarkannya ke toilet. Menurutku film Mama Mia 2 lebih menarik dari film Mama Mia sebelumnya. Tak percuma kami harus menunggu sepuluh tahun kemudian untuk dapat melihat lanjutan film Mama Mia. Mama Mia Here we go again.

(bersambung)

Advertisements

11 thoughts on “Cuanki Serayu (Here we go again)

  1. Cuanki itu kan sebenernya singkatan
    Cari uang jalan kaki
    Jadi kalo ada cuanki yang buka warung
    Ini cuanki yang menyalahi kodrat
    Hahaa

    • Cuanki jualan nya selalu dipikul, pikulannya kecil dan pendek. Cuanki mudah dijumpai di Bandung, masuk ke komplek komplek. Rasanya hampir serupa semua, kayaknya di ambil dari satu pabrik yg sama. Bisa dibilang mirip baso malang hanya tidak pernah pake mie.

  2. Dulu lama di Bandung malah nggak pernah nyobain cuanki, hahaha 😛 . Hahaha, besembilan sejuta termasuk snack dan minumannya ya nggak mahal-mahal amat kan ya, apalagi kalau dibandingkan dengan nonton di Pathe di sini! Bisa habis berapa itu? 😛 .

    • Enak itu cuanki jajanan yg mudah didapat, pelipur lara dan duka klo di rumah ga ada makanan pasti yg lewat rumah cuanki lg cuanki lg😂.
      Hihihi dasar emak emak, cuma dapet popcorn ama cola doang rasanya mahal hahaha

  3. Kalo di Jakarta, mirip si cuanki ini sudah ada dijual dalam kemasan instant. Aku baru cicip minggu lalu, kesanku cukup enak tanpa rasa micin yang pekat seperti mie instant. Tapi untukku terlalu pedas, padahal tidak ada level nya. Keseluruhan aku suka cuanki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s