Delft

Kota kelahiran Luc dan menghabiskan masa remajanya disana. Berpenduduk total 101.400 (thn 2017) dimana 21. 651 orang adalah pelajar! Lebih dari seperlima penduduknya adalah pelajar! Wow! Ya, disana universitas TU Delft yang terkenal itu berada.

Seperti halnya Yogya yang disebut kota pelajar, bagiku Delft memiliki ikatan bathin yang serupa dikatakan Katon. Selalu ingin kembali….

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu….

Advertisements

One euro hunter!

IMG_20170903_091004166

Aku salah satunya!

Coba bayangkan empat kali berturut turut dalam satu bulan setiap sabtu pagi, kami sekeluarga (dibawah ancamanku tentunya) pergi ke IKEA untuk sarapan pagi seharga satu euro!

Dulu pernah liat iklannya di poster jika mengunjungi IKEA, tapi sungguh aku tak tertarik sama sekali. Namun suatu hari kami datang kepagian, kami kira IKEA buka pukul 9 pagi pada hari sabtu, tapi ternyata buka pukul 10 pagi, karena saat itu kami sudah berada di IKEA, kami melihat tempat makannya sudah buka (ternyata restaurannya buka setengah jam setiap harinya) jadi kami memutuskan sarapan dulu disana.

Kebiasaan si kembar jika ke IKEA adalah memesan kinder bolletjes dan satu potong  cheese cake. Tapi karena aku melihat paket hemat tersebut aku menyarankan mereka ambil sarapan satu euro tersebut, sambil bersungut sungut si kembar menolaknya, akhirnya aku memperbolehkan mereka tetap mengambil cheese cake nya dengan paksaan mereka harus mengambil sarapan hemat nya juga.

Karena kami membiasakan mengambil makanan secukupnya (diusahakan habis yang telah diambil di piring), si kembar tidak mengambil croisantnya. Walaupun harganya tidak dikurangi. Ya iyalah mau dikurangi gimana? Hihihi, udah paketnya.

Inilah penampakan sarapan satu euro ala IKEA. Satu butir telor rebus, satu croisant, satu lembar keju, satu roti, satu selai, satu mentega dan satu cangkir teh atau kopi yang bisa direfil sekenyangnya.

IMG_20170903_092431448

My First Ears Piercing at Claire

Judulnya udah mirip kayak iklan tindik di Belanda, setidaknya tulisan seperti itulah setiap aku melewati toko assesories Claire. Ya, akhirnya si kembar di tindik juga setelah dari dua atau tiga tahun yang lalu mereka minta di tindik telinganya.

Saat mereka bayi ada beberapa orang yang pertama melihat si kembar dan bertanya apakah mereka anak perempuan atau anak laki laki? Menurutku semenjak aku melihat mereka pertama kali hingga saat ini, mereka plek plek wujud dari anak perempuan, walaupun saat lahir mereka botak dan berbaju warna biru mereka gak ada mirip miripnya dengan bayi laki laki. Pertanyaan seperti itu saat melihat telinga si kembar yang tidak beranting, untuk memastikan (bagi mereka yang ragu) apakah bayi yang mereka lihat itu perempuan atau laki laki biasanya mereka memeriksa telinganya.

Tapi rasanya aku jarang sekali melihat bayi di Belanda yang ditindik, dan menurut suamiku saat itu bahwa menurut peraturan di Belanda, anak anak tidak boleh ditindik jika umurnya kurang dari empat tahun. Saat itu sih aku percaya saja. Dikuatkan oleh pernyataan teman kami yang orang Spanyol bahwa anaknya ditindik pada usia dua tahun di Spanyol saat liburan karena tidak diperbolehkan di Belanda karena umurnya belum mencukupi.

Tapi ternyata soal umur itu bukanlah berdasarkan peraturan, namun hanya sebuah saran saja. Biasanya anak perempuan 4 atau 5 tahun sudah mulai genit ingin mengikuti orang dewasa dalam berdandan, sehingga mereka ingin mempunyai anting anting di telinganya juga, dan mulai sekitar umur empat tahun lah para orang tua memenuhi permintaan sang anak untuk ditindik. Dan menurut Luc, rasanya kurang bijak jika anak anak ditindik saat mereka bayi dan hanya berdasarkan keinginan orang tuanya saja, karena siapa tahu mereka tidak ingin ditindik, apa apa yang menyangkut tubuh mereka adalah hak sepenuhnya si empunya badan yang bersangkutan.

Si kembar pun pernah bertanya padaku yang tidak pernah memakai anting, apaka aku ditindik atau tidak dan mereka kagum saat melihat bahwa aku punya lubang di telingaku. Dengan rasa heran mereka bertanya mengapa aku tidak pernah memakai anting? Ya mengapa Yayang?

Karena telingaku hanya tak bermasalah jika memakai anting bulat (ring) yang dipakaikan ibuku sejak aku bayi. Dan begitu dewasa saat aku mulai memilih anting anting sendiri, selalu saja anting anting tersebut meninggalkan jejak merah di telingaku, dan juga gatal gatal, padaha sama sama terbuat dari emas. Jadi balik lagi harus memakai anting bulat bayi lagi. Setelah dewasa daripada aneh memakai anting bayi lebih baik aku tidak memakai anting sama sekali.

Pada liburan Mei Vakantie dua bulan yang lalu, akhirnya si kembar ditindik juga. Berdasarkan informasi yang didapat Luc dari internet bahwa anting yang ditembakan pada telinga tidak boleh dibuka (diganti) selama dua minggu. Dalam kurun waktu dua minggu, anting tersebut harus diputar selama beberapa detik dua kali dalam sehari sambil diberi alkohol (larutan pembersih).

Dan penjelasan itulah yang aku dapat saat aku mendatangi toko Claire dimana si kembar ditindik. Aku juga harus menandatangi bahwa si kembar ditindik atas persetujuan orang tuanya dan beberapa informasi yang harus di isi untuk melengkapi persyaratan.

Dan pada tanggal 1 Mei 2018 di kota Venlo si kembar ditindik. Mereka gembira sekali, bercerita dengan semangat pada papanya saat Luc menjemput kami di station Rotterdam saat kami kembali dari Venlo. Aku mengambil gambar si kembar sesaat setelah mereka keluar dari toko Claire.

Luchtalarm – Alarm udara

Beberapa waktu setelah aku tinggal di Belanda, aku dikejutkan oleh suara sirene panjang yang aku dengar dari kejauhan. Ada rasa aneh yang aku rasakan saat pertama kali mendengarnya, rasa sepi, ingin pulang, rasa tak tenang alias gundah gulana. Tanda tanya ada apakah gerangan dari sirene tersebut baru terjawab saat Luc sudah pulang ke rumah.

Sirene tersebut adalah luchtalarm atau alarm peringatan tanda bahaya atau darurat. Jika sirene dibunyikan kita harus waspada, mungkin sesuatu sedang terjadi. Tapi tunggu dulu, sirene yang aku dengar hari itu bukan tanda bahaya, tapi merupakan test alat dari alarm itu sendiri. Setiap hari senin pertama tiap bulannya tepat pukul 12.00 alarm dibunyikan untuk mengetes apakah alarm tersebut berfungsi dengan baik atau tidak.

Berdasarkan hasil tanya pada oom Google secara singkat barusan, ternyata nama luchtalarm diambil dari arti sebenarnya pada masa perang dingin untuk memperingati adanya serangan udara. Pada tahun 1993, setelah robohnya tembok Berlin tahun 1989 pemerintahan memutuskan mengganti konteks peringatan perang dingin menjadi konteks pertahanan sipil. Prinsipnya hampir sama untuk memperingatkan penduduk jika ada bencana alam atau keadaan darurat lainnya.

Nah sejak aku pindah ke rumah yang sekarang, aku tidak pernah mendengar lagi suara sirene tersebut di hari senin pertama tiap bulannya. Asli, aku kangen sekali pada si suara panjang tersebut. Aku sampai membicarakan hal tersebut dengan anak anak dan suami. Mereka malah tercengang saat aku bertanya apakah mereka mendengar sirene selama ini? Tentu saja jawab si kembar, mereka bisa mendengarnya dengan jelas saat mereka berada di sekolah, begitupun Luc, dia mendengarnya saat berada di kantor. Jadi aku sendiri kah yang tidak mendengarnya. Saat itu aku berjanji pada diriku sendiri akan mencari tower luchtalarm di dekat rumahku, untuk memastikan apakah ada atau tidak.

Namun belum sampai aku memenuhi janjiku, tadi pukul 12 tepat aku mendengar suara sirene panjang itu. Wah senangnya hatiku, aku segera keluar untuk memastikan bahwa itu adalah benar suara luchtalarm.

Oalah akhirnya aku tahu sebabnya mengapa selama ini aku tidak mendengar suara sirene tersebut. Ternyata selama ini, aku selalu menutup pintu dan jendela rumah. Sistem kedap suara di rumah yang baru sangat baik, sehingga aku tidak mendengar suara apapun dari luar jika semua lubang ventilasi dalam rumah tertutup. Tapi kini udara mulai panas, apalagi beberapa hari terakhir ini, jadi semua jendela rumah aku buka lebar lebar untuk mendapatkan angin sepoi sepoi masuk rumah, dan suara sirene pun bisa terdengar.

Pada tanggal 4 februari 2013 secara serentak  di seluruh Belanda diluncurkan sistem NL-Alert tehnologi  yang awalnya untuk membantu para tuna rungu agar dapat mendengar luchtalarm melalui mobile telefoon mereka masing masing. Dan aku baru menerima peringatan luchtalarm atau peringatan NL-alert lainnya saat telefonku diganti dengan telefoon yang lebih canggih, dulu ga nerima, hahaha. maklumlah aku bukan orang yang ganti ganti hp, baru ganti hp beberapa waktu lalu karena hpnya nge hang minta diganti. 🙂

Buat kalian yang tinggal di Belanda apakah selalu menantikan luchtalarm seperti diriku?

220px-Sirene_op_paal