Tradisi Pizza Hut

Hari kedua, 15 juli 2018

Akhirnya kami mendarat dengan selamat di bandara Soekarno Hatta. Rasanya ingin segera melompat menuju tempat kedatangan tanpa melewati antrean pemeriksaan passport atau visa buat Luc kemudian menunggu koper yang biasanya terlambat muncul kepermukaan.

Perjalanan panjang dari Amsterdam menuju Jakarta terasa lebih melelahkan dibandingkan mudik mudik terdahulu. Entah lah apa yang salah… Secara waktu perjalanan hampir sama dengan pulang kampung sebelumnya. Mungkin karena kami harus berhenti dua kali. Yang pertama pesawat berhenti di Damman, yang mereka sebut bukan transit tapi disebut technical stop. Disana pesawat berhenti selama satu jam untuk pengisian bahan bakar, penumpang diminta tetap duduk di kursi masing masing. Kemudian pesawat kembali terbang menuju Moscat. Ya, kami menumpang penerbangan Oman airline. Untuk pertama kalinya (karena alasan harga yang terjangkau). Ternyata penerbangan ini adalah kerjasama antara Oman airline dengan KLM Royal Dutch Airline. Jadi lah dari Amsterdam menuju Moscat kami berada di pesawat KLM yang…. hhmm seperti yang sudah sudah, biasanya tempat duduknya sempit dan peralatan hiburannya agak jadul dan ditemani oleh crew penerbangan yang berambut acak acakan (sebetulnya lebih rapih rambut mereka dari pada rambutku) dan kurang senyum. Tapi ternyata aku dibuat kaget oleh crew kali ini, mereka super ramah, sangat membantu, sangat professional dan lebih banyak senyum dari pada diriku, walau rambut dan dandanan tetap seperti para crew yang ada dibenakku. Oh ya dan TV yg masih jadul. Masih pake remote belum touch screen dan berukuran kecil dengan kualitas suara yang menyedihkan.

Kebalikan dari KLM, Oman airline ternyata mempunyai crew yang menyedihkan. Mereka jutek, tak ramah sama sekali, beberapa kali lupa saat aku minta minum air teh. Alhasil selama penerbangan aku hanya mendapatkan air teh satu kali, itu pun dengan permintaan berkali kali, mereka selalu bilang nanti kami mengantarkan pada anda atau nanti rekan kerja kami yang menyajikan. Dan itu isapan jempol belaka.

Yang lebih bikin aku naik pitam adalah saat aku diseruduk seorang pramugari tinggi besar dan dia melenggang tanpa minta maaf sama sekali padahal aku nyaris terjengkang. Di ujung sana aku melihat mata Luc membara, kemudian saat kami berjalan keluar pesawat Luc berkata lirih pada ku, bahwa dia tak tertarik lagi untuk memilih maskapai penerbangan Oman airline. Bahkan Cahaya pun bertanya padaku dengan heran, mengapa pramugari yang berdiri di pintu pesawat tidak menyapa welcome saat kami masuk dan tidak bersay goodbye saat kami keluar.

Mungkin tekanan bathin inilah, (karena diseruduk) yang membuatku merasa lelah luar biasa.

Aku dan anak anak berhasil melewati pemeriksaan passport dengan kilat, tak ada antrian disana, sementara antrian passport bukan passport Indonesia mengular mengerikan. Hingga aku memutuskan pada Luc bahwa kami akan meninggalkan Luc yang mengantri dan aku akan mengurusi koper bersama anak anak dan menunggu dia diluar.

Terimakasih Tuhan, aku berhasil (bersama poter legal) mengeluarkan 7 koper keluar dari bandara. Cinta menangis gembira saat memeluk kakek dan neneknya, kami semua trenyuh melihat air mata bahagia nya. Kemudian kami harus menunggu Luc yang tidak juga keluar dari bandara, setengah jam berlalu dari waktu aku dan anak anak keluar. Untung lah akhirnya dia nongol juga.

Entah kenapa kakak ku selalu membawa kami makan di pizza Hut saat perjalanan dari bandara menuju Bandung. Pizza Hut yang berada di jalan tol tak jauh dari bandara. Luc menyebutnya tradisi penyambutan adalah makan di pizza hut jalan tol. Hingga suatu ketika (empat tahun yang lalu) kami datang tepat dua hari setelah hari ulang tahun si kembar. Kakak ku sebagai ketua ‘panitia penjemputan’ membawa kami ke arah Ancol, kemudian dibawa ke rumah makan Bandar Jakarta di Ancol, makan seafood sepuasnya. Luc gembira karena bisa memilih kepiting, udang, dan ikan hidup sebelum di masak. Sementara si kembar cemberut begitu melihat hidangan datang, tuturnya kasihan ikan ikan itu baru saja berenang bahagia bersama keluarga nya namun kini berada di meja untuk kami santap. Wajah cemberut berganti wajah sumringah saat kami makan, datang segerombolan pelayan membawa kembang api bersama beberapa orang yang membawa perkusi dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan riuhnya. Surprise untuk si kembar yang baru saja berulang tahun yang kelima.

Setelah tradisi yang dilanggar itu (Tradisi makan di pizza hut), Luc selalu berseloroh dimana kah kami akan dibawa untuk makan? Apakah melanggar tradisi atau tetap melanjutkan tradisi. Dan hingga saat ini pelanggaran yang terjadi adalah empat tahun yang lalu.

Hari ini kami semua duduk dengan ramainya di pizza hut, seperti dua tahun yang lalu, juga tahun tahun sebelum empat tahun yang lalu.

(bersambung)

19 thoughts on “Tradisi Pizza Hut

  1. Hahaha, KLM memang masih deploy pesawat tipe Airbus A330 ke rute Dammam/Muscat yang memang interiornya (kursi dan layar TVnya) masih yang model-model tua. Makanya aku avoid KLM kalau rutenya masih pakai pesawat yang ini, hahahaha πŸ˜† . Tapi tahun ini KLM bakal meng-upgrade kursi-kursi di pesawat ini dengan kursi-kursi yang baru sih; tapi ya memang proses dan memakan waktu, hahaha.

    Btw aku penasaran dengan transit di Muscat, apakah transitnya mulus? πŸ˜€ Soalnya Oman Air memang lagi sering promo tiket ini. Beberapa waktu lalu mereka promo tiket business class ke Jakarta murah banget (eh, aku lupa apakah ke atau dari Jakarta, tapi yang jelas melibatkan Jakarta πŸ˜€ )! Nggak beda banyak sama economy class maskapai lain! Hahaha πŸ˜› .

    *Dan lost focus yang diomongin masalah pesawat, hahahaha πŸ˜† *

    • Nah itu dia, kita sama sekali ga tau bahwa kita bakalan naek KLM ke muscat nya, krn Oman baru pertama kali kita denger, suami cuma minta pendapat teman ku yang kebetulan dia sering travelling dan mengetahui type pesawat, saat tahu type pesawatnya bagus, dia nyaranin naik Oman eh ternyata crew pesawat nya yg gitu deh πŸ˜‚. Transit nya mulus klo menurut ku langsung ke Gate yg kita tuju, sementara tempat duduk nya sudah di print sejak dari schiphol.
      Oh ya di airport nya banyak restaurant, gampang makan. Kita makan di KFC hahaha beter dan in Nederland, lumpia juga ada lengkap banget disana.

  2. Setelah perjalanan yang panjang. Selamat mudik, Mbak Yayang sekeluarga.

    Membayangkan Cinta memeluk ortu Mbak Yayang sampai menangis, teringat aku saat kecil pun begitu ke ortu ibuku. Rasa rindu tersampaikan begitu bertemu langsung sama mereka.

  3. Anak-anak memang polos ya, kadang suka mau senyum gimana begitu kalau menolak makan binatang tapi ketika sudah tidak tahan lapar dimakan juga *insting bicara*

Leave a Reply to zilko Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s