My First Ears Piercing at Claire

Judulnya udah mirip kayak iklan tindik di Belanda, setidaknya tulisan seperti itulah setiap aku melewati toko assesories Claire. Ya, akhirnya si kembar di tindik juga setelah dari dua atau tiga tahun yang lalu mereka minta di tindik telinganya.

Saat mereka bayi ada beberapa orang yang pertama melihat si kembar dan bertanya apakah mereka anak perempuan atau anak laki laki? Menurutku semenjak aku melihat mereka pertama kali hingga saat ini, mereka plek plek wujud dari anak perempuan, walaupun saat lahir mereka botak dan berbaju warna biru mereka gak ada mirip miripnya dengan bayi laki laki. Pertanyaan seperti itu saat melihat telinga si kembar yang tidak beranting, untuk memastikan (bagi mereka yang ragu) apakah bayi yang mereka lihat itu perempuan atau laki laki biasanya mereka memeriksa telinganya.

Tapi rasanya aku jarang sekali melihat bayi di Belanda yang ditindik, dan menurut suamiku saat itu bahwa menurut peraturan di Belanda, anak anak tidak boleh ditindik jika umurnya kurang dari empat tahun. Saat itu sih aku percaya saja. Dikuatkan oleh pernyataan teman kami yang orang Spanyol bahwa anaknya ditindik pada usia dua tahun di Spanyol saat liburan karena tidak diperbolehkan di Belanda karena umurnya belum mencukupi.

Tapi ternyata soal umur itu bukanlah berdasarkan peraturan, namun hanya sebuah saran saja. Biasanya anak perempuan 4 atau 5 tahun sudah mulai genit ingin mengikuti orang dewasa dalam berdandan, sehingga mereka ingin mempunyai anting anting di telinganya juga, dan mulai sekitar umur empat tahun lah para orang tua memenuhi permintaan sang anak untuk ditindik. Dan menurut Luc, rasanya kurang bijak jika anak anak ditindik saat mereka bayi dan hanya berdasarkan keinginan orang tuanya saja, karena siapa tahu mereka tidak ingin ditindik, apa apa yang menyangkut tubuh mereka adalah hak sepenuhnya si empunya badan yang bersangkutan.

Si kembar pun pernah bertanya padaku yang tidak pernah memakai anting, apaka aku ditindik atau tidak dan mereka kagum saat melihat bahwa aku punya lubang di telingaku. Dengan rasa heran mereka bertanya mengapa aku tidak pernah memakai anting? Ya mengapa Yayang?

Karena telingaku hanya tak bermasalah jika memakai anting bulat (ring) yang dipakaikan ibuku sejak aku bayi. Dan begitu dewasa saat aku mulai memilih anting anting sendiri, selalu saja anting anting tersebut meninggalkan jejak merah di telingaku, dan juga gatal gatal, padaha sama sama terbuat dari emas. Jadi balik lagi harus memakai anting bulat bayi lagi. Setelah dewasa daripada aneh memakai anting bayi lebih baik aku tidak memakai anting sama sekali.

Pada liburan Mei Vakantie dua bulan yang lalu, akhirnya si kembar ditindik juga. Berdasarkan informasi yang didapat Luc dari internet bahwa anting yang ditembakan pada telinga tidak boleh dibuka (diganti) selama dua minggu. Dalam kurun waktu dua minggu, anting tersebut harus diputar selama beberapa detik dua kali dalam sehari sambil diberi alkohol (larutan pembersih).

Dan penjelasan itulah yang aku dapat saat aku mendatangi toko Claire dimana si kembar ditindik. Aku juga harus menandatangi bahwa si kembar ditindik atas persetujuan orang tuanya dan beberapa informasi yang harus di isi untuk melengkapi persyaratan.

Dan pada tanggal 1 Mei 2018 di kota Venlo si kembar ditindik. Mereka gembira sekali, bercerita dengan semangat pada papanya saat Luc menjemput kami di station Rotterdam saat kami kembali dari Venlo. Aku mengambil gambar si kembar sesaat setelah mereka keluar dari toko Claire.

Advertisements

21 thoughts on “My First Ears Piercing at Claire

  1. Di Jerman juga ga biasa bayi dan anak perempuan pakai anting, pdhl aku sudah pesan minta dibelikan anting untuk anakku. Si mama bawa anting bayi, eh suamiku bilang tunggu anaknya besar dulu, katanya kasihan, sakit saat dilubangi kupingnya. Aku sendiri, dan di tanah air sudah biasa ya pas lahiran atau bbrp hari setelahnya, pas dibidanpun bayi sdh ditindik.

  2. Temanku yang orang perancis pernah kaget liat bayinya temenku udah pake anting.. kubilang semua bayi juga udah ditindik dari kecil.. dia sampe ngecek telingaku, yang ga ada antingnya..
    Ya mau gimana, ditindik dari kecil kok.. tapi ga pingin pake anting, jadi lubang aja.. hehe..

  3. kalo anak saya udah ditindik pas usia 3 bulan
    kasian sih masih bayi gitu udah harus ditindik
    pas ditindik itu nangis” dia
    duh kasian kamu nduk
    tapi ya namanya orang perempuan sih yak

  4. Sampe sekarang pun di Indonesia lazim bayi perempuan langsung ditindik dengan pertimbangan daging telinga Masih sangat lembut, kalau sudah besar khawatir lebih keras bagian telinganya.
    Bahkan menghargai tubuh anak sendiri sesaklek itu ya, saya jadi salut juga.

    Akupun malasss pake anting, sebenarnya gak alergi sih. Hanya kurang suka perhiasan aja.

  5. Both of them so lovely ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ duh pada cepet2 gede aja yah..

    Btw, setelah ditinduk gitu, sakit ga?

    Aku inget, aku ditindik pas SD, tapi itupun karena pas operasi paha, jadi pasca recovery dr operasi itu gak gitu berasa sakit ditindikannya. Terus pas aku mulai kerja, pernah tindik 1 lagi ditelinga kiri, sakitnya 1 minggu ga kelar2.. udah gitu, pas dah mau sembuh, kesepak adikku pas tidur, alhasil malah bengkak ๐Ÿ˜“ dan sekarang yang tindik tambahan itu sudah merapat lagi..

    • Ya ampun, seminggu sakitnya ga kelar kelar? Duh aku jadi bersyukur ditindik pas bayi. Anak anak pas ditindik kayak dicubit dikit katanya, trus ga sakit sesudahnya. Mereka ngasih alkohol sendiri tiap hari selama seminggu sambil diputer puter selama 10 detik.

      • Ahh pada pinter2.. iya seminggu gak kelar2 sakitnya.. alhasil yah udah deh, males maintain, sekarang yg lobang tambahan itu dah tutup haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s