Luchtalarm – Alarm udara

Beberapa waktu setelah aku tinggal di Belanda, aku dikejutkan oleh suara sirene panjang yang aku dengar dari kejauhan. Ada rasa aneh yang aku rasakan saat pertama kali mendengarnya, rasa sepi, ingin pulang, rasa tak tenang alias gundah gulana. Tanda tanya ada apakah gerangan dari sirene tersebut baru terjawab saat Luc sudah pulang ke rumah.

Sirene tersebut adalah luchtalarm atau alarm peringatan tanda bahaya atau darurat. Jika sirene dibunyikan kita harus waspada, mungkin sesuatu sedang terjadi. Tapi tunggu dulu, sirene yang aku dengar hari itu bukan tanda bahaya, tapi merupakan test alat dari alarm itu sendiri. Setiap hari senin pertama tiap bulannya tepat pukul 12.00 alarm dibunyikan untuk mengetes apakah alarm tersebut berfungsi dengan baik atau tidak.

Berdasarkan hasil tanya pada oom Google secara singkat barusan, ternyata nama luchtalarm diambil dari arti sebenarnya pada masa perang dingin untuk memperingati adanya serangan udara. Pada tahun 1993, setelah robohnya tembok Berlin tahun 1989 pemerintahan memutuskan mengganti konteks peringatan perang dingin menjadi konteks pertahanan sipil. Prinsipnya hampir sama untuk memperingatkan penduduk jika ada bencana alam atau keadaan darurat lainnya.

Nah sejak aku pindah ke rumah yang sekarang, aku tidak pernah mendengar lagi suara sirene tersebut di hari senin pertama tiap bulannya. Asli, aku kangen sekali pada si suara panjang tersebut. Aku sampai membicarakan hal tersebut dengan anak anak dan suami. Mereka malah tercengang saat aku bertanya apakah mereka mendengar sirene selama ini? Tentu saja jawab si kembar, mereka bisa mendengarnya dengan jelas saat mereka berada di sekolah, begitupun Luc, dia mendengarnya saat berada di kantor. Jadi aku sendiri kah yang tidak mendengarnya. Saat itu aku berjanji pada diriku sendiri akan mencari tower luchtalarm di dekat rumahku, untuk memastikan apakah ada atau tidak.

Namun belum sampai aku memenuhi janjiku, tadi pukul 12 tepat aku mendengar suara sirene panjang itu. Wah senangnya hatiku, aku segera keluar untuk memastikan bahwa itu adalah benar suara luchtalarm.

Oalah akhirnya aku tahu sebabnya mengapa selama ini aku tidak mendengar suara sirene tersebut. Ternyata selama ini, aku selalu menutup pintu dan jendela rumah. Sistem kedap suara di rumah yang baru sangat baik, sehingga aku tidak mendengar suara apapun dari luar jika semua lubang ventilasi dalam rumah tertutup. Tapi kini udara mulai panas, apalagi beberapa hari terakhir ini, jadi semua jendela rumah aku buka lebar lebar untuk mendapatkan angin sepoi sepoi masuk rumah, dan suara sirene pun bisa terdengar.

Pada tanggal 4 februari 2013 secara serentak  di seluruh Belanda diluncurkan sistem NL-Alert tehnologi  yang awalnya untuk membantu para tuna rungu agar dapat mendengar luchtalarm melalui mobile telefoon mereka masing masing. Dan aku baru menerima peringatan luchtalarm atau peringatan NL-alert lainnya saat telefonku diganti dengan telefoon yang lebih canggih, dulu ga nerima, hahaha. maklumlah aku bukan orang yang ganti ganti hp, baru ganti hp beberapa waktu lalu karena hpnya nge hang minta diganti. 🙂

Buat kalian yang tinggal di Belanda apakah selalu menantikan luchtalarm seperti diriku?

220px-Sirene_op_paal

 

Advertisements

24 thoughts on “Luchtalarm – Alarm udara

  1. Mbak, membaca paragraf pertama diatas, aku lgsg bs membayangkan deg2an dan ketegangan sesaatnya. Mungkin mirip dgn yg sering kualami dulu di rumah lama yg dekat masjid. Jd klo tau2 takmir masjid udah nyalain speaker di tower dan berseru “Assalamualaikum wr wb,” wah rasanya semua lgsg tegang krn biasanya akan diikuti dgn pengumuman warga siapa yg meninggal dunia.

    • Sama, aku juga dulu waktu tinggal di Bandung klo denger halo halo di mesjid suka deg degan apalagi klo abis sholat subuh, secara komplek yang aku tinggali adalah komplek tua, penghuninya udah pada tua tua

  2. Berarti sistem kedap suara di rumah mbak luar biasa, ya.
    Di kota-kota tertentu juga suka ada kebiasaan khas seperti membunyikan suara kapal, sampai lonceng kuno..

    • Disini lonceng gereja klo lagi di stad, kadang suka bikin kangen juga denger lonceng tersebut.

      Iya kedap banget, pernah tetangga sebelah rumah minta izin bahwa dua mau ada pesta dari jam 9 malam sampe jam 2 pagi, minta izin siapa tau kami terganggu, klo terganggu tinggal bel aja jadi mereka bisa mengecilkan suara musiknya. Karena mau ada DJ segala. Eh begitu pesta berlangsung kita sama sekali ga denger apa apa dari rumahnya, sepi seperti biasanya. Hahaha

  3. tahun 2011 saat saya masih di aceh masih ada sirine” kayak gitu
    dulu dipakai pas ada serangan GAM
    sekarang dipakai pas bulan puasa doang
    buat pemberitahuan sahur

  4. Aku si seneng dengernya.. Kaya jaman kerja di site, ada tes alarm tiap hari minggu. Jadi kebiasa denger alarm memang.. hehe
    Karena sistem alarm di Belanda ini, aku sampe bilang sama suami.. “Berarti kalo ada negara lain menyerang Belanda, mereka akan pilih hari senin awal bulan donk.. orang2 akan mengira itu cuma tes alarm”… Suamiku ketawa aja.. haha aku kebanyakan nonton film action kayanya..

Leave a Reply to yayangneville Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s