Lebaran tahun 2018: Hari ibu dan anak perempuannya

Judulnya panjang banget, judul yg sekaligus rangkuman cerita hari raya Idul Fitri yang baru lewat.

Selama ini setiap hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, aku datang untuk mengikuti sholat ied seorang diri, kecuali jika hari raya tersebut jatuh di hari weekend, Luc dan anak anak akan turut serta.

Untuk tahun ini aku berharap sekali lebaran bakal jatuh di hari sabtu, harapan pupus saat KBRI beserta mesjid Al Hikmah Denhaag mengumumkan bahwa lebaran akan jatuh di hari jumat. Akhirnya aku meminta izin pada Luc untuk meminta libur sekolah untuk anak anak. Formulir yang bisa di download via website sekolah dan dikirim melalui email tidak aku lakukan, aku langsung menemui guru si kembar dan mengabarkan pada nya bahwa si kembar tidak bisa masuk sekolah karena akan merayakan suiker feest (lebaran). Agak terbelalak pak guru berkata bahwa aku tak perlu datang ke administrasi sekolah, dia lah yang akan mengurusnya. Keesokan harinya si kembar membawa formulir yang harus aku isi dan di kembali kan pada pak guru hari berikutnya.

Oh ya untuk puasa tahun ini, sama dengan tahun sebelumnya si kembar belajar menjalankan ibadah puasa semampunya di hari sabtu dan minggu. Mereka ikut sahur denganku dan mereka berbuka pukul 12 siang.

Hari jumat tanggal 15 juni tepat dua minggu yang lalu kami sudah ada di mushola pukul 9 pagi diantar oleh Luc, sementara dia meneruskan perjalanan ke kantor.

Karena si kembar memakai kain batik untuk mengimbangi si kembar aku pun memutuskan memakai celana kulot batik.

Di mushola biasanya si kembar akan sibuk bermain dengan anak lain seusianya. Tapi tidak kali ini, dia membantu diriku di dapur mushola menyiapkan kue kue, menyusunnya di piring plastik untuk memudahkan para jemaah menyicipi kue kue seusai sholat ied nanti.

Orang orang tinggal ambil perpiring

Setelah tugas ku selesai di dapur, aku segera masuk ke ruangan tempat sholat ied akan dilangsungkan, lagi lagi si kembar menurut saat aku giring ke tempat sholat, mengikuti sholat ied dengan tertib dan duduk diam saat khotib berceramah, mereka berdua sibuk menjaga bayi usia dua bulan yang berada ibunya duduk disampingku.

Selesai sholat ied, aku yang biasanya membantu ibu ibu mushola di dapur tak aku lakukan kali ini, aku ikut segera ikut mengantri seperti tamu jemaah lainnya, makan! Si kembar yang biasanya sulit makan pun hari itu lahap makan nya.

Usai makan dan beramah tamah, biasanya aku membantu membereskan makanan dan ikut bergabung untuk acara halal bihalal di kbri denhaag, tapi karena aku telah berjanji pada si kembar bahwa kami akan segera shopping ke stad, maka aku tak bisa membantu membereskan makanan yang masih melimpah di mushola dan segera pamit untuk lari mengejar tram.

Dan lihat lah gaya ku mohon pamit pada ka Endjat yang aku dan Luc anggap seperti kakak di Belanda.

Kami memakai tram untuk bisa mencapai centrum.

Senangnya si kembar karena aku membolehkan mereka memilih pakaian yang mereka suka, berkali kali mereka mengucapkan terima kasih dan berkata bahwa aku ibu paling baik sedunia. Ehemmmm!

Dan aku membolehkan mereka mengganti baju yang mereka pakai dengan baju yang baru saja mereka beli. Sambil duduk di bangku depan beurs kami menikmati lumpia Vietnam kesukaan mereka, kramjes mama Hong!

Dari situ kami segera ke perpustakaan, meminjam buku dan bermain sebentar disana, kemudian minum coffee di Hema (karena murah meriah) untuk ku, sedangkan anak anak boleh memilih makanan yang mereka sukai. Mereka memilih pannenkoeken.

Kami menghabiskan waktu di situ sambil menunggu Luc menjemput kami.

Hari lebaran kami kali ini benar benar hari menyenangkan untuk ku dan si kembar.

Aku tak masak opor hari itu, juga tak mau dibekali makanan apa pun dari mushola, hari sabtu kami akan keluar juga seharian, pagi ambil sepeda yang sudah aku beli di marktplats (second hand), kemudian pergi ke Utrecht janjian dengan tukang taman untuk melihat contoh taman yang kami ingin kan. Dari sana kami langsung meluncur ke Almere memenuhi undangan seorang teman untuk merayakan lebaran. Ceritanya open House tapi yang diundang hanya dua keluarga saja Hahaha, tapi itu ternyata sangat menyenangkan karena kami semua yang sudah mengenal sangat akrab bisa bercerita tentang segala hal, bahkan hal hal yang sebelumnya tidak aku ketahui tentang masa muda Luc terpapar di hari itu.

Oh ya aku sengaja tidak masak opor di hari lebaran karena hari selasa beberapa hari setelah lebaran aku mengadakan makan siang singkat dengan beberapa teman dekat.

Tak banyak yang aku buat. Ceritanya mau membuat lontong cap gomeh tapi akhirnya menu opor ayam namun di campur labu siam, masakan lainnya adalah sambal goreng kentang ala ibuku yaitu sambal goreng kentang ditambahi santan kental masakan lainnya adalah ase cabe. Semua masakan tersebut aku buat pagi hari sebelum teman teman datang kecuali ketupat yg aku buat malam sebelumnya, beruntung aku diberi sarung ketupat yang dibuatkan teman baik ku beberapa minggu sebelumnya, dia mempunyai janur bekas upacara galungan, janur janur yg tidak terpakai dari pada dibuang dia bawa pulang khusus karena ingat diriku, dia membuatkan sarung ketupat dan aku menyimpannya di frezer barulah aku keluar kan saat aku membutuhkannya untuk dibuat ketupat.

Dan inilah masakan ku hari itu, persis pas untuk lima orang termasuk diriku siang itu dan sisanya di makan Luc dan anak anak saat makan malam.

Walau singkat tapi kami masih sempat nonton film Jokowi yang aku temukan secara tak sengaja di YouTube. Tentunya sambil ngemil berbagai macam cemilan dari Indonesia, yang sebagian besar berbagai macam kerupuk.

18 thoughts on “Lebaran tahun 2018: Hari ibu dan anak perempuannya

  1. Toss Cinta dan Cahaya. Teona pun tahun ini perdana puasa, sahur, dan berbuka saat zuhur. Hanya 3 hari full sampe maghrib, tapi lumayan.

    Meriah juga ya lebaran di sana. Pose pamitnya seperti sungkem ala ala πŸ˜„

      • Perlu banyak belajar biar bisa istiqomah sampe maghrib. Semangat juga until Cinta & Cahaya 😊

        Percaya deh kalo ditahan gak boleh pulang, apalagi sama yang sudah dianggap saudara 😁

  2. just saying ya mbak
    but you have pretty kids
    kalo misalnya wajah mereka disensor bisa ndak mbak?
    maksudnya begini, takut aja kalo foto mereka dipake predator” anak di luar sana
    i mean, saya juga punya anak perempuan
    dan terus terang ngeri juga sama keberadaan mereka euy

  3. waaah, gaktau ya.. tp titin seneng bgt liat postingan ini teh.. berasa ikut lebaran di sana :D. si teteh tumben juga naruh poto banyak.. ahaha ngakak liatnya.

    itu kaya lg minta bekel sama bapak sendiri πŸ˜€
    sama itu pose sekeluarga lengkap tetehna meni kitu ahaha

    selamat lebaran teeh, jangan sampe lebar-an *eh, inimah titin πŸ˜€

  4. Wah seru banget cerita lebarannya Mba Yayang.. Suamiku juga ikut puasa, tapi waktu berbukanya ngikutin waktu Indonesia yaitu setengah 7an sore, soalnya kasian kalo belajar puasa tapi sudah harus buka puasa jam 10an malam..

Leave a Reply to geraldinetitarina Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s