Drama Pertemanan

-ibu budi

Sering dengar dari teman atau baca dari blog yang aku ikuti mengenai lika liku pertemanan di negeri orang dengan teman sebangsa. Bukan, saat ini aku tidak menuliskan pengalamanku tentang lika liku pertemanan di negeri orang, yang hingga mengakibatkan ‘trauma’ klo sampe liat orang tersebut lagi!  Ini tentang drama pertemanan anak anak.

Untunglah drama pertemanan ini tidak melibatkan si kembar. Berawal dari undangan ulang tahun,  (oeps masih tentang selak beluk ulang tahun) Kemarin aku di invite oleh orang tua teman sekelas CC yang akan berulang tahun, katakanlah namanya Wati! Saat aku menerima undangan via wa tersebut aku sudah bertanya pada si kembar apakah mereka akan datang pada pesta ulang tahun Wati? Cinta menjawab bahwa dia sebenarnya tak yakin ingin datang, ujarnya Wati kadang kadang ‘niet aardig’ alias kurang baik. Sedangkan Cahaya menjawab kurang tertarik datang ke pesta tersebut karena tidak terlalu dekat dengan Wati.

Akhirnya setelah sehari aku tak menjawab wa undangan tersebut, aku berdisikusi dengan Luc sebaiknya CC memenuhi undangan tersebut, karena rumah Wati berdekatan dengan rumah kami, dan aku mengenal ibunya karena dialah satu satunya orang tua teman CC yang selalu antusias mengobrol denganku setiap kali kami berpapasan saat mengantar atau menjemput si kembar.

Saat aku menyatakan bahwa CC akan hadir di pesta Wati, langsung dibalas oleh wa ibunya Wati yang berkata bahwa dia senang si kembar bisa datang, kemudian dia mengumumkan bahwa undangan akan segera disebar dan meminta pada orang tua yg belum menjawab untuk segera mengkonfirmasi apakan anaknya akan datang atau tidak.

Tak berapa lama muncul jawaban dari ibu yang lain, agak panjang dan membuatku sedikit tak menduga akan ada jawaban seperti itu, intinya si ibu itu menceritakan bahwa berdasarkan informasi dari anaknya (Nyai) bahwa Wati berkata bahwa semua anak diundang kecuali Asep. Satu kelas diundang! Wow  pesta seperti apa yang akan mereka buat? Berapa anggaran yang harus dikeluarkan? Ssthhhh segala sesuatunya selalu aku libatkan dengan anggaran! Aku tipe emak emak perhitungan, hahaha.

Kemudian aku segera melihat info dari wa grup tersebut. Alamak 26 partisipan! Bener mereka mengundang seluruh anak di kelas si kembar kecuali Asep.

Balik lagi ke isi message ibunya Nyai, dia menjelaskan bahwa Nyai ragu untuk datang ke pesta Wati karena merasa tak adil untuk Asep, Nyai berfikir untuk menghibur Asep dan berencana mengadakan kegiatan menyenangkan bersama Asep. Untuk saat ini kami menyerahkan keputusan sepenuhnya pada Nyai apa yang akan dia lakukan. Fijne avond,  groetjes Meghan dan Harry.  Begitu isi wa dari ibu Nyai yang menyebutkan namanya dan juga nama suaminya.

Satu jam tak terjadi apa apa di wa grup tersebut, hingga kemudian muncullah jawaban ibunya Wati, oh ya ibunya Wati bernama Ibu Budi!

Ibu Budi berkata: Ini tak apa apa kan, wati punya alasan yang masuk akal mengapa dia tidak mengundang Asep. Dan saya menghargai keputusannya. Saya sudah meminta Wati lebih dari satu kali untuk menyertakan Asep dalam pestanya, tapi dia menolaknya. Tolong hargailah pilihannya!

OMG! Sebagai penggemar gossip terselubung, aku segera bertanya pada si kembar apakah Wati dan Asep tidak akur? Cahaya berkata tidak tau menahu dan nampak tak tertarik dengan pertanyaanku, sementara Cinta berkata bahwa dia merasa sepertinya Wati dan Asep memang bermusuhan karena pernah melihatnya bertengkar.

Aku dan Luc sama sama tak mengerti mengapa Ibu Budi membuat pesta untuk anaknnya dengan mengundang anak sekelas kecuali satu orang, seperti mengumumkan bahwa Asep adalah seorang pesakitan. Seperti memploklamirkan perang agar semua orang tau. Apakah tidak sebaiknya pesta normal seperti biasanya saja hanya mengundang beberapa orang teman saja, sehingga mereka yang tidak diundang tidak merasa disisihkan sendirian.

Luc juga merasa bahwa tak seharusnya Meghan menjawab undangan Wati dengan menyatakan terus terang tentang alasan Nyai tak ingin datang ke pesta Wati karena alasan tersebut memicu simpati dari para undangan lainnya yang belum memberi jawaban akan datang atau tidak.

Dan benar saja tadi siang, (satu hari setelah jawaban Ibu Budi) berderet deret konfirmasi dari ibu ibu yang lainnya yang menyatakan anaknya tidak akan datang ke pesta Wati dengan alasan sebagai dukungan pada Asep.

Dan tak lama kemudian Ibu Budi berkata: Sayang akhirnya akan seperti ini, saya menyayangkan bahwa semua berada di sisi Asep, tak seorangpun yang membela Wati. Wati punya alasan kuat mengapa tidak mengundang Asep dalam pestanya. Wati sudah tidak tahan di bullly setiap hari oleh Asep! Terima kasih untuk teman teman Wati yang telah bersedia datang di pesta Wati nanti. Kami akan memberikan pesta terbaik!

Dan aku pun terhenyak….. Terbayang dalam ingatanku akan sosok Asep, kala bermain bersama Cinta dan Cahaya, pikiranku melayang pada sosok ibunya Asep yang tinggi semampai yang selalu menyapaku dengan senyum super ramahnya. Ah Asep tiap hari membully Wati? Asep si periang itu? Tidakkah sang guru mengetahuinya?

Dan akupun berpikir dalam kebingungan, kenapa grup undangan tersebut mendadak sepi, tak ada lagi yang menjawab wa Ibu Budi. Dan aku sebagai penggemar gossip terselubung menunggu epesode berikutnya dengan harap harap cemas!

 

PS. Detik ini aku sedang membunuh waktu, menunggu Cinta dan Cahaya selesai dalam pesta teman yang lainnya, setengah jam lagi aku harus menjemput mereka pulang.

 

Advertisements

30 thoughts on “Drama Pertemanan

  1. Wah, biarpun masih dunia anak-anak, tapi sudah ada drama banget ya. Seperti hanya ada dua pilihan, datang “kena”, tidak datang juga “kena” karena bisa diinterpretasikan sebagai bentuk dukungan ke salah satu “pihak”…

    • Ja seharusnya tidak begitu, namanya anak anak biasanya klo musuhan ga lama kemudian baikan lg. Orang tua sebaiknya ga turut campur, tapi klo dah pesten memang harus diselidiki mengapa bisa begitu, dan apakah itu benat

    • Betul itu.
      Tapi sebenernya ga harus sampe perang dingin seperti ini, karena namanya anak anak klo berantem tak lama kemudian biasanya akur lagi, tapi ini katanya ada pem bully an, itu yg hrs diselesaikan.

      • Bullying itu efeknya besar buat anak2.. Karena anak2 itu emosinya belum stabil jadi kalo ada bully, dia bisa trauma. Suamiku pernah cerita jaman sekolah dulu, dia dibully hanya karena pakai kacamata. Akhirnya dia pergi ke sekolah tanpa kacamata demi menghindari bully, dan dia belajar hanya dari suara gurunya karena ga jelas lihat papan tulis.
        Jadi kalau memang ada bullying, memang harus diselesaikan.

      • Ya ampun, kebayang menderita banget sampe harus pergi ke sekolah tanpa kacamata.
        Memang harus diselesaikan jika memang ada bullying.

  2. Jadi pesta undangan simalakama ini. Tapi, Cinta dan Cahya akur2 aja sama Asep dan justru agak kurang sreg dgn Wati *jd ikutan penasaran, ada apa antara Wati dan Asep* 🙂
    Semoga pestanya berjalan lancar dan anak2 kembali berteman.

    • Memang aku sudah sering mendengar klo Wati sering kena setrap gurunya, dan pernah mendorong Cinta tanpa sebab sampe tersungkur. Sedang Asep anak yg periang dan banyak temannya, tapi kami tak pernah menyangka bahwa dia ternyata mem bully Wati tiap hari.
      Namanya anak anak biasanya walau berantem tapi biasanya kembali akur dengan cepat.

  3. Menurutku ibunya Wati kurang bijak, mengikuti keinginan Wati undang semuanya kecuali Asep. Setuju dengan Mbak Yayang, undang aja yang terdekat jadi gak terkesan Asep dijauhi. Malah bikin orang bertanya – tanya. Namanya juga bocah, suka sensi sama temennya ntar juga balik adem lagi. Nah orang tuanya jangan ikutan baper, berakibat jadi gosip. Hehe.

    • Anak2 berantemnya sebentar. Lalu balik main bersama seperti tdk terjadi apa2. Nah klo ortunya lain cerita, hahaha. Bisa sampe 7 turunan gak saling sapa hanya krn alasan yg sepele.

    • Iya, menurutku seperti berawal dari semua diundang kecuali satu orang. Tapi disini biasanya walau ga diundang adalah hal biasa. Tapi ini bisa jadi ramai karena seorang ibu mengemukakan alasan anaknya tidak ingin datang dengan alasan yang jujur, dan memang seharusnya begitu. Jujur dan tidak basa basi. Tapi karena aku bukan orang yang direct, mungkin aku akan mengemukakannya dengan alasan bahwa anakku ga bisa datang, titik. Tidak bilang kenapa tidak datang dan dikemukakan secara terbuka.

    • Cuma heran Non, kok bisa juga terjadi disini. Karena biasanya ibu ibu disini tidak terlalu ikut campur dengan urusan pertemanan anak anaknya. Paling klo liat anak orang lain salah, mereka bisa dengan tegas bilang salah. Perlakuannya sama seperti dengan ke anak sendiri.

  4. hehehe
    namanya juga sekolah ya
    kehidupan anak” jadi ngaruh juga ke kehidupan ibuk”nya
    di sekolah anakku juga gitu sih

    ijin follow ya bu

    • Hallo, terima kasih sudah follow salam….
      Iya nih emak emaknya jadi ikutan riweuh, semoga para emak ga terlalu turut campur hanya sebatas memperhatikan saja untuk mengkontrol pergaulan yg salah 😊😉

  5. Walau awalnya agak bingung dengan nama-namanya (jadi ingat buku pelajaran SD haha :D) aku menyimpulkan, ibu Wati punya tema, yaitu bullying. Dan aku paham bahwa Wati mungkin masih trauma atau belum memaafkan Asep sepenuhnya (perasaan orang yang di bully) . Sayangnya mengucilkan seorang anak tanpa jelas sebabnya juga termasuk bullying lho. Jadi Wati di bully Asep–>Asep (dan ibunya) di bully ibu Wati. Pertanyaannya sudahkah kasus ini ditangani di sekolah? 😀

    • Baru ikut berpikir… Mengucilkan seorang anak tanpa jelas termasuk bullying…. Yes you’re right. Apalagi anak anak ya,

      Aku kurang tau apakah sekolah tau atau tidak, hanya biasanya pihak sekolah adalah yg paling peka dan selalu membantu mengatasi masalah anak anak dgn cepat, sedangkan di grup wa itu sendiri, setelah ibu Wati menjelaskan tak satupun yg angkat suara lg di grup wa, sunyi sepi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s