Lelaki Indomie

Noodles bukan makanan favorite nya. Namun matanya berbinar saat melihat tumpukan dus indomie goreng disebuah toko.
Mie kesukaanmu! Serunya padaku (walau sesungguhnya dia tahu aku sedang mengurangi makanan yang mengandung karbo).
Dengan gembira dia segera menenteng dus tersebut dan membawanya ke kasir.
Aku teringat beberapa tahun yang lalu, saat dia untuk pertama kalinya melihat karung berisi beras 20 kg dan langsung membelinya.
Untuk dia yang biasa hanya melihat beras 1 kg atau mie yg dijual perbungkus di supermarket, menemukan mereka dalam jumlah yang banyak adalah bagai menemukan harta karun.
Sayang aku bukan pemakai emas dan berlian, jika saja begitu mungkin dia sudah menentengnya dan menyerahkan padaku jika melihat toko perhiasan. Ah!!!

10 thoughts on “Lelaki Indomie

  1. Mirip deh sama suamiku haha, kalau lihat Indomie nyuruh beli, tp saya sdh kapok beli sekardus, ga habis2. Pernah sampai kukasih ke teman kurus, tetap masih ada sisanya juga, terpaksa kubuang krn sdh expired. Oh iya suamiku juga heboh klo lihat tulisan”sambal” disupermarket, dulu beli macem2 sambal ga ada yg enak dilidahu, akhinya sampai skrg bikin sendiri saja ;).

  2. Itu artinya perhatian banget ya.. ihiyy.. 🙂 Yang mie goreng original itu, banyak beredar juga disini, tapi tentunya jualnya per 5 bungkus.. Waduh kalau sekardus gitu, bisa tiap siang makan Indomie deh akunya haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s