Rush day!

Jam sembilan pagi teng, aku sudah nongkrong di station Rotterdam, setelah mengantarkan anak anak pergi sekolah, kemudian naik sepeda ke station metro terdekat yang bisa membawaku ke station. Orang yang bermaksud bertemu denganku baru tiga menit kemudian menelepon melaporkan bahwa dia sedang berjalan ke titik dimana pertemuan diadakan.

Sambil menerima telponnya, aku berkata sedatar mungkin bahwa bis yang akan membawa kami ke tempat tujuan telah berangkat saat aku bicara dengannya. Tak apa kataku, kita bisa menunggu bis berikutnya 10 menit kemudian. Dia yang diburu waktu menghela napas kecewa mendengar laporanku mengenai bis yang baru berangkat tersebut.

#Lain kali berangkat lebih awal. Pesan untuknya bukan untukku! Hihihi. 1-0

Berdasarkan planning super ketat hari ini, aku sudah harus keluar dari ‘istana’ pukul 11 pagi teng, agar aku bisa sampai di station metro pukul 11.50, agar aku bisa belanja kilat di supermarket sebelum pukul 12.15 dimana aku harus sudah berada di sekolah anak anak untuk menjemput si kembar pulang sekolah. Tapi aku baru bisa keluar dari istana pukul 11.15 itupun dengan bantuan seorang kawan yang mengingatkan dua kali bahwa aku harus keluar sekarang juga jika tidak ingin terlambat menjemput si kembar. Ajaibnya saat aku mengeluarkan sepeda dari tempat parkir sepeda aku melirik jam ku (HP) aku terbelalak takjub saat disana tertera pukul 11.50. Aha bagaimana bisa? Ah tentu saja, bukankah begitu aku keluar istana aku terbirit birit lari sprint ke halte bis? Sehingga bis yang sudah terlihat dikejauhan akan berhenti di halte berhasil aku salip, ajaib kan. Akibatnya aku tak bisa membalas salam pak supir yang baik hati karena melambatkan laju bis nya agar bisa sampai di halte berbarengan denganku, dikarenakan napasku yang tersengal sengal saat masuk ke bis dan tak mampu mengeluarkan sepatah katapun selain hah heh hoh!

#Hasilnya berat badanku berkurang satu kilo dari terakhir kali aku ditimbang. Ehmmmm lupa sejak kapan, mungkin bebrapa bulan yang lalu.

Sekitar pukul setenga empat sore, Luc sudah nongol di di pintu rumah, sementara aku masih sibuk menyisir rambutku. Sambil sibuk pulas pipi dan bibir aku bercerita bahwa hari ini bisa terjalani dengan cukup baik walaupun mepet sana mepet sini. Cerocosanku terhenti karena Luc sudah berjalan ke luar rumah dan mengingatkanku agar aku segera masuk mobil. Ya, kamiΒ  ada janji dengan wali kelas si kembar.

Meester Mark sudah duduk manis menunggu kedatangan kami, kelas transparan si kembar di tutup pintunya yang juga terbuat dari kaca setelah kami masuk. PerkembanganΒ  si kembar di sekolah barunya menunjukan hasil yang baik menurut sang guru.

Selama kami berbicara, meester Mark hanya memandang wajah Luc saja, sehingga aku merasa tidak nyaman. Apakah dia seorang yang menahan pandangannya pada kaum hawa? Mereka yang menundukan wajahnya jiga berbicara pada lawan jenis? Hihihi tentu saja bukan! Tapi tak apalah, dari situ aku bisa menyelidiki penampakan meester Mark dari dekat, seluruhnya. Ah mengapa dia tidak jadi bintang film saja? Toh Brad Pit pun lewat dibandingkan dirinya. Maaf para penggemar Brad Pit jangan sewot, karena akupun tak sewot.

Kembali duduk di mobil, aku mengamati wajahku sejenak di kaca spion. Ada yang aneh dengan hidungku. Kotoran kecil yang berada di hidung nongol dengan sangarnya dari hidungku. OMG!!!!! Mengertilah aku kini, mengapa meester Mark tak mau melirikku dan hanya fokus dengan wajah Luc saja!

#Berkacalah selalu agar kau tau diri!!!!! Skor kali ini melonjak turun drastis 0-10!

 

14 thoughts on “Rush day!

  1. Hahaha, aku juga sebal jika ditinggal tram/bus. Minggu lalu sempat mencetak rekor, empat hari berturut-turut ditinggal tram yang sebenarnya sudah berhenti pas di depan mata, tapi aku datangnya sedikit terlambat (dalam hitungan detik saja). Sayangnya pas itu masinis tramnya nggak melihat aku mau naik sehingga ya ia langsung jalan aja, hahaha…

    Ah, terjawab sudah ya alasan Meneer Mark-nya “malu-malu” begitu πŸ˜›

    • Dulu waktu pertama tinggal disini, Aku jarang liat jadwal klo mo berpergian, tinggal keluar rumah trus jln ke halte bis trus nunggu deh Di halte, kadang heran juga liat orang suka ngejar ngejar tram, suka mikir kok repot repot sih ngejar ga sabaran amat Kan ga lebih dari 10 menit lg bakal dateng yg lain….. Sekarang ceritanya lain, klo bawa jalan temen yg lagi vakantie disini, kita suka cerewet sendiri ngingetin mereka cepet jln biar ga ketinggalan kendaran, giliran mereka yg protest, kok kamu ga sabaran sih Hahaha

      Perkara meester Mark….😁😁😁😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s