Make Up

IMG_20171006_140511159[1]Menurutku bermake up seperti kebiasaan yang diturunkan dari para leluhur. Ibuku tidak bermake up. Selama karirnya bermake up hanya lipstik tipis dan bedak saja. Menambahkan pelembab adalah ajaran dariku saat aku beranjak dewasa, anjuranku memakai alas bedak ditolaknya mentah mentah, seperti topeng katanya dan kulit muka jadi panas susah bernafas alasannya.

Saat aku TK aku sudah ingin dirias rias dan memakai lipstik, bagiku memakai baju ala cenderella adalah impian sejak kecil. Beberapa kali merengek minta dibelikan baju ala princess, namun ibuku selalu menolaknya. Alasannya, baju ala ala cinderella gitu bahannya kasar, harganya mahal, warnanya norak, biasanya dipakai anak anak kampung yang kayak raya yang sawahnya hektaran. Begitu kata ibuku. Juga saat aku minta pake lipstik. Stthhhh, anak anak pakai lipstik itu kampungan tau!

Sementara aku mendamba baju rok cenderlla seperti yang dipakai anak anak di kampungku dulu, ibuku malah membelikanku celana pendek dan panjang (lebih seringnya celana pendek lungsuran kakak kakakku yang semua lelaki). Setiap rambutku ingin dipanjangkan, ibuku selalu membabadnya, rambut pendek lebih praktis dan sehat begitu alasannya. Dan untunglah rambutku tak pernah sependek rambutnya. Gaya cukuran rambut ibuku adalah model rambut lelaki.

Walaupun saat dewasa aku tak setomboy ibuku, ternyata caraku bermake up hampir sama dengannya, sederhana. Kebiasaaan ini terus melekat hingga kini, namun begitu aku memiliki banyak lipstik, ada beberapa alat alat make up yang sengaja aku beli untuk berjaga jaga jika aku ingin bermake up.

Sejak CC berusia dua tahun, ibuku sering membelikan baju baju lebar, berbahan ‘ gatal’Ā  dan lembut untuk cucunya. Koleksi baju cinderella CC sangat banyak ragamnya hingga usia mereka sebesar ini. Suatu hari aku menegurnya karena ibuku baru saja membelikan si kembar baju princess namun hari berikutnya saat mereka ke pertokoaan si kembar dibelikan lagi baju baru. Ibuku berkata sambil menahan air matanya, dia berkata padaku bahwa dia merasa bersalah padaku karena saat aku kecil aku tak pernah dibelikan baju rok bahkan saat aku memintanya sekalipun. Dan saat CC berada dipertokoan menunjuk baju cinderella, ibuku tak kuasa menahan gejolak hatinya sendiri karena teringat padaku saat kecil.

Aneh rasanya saat ibuku meminta maaf atas sikapnya dulu pada diriku saat kecil, aku tak pernah menyangka bahwa ibuku merasa bersalah, padahal bagiku sikap ibuku dulu wajar saja. Aku meminta sesuatu dan ditolak adalah hal yang wajar dan lumrah. Tapi itulah ibuku yang selalu berkali kali meminta maaf pada kami anak anaknya, terutama setelah kami semua menikah.

Kemarin aku memutuskan mengabulkan permintaan CC untuk membeli make up ‘mainan’. Kado bon yang mereka punya saat mereka berulang tahun belum juga mereka belanjakan. Empat kartu seharga masing masing 10 euro sepakat mereka gabung dan menukarkannya dengan seperangkat make up idaman mereka. Dan mereka berteriak kegirangan saat aku mengiyakannya.

Ijinku untuk mereka bukan karena untuk tidak merasa bersalah dikemudian hari, namun karena akupun ingin belajar make up bersama si kembar……… Hahaha!

15 thoughts on “Make Up

  1. Wuiihhh itu warnanya komplit banget! Aku selama ini mengandalkan pelembab dan lipstick Yang. Jarang bedakan šŸ˜… apalagi alis dan lainnya, apa adanya. Tapi kalau ada acara khusus misalnya kondangan, baru deh pake lengkap.

    • Kalo segi amannya sepertinya aman, karena udah dicoba di kulit mereka sampai saat ini tidak ada masalah. Belinya di toko mainan besar di Belanda, yg kini merk vogue (parfum, sampho dan sabun) juga sudah jadi konsumsi mainan anak anak disini, untuk kado misalnya yg dikemas lucu lucu. Dan kualitas make up nya ternyata cukup bagus menurutku yang ga ngerti apa apa tentang make up hihihi

  2. aq jadi sedih bacanya keinget masa TK yg ‘terpaksa,’ selalu bercelana pendek dan dipotong laki banget, ga dikasih anting2 pula jadi boyish bgt gara2 itu aq dulu sering minder dan tidak PD krena temanku memakai dress/ rok yg cantik2 krena itu sekarang aku selalu membelikan baju atau accecorirs yang girly seperti yang dia mau.

Leave a Reply to zilko Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s