Terbang berdua (lagi)

IMG_20170713_130000804[1]

Ya ini untuk kali kedua si kembar terbang berdua lagi tanpa kami, hanya berselang kurang dari tiga bulan dari penerbangan perdana berdua mereka. Tiket pesawat langsung dibooking sehari setelah mereka mendarat di Rotterdam di penerbangan berdua yang pertama. Yang langsung disambut sumringah begitu kami memberitahukan bahwa mereka akan kembali ke Portugal berdua saja di liburan musim panas nanti (yang sudah lewat).

Jika penerbangan ย berdua si kembar yang pertama adalah liburan untuk aku dan suami juga (begitu si kembar terbang ke Portugal, aku dan Luc pun ngacir ke negara tetangga ๐Ÿ™‚ ) tapi tidak untuk kali ini. Luc seperti biasa bekerja dan aku sibuk packing barang barang yang tidak sering dipakai untuk dibawa ke rumah baru. Jadi begitu terasa bahwa aku kangen si kembar untuk liburan mereka yang kedua ini.

Persiapan yang kedua lebih santai, aku tak perlu lagi brousing artikel artikel untuk mempersiapkan si kembar terbang sendiri, tanggung jawab isi koper pun diserahkan langsung pada si kembar, sehari sebelum berangkat aku hanya menanyakan daftar yang aku buat apakah semuanya sudah ada di koper dan langsung dijawab mantap semua beres oleh si kembar, aku tak perlu membuka dan mengeceknya lagi.

Selama sebelas hari di rumah oma di Algarve Portugal adalah liburan yang menyenangkan bagi si kembar, mereka beberapa kali meneleponku di malam hari untuk menceritakan hari yang dilalui dengan penuh semangat, aku turut bahagia mendengar cerita ceria mereka. Tentu ada rindu di hati yang tak semua orang bisa tahu. Hingga tibalah seorang teman yang bertanya padaku secara serius tentang keputusanku mengirim si kembar naik pesawat terbang tanpa kami orang tuanya.

Bagaimana perasaanmu? Kenapa bisa setega itu? Mereka masih tujuh tahun!

Baiklah, aku menjelaskan secara singkat pada seorang teman yang melontarkan pertanyaan seperti itu. Jawabanku, tentu saja perasaanku was was melepaskan mereka berdua, tapi mereka dibekali ilmu, tanggung jawab dan keberanian untuk menjaga dirinya sendiri. Tentu saja ada rasa khawatir, tapi aku harus mengikisnya dengan mempercayakan pada sistem yang akan membawa mereka berdua. Aku telah berkali kali mengecek kelengkapan surat mereka, memastikan bahwa aku telah mengikuti prosedur dengan benar termasuk mental kesiapan (kemandirian) si kembar dan mereka paham apa yang harus dilakukan jika sesuatu terjadi diluar rencana.

Bagiku melepas mereka kesekolahpun selalu diiringi jampe jampe seorang ibu. Maka aku begitu terharu ย saat seorang sahabat berbisik padaku…. Bukan hanya si kembar saja yang hebat tapi terlebih kalian orang tuanya terutama kamu ibunya yang telah percaya si kembar mampu menjalankanya…. bukankah dengan memberikan kepercayaan semuanya akan baik baik saja?

Jika penerbangan sebelumnya mereka bercerita bahwa uang jajan untuk membeli fanta atau ice tea yang aku bekali dari rumah kurang hingga penumpang disebelahnya harus nombokin kini ceita mereka dipesawat masih tentang uang jajan yang kurang, Cahaya bercerita bahwa Cinta membeli hingga dua kali roti sandwich hingga Cahaya harus menambah kekurangan uangnya, dan aku sekarang tak punya uang di dompetku gara gara Cinta! Hhhmmmm aku benar benar ingin cepat cepat berumur 15 tahun agar bisa seperti Irish bisa kerja di supermarket! Ujar Cahaya.

Oh ya mereka juga kembali tanpa menyeret koper, karena koper yang mereka bawa hilang dan tidak bersama mereka saat mereka mendarat. Dan baru bisa datang dua hari kemudian. Aha!

 

25 thoughts on “Terbang berdua (lagi)

  1. Yayang, Lucu dan hebat ya Cinta Cahaya terbang lagi sendiri ke oma di Portugal. Aku rasa nanti mereka berdua akan backpacking berkelana kalau sudah besar. ๐Ÿ‘๐Ÿฝ

    • Aamiin semoga mba๐Ÿ˜Š, terima kasih. Mungkin mereka lebih berani krn berdua juga. Pernah mereka bilang, ke Indonesia pun kami berani berdua, yg langsung aku jawab… Wah klo ke Indonesia aku wajib ikut hihihi

  2. Hebat deh Cinta sama Cahaya.. Jaman pindah ke Jakarta dulu tahun 1992, ada ibu nitip 2 anaknya ke mama aku.. Dari Medan ke Jakarta.. Anaknya masih kelas 3 SD kalau gak salah.. Jaman itu termasuk berani juga yah, traveling sendiri tanpa orangtua, terus dititipin pula ke orang hehe..

    • Iya bener jangankan jaman dulu, sekarangpun agak was was jika anaknya dititipkan ke orang asing, amat sangat berani. Kecuali ikutin prosedur seperti anaknya dititip ke pramugari dengan mengikuti aturan yang berlaku.

      • Kayaknya jaman sekarang udah pasti ga ada yang mau, bahaya banget nget nget.. Tapi waktu aku masih SMP gitu, sering banget sih denger cerita, bahkan anak kecil umur 7 tahun sudah dikirim ortunya sekolah keluar indonesia, dan perginya sendiri..

    • Hihihi nuhuun Neng. Dikuatkan dan ‘harus’! Mengingat keungan yang harus diselamatkan. Kalo bayar berdua kan lebih murah daripada harus berangkat berempat hahaha, itu salah satu alasan kesekian juga untuk memberangkatkan si kembar berdua saja, alasan lain eta si akang sampe ngomong…. bingung bade ameng kamana deui di Portugal? Abdi tos apal gang gang na oge! Hahaha saking werena, dia suka liat tempat yang baru ga terlalu suka kalo harus diulang ulang.

    • Hihihi sampe sekarang klo Cinta pelit pada Cahaya, Cahaya selalu pakai jurus maut….ingat ya waktu di pesawat aku yg bayarin tosti kamu hahaha, itungan juga tuh anak๐Ÿ˜. Waktu penerbangan yg pertama aku cuma ngasih uang masing masing 3 euro buat beli ice tea kaleng setelah sebelumnya aku check harga ice tea 2,8 sambil wanti wanti ga boleh jajan krn mereka sudah mkn sebelum naik pesawat, eh ternyata uang mereka kurang beberapa cent sehingga penumpang yg duduk di sebelahnya nombokin๐Ÿ˜‚

Leave a Reply to Firsty Chrysant Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s