What’s your most embarrassing moment?

Apa ya? Pake acara berpikir keras. Dan setelah pake acara berpikir keras, akhirnya aku menyuguhkan cerita ini….

Kejadiannya lebih dari  20 tahun yang lalu. Aku tidak bisa naik sepeda motor, dan temanku berkata bahwa naik motor itu gampang, asal bisa naik sepeda maka bisa langsung lancar. Tergoda aku menuruti ajakannya saat dia menawarkan akan mengajariku, karena dia sendiri tak punya motor maka aku meminjam motor kakakku, motor baru untuk pergi kuliah kakakku.

Benar saja dengan intruksi dari Airin (kawanku) aku bisa langsung naik motor, hari itu kami menjelajahi jalan buah batu, jalan dimana rumahku berada dan  terus menyusuri jalan bypass masuk komplek Batu nunggal dan kembali ke jalan cijagra I dimana rumah Airin berada, sebelum kami sampai ke rumahnya kami melihat tukang durian di pinggir jalan, kami sepakat untuk membeli dua buah durian. Setelah Airin duduk di belakang punggungku, aku memberikan aba aba padanya untuk duduk dengan benar, karena kedua tangannya penuh membawa durian di kiri dan kanan. Saat Airin berkata bahwa dia telah siap sekonyong konyong aku terkesima saat ada motor besar keren, dikenderai cowok ganteng.

Tak tau naluri penyerang atau terkesima dengan kegantengan cowok yang bak artis itu, motor yang tengah aku kendarai  langsung aku belokan menuju arah si ganteng tadi, namun karena kemampuan mengendarai motor belum terlatih, setelah belok sebanyak 90 derajak aku malah tancap gas dan motor meluncur terus ke arah selokan cukup besar. Motor beserta dua anak manusia dan dua buah durian ranum tergelincir dengan mengenaskan di selokan.

Orang berdatangan menolong kami, motor diangkat, kami diselamatkan. Dan durian juga tentunya tak ketinggalan ikut diangkat dalam keadaan tak muungkin dimakan karena masuk ke ari selokan. Aku berdiri dengan pakaian basah, untungnya hanya luka baret saja, begitupun Airin.

Saat kami masih dalam keadaan tak tau apa yang terjadi antara shock dan malu, tiba tiba aku melihat si ganteng ada di depan kami. Sudah turun dari motor besarnya, mengenakan celana jins dengan kaos oblong putih dan sepatu mengkilat, persis di film film telenovela, pria gagah tampan dan bersih menyelamatkan gadis kucel dan kotor.

Kalian tidak apa apa? Tanyanya ramah. Tangannya berlepotan air selokan, dialah yang menyelamatkan motor kakakku, bukan aku! Hahaha. Jadi tak perlu kuceritakan seperti apa mukaku saat itu. Aku malu luar biasa. Rasanya aku jatuh cinta pada pandangan pertama, entah cinta atau merasa diri konyol, entahlah. Aku menelepon ayahku, beliau datang dengan kakakku ke rumah Airin,  membawa baju salin sesuai permintaanku. Tak kuketahui kabar si lelaku ganteng itu, namun ada kabar baik yang bisa aku sampaikan pada kalian semua…..

Yakni aku dan Airin masih bisa menikmati buah durian yang telah nyemplung ke selokan, setelah durian tersebut dimandikan ternyata jadi cantik kembali dan kami membukanya bersama sama dan memakannya dengan lahap diiringi cerita tentang si ganteng.

 

 

Note: Kepada Airin dimanapun kamu berada, aku rindu padamu. Terakhir kali kami berkirim kabar, kau telah kembali ke daerah asalmu, telah menikah dengan seorang pegawai BRI, memiliki dua orang anak perempuan dan tinggal di Parigi Sulawesi. Mimpiku, kau membaca cerita kenangan kita kemudian mengontakku.

 

Advertisements

6 thoughts on “What’s your most embarrassing moment?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s