The Best Day of Your Life to Date

Jujur aku tak tahu kapan tepatnya hari terbaik yang aku rasakan hingga saat ini.  Apakah hari perkawinan? Saat orang yang aku keceng ternyata bilang suka juga padaku? Saat pertama kali pergi ke Eropa seorang diri dan pake uang sendiri (hasil kerja) tanpa dibiayai satu euro pun oleh orang tua? Mungkin  saat pertama kali pergi ke luar negri  dan itu seorang diri ke negara yang diidamkan pula, Jepang? Atau saat kelahiran si kembar?

Sepertinya yang terakhir bukan! Ya, hari kelahiran si kembar bukan hari favoritku. Ternyata hari yang  aku kira bukan  hari favoritku ternyata membawa dampak pembelajaran bagi kami semua. Betul kata orang bijak, Tuhan akan menunjukan jalan terbaik untuk kita, walaupun awalnya itu bukan yang kita inginkan tapi sejatinya itulah yang terbaik untuk kita.

Dan hari terbaik hingga saat ini menurut versiku hari ini ini adalah, saat aku bertemu kembali dengan dokter Verhulsdonk, seorang dokter kandungan yang membantu kelahiran Cinta dan Cahaya. Hari itu di awal bulan November, aku sama sekali tak ingat hari apa atau tanggal berapa, untuk pertama kalinya aku ikut, aku masih mengenakan kursi roda, Cahaya ada di pangkuanku sementara Luc sambil menggendong Cinta menggunakan gendongan bayi di dadanya, dia harus pula mendorong kursi rodaku.  Kami datang khusus ke rumah sakit sambil membawa tiga buah kue taart yang sengaja di pesan Luc, untuk tiga departemen di rumah sakit, IC Thorax, IC dan high care Kinder Sophia. Tiga departemen di rumah sakit Erasmus dimana aku dirawat selama dua bulan lamanya.

Di Kinder Sophia lah kami bertemu dokter Verhulsdonk. Dia memeluk erat diriku, berbicara dengan antusias pada Luc menggunakan bahasa Belanda yang tak aku mengerti saat itu, bercerita kesana kemari mengucapkan berkali kali selamat pada diriku dan bersyukur bisa bertemu kembali dengan diriku dalam keadaan sehat. Dia bersikukuh akan mempertemukan ku dengan dokter Cornet, dokter kepala yang menangani kasusku saat itu, namun pada saat di chek dimana biasanya dokter Cornet berada, beliau tidak ada di tempat.

Kemudian sebulan kemudian aku bertemu dokter Cornet untuk control. Beliau tidak mengecek kesehatanku sama sekali, karena pertemuan kali ini hanya prosedur rutin bagi pasein yang pernah lama berada di rumah sakit dan sakit parah, kami hanya berbincang bincang saja. Pembicaraan yang berkali kali membuat kami (aku dan Luc berkaca kaca) saat dokter Cornet bercerita akan ketidak percayaannya saat melihat diriku bisa berjalan. Tak pernah dia sangka sebelumnya. Menurut perkiraan dokter di Erasmus termakut 17 dokter paru paru yang menangani kasusku mereka berkata, sekalipun aku bisa sembuh, aku hanya bisa duduk di kursi roda saja tak mungkin bisa berjalan! Sambil berkaca kaca aku berkata pada dokter Cornet bahwa ini semua adalah sebuah keajaiban yang lansung disambut dengan tegas oleh dokter Cornet. Yes, it is a miracle! Namun dalam hati aku berkata semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Pengatur. Tak ada sesuatupun yang berupa kebetulan, semuanya sudah ada jalannya.

Dan moment pertemuan dengan dokter Cornet saat aku sudah bisa berjalan adalah moment terbaikku saat itu, hari terbaikku hingga saat ini. Hari itu aku melihat wajah Luc yang menahan emosi bahagia, menahan air matanya supaya tidak jatuh saat dokter Cornet mengucapkan terima kasih pernah menjadi bagian dalam menangani kasusku, berterima kasih karena mengenal kami. Dia berkata bahwa aku adalah seorang wanita yang kuat, namun saat dokter Cornet berkata begitu aku malah teringat ucapan huisartku saat datang ke rumah untuk mengontrol kesehatanku, dia berkata bahwa aku seorang wanita yang kuat bukan saja karena kuat fisiknya tapi kuat secara mental. Dan tentu saja perkataan dokter keluarga ini membuat aku ternganga.

Dan itu membuat aku selalu bersyukur telah diberi nikmat sehat.

 

Advertisements

22 thoughts on “The Best Day of Your Life to Date

  1. Aku berkaca kaca Yang baca tulisanmu ini. Ikut terharu. Padahal dulu waktu kamu cerita langsung, rasanya merinding tapi ga sampai berkaca kaca. Sekarang malah haru sekali. Selalu sehat ya Yang.

    • Terima kasih Den, semoga kamu pun selalu sehat. Iya baru disadari sekarang ternyata hari terbaik ku ketika disadarkan bahwa kesehatan yang kita miliki adalah anugrah. Dan aku diberi kesempatan untuk kembali merasakan sehat dan ada seorang mitra yang begitu gigih menjagaku.

  2. Mbak Yayaaang, aku terharu baca proses kelahiran Cinta Cahaya. Makasih udah sharing ceritanya yaaa… bener2 best day 😿😿❤️❤️❤️😊😊

  3. Duh aku ga sanggup ngbayangin perasaan kalian waktu itu. Alhamdulillah semua berakhir baik. Smoga kita smua selalu sehat ya…

  4. Aku sudah baca tentang ini, tapi baca lagi pun tetep aja terharu..*tisu mana tisu
    Dan aku kadang jadi malu sendiri suka ngeluh hal sepele..
    Tetep sehat ya, Yang.. Semoga kita bisa bertemu suatu hari nanti..

  5. Dulu baca crta kelahiran cinta cahaya udh berasa keren bgt, berkaca-kaca.

    dan baca crta ini berasa ternyata memang miracle bgt yah,

    Bener kata teteh, apapun kalo Allah mau mah, bisa aja ya.. Smua udh diatur-Nya..
    Sehat2 terus ya, teteh sama cinta cahaya sama akang Luc nya 😍 😍

  6. Wah ini sambungan cerita yang waktu itu. Echt goed gedaan Yayang. Mungkin bisa dibuat buku, gabung dengan jurnal ilmiah dokter kamu sebagai keajaiban medis? 😀

    • Iya ini masih nerusin challenge nulis 15 hari yang bulan April tapi masih ketinggalan.
      Hihihi dengan dokter Errasmus nya udah ga ada kontak lagi 🙂 karena sekarang pemeriksaan rutinnya dipindah ke rumah sakit area tempat tinggal yaitu Sint Fransiscus Ziekenhuis. Tapi dulu dokter pernah kontak suami, mereka minta beberapa fotoku yang bersama si kembar, jalan jalan di luar rumah, katanya untuk artikel di buku tahunan Erasmus. Duh semoga kita semua sehat terus biar ga ada urusan dengan rumah sakit. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s