Pengalaman jadi petugas penghitung suara Pemilu (Verkiezingen) di Belanda

Pada tanggal 15 Maret 2017 di Belanda dilakukan pemilihan umum untuk Tweede Kamer (parlemen). Pemilu kali ini melibatkan 28 partai yang ikut bertarung. Ada 150 kursi yang diperebutkan. Setiap partai akan mencantumkan para kandidat yang dapat dipilih. Karena banyaknya para kandidat bahkan ada partai yang mencantumkan 80 orang kandidatnya dibawah partai yang diusungnya, maka  setiap rumah dikirimi contoh surat suara agar kita dapat membaca/tahu siapa siapa saja para kandidat yang akan bertarung dan setidaknya para pemilih bisa mencari tahu di internet orang seperti apa yang akan kita pilih.

IMG_20170315_194805584[1]

Seperti ini contoh surat suaranya. Nama partai ditulis paling atas, kemudian berurutan (kebawah) tercantum nama kandidatnya. Contohnya: Partai no. 1 VVD yang diikuti nama Mark Rutte di urutan pertama. Nomor dan nama partai berjejer dari kiri ke kanan. (lupakan wajah suami yang berakting kaget tapi tak berhasil)

Sekitar dua bulan yang lalu, suami secara tak sengaja membaca lowongan untuk menjadi petugas penghitung suara pemilu, dia berseloroh padaku via email… mungkin ini cocok buat kamu berhitung secara kamu dulu seorang cost control. Aku hanya tersenyum membaca suratnya namun tetap membuka link ini dan mengisi biodata diri untuk diikutkan menjadi petugas penghitung suara. Dan memilih sendiri dimana aku ingin ditempatkan, tentu saja aku memilih tempat pemilihan yang paling dekat dengan rumah.

Dua hari berselang aku mendapat email balasan dari panitia pemilu bahwa aku dinyatakan layak untuk jadi petugas penghitung (artinya tidak punya catatan kriminal hihihi) dan diminta untuk mengisi data tambahan setelah diberi kode untuk masuk ke site yang lain. Ada isian nomor rekening (untuk honor yang akan diterima) dan nomor plat mobil untuk memastikan biaya parkir akan ditanggung pula.

Setelah aku dinyatakan pasti akan datang membantu di stembureau no. 127, pihak panitia mengirim email yang berisi folder yang harus aku baca dan  video training yang harus aku pelajari sendiri di rumah. Membaca tahapan yang akan terjadi di tempat pemilihan yang berlembar lembar, aku langsung gak pede, ada sedikit takut gak bener dalam berhitung yang langsung disemangati oleh Luc…. Oh came on…. masa ngitung gitu aja takut, itu itungan yang bisa dilakukan anak anak seumuran Cinta Cahaya, oh lalala. Dan aku pun nyengir menyadari betapa penakutnya diriku.

Dan hari H pun tiba, aku akan bertugas dari pukul 9 malam hingga pukul 2 pagi. Tepat setelah pintu tempat pemilu (stembureau) ditutup, dimana tak seorangpun diperbolehkan untuk  mencoblos melebihi jam 21:00.Tempat pemilihan dibuka dari pukul 7.30 hingga pukul 21.00, yang terdiri dari dua shift. Pukul 15.30 shift pertama akan digantikan oleh shift 2 yang bertugas hingga selesainya perhitungan suara. Kemudian pada pukul 21.00 datang dua orang ekstra teller untuk membantu proses penghitungan, satu diantaranya adalah diriku.

Pukul setengah 9 malam, aku sudah keluar berjalan kaki ditemani Luc dan si kembar. Luc akan datang untuk memberikan suaranya dalam pemilihan ini, tak lupa dia membawa kertas undangan yang telah dikirim beberapa minggu sebelumnya via pos dan juga identitas diri. Pemilu Parlemen (Tweedekamer) hanya berlaku pada pemegang paspoort merah alias mereka yang berkebangsaan Belanda, sedangkan diriku yang bukan warga negara Belanda tidak punya hak suara untuk ikut dalam pemilu ini, namun hanya sebatas pemilihan daerah atau gemeenteraadsverkiezingen. Keikutsertaanku pada pemilihan daeran pernah aku tulis disini.

Aku duduk di kursi yang tersedia saat Luc masuk ke bilik suara sedangkan Cinta dan Cahaya asyik memilih coklat yang ditawarkan oleh petugas disana (yang pada akhirnya keresek coklat itu diberikan padaku saat tugas penghitungan usai). Saat aku duduk menunggu, datang seorang lelaki muda yang dandananya rapi sekali, mengenakan coat hitam panjang dan syal hitam glamour mirip artis artis yang ada di TV, dia wangi sekali. Saat mengulurkan tangannya padaku dan menyebutkan namanya dengan gaya anggun dan kemayu seperti dokter Boyke aku langsung nyaman akan bekerjasama dengannya, dia adalah petugas penghitung suara tambahan juga seperti diriku.

Suami dan anakku segera pulang, kemudian lubang kotak suara ditutup karena waktu tepat menunjukan tepat pukul 9 malam, voorzitter atau ketua stembureau segera memerintahkan anggota yang bertugas dipintu masuk untuk mengunci pintu, dimana seorangpun tak boleh masuk ke ruangan tempat kami menghitungg suara. Petugas pintu masuk itu seorang wanita muda yang kemuadian saat aku mengobrol dengannya dia adalah seorang dokter yang bertugas di rumah sakit dimana aku dulu pernah dirawat.

Tahapan pertama perhitungan adalah:

1. Kotak suara dibuka, seluruh isi kertas suara dihamburkan dilantai, voorzitter memeriksa isi kotak memastikan tak ada kertas suara yang tertinggal.

2. Kami para petugas membuka satu persatu kertas suara dan mengelompokan kertas suara tersebut satu persatu ditumpuk dimeja yang telah disediakan berdasarkan nomor partai, kami membuat 11 meja yang diletakan melingkar meja nomor satu hingga sepuluh adalah meja partai yang paling banyak dipilih sedangkan meja nomor sebelas adalah meja yang berisi tumpukan kertas suara dari berbagai partai dari partai nomor 11 hingga nomor 28, yang kemudian aku meminta dipasangkan lagi satu meja untuk partai nomor 11 yaitu partai 50plus yang ternyata banyak dipilih, karena adanya meja tambahan sehingga meja ke 12 dijadikan meja untuk partai nomor 12 hingga 28.

 

IMG_20170315_212951781[1]

Ehmmm siapa dia yang orangnya lebih kecil dari kertas suara?

3. Setelah kertas suara tersusun rapi berdasarkan partai barulah kami melakukan perhitungan tahap satu yaitu perhitungan cepat. Berapa total masing masing suara dari setiap partai, kemudian disebutkan pada voorzitter yang langsung menginputnya secara online ke komputer. Dari dua belas meja aku berhasil menghitung tiga meja, sedangkan orang yang menghitung berjumlah 6 orang.

4. Setelah perhitungan secara cepat dilakukan (perhitungan tahap pertama), kemudian perhitungan tahap dua dilakukan. Dari setiap meja kami harus mengelompokan nama nama berdasarkan kandidat yang terpilih. Misalnya dari partai nomor 1 VVD, berapa orang yang memilih Rutte dan berapa orang yang memilh kandidat lainnya, semua itu kami catat di kertas yang telah disedikan. Setelah selesai mengelompokan para kandidat kami menghitung total keseluruhan dari satu partai tersebut, menulis nama kita beserta paraf dikertas yang telah kita tulis dan menyerahkannya pada vorzitter kemudian voorziter memasukannya pada komputer memeriksa apakan perhitungan kita sama dengan yang pertama, jika berbeda kami memeriksa ulang dibantu anggota lainnya..

Setelah kami selesai berhitung dan melaporkan pada voorzitter, sang ketua berteriak gembira karena tidak ada selisih antara surat suara yang telah keluar (yang telah diberikan pada pemilih) dengan surat suara yang masuk yang telah kami hitung.

Lalu dimulailah ketidaksesuaian antara video yang aku pelajari dan kejadian dilapangan. Kami semua membereskan semua peralatan yang telah dipakai, meja meja dikembalikan ke tempat semula. Kami menyortir semua barang yang harus dikembalikan pada tempatnya. Apa yang harus disimpan dikotak suara yang kemudian dikunci, apa yang harus disimpan di doos/kotak bewarna hitam, apa yang harus dimasukan ke tas voorziter (seperti laptop dan kunci kotak suara) atau apa saja yang masuk ke kotak / doos putih. Aku berkata bahwa kertas bekas tidak boleh disatukan pada kraat hitam tapi seharusnya pada doos putih. Voorzitter terbelalak keheranan saat aku berkata seperti itu, kemudian wakil ketua segera menghampiri laptop dan membaca ulang tahapan yang harus dilakukan, kemudian membacakannya pada voorzitter, sang ketua memandang ke arahku sambil berkata… kamu benar… terimakasih. Opss lega rasanya. Tapi kemudian dia berteriak panik tapi dimanakah doos putih tersebut? Aku tidak pernah melihatnya, ujarnya. Aku segera menunjuk doos putih yang berada tak jauh dari tempat dia berdiri. Semua tertawa lega, dan dengan sigap kami segera memasukan secara benar pada tempatnya.

Portier atau petugas pengangkut telah menunggu kotak suara, kami semua bersalaman saling bergembira dengan pengalaman yang baru diperoleh dan segera kembali ke rumah masing masing kecuali voorziter yang harus menyerahkan tas yang berisi laptop dan kunci kotak suara oleh dia pribadi pada petugas pusat pemilihan umum. Aku tak jadi jalan kaki ke rumah seorang diri pada pukul 2 pagi, tapi aku diantarkan oleh sang wakil sang ketua yang ternyata rumahnya berada di belakang rumahku. Dan aku telah berada di rumah pada pukul setengah duabelas malam. Hanya 2 jam setengah aku membantu penghitungan suara. Waktu singkat dengan sejuta pengalaman.

Luc belum tidur saat aku tiba di rumah, dengan setengah berteriak dan tertawa menggoda pada sang suami aku berkata…. partai perompak (Piratenpartij) pilihanmu hanya  dicoblos oleh tiga orang saja, kamu bisa bergembira karena bukan kamu satu satunya yang mencoblos partai itu. Sambil berseloroh juga Luc berkata, setidaknya ada tiga orang waras yang datang ke stembureau 127 yang menginginkan dunia lebih baik dan damai. Hahaha. Kami berdua tertawa. Shhtssss, bukan berarti yang lain gak waras lho. Disini kami bebas untuk memilih partai apapun sesuai keinginan kami, partai yang mendekati apa yang kami harapkan dari pemerintah. Tanpa saling mencaci atau menyudutkan partai pilihan yang lain. Seperti iklan di TV untuk pemilihan kali ini dimana berdatangan orang orang satu persatu yang diibaratkan partai kemudian bernyanyi dengan nada/suara yang berbeda tapi nada yang berbeda itu menghasilkan harmoni yang indah. Pesannya adalah walaupun berbeda partai namun bertujuan menghasilkan tujuan yang baik.

Bukankah ini lebih indah dan nyaman?

Advertisements

16 thoughts on “Pengalaman jadi petugas penghitung suara Pemilu (Verkiezingen) di Belanda

    • Oalah ternyata bekas penduduk Belanda juga? Pastilah tertarik jika ada sesuatu yang behubungan dengan masa dulu 🙂 Pemberitahuan secara tertulis dari pemerintahan belum ada tapi sepertinya tidak akan jauh berbeda dengan hasil yang telah diterima sekarang. http://www.rtlnieuws.nl/verkiezingen
      Pemenangnya masih VVD dengan 33 kursi disusul PVV sebanyak 20 kursi yang diikuti susul menyusul oleh D66 dan CDA. Bakalan seru lanjutannya karena mereka harus berkoalisi, dan sudah sejak kampanye Rutte tak mau jika sampai bergabung dengan Wilder. Partai yang terjun bebas banyak kehilangan kursi adalah PVdA, sementara GroenLink naek daun dari 4 kursi dipemilihan sebelumnya melonjak jadi 14 kursi. Mungkin karena magnet dari pemimpin GroenLink juga sepertinya Klaver, politikus muda yang sejak naik daun yang dipercaya akan membawa angin baru bagi Nederland.

  1. Wooww kereenn Yang pengalamannya. Pasti tak terlupakan ini. Psstt, jangan2 yg dicoblos suamimu partai yang diikuti suamiku hahaha. Aku tadi malam ga bisa tidur nyenyak soalnya suamiku ada acara sama partainya nunggu pengumuman, baru nyampe rumah jam 2 pagi. Ga bisa tidur nyenyak soalnya penasaran sama hasil pemilunya 😃

    • Hihihi iya seru ternyata bergabung dengan duania luar dan mencoba sesuatu yang baru. Tapi beneran ya pemilihan kali ini seperti banyak disorot dari media luar juga, Hahaha kalau sama atau rada mirip mirip, ternyata suamimu sama dengan Luc condong pada sayap kiri juga? Disini para pemilih suka ngobrol dan berdiskusi apa yang baru mereka pilih, seperti obrolan para petugas pemilu tadi malam. Bahkan dulu saat aku menulis tentang pengalaman ikut pemilihan daerah, aku bertanya pada suamiku apakah aku boleh menceritakan pilihannya? Dia sama sekali tidak keberatang, kata dia kita tidak akan dikucilkan karena pilihan kita yang berbeda, apalagi sampai dibuli.

      • Dia pengurus inti FvD (Forum voor Democratie), partai baru. Duuhh sibukknyaaa dia dua bulan menjelang pemilu. Pertemuan ini itulah sampai malam trus ikutan sebar2in brosur dan pasang poster. Dia nanya aku apakah boleh pasang poster di rumah ga. Aku bilang, nggak boleh. Rumah bebas dari urusan partai. Kenyataannya mah nggak. Lah kolega2 partainya sering datang ke rumah buat ngebahas ini itu. Syukurlah sekarang sudah selesai. Suamiku kembali padaku lagi hahaha *agak lebaayy 😅

      • Wah klo jadi pengurus inti bisa dibayangkan sibuknya, apalagi mengurus partai baru. Hahaha kalian sekarang bisa bernafas lega dong udah berakhir. Sukses Den, buat suami👍

  2. Nama beberapa partainya lucu banget ya. Aku lihat di contoh surat suara yg dikirim ke rumah hahahaha 😂.

    Yang aku kagum adalah walaupun sistemnya manual, tapi bersih dan cepat ya!! Kalo di Indonesia entah kenapa lama, misalnya Pilkada kmrn, haha…

    • Hahaha bener, Ada nama partai Artikel 1, Ada partai Niet Stemmen. Bingung bacanya Dan geli.
      Mungkin Di Indonesia terlalu banyak yg nonton juga pas ngitung Surat suara jadi banyak intruksinya Hahaha Kan harus Ada Sakai dari partai juga. Kebayang klo Di Belanda tiap TPS Ada saksi dari partai, 28 orang tuh!😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s