Titi Nginung

Day 7: Recommended a book for us to read. Why do you think it is important?

Kenal Titi Nginung saat awal kuliah dari membaca cerita Opera Pencakar Langit yang disajikan  bersambung di majalah Hai. Jangan tanya bagaimana alur ceritanya, sudah hilang dari ingatan. Tapi dari membaca dua kali tayang di majalah Hai, aku langsung jatuh cinta, jatuh hati pada cara menulis Titi yang jujur cenderung vulgar, kalimat kalimatnya pendek namun berbobot, jelas dan nyinyir! Maka tak heran aku tak kuat menunggu lebih lama untuk bisa membaca sambungan cerita tersebut dan segera mencari novelnya di Gramedia.

Selesai membaca Opera Pencakar Langit, aku tertarik untuk mencari buku buku Titi lainnya. Tak sengaja aku berkata pada ibuku…. Heran kok Titi cara bertuturnya seperti bukan seorang wanita, tapi kayak laki laki. Ibuku memandangku terbelalak, dan balik bertanya? Yayang kamu tak tahu siapa Titi Nginung? Dia kan Arswendo Atmowiloto!

Aarrgghhh, mengertilah aku, mengapa tulisan Titi begitu jujur, kuat dan luwes. Ternyata Titi Nginung adalah salah satu nama samaran Oom Wendo. Dari opera pencakar langit, aku segera membeli buku Opera Jakarta, Opera Jakarta-Hongkong yang segera mengisi lemari novelku menemani buku buku karya Arswendo lainnya dengan nama samaran lainnya yaitu bung smas.

Tau Noni kan? Bukan…. bukan noni nyanya sepatu yang tinggal di Medan itu. Tapi Noni dalam novel karya bung smas yang bukunya sudah  aku koleksi sejak jaman SD dulu, mulai dari Nyanyian ibu hingga Sakura berduri. Itulah sebabnya saat aku membaca blog Noni langsung saja ingatanku pada buku buku masa kecilku, apakah Noni yang ini seperti Noni nya Godek, Noni Pragawati dari Krapyak? Yang suka wingko babat, berambut pendek dan tomboy?

Jadi jika ditanya buku apa yang dapat aku rekomendasikan untuk dibaca dan kenapa menurutmu penting? Jujur aku tak bisa menjawabnya. Tidak ada judul yang langsung meloncat dari pikiranku kecuali sebuah judul yang selalu aku ingat….. Gadis Pantai karya Pramudya Ananta Toer!

Maaf kok jadi loncat ke Pram, baiklah mari kita kembali ke bung smas. Buku lain dari bung smas yang begitu aku cintai hingga ke ubun ubun adalah serial Pulung. Jika Noni dan Godek-nya, maka Pulung dan Nansy-nya. Sang sahabat yang telah tiada yang tewas karena terjatuh ke kolam tak berair di belakang villa saat dia berjalan dalam tidur. Aahhh bungg smas… kau buat cerita untuk anak anak yang bagiku bagaikan cerita horor!

Jadi kenapa karya Titi Nginung yang aku rekomendasikan? Karena pembaca blog ini sudah dewasa dan penulis favoritku adalah Arswendo, maka yang tepat direkomendasikan disini adalah novel novel dari Titi Nginung. Bukan Noni, Pulung, atau Imung sang detektif cilik yang korengan!

Adakah dari kalian yang pernah berakrab ria dengan karya Titi Nginung?

Advertisements

3 thoughts on “Titi Nginung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s