Ada yang hilang

Sebetulnya agak ragu ragu juga untuk curhat secara publik, tapi semoga bisa menjadi awal yang baik dengan mulai bercerita.

Jadi begini…. Rasanya sejak berakhirnya liburan musim panas 2015 bawaanya malas terus, kangen ibu dan keluarga besar di kampung halaman yang amat sangat. Kabar dari Luc yang memperlihatkan bukti bahwa dia telah membeli tiket pulang untuk tahun berikutnya tak membuat rasa malas dan sedih hilang begitu saja. Akhir tahun 2015 puncak puncaknya aku begitu tak bergairah, di bulan itu juga seluruh kegiatanku di sekolah selesai, aku tak ambil kursus apa apa lagi, niat mencari kerja hanya di mulut saja, usaha tidak kunjung juga dilakukan. Musim dingin yang datang menambah deritaku.

Ada Luc yang selalu memberiku semangat, seperti biasanya dia selalu menyemangati diriku untuk selalu rajin membaca dan berlatih menulis, memberi motivasi untuk mencari kegiatan yang membuat diriku gembira. Ada beberapa buku yang berhasil aku tamatkan tapi untuk menulis rasanya jadi kagok. Berkali kali aku berpikir jika aku membaca tulisan dari bloger lain, mereka menulis dengan indah, jelas dan menarik. Ada ilmu pengetahuan yang bisa diambil. Kemudian aku membaca tulisanku sendiri…. kok tulisanku gak berbobot sama sekali. Ceritanya ya begitu begitu saja.

Ada keinginan untuk merubah blog ini, tidak menceritakan tentang hari hari Yayang lagi, ingin rasanya menulis yang sedikit bermakna, tapi apa? Hingga akhirnya Luc bertanya, mengapa aku tidak  atau jarang menulis lagi? Dan keluarlah jawabanku yang ingin mencoba sesuatu yang lain tapi masih bingung harus bagaimana. Atas saran dia dan diskusi yang panjang diraih kesimpulan bahwa aku hanya sedang bingung saja. Jika ingin menulis, menulislah jangan takut atau sungkan tentang pendapat orang lain, syukur kalau masih ada yang mau membaca kalaupun tidak itu tidak akna merugikan diriku sama sekali. Toch aku membuat blog ini awalnya  untuk menceritakan keseharianku di negara yang baru.

Jadi inilah diriku…….. Jika aku merasa ada yang hilang dalam diriku, aku berharap inilah awalnya sesuatu yang hilang itu segera kembali.

Nah lain lagi dengan cerita hilang si kembar, mereka suka sekali menghilangkan barang barang miliknya, entah itu ketinggalan di sekolah atau di rumah teman. Yang paling sering hilang adalah feestje atau sebangsa rompi. Untungnya pihak sekolah menyediakan lemari yang berisi barang barang hilang yang berhasil dikumpulkan, setiap tiga bulan sekali isi lemari tersebut akan disumbangkan, nah jika Cinta dan Cahaya menghilangkan barang barang mereka, aku suka  datang ke ruangan dimana lemari itu berada, kadang kami berhasil menemukan barang barang si kembar kembali tapi tak jarang pula barang barang mereka tak ditemukan disitu. Jika kalian melihat isi lemari tersebut maka seperti hal nya diriku saat pertama kali  melihat isi lemari tersebut pasti takjub dan tercengang, segala macam barang pribadi ada disitu, sepatu olah raga, baju olah raga, baju renang, rompi, jaket, bahkan sepatu lars! Bagaimana bisa sepatu lars ketinggalan? Apa si anak pulang tidak memakai sepatu?

Oh ya, berkali kali Cahaya tertukar pakaian renang dengan temannya, pakaian yang dibawa pulang bukan miliknya, beberapa kali berhasil kembali dengan menghubungi si anak atau orang tua yang pakaian renangnya tertukar, satu kali tak berhasil alias hilang. Dua  minggu lalu Cahaya pulang ke rumah tanpa peralatan renangnya, teringat tahun lalu dia juga pernah pulang tanpa tas renangnya, dan  tas renang bersama isinya tak pernah ditemukan lagi. Teringat pengalaman tahun lalu, hari itu juga  aku membawa Cahaya kembali ke kolam renang. Saat kami masuk ke kolam di pojok kolam renang kami melihat  baju renang, handuk dan tas nya berada di jemuran, telah kering dan bersih harum. Tas nya  mendadak kinclong, sepertinya pihak kolam renang langsung memasukan tas tersebut beserta isinya ke mesin cuci.

Dan inilah beberapa jaket dan rompi yang dihilangkan si kembar dan tidak kembali. Feestje hitam, jacket jins, baju olah raga hijau muda, rompi bulu kepunyaan Cinta. Jika biasanya pakaian mereka selalu sama, kini sebagian dari pakaian tersebut tidak dua lagi.

Mungkin ada diantara kalian yang seperti si kembar? Sering ketinggalan barang barang dan tidak kembali?

IMG_20160817_085655487

img_20161206_082238815

K

Advertisements

27 thoughts on “Ada yang hilang

  1. tetap enak dibaca kok mbak… *hugs

    anakku yg paling sering ketinggalan ya syal sama sarung tangan, entah ngga sengaja apa emang ditinggal secara dia ngerasa ribet kalau pake peralatan winter hehehe.. pernah ketinggalan sepatu sekali, pas ganti sepatu gym, keenakan, dipakai pulang, sepatu rainbootsnya ditinggal *hiks

    • Makasiihhh dukungannya…. kusje!
      Nah sarung tangan tidak terlalu sering karena mereka jarang memakai sarung tangan dan syaal ke sekolah, kalau muts suak juga hilang tapi seringnya kembali dengan selamat hihihi

  2. Hai Yayang tulisan2mu bagus loh!, saya suka semuanya. Cerita keseharian yang sederhana, ringan dan enak dibaca kesukaanku. Kalau baca yg berat2 malah saya malas baru palagraf awal sdh tutup deh hehe 😀 . Klo soal lupa nah adik iparku pelupa banget, sering berantem sama adikku gara2 sifatnya tsb hehe 😀 .

    • Wah makasih banyak, tulisanmu juga tentang keseharian tapi masih bisa diambil manfaatnya dan banyak pengetahuannya tentang bercocok tanam di balkon, aku jadi tau kapan waktu yang pas buat menyiram tanaman, tapi blog ku rasanya begini gini aja, makasih udah menyemangati, sangat berarti banget buat ku.

  3. Mbak yayang, aku sering baca blog dengan tidak melulu memperhatikan isi cerita tapi bagaimana si penulis bercerita, bertutur dg tulisannya, dan gaya bercerita mba yayang bagus. Mba yayang itu si kembar kocak banget bisa lupa sama tas nya? 😂

    • Hai Ruru makasig banget, jadi semangat lagi nih buat nulis hihihi.
      Iya itu si kembar teledor banget, padahal udah dingatkan berkali kali, sekarang setiap pulang sekolah saat aku jemput aku periksa lagi bawaan mereka, lumayan rada membantu kalau ada yang hilang bisa dicari di hari yang sama

  4. Hai Yang! Semangat terus untuk tetap menulis. Ingat yang waktu kita ngobrol sama Mbak Yo. Tetap semangat untuk apapun, biar ga nelongso kata orang Jawa *een dikke knuffel van mij

    • Iya Den, dari pertemuan itu juga aku jadi buka mata, kalian terkonsep setiap yang akan ditulis, dipikirkan dulu. Klo aku nulis saat itu ga pake draft dan langsung publish, makanya banyak yang typo juga karena gak di check lagi.
      Semoga kita bisa ketemu lagi Den, ingin berbagi cerita juga tentang menyemangati diri sendiri, secara aku rasanya gak terlalu bergaul dengan banyak orang Indonesia di Belanda. Thanks Den!

  5. Tiap blogger tentu beda cara menulis dan nichenya Yayang. Write like no one is reading. Aku suka kok baca blog kamu. Tulis aja terus yang penting senang kan ini hobby 😀

    Tentang anak-anak ketinggalan atau kehilangan barang, itu wajar. Nanti mereka tambah umur makin jarang kok. Anakku waktu masih kecil juga gitu.

    • Dank je wel mbak Yo. Akan diingat…. write like no one reading. Betul jadi lebih bebas dan jujur.
      Awalnya tentang seringnya anak anak menghilangkan barang barangnya, aku ngaca diri juga karena akupun tidak terlalu bisa apik istilahnya pada barang, tapi kok rasanya keterlaluan sekali si kembar sering sekali, tapi untunglah saat lihat lemari tempat menyimpan barang barang yang hilang, ternyata bukan si kembar saja yang gak apik, hehehe. Mungkin sedang masanya, tapi aku jadi lebih cerewet setiap kali mereka menghilangkan barang barangnya, takut keterusan nantinya 🙂

  6. Mbak Yayang, aku juga sering merasa tulisanku kok gak berbobot. Isinya curhatanlah, nanti ceritaku sehari2. Sebelum aku mulai blogging lagi (sempet ditutup) aku baca-baca post lamaku… trs aku ada senyum sendiri ketawa sendiri ngingat kejadian lalu yang aku poskan. Jd aku memutuskan menulis tetap, utamanya untuk diriku gt. Semangat ya Mbak Yayang, aku suka tulisan-tulisannya!

    • Iya ya pernah baca baca lagi tulisan yang dulu suka senyum sendiri, dulu sebelum punya blog aku nulisnya di catatan di FB, untuk sendiri saja, nah pas baca lagi lebih alami rasanya, kadang aku langsung mengcopynya dengan mencantumkan tanggal dibawahnya jadi aku tau, bahwa itu tulisan yang dulu. Terima kasih atas penyemangatknya.

  7. Semoga semangatnya segera kembali lagi ya!! Menulis sesuai yang kita mau saja, yang penting kita senang, hehehe…

    Wah, itu kok sepatu bisa sampai ketinggalan ya? Hahaha

  8. Saya juga termasuk yang selalu menunggu cerita-ceritamu Mbak. Bagi saya banyak banget informasi yang bisa didapat, soal bagaimana mendidik anak, bagaimana kehidupan di luar negeri, yang disampaikan dengan cara yang unik dan murni caramu, karena berdasarkan pada pengamatan dan perasaan Mbak sendiri selaku pelakunya, hehe.
    Setiap orang pasti punya pengalaman yang berbeda jadi selalu menarik untuk membacanya. Contohnya ya soal barang yang hilang ini. Di masa sekolah dulu saya termasuk tipe yang sering sekali kehilangan barang, sepertinya alat tulis itu tak ada yang pernah tahan dari seminggu, haha. Tapi jarang ada barang yang kembali, bahkan hampir tidak pernah. Bahkan kalau yang tertinggal barang lain di tempat umum sekalipun. Hadeh…

    • Halo Gara, penulis sejarah jempolan! Apa kabar? Terima kasih udah kasih semangat, yes i’ll be back, mulai dengan cerita sehari hari saja seperti biasanya yang sederhana.
      hahaha ternyata kamu pun seperti si kembar, suka lupa bawa balik lagi barang barang sendiri….

      • Hai Mbak! Kabar saya baik, terima kasih ya. Iya dulu suka banget menghilangkan barang, makanya sekarang agak takut juga bawa macam-macam kalau bepergian, takut hilang lagi, haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s