Zwarte Piet

5 years ago for the first time the twins saw zwarte Piet. They were afraid. The next year they love them very much more and more until now.  

We are waiting for Sinterklaas and zwarte Piet not just for presents or pepernoten, but more because they give us entertainment, fun and happiness.

Today Sinterklaas and zwarte Piet come to Maassluis, officially. The children believe that they come from Spain. Sinterklaas will come with zwarte Piet. 

Zwart ( black)! I understand some people have the feeling that it is not the right thing. Racist! But of course if they were really slave that will be not ok! Nowhere in the story is an indication  zwart Piet is slave? They have fun bring enjoyment give the present. But, it is just a fairytale. It is an old story from long long ago.

It is ridiculous some people will demonstrate against zwarte Piet and other people for zwarte Piet. Because of that our plan to see Sinterklaas coming to Maassluis should be cancelled. We don’t want our twins to be put in a situation which can get out of hand.
We just want  peace! 

We want peace! We want peace!

Advertisements

10 thoughts on “Zwarte Piet

  1. Dulu pas gw kecil tradisi nya ada sinterklas dan zwarte piet. Kalo anak nya pinter dikasih kado sama sinterklas. Kalo nakal bakal ditangkep zwarte piet trus dimasukin karung hehehe

    • Iya mbak debat mengenai Zwate Piet rasis terdengar sejak beberapa tahun terakhir, bahkan kami pernah melihat tahun lalu sekelompok orang anti zwarte Piet demonstran saat ‘peynambutan’ Sinterklaas tiba di Belanda, itu dapat dipahami dan aksi berlangsung tertib tidak mengganggu, hari ini kami khawatir karena mendengar kabar bahwa akan ada juga sekelompok orang yang pro zwarte Piet, UN (kelompok ekstrim kanan) akan ikut juga berdemontrasi, jadi judulnya anti zwarte Piet melawan pro zwarte Piet. Yang saya pahami, anti zwarte Piet menginginkan ditiadakannya Zwarte Piet. Untuk saat ini jalan tengah yang diambil adalah Piet tetap ada tapi tidak berwarna hitam lagi, Sinterklaas tetap tiba disertai Piet yang berubah warna, mereka diwarnai warna warna cerah.

  2. Hi mba yayang. Saya taunya Zwarte Piet pas kursus bhs Belanda di Erasmus, krn memang saya (kita) tdk punya tradisi ini ya. Dapat cerita dari teman perihal issue rasisme Zwarte Piet juga dari kawan baik saya sampai saya menemukan beberapa artikel ttg ini. Eh bahkan, jip en janneke juga ada yg menganggap rasisme juga loh ya, jip en janneke versi USA ilustrasinya beda banget. Saya masih suka aslinya yg digambar oleh Ibu Fiep. Hihi maaf ngelantur

    • Oh saya malah baru dengar Jip en Janneke dianggap rasis, lucu ya ilustrasinya, kocak juga kadang ceritanya mereka marahan trus balik temenan lagi, disini ilustrasi gambar jop en janneke suatu hal yang mudah dijumpai di bagian anak anak, dari kalender, tas, piring, sendok garpu, mainan banyak yang bergambar Jip en Janneke, hehehe

  3. Menurutku Zwarte Piet rasis sih Yang. Ada kan lagunya: Sinterklaasje kom maar binnen met je knecht want we zitten allemaal even recht. Sinterklaas silahkan masuk ke dalam dengan budakmu karena kami sudah duduk manis.

    Dilihat dari sejarah Belanda yang aktif di perdagangan budak waktu itu, aku bisa mengerti dengan sentuhan rasis di folklore Sinterklas ini. Dan aku juga ngerti yang anti Zwarte Piet. Ada loh orang anak-anak kecil Belanda yang memanggil orang kulit hitam sebagai Zwarte Piet. Aku pernah tulis sejarahnya Zwarte Piet https://chezlorraine.wordpress.com/2013/10/23/pietitie/ Kalau ada waktu bisa dibaca

    • Iya mabak, baca postingan mabak Yoyen, jadi semakin terang tentang Zwarte Piet. Anak anak juga sudah semakin besar, dia tanya apakah Sinterklaas itu ada atau engga, apakah zwarte Piet itu hitam karena dari cerobong asap atau memang berkulit hitam? Ternyata di lagunya juga sudah disebutkan bahwa zwarte Piet memang budak. Yang bikin anak anak kecewa sabtu kemarin karena rencana kami untuk melihat kedatangan sinterklaas en zwarte Piet kami batalkan (padahal Maasluis tempatnya tak jauh dari rumah kami) karena kami khawatir adanya bentrokan para pendemo anti lawan pro zwarte Piet. Hihihi ternyata kekhawatiran kami berlebihan,

  4. Zwarte Piet ini memang ramai diperbincangkan ya. Aku memahami kedua pihak sih, di satu sisi memang bisa dipandang sebagai rasisme dan perbudakan, di sisi lain sebagai tokoh, Zwarte Piet sudah menjadi “budaya”. Jadi susah memang…

    • Betul, aku juga memahami tentang beda pendapat, tapi sepertinya jika memang rasis mungkin ada baiknya segera dipikirkan solusinya untuk kedua belah pihak, seperti konvoi kemarin yang sudah sedikit dirubah, Sinterklaas datang bersama zwarte Piet yang sudah berubah warna, atau mungkin sudah waktunya menghilangkan kata zwarte Piet mungkin menjadi lieve Piet? Hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s